Konvensi BK Sipil PII Kembali Memilih Bambang Goeritno Sebagai Ketua Periode 2019 – 2022

Konvensi Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia sukses digelar di Hari Jumat 1 November 2019 di Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jl Pattimura Jakarta Selatan. Konvesi ini dihadiri setidaknya 30 anggota dan pengurus BKS PII yang berprofesi insinyur bekerja di berbagai sektor. Acara dimulai dengan makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan konvensi yang berlangsung hingga Pukul 22.00 malam.

Ir. Bambang Goeritno, MPA., MSc., IPU kembali terpilih sebagai Ketua BKS PII melalui proses musyawarah mufakat atau aklamasi. Dalam sambutannya, Ir. Bambang menyampaikan bahwa tugas, peran dan tanggung jawab PII semakin besar setelah dikeluarkannya PP No.25/2019 yang merupakan turunan dari UU 11/2014 yang mengatur profesi keinsinyuran. Beberapa program kerja BKS PII yang sukses dilaksanakan antara lain: melakukan sertifikasi Insinyur Sipil untuk mendapatkan gelar Insinyur Profesional yang bukan hanya dilakukan di Jakarta lagi tapi juga para Majelis Penilai BKS PII memenuhi undangan pengurus wilayah, cabang maupun perguruan tinggi pelaksana PSPPI yang mengumpulkan calon Insinyur Profesional Madya untuk diwawancara.

Ir. Bambang Goeritno yang sebelumnya pernah menjabat Dirjen Bina Konstruksi PUPR menyebutkan bahwa dari total sekitar 14.000 Insinyur Profesional yang terdaftar, ada sekitar 6.500 di antaranya yang merupakan Insinyur Profesional Sipil. “Insinyur Profesional dari BKS PII berkontribusi 45% dari total jumlah Insinyur Profesional Indonesia, ini membuktikan bahwa BKS PII sangat aktif di dalam menelurkan Insinyur-insinyur Profesional sebagaimana yang disyaratkan oleh UU dan PP keinsinyuran” lanjut Ir. Bambang.

Selain program sertifikasi, BKS PII juga melakukan serangkaian kegiatan lokakarya, seminar dan pelatihan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Diharapkan dengan kegiatan keinsinyuran ini menambah wawasan pengetahuan para Insinyur Sipil akan teknologi dan metode baru di dunia konstruksi ketekniksipilan. Ir. Bambang juga mengapresiasi partisipasi aktif dari beberapa pengurus BK Sipil periode sebelumnya seperti Ir. Kayan Sutrina – Sekretaris BKS PII, Ir. Wahyu Hendrastomo yang juga merupakan ketua panitia konvensi kali ini, Ir. Taufan Marimba, Ir. Ali Sutra dan Ir. Habibie Razak.

Ir. Bambang juga menyampaikan di depan forum bahwa BKS PII diharapkan menjadi pioneer di dalam pembuatan stempel baku Insinyur Profesional yang merupakan distinctive mark of the professional engineer. Di luar negeri Insinyur Profesional akan menstempel setiap karya keinsinyuran untuk mengidentifikasi bahwa karya tadi disiapkan atau di bawah supervisi atau merupakan review dari Insinyur profesional sebagai bagian pelayanan profesional kepada client atau publik. “Ide ini adalah merupakan usulan dari Ir. Habibie Razak dan harus segera difollow up” kata Ir. Bambang.

Konvensi ini juga dihadiri oleh beberapa senior PII antara lain Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU, Ir. Soeharsojo, Ir. Bambang Wikanta, Ir. Sapri Pamulu, PhD, Ir. Bambang Priatmono dan beberapa rekan pengurus lainnya. Tampak beberapa wajah muda yang hadir meramaikan konvensi antara lain Ir. Andy Rahmadi Herlambang yang juga merupakan wakil ketua PII Wilayah Sulawesi Tengah yang baru dilantik dua minggu lalu.

Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Madya BK Sipil PII, Makassar dan Sorong, Oktober 2019

Pimpinan Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali mengutus 3 (tiga) Majelis Penilai antara lain: Ir. Wahyono Bintarto, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPM dan Ir. Habibie Razak, IPM., ACPE melaksanakan wawancara teknis calon Insinyur Profesional Madya kepada 42 alumni Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI-UMI) yang diselenggarakan di Makassar dan Sorong.

20 calon IPM berhasil diwawancarai oleh tim Majelis Penilai BKS PII di Hotel Myko Panakkukang pada hari Kamis, 24 Oktober 2019 mulai dari Pukul 08.00 hingga Pukul 17.00. Pembukaan acara oleh Ketua tim, Ir. W. Bintarto yang kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara. Salah satu kandidat yang mengikuti wawancara adalah Wakil Rektor I UMI, Dr. Ir. Hanafi Ashad merupakan dosen senior teknik sipil yang juga sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UMI. “Kami tidak membedakan pejabat kampus dan profesional, mereka tetap harus melalui proses wawancara teknis sesuai dengan prosedur atau mekanisme yang ditetapkan oleh tim majelis penilai Badan Kejuruan Sipil PII” kata Ir. Habibie Razak kepada para kandidat peraih IPM.

Di sesi wawancara di Makassar ini, setidaknya ada 4 profesional yang bekerja di lingkup Kementerian Perhubungan dan salah satunya adalah Ir. Arinova Utama, Tim Satuan Kerja Proyek Pembangunan Rel Kereta Api Makassar – Parepare. Ir. Arinova menjelaskan tahap pengembangan proyek ini mulai pada saat proyek ini pertama kali dikerjakan dengan menggunakan APBN dan APBD sampai pada keputusan oleh Pemerintah awal tahun ini untuk melakukan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) untuk mendanai proyek ini. Adalah Konsorsium Pembangunan Perumahan dan Bumi Karsa yang ditunjuk menjadi pemenang.

Keesokan harinya, Jumat 25 Oktober 2019, tim majelis penilai melanjutkan kunjungan ke Sorong untuk menjalankan assessment wawancara teknis calon IPM di Hotel Vega, kota Sorong. 22 calon IPM diwawancarai dan semuanya adalah alumni dan mahasiswa PSPPI FTI UMI. Beberapa di antaranya yang diwawancarai adalah putra daerah Papua yang bekerja di Balai Jalan Nasional dan Dinas PU Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Bahkan Walikota Sorong Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM mengunjungi tim MP BKS PII dan calon IPM dan menyampaikan pesan bahwa dengan diimplementasikannya UU No.11/2014 dan PP No. 25/2019 tentang Keinsinyuran, para Insinyur di Papua Barat diharapkan bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Di sela-sela kesibukan menghadapi serbuan para calon IPM ini, tim MP BKS PII menyempatkan diri berkunjung ke Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI). Ir Andi Pawennari Ketua PSPPI FTI UMI melaporkan bahwa di FTI UMI saat ini telah melahirkan 375 alumni yang berhak diberi gelar Insinyur dan pada Angkatan VI yang merupakan angkatan terakhir dengan jumlah mahasiswa 119 orang tidak lama lagi akan diwisuda bulan Desember ini sehingga total Insinyur PSPPI UMI akan berjumlah 584 orang di akhir tahun 2019 ini.

Sementara itu, Dr. Ir. Zakir Sabara, IPM., ASEAN Eng. Dekan FTI UMI dalam sesi makan burongko, makanan khas dari Sengkang dan sekaligus mencicipi University Meals di Cabin Canteen FTI UMI menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari tim MP BKS PII yang meluangkan waktu sebesar-besarnya menerima undangan PSPPI FTI-UMI dalam rangka mengInsinyur-Profesionalkan para insinyur yang berasal dari Kampus Hijau Makassar ini. Sekretaris PSPPI FTI UMI Dr. Ir. Taufik Nur, IPM senada menyampaikan bahwa FTI-UMI kembali akan mengundang tim MP BKS PII untuk sesi wawancara teknis di Palu, Sulawesi Tengah dalam satu bulan ini. “Setidaknya 30 calon IPM yang berdomisili di Palu dan sekitarnya siap untuk menjalani sesi wawancara teknis ini” Ir. Taufik menambahkan.

Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil PII, 12 Oktober 2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan wawancara teknis untuk para kandidat Insinyur Profesional Madya di Kantor Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Sekretariat Negara Jakarta Pusat. Kali ini 15 orang diundang untuk sesi wawancara teknis ini dan Ketua Majelis Penilai BKS PII memberi mandat kepada 3 anggotanya untuk menjalankan sesi wawancara ini.

Ir. Bintarto, Ir Wahyu Hendrastomo dan Ir. Habibie Razak kesekian kalinya diberi amanah ini di hari Sabtu, 12 Oktober 2019 dimulai dari Pukul 09.00 hingga 18.00 sore. Kandidat yang diwawancara berasal dari beberapa perusahaan terkemuka antara lain: PGASOL, Technip Indonesia, Wijaya Karya, McDermott dan ASN Kementerian PUPR. Setiap kandidat diberi kesempatan untuk menceritakan beberapa pengalaman proyek ketekniksipilannya dan keinsinyuran secara umum termasuk menceritakan satu proyek yang paling berkesan karena kompleksitas dan nilai anggarannya, posisi dan tugas tanggung jawab kandidat di proyek.

Sebutlah salah satu kandidat yang saat ini bekerja di Kuala Lumpur jauh-jauh datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan BKS PII. Ir. Habibie sebagai salah satu assessor bertanya “Bisa diberikan alasan mendasar mengapa jauh-jauh datang ke sini untuk mengikuti wawancara teknis BK Sipil” Kandidat ini menjawab bahwa di Malaysia memang para Insinyur diwajibkan untuk tersertifikasi Insinyur Profesional oleh otoritas di sana dan untuk Insinyur Indonesia yang bekerja di sana diwajibkan untuk tersertifikasi Insinyur Profesional dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Saat ini, Indonesia bersama negara tetangga di Asia Tenggara telah sepakat untuk saling mengakui dalam bentuk Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Engineering Services melalui sertifikasi ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) di mana untuk mendapatkan sertifikasi ini sebelumnya para Insinyur di Asia Tenggara wajib mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional yang dikeluarkan oleh institusi yang diakui oleh hukum negaranya. Di Indonesia, PII satu-satunya otoritas yang mengeluarkan ijin praktek keinsinyuran (STRI) yang didapatkan melalui uji kompetensi dan lulus untuk menjadi Insinyur Profesional.

Sesi EPC Contract & Manajemen Proyek bersama Samudera Indonesia, Oktober 2019

Sesi EPC Contract & Project Management bersama para Profesional Samudera Indonesia (Samind) menghadirkan Ir. Habibie Razak sebagai instruktur yang diselenggarakan di Training Center PT Samudera Indonesia Ship Management. Pelatihan ini berlangsung selama 8 jam dihadiri oleh 27 peserta dari berbagai divisi dan cabang grup Samudera Indonesia (Samind) di seluruh Indonesia.

Benefit bagi Samind Group akan sesi ini adalah untuk memahami bagaimana Kontraktor EPC menyiapkan proposal teknis dan komersil pada suatu proyek konstruksi dan bagaimana mereka merencanakan dan mengeksekusi pengadaan equipment and material yang membutuhkan jasa logistic forwarding company seperti Samind. Berapa anggaran proyek terkait logistic/shipping untuk equipment and material yang akan dikirim ke lokasi proyek yang bisa berasal dari multiple-countries di mana komponen-komponen tadi dimanufaktur atau diproduksi. Sebutlah gas turbine, untuk mengirim gas turbine dari Frankfurt Jerman ke lokasi proyek di Indonesia membutuhkan biaya berapa dan kira-kira berapa persentasenya terhadap harga barangnya dan atau berapa persentase biaya logistik secara keseluruhan terhadap total nilai kontrak. Kontraktor EPC memiliki hitungan-hitungan tersendiri bagaimana menyusun komponen biaya terkait shipping and transportation cost.

Di sesi ini, instruktur berbagi pengalaman kapan logistic forwarding company semestinya melakukan approach kepada Client terkait proyek-proyek yang akan ditenderkan dalam beberapa waktu kemudian mengingat fase pengembangan proyek dimulai dari Pra-Studi Kelayakan, Studi Kelayakan, FEED sampai pada fase EPC dan Commercial Operation. Dibutuhkan market intelligence dari sales atau marketing manager yang merupakan front-liner untuk mencari tahu informasi kapan proyek itu akan ditenderkan, key persons yang terlibat terkait decision making dan seterusnya.

Training ini terselenggara berkat kerjasama antara Samudera Indonesia Traning Center dan lembaga B-Training Indonesia.

Workshop LNG Fundamentals and Supply Chain bersama Para Profesional Gas Indonesia

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi Insinyur (Diklat Profesi) kembali menggelar workshop LNG fundamentals dan Supply Chain yang diikuti oleh 25 profesional / praktisi LNG & Gas Indonesia selama 3 hari (25 – 27 September 2019) di Jakarta. Workshop sejenis adalah kali kedua diadakan menghadirkan peserta dari Perusahaan Gas Negara (PGN) yang juga merupakan sesi penyegaran yang diprogramkan sekali dalam setahun. “Workshop sejenis pernah kita lakukan 3 tahun lalu di Cirebon menghadirkan peserta dari PGASOL salah satu perusahaan anak dari PGN” ungkap Habibie Razak.

Ir. Habibie Razak, Instruktur LNG & Gas Persatuan Insinyur Indonesia mempresentasikan beberapa modul di hari pertama antara lain: Introduction to LNG Fundamentals and Technologies terdiri dari LNG Pretest hari pertama, Basic LNG antara lain rantai pasok, Evolusi, dan pasar LNG , concept map, Properti LNG vs. bahan bakar lain. LNG Standar rules, antara lain safety concerns and environment. Liquefaction Process terdiri dari Typical Process, gas treating, refrigeration and liquefaction, Pergerakan LNG ke storage dan ke tanker. LNG Shipping terdiri dari shipping technology, boil off aspect. Pertanyaan & Jawaban (Diskusi) selama hari pertama berjalan interaktif antara instruktur dan peserta.

Modul hari kedua tentang LNG Technology and Application antara lain Regasification Terminal terdiri dari Loading and unloading, Storage of LNG, Vaporization, Cold utilization. LNG onshore storage terdiri dari Insulation and boil off, Peak-shaving and Liquefiers. Floating LNG plant, development aspects. Economic cost of LNG value chain terdiri dari Gas production cost, Liquefaction cost breakdown, Shipping cost breakdown, & Regasification cost components dan Questions & Answers (Discussion). Hari kedua juga dilakukan ujian tertulis sebagai hasil workshop di hari kedua.

Modul-modul di hari ketiga berbicara tentang LNG Market and Its Commercial yang terdiri dari beberapa topik antara lain Pasar LNG; Struktur pasar dan struktur pasar tradisional LNG. kontrak & harga LNG; Struktur, ketentuan utama, klausul kontrak utama, formula penetapan harga LNG. Pengembangan dan pembiayaan proyek LNG terdiri dari feasibility study, project financing, Kemitraan Pemerintah Swasta (PPP). Prospek LNG terdiri dari aspek Geopolitik, integrasi rantai LNG, pembeli dan penjual baru, Tanya Jawab (Diskusi) dan Ujian Hari ketiga.

Lokakarya ini terselenggara berkat kerjasama antara Komite Diklat Profesi dan Bapel PKB PII dan Perusahaan Gas Negara Divisi Project Management Office (PMO). Apa yang dibahas di workshop ini diharapkan menjadi bahan pengetahuan tambahan buat para peserta untuk bisa lebih memahami bisnis LNG dimulai dari aspek teknis, keekonomian, pemasaran dan perdagangan, rantai pasok hingga pada penguasaan jenis-jenis perdagangan jual beli LNG (LNG contract sales and purchase).

Rekomendasi Implementasi Program Hilirisasi melalui Proses Gasifikasi Batubara

White Paper

Rekomendasi Implementasi Program Hilirisasi melalui Proses Gasifikasi Batubara

Disiapkan oleh: Ir. Habibie Razak – Pokja Dewan Pakar PERHAPI 2019 – 2021*

Latar Belakang

Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia bersaing dengan Australia. Batubara melimpah tersebar di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Cadangan batubara Indonesia adalah 37 milyar ton (2018; Kementerian ESDM). Sedangkan total sumber daya batubara Indonesia sekitar 166 milyar ton dan sekitar 50% dari total adalah batubara berkalori rendah.

Batubara yang diekspor digunakan untuk memproduksi baja dan sebagai bahan bakar Pembangkit listrik yang merupakan batubara kalori tinggi dan menengah. Nilai kalori (CV) lebih dari 4500 kcal/kg dan kadar air kurang dari 30%. Tipe batubara lainnya disebut batubara kalori rendah yang dikenal dengan nama lignite. Sejak batubara kalori rendah ini tidak ekonomis untuk diekspor dikarenakan kalorinya rendah dan kadar air yang tinggi, hal ini bisa menjadi masukan buat Pemerintah bagaimana memanfaatkan lignite ini untuk kebutuhan energi dan petrokimia di dalam negeri. Solusi terhadap batubara kalori rendah ini adalah dengan gasifikasi batubara.   

Gasifikasi adalah proses di mana bahan bakar karbon mentah dioksidasi untuk menghasilkan produk bahan bakar gas lainnya (other gaseous combustible products). Produk Utama gasifikasi adalah gas sintesis atau syngas, yang komponen utamanya terdiri dari gas karbon monoksida (CO), hidrogen, karbon dioksida (CO2) dan nitrogen. Teknologi gasifikasi batubara dibagi ke dalam tiga besar, fixed bed, fluidized bed, dan entrained flow. Tipe Entrained flow terdiri dua, slurry feed and dry feed.

Teknologi gasifikasi batubara yang menghasilkan syngas tadi kemudian bisa dikonversi selanjutnya menjadi produk hilir (downstream products) seperti methanol, DME, Pupuk, Polypropylene dan berbagai produk bernilai tinggi lainnya.  

Gasifikasi Batubara di Tiongkok

Batubara digunakan dalam tiga cara di Tiongkok, pembakaran langsung (melalui pembangkit listrik tenaga batu bara dan boiler industri), kokas, dan gasifikasi. Di antara ketiga metode ini, gasifikasi batubara adalah pilihan terbersih, dan paling kompleks. Gasifikasi batubara menyumbang 5% dari total konsumsi batubara Tiongkok; merupakan teknologi utama dalam konversi batubara yang efisien dan bersih, dan penting dalam pengembangan bahan kimia massal berbasis batubara (pupuk kimia, metanol, olefin, aromatik, etilena glikol, dll.), bahan bakar sintesis (synfuels) bersih berbasis batubara (minyak, gas alam), pembangkit listrik canggih integrated gasification combined cycle (IGCC), sistem poligenerasi, produksi hydrogen, fuel cells, direct reduction iron making, dan industri proses lainnya.

Gasifikasi batubara menjadi pondasi utama bagi industri kimia batubara modern, dan digunakan untuk oil refinery, pembangkit listrik dan industri metalurgi.

Penelitian dan pengembangan teknologi gasifikasi batubara Tiongkok dimulai pada akhir 1950-an. Dukungan pemerintah telah menghasilkan banyak perkembangan baru selama 30 tahun terakhir, termasuk:

Teknologi gasifikasi Coal Water Slurry dan pembangunan pilot plant di Northwest Research Institute of Chemical Industry;

Proyek teknologi kunci IGCC – Integrated Gasification Combined Cycle (termasuk pemurnian suhu tinggi);

Proyek Pirolisis, Gasifikasi, dan Pemurnian Suhu Tinggi dari Batu Bara diselesaikan pada tahun 1999;

Proyek Teknologi Gasifikasi Batubara Skala Besar dan Efisiensi Tinggi yang diselesaikan pada tahun 2009;

Proyek Gasifikasi Batubara Berskala Besar dan Efisiensi Tinggi dengan Bahan Baku Padat Lainnya (Other Carbonaceous Solid Raw Materials) yang diselesaikan pada tahun 2014.

Selama Rencana Lima Tahun ke-9 hingga ke-12, The East China University of Science and Technology melakukan beberapa proyek gasifikasi batubara. Universitas Tsinghua juga telah membentuk unit eksperimental untuk multi-stage oxygen fed entrained bed gasification. Universitas Tsinghua dan Industri Pupuk Shanxi Fengxi (Group) Ltd. bersama-sama mengembangkan Tsinghua Gasifier. Gasifier generasi pertama mengadopsi struktur batu bata tahan api (refractory brick structure) dan oxygen state-fed entrained bed gasification, dengan tujuh gasifier yang sedang atau akan memasuki operasi; gasifier generasi kedua mengadopsi struktur dinding membran yang mengurangi biaya operasi dan memperluas kemampuan beradaptasi batubara.

Saat ini setidaknya hingga 2018, 28 gasifier sedang dalam konstruksi dan 7 gasifier sudah beroperasi di Tiongkok (Sumber: worldcoal.org).

Penelitian dan pengembangan Tiongkok atas teknologi gasifikasi entrained-bed, serta demonstrasi teknik, operasi jangka panjang dan efisien, dan proyek-proyek berskala besar lebih lanjut, sangat mendukung pengembangan industri kimia batubara modern. Tiongkok memiliki slurry gasifier batubara terbesar di dunia, dan teknologi gasifikasi batubara diakui secara internasional. Pembangunan pabrik large-coal water slurry gasifier dengan kapasitas harian 3000 ton batubara merupakan awal dari demonstrasi besar-besaran teknologi gasifikasi batubara. Penelitian masa lalu, sekarang, dan masa depan telah meningkatkan, dan terus meningkatkan, aplikasi industri teknologi gasifikasi batubara di Tiongkok.

Peluang Investasi Gasifikasi Batubara di Indonesia

Untuk bisa mewujudkan investasi gasiifikasi batubara menjadi feasible dikembangkan di Indonesia setidaknya ada tiga aspek utama yang mesti dievaluasi antara lain:

  • Aspek engineering dan teknologi. Teknologi gasifikasi sudah banyak dikembangkan di dunia dan banyak negara maju yang membangun pabrik-pabrik gasifikasi batubara untuk menghasilkan berbagai ragam produk untuk kebutuhan energi dan petrokimia di dalam negerinya dan menumbuhkan industri-industri hilir dengan memanfaatkan batubara kalori rendah ini. Teknologi gasifikasi sudah terbukti secara komersial di dunia.  
  • Aspek sosial dan Lingkungan. Pabrik gasifikasi batubara dan teknologinya dapat didesain untuk memenuhi hukum dan regulasi lingkungan di setiap negara seperti ambang batas emisi, batas buangan hidrokarbon (hydrocarbon effluent limits), dan sebagainya. Dengan membangun fasilitas gasifikasi batubara di Indonesia kita bisa men-drive pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar kesejahteraan masyarakat di daerah atau wilayah dimana industri ini dibangun. Kita bisa memberikan nilai tambah pada pembangunan nasional dengan mempekerjakan masyarakat sekitarnya termasuk para professional dan para Insinyur Indonesia untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas ini. Kita bisa mendapatkan lebih banyak royalti maupun pajak dibandingkan dengan hanya mengekspor komoditas batubara ke luar negeri.
  • Aspek keekonomian. Investasi kapital (CAPEX), Biaya pengoperasian (OPEX) dan return on investment (ROI) seperti perhitungan NPV dan IRR seharusnya bisa menjustifikasi bahwa investasi ini layak secara ekonomi dan dapat direalisasikan. Saat ini, batubara kalori rendah di kisaran USD 40 – 50/Metric Ton atau harga kurang dari USD 2.0/MMBTU. Harga batubara dianggap lebih stabil dari waktu ke waktu dibandingkan harga minyak dan gas alam. Harga minyak mentah bisa naik hingga di kisaran hingga USD 80 per barrel atau lebih dan harga gas alam di kisaran USD 8 – 12/MMBTU. Kenyataannya, harga synthetic gas (syngas) and synthetic natural gas (SNG) di kisaran USD 5-6/MMBTU dengan asumsi fasilitas gasifikasi batubara untuk menghasilkan SNG dekat dengan lokasi tambang atau mulut tambang (mine-mouth). Perhitungan keekonomian telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa ini sangat menjanjikan untuk direalisasikan. 

Pemerintah Indonesia diharapkan mengkaji beberapa hal terkait program hilirisasi gasifikasi batubara ini melalui pengumpulan data dan Informasi yang sangat faktual antara lain:

  • Batubara kompetitif di dalam menghasilkan ethanol sampai pada produk E10 gasoline untuk mensubsidi bahan bakar premium dan sejenisnya. Sebagai informasi bahwa subsidi bahan bakar kendaraan untuk Tahun 2019 setidaknya di kisaran 18 Trilyun (sumber: Kementerian ESDM).
  • Batubara kompetitif menghasilkan methanol, polypropylene dan olefin.
  • Batubara telah menjadi feasible untuk menghasilkan synthesis natural gas (SNG) sebagai upaya menggantikan gas alam.
  • Bahan baku batubara juga menjadi sangat kompetitif di dalam memproduksi ammonia-urea dengan kondisi harga gas alam yang relatif tinggi dan juga kelangkaan gas alam sebagai dampak aktifitas eksplorasi migas di hulu yang kian menurun. 
  • Bahan baku batubara menghasilkan Dimethyl Ether (DME) untuk mensubtitusi LPG. Subsidi LPG untuk Tahun 2019 setidaknya 70 Trilyun untuk kebutuhan rumah tangga dan industri (sumber: Kementerian ESDM).

Gambar 1 Produk Hilirisasi dengan Proses Gasifikasi Batubara

Gambar 2- Produk Hilirisasi dengan Produk yang Lebih Bernilai Tinggi melalui Proses Gasifikasi Batubara

Sebagai tambahan, ada beberapa sumbang saran atau pun usulan dalam rangka mengembangkan gasifikasi batubara di Indonesia antara lain:

  • Investasi teknologi dan pembangunan pabrik gasifikasi batubara menjadi produk bernilai tinggi hanya akan bisa dan layak dilakukan secara ekonomi apabila dibangun untuk pabrik skala menengah dan besar. Mengundang investor luar negeri (foreign direct investment – FDI) menjadi suatu keniscayaan untuk membangun industri gasifikasi batubara ini. Nilai investasi setidaknya di atas Rp. 10 Trilyun untuk bisa memenuhi keekonomiannya.
  • Insentif dari Pemerintah harus tersedia untuk mendukung investasi ini antara lain: tax exemption, tax holiday, dan insentif lainnya.
  • Membangun infrastruktur pendukung seperti Infrastruktur pipeline, jalan, rel kereta dan pelabuhan yang memadai untuk mendistribusikan produk-produk yang dihasilkan dari proses gasifikasi batubara. 
  • Mengembangkan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) untuk wilayah atau daerah yang memiliki cadangan batubara kalori rendah di Indonesia sehingga bisa mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah.
  • Pengembangan industri gasifikasi batubara harus bisa mensinergikan peran strategis antara Akademisi, Swasta, Pemerintah dan Komunitas Profesional Keinsinyuran, Sains dan Teknologi.

*Riwayat Profesional Penulis:

  • Project Manager Studi Kelayakan Gasifikasi Batubara menjadi Ammonia & Urea, 2014 – 2015
  • Project Manager Studi Kelayakan Gasifikasi Batubara menjadi Urea, Methanol, DME dan Polypropylene (OSBL & Infrastruktur), 2017 – 2019
  • Business Development Manager Pengembangan Proyek Gasifikasi Batubara di salah satu perusahaan Engineering & EPC terkemuka di dunia, 2012 – 2016
  • Technical Paper Contributor terkait pengembangan bisnis gasifikasi batubara di Indonesia, 2012 – Sekarang
  • Bagian dari Tim Pengembangan Usaha salah satu perusahaan penghasil batubara terkemuka di Indonesia untuk melakukan kunjungan teknis ke beberapa Pabrik Gasifikasi Batubara di Tiongkok, 2014 – 2015
  • Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), 2016 – Sekarang.

Panitia Reuni Nasional dan HBH Alumni Teknik Unhas Segera Launching Official Logo EMU 2020

Panitia penyelenggara Reuni Nasional dan HBH 2020 Ikatan Alumni Teknik Unhas yang dimotori oleh Ketua panitia Sri Asri Wulandari kembali memimpin tim kecil penyiapan rangkaian kegiatan tahunan ini yang kali ini diberi nama Engineers Meet-up (EMU 2020). Rapat koordinasi tim kecil yang diadakan di Resto Dalleta Bellagio Boutique Mall Mega Kuningan dihadiri oleh Sapri Pamulu Perwakilan Pimpinan Pusat IKA Unhas, Muchlis Yusuf, Ichsan Muchsin, Habibie Razak, Muhyiddin, Maulana Ahsar dan Ashar yang merupakan panitia penyelenggara EMU 2020 ini. Rapat ini juga dihadiri oleh Harris Hodi Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Unhas (IKATSI).

Sri Asri menyampaikan “Hari Jumat Tanggal 6 September 2019, mulai Pukul 16.00 hingga 18.00 di kantor senior kami Ir. Ben Usagani PT SWI Jetty Nusantara di Jl RA Kartini TB Simatupang Jaksel kami akan melaunching official logo dan Press Release kegiatan Engineers Meet-up 2020 olehnya itu kami akan mengundang tamu undangan seperti pers dan beberapa senior alumni Teknik Unhas untuk menghadiri event ini”

Lanjut Sri “Di akhir bulan September kami juga akan menyelenggarakan Seminar Infrastruktur I dengan tema Strategi Pelaksanaan Infrastruktur Ibu Kota Baru di Era Industri 4.0 di Makassar mengundang para pelaku infrastruktur dimulai dari pihak investor, konsultan, kontraktor dan profesional di bidang konstruksi untuk menghadiri acara seminar sehari ini”. Habibie Razak yang ditunjuk sebagai Koordinator Seminar I ini menargetkan setidaknya 200 peserta seminar yang akan hadir dan mengundang pembicara dari unsur kementerian PUPR, Bappenas, BUMN dan pihak swasta.

“Selain seminar dan launching official logo EMU 2020 juga akan diselenggarakan turnamen golf pada bulan Oktober nanti diikuti IKATEK Peduli di awal tahun 2020 dan beberapa rangkaian Pra-HBH lainnya” Sri Asri menambahkan. Sedangkan Muchlis Yusuf sebagai pengarah kegiatan EMU 2020 kali ini mengundang para alumni teknik Unhas untuk berkontribusi pada kegiatan ini berupa pemikiran atau ide kreatif, tenaga dan materi untuk mensukseskan kegiatan ini. Sapri Pamulu berkeyakinan bahwa output dari kegiatan ini bukan hanya untuk memperkaya keilmuan kita terkait infrastruktur dan keinsinyuran tapi rangkaian HBH atau yang dikenal sebagai EMU 2020 ini akan lebih mempererat keakraban dan jejaring alumni Teknik Unhas yang pada Tanggal 27 Mei 2020 nanti akan dihadiri setidaknya 2000 alumni.

Sesi EPC Contract and Project Management Bersama Para Profesional Sektor Energi

EMLI Training kembali mengundang Ir. Habibie Razak untuk mengisi sesi sehari EPC Contract and Project Management yang diselenggarakan hari ini di Hotel JS Luwansa, Kuningan. Peserta yang dihadiri 12 profesional yang bekerja di sektor energi dan industri yang bekerja sebagai contract engineer, legal officer, project manager, contract, senior engineer dan procurement analyst.

Materi tidak banyak yang berubah dari sesi sesi sebelumnya, masih seputar project management responsibilities (modul-1), contract (modul-2) dan proposal development process (modul-3) yang dibahas mulai dari Jam 08.00 hingga jam makan siang. Sesi sore hari berisikan modul-4 Tax and Insurance dan modul-5 Procurement Process in EPC Project. Beberapa point of discussions terkait procurement antara lain: waiver of lien form yang mesti dilampirkan sebagai bagian dari PO atau kontrak yang dikeluarkan oleh EPC Contractor kepada subcontractor/supplier/vendor untuk memberikan assurance bahwa subkon yang bertanda tangan pada waiver of lien tadi akan menyelesaikan kewajibannya kepada sub-supplier/sub-vendornya setelah mendapatkan pembayaran dari hasil invoicing ke EPC contractornya.

Isu kedua yang cukup menarik adalah klausa waiver of subrogation harus dicantumkan di dalam kontrak antara EPC Contractor dan Project Owner in any case pihak asuransi bisa saja meminta ganti rugi kepada pihak EPC Contractor sebagai hasil dari klaim pihak owner kepada pihak asuransi akibat suatu kejadian. Peserta training yang hadir pada sesi kali ini berasal dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Pertamina Hulu Mahakam, Archetype, Supreme Energy dan Genting Oil.

PII Gelar Press Conference Rilis Pertemuan Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara di Bulan September ini

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Press Conference pagi tadi di Fairmont Hotel dengan mengundang media nasional dalam rangka merilis Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara yang ke-37 atau the 37th of Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37) yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 – 13 September 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Dr. Ir. Heru Dewanto – Ketua Umum PII dan sekaligus Ketua ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) mengangkat tema konferensi kali ini “Engineers as the Beacon of Sustainable Development” dan dengan tagline “Bangga Bangun Indonesia”. Dr. Heru yang tampil di depan media dan para Insinyur Indonesia serta tamu undangan yang hadir menyampaikan agenda dari CAFEO37 ini yang terdiri dari konferensi yang dihadiri oleh 10 Insinyur di negara ASEAN, country report tiap negara dan juga rencananya akan ada penyerahan penghargaan Distinguished Honorary Patron kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo yang dianggap memberikan kontribusi besar dan pencapaian terhadap pengembangan infrastruktur di Indonesia dan pengembangan profesi keinsinyuran di kawasan Asia Tenggara.

“CAFEO37 ini akan membahas beberapa sektor atau bidang keinsinyuran antara lain: transportation and logistics, information and telecommunication, education and capacity building serta power, energy and renewable” lanjut Ir. Heru. Dalam paparannya, Dr. Heru juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah terkait ease of doing business index Indonesia meningkat dari  114 di Tahun 2015 menjadi peringkat 73 di tahun 2019 begitu pun global infrastructure index Indonesia juga meningkat cukup signifikan dari peringkat 62 di tahun 2015 menjadi peringkat 52 di tahun 2018.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di masa kepengurusan Ir. Heru Dewanto menitikberatkan pada 4 program besar antara lain: pembuatan database Insinyur Pertama di Indonesia, program studi terakreditasi internasional, lulusan vokasi bisa menjadi Insinyur dan yang terakhir Insinyur Indonesia menuju panggung dunia. Untuk mencapai Program Studi Keteknikan mendapatkan akreditasi internasional, PII membentuk Indonesian Accreditation Boards of Engineering Education (IABEE) yang saat ini sudah menjadi professional member dari Washington Accord. Dengan adanya kesetaraan akreditasi Pendidikan tinggi Teknik, Insinyur Indonesia akan menuju panggung dunia, bersaing dan mendapatkan kesetaraan dengan Insinyur-insinyur dari negara maju.

Hadir unsur Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia antara lain: Ir. Faizal Safa Direktur Eksekutif mendampingi Ketua Umum PII Pusat selama press conference berlangsung, Ir. Teguh Haryono – Sekretaris Jenderal PII Pusat, Ir. Rudianto Handojo dan Ir. Handoko perwakilan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI), Ir. Bambang Goeritno Ketua Badan Kejuruan Sipil PII, Habibie Razak Komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi PII Pusat dan beberapa pengurus pusat lainnya. CAFEO37 ini juga bersamaan dengan the Electric & Power Indonesia yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia Trade Event dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

HBH dan Reuni Nasional Alumni Teknik Unhas Ditetapkan Tanggal 27 Mei 2020

Rapat koordinasi Halal biHalal dan Reuni Nasional 2020 Alumni Teknik Universitas Hasanuddin dipimpin langsung oleh Ketua Penyelenggara Sri Asri Wulandari di Cilandak Town Square kemarin malam mengundang para panitia wilayah Jabodetabek untuk menyusun rencana kerja kegiatan akbar ini. Rapat kecil dihadiri oleh kawan-kawan alumni Teknik Sipil Unhas yang mendapatkan giliran menjadi Panitia Penyelenggara di tahun 2020.

Sapri Pamulu Wakil Sekretaris IKA Unhas Pusat menyampaikan “kini tiba giliran Ikatan Alumni Teknik Sipil Unhas (IKATSI-UH) sebagai panitia untuk HBH 2020 setelah tahun sebelumnya diselenggarakan berturut-turut oleh Ikatan Sarjana Perkapalan (ISP) tahun 2019, Ikatan Alumni Teknik Mesin tahun 2018, Ikatan Alumni Teknik Geologi tahun 2017, Ikatan Alumni Teknik Elektro (IATEL) tahun 2016 dan Ikatan Alumni Teknik Arsitektur untuk HBH tahun 2015”. Sementara itu Muchlis Yusuf atau kak Dodo sapaannya melanjutkan “harapannya, kegiatan HBH ini tidak kalah meriahnya dengan HBH tahun-tahun sebelumnya dan dibutuhkan ide-ide segar kreatif untuk membuat acara lebih hidup dalam suasana silaturahmi alumni sekaligus tempat untuk membangun dan meningkatkan jejaring alumni Teknik Unhas”.

Ketua penyelenggara, Sri Asri Wulandari menyampaikan bahwa kegiatan Reuni Nasional dan HBH 2020 ini akan menghadirkan kegiatan Pra-HBH yang terdiri dari Golf Tournament di bulan Oktober ini, serial Focus Group Discussion (FGD) terkait kewirausahaan dan infrastruktur yang akan diadakan mulai bulan November ini hingga awal tahun depan, Seminar Nasional Peluang Bisnis Investasi Infrastruktur dan beberapa event lainnya. “Kami juga akan segera melaunching Merhandise HBH Alumni Teknik Unhas 2020 bulan depan dan targetnya dengan merchandise ini akan membantu di dalam mengsosialisasikan kegiatan HBH 2020 sebagai salah satu langkah untuk mengundang kawan-kawan alumni menghadiri rangkaian acara pra-HBH dan malam HBH di tanggal 27 Mei 2020 mendatang” lanjut kaka Sri Asri.

HBH Nasional dan Reuni Akbar Alumni Teknik Unhas 2020 memasukkan beberapa nama dalam kepanitiaan antara lain: M. Ichsan Muchsin, Stanley, Dani Wisnu, Surahmah Ibrahim, Yasser dan Habibie Razak yang berdomisili di area Jabodetabek.