Monthly Archives: February 2018

Ujian Wawancara Insinyur Profesional Madya BKS PII, 19 Februari 2018

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan ujian sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) di kantor sementara PII Pusat Jl. Bandung No.1 Menteng Jakarta Pusat. Tim majelis penilai yang terdiri dari profesional yang aktif di bidang ketekniksipilan dan keinsinyuran dari berbagai sektor. Mereka yang hadir antara lain: Ir. Bambang Guritno Ketua BKS PII, Ir. Kayan Sutrisna Sekretaris BKS PII, Ir. Wahyono Bintarto, Ir. Wahyu Hendrastomo, dan Ir. Habibie Razak.

Calon pemegang sertifikat IPM kali ini kebanyakan berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur bekerja di sektor konstruksi PUPR dan pertambangan. Ir. Darmansjah Dosen PSPPI Universitas Lambung Mangkurat sebagai ketua tim rombongan Kalsel mengantar setidaknya 8 Insinyur ke Jakarta untuk ujian wawancara dari Kalimantan Selatan dan 2 Insinyur lainnya bekerja di Kaltim Prima Coal, Sangatta, Kalimantan Timur.

Animo para profesional yang bekerja keinsinyuran semakin menggeliat mengingat Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU No.11/2014 akan segera diterbitkan tahun ini. “Bagaimana pun juga, dari dulu sertifikasi Insinyur Profesional PII sudah diakui dan setara internasional sejak awal tahun 2000-an baik di tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik. Untuk menjaga mutu dan konsistensi proses  pelaksanaan sertifikasi ini PII diaudit oleh Institusi keinsinyuran dari luar negeri begitu pun sebaliknya PII juga melakukan kegiatan audit terhadap proses pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan oleh negara lain di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik” ujar Kayan Sutrisna di sela-sela ujian wawancara IPM ini.

Kesempatan ini, Majelis Penilai BKS PII juga telah melakukan sidang scoring terhadap beberapa calon pemegang Insinyur Profesional di antaranya yang ada dalam daftar adalah Dirjen Bina Konstruksi Dr. Ir. Syarif Burhanuddin memenuhi syarat angka untuk mendapatkan gelar Insinyur Profesional Utama (IPU). Sedangkan Insinyur termuda yang mendapatkan gelar Insinyur Profesional Pratama (IPP) adalah saudara Ir. Muhammad Syahril alumni Universitas Hasanuddin yang baru saja lulus bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selamat kepada para penyandang sertifikat Insinyur Profesional, Bravo Insinyur Indonesia.

 

Reportase: Ir. Habibie Razak – Divisi Gas PII Pusat, Bidang Hukum dan Advokasi BKS PII

Workshop Pengisian CPD Bapel PKB PII, 14 Februari 2018

Workshop Pengisian formulir Continuous Professional Development (CPD) diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan Persatuan Insinyur Indonesia (Bapel PKB PII) pada hari Rabu 14 Februari 2018 dihadiri oleh beberapa Insinyur Profesional Madya (IPM) dari berbagai perusahaan dan instansi. Sesi yang berlangsung selama setengah hari di kantor PII Jl Bandung, Menteng Jakarta Pusat ini berlangsung sangat interaktif antara instruktur dan para peserta. Habibie Razak diminta sebagai instruktur workshop pengisian PKB di sesi kali ini.

Secara ringkas, kegiatan-kegiatan yang dapat diakui dalam program PKB adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan dan Pelatihan Formal antara lain: Pendidikan Strata Lanjut, Pendidikan Singkat dan Pelatihan Kerja Formal.
  • Pendidikan Tidak Formal terdiri dari: Pembelajaran Mandiri dan Pembelajaran Sehubungan dengan Penugasan Kerja.
  • Partisipasi dalam Pertemuan Profesi terdiri dari: Peserta Pertemuan Profesi dan Partisipasi Dalam Kepanitiaan.
  • Paparan Dan Karya Tulis terdiri dari: Paparan dan Laporan Teknis Internal, Paparan pada Pertemuan Teknis, Penulisan Makalah untuk Pertemuan Profesi, Penulisan untuk, Penulisan Buku dan Pengajaran Sebagai Pengajar/Instruktur.
  • Kegiatan Penunjang terdiri dari: Sebagai Pakar atau Narasumber, Sebagai Pengurus Organisasi Profesi atau Pimpinan Lembaga, dan Sebagai Penerima Tanda Jasa; Award; dan sejenisnya.

Setiap Insinyur profesional diwajibkan mengisi dan menyetor formulir PKB setiap tahunnya dalam periode 5 tahun sebagai syarat untuk mempertahankan gelar Insinyur Profesionalnya. Tujuan dari workshop pengisian formulir PKB ini memastikan para Insinyur Profesional (IP) memahami tata cara pengisian PKB dan pada workshop ini Habibie Razak memaparkan panduan pengisian berikut contoh formulir PKB terisi. Setiap Insinyur Profesional Madya diharapkan mendapat score minimum 50 poin per tahunnya untuk kegiatan PKB yang sifatnya wajib dan tambahan poin dari kegiatan PKB yang sifatnya pilihan. Kegiatan yang sifatnya wajib maupun pilihan dijelaskan secara rinci oleh Habibie Razak pada sesi workshop ini.

Perusahaan yang mengirimkan pesertanya antara lain dari Sumitomo Corporation, Seaport Consultants Asia, Winrock International, dan lainnya. Prof. Hesty Heryani salah satu peserta yang sengaja datang dari Banjarmasin, staff pengajar Universitas Lambung Mangkurat juga menyempatkan hadir.

 

Bravo PII, Salam Insinyur

Reportase oleh Habibie Razak – Bidang Gas PII Pusat

 

 

 

Rapat Penyiapan Kelengkapan Landasan Hukum Profesi Keinsinyuran, 6 Februari 2018

Ketua Tim penyiapan kelengkapan landasan hukum Profesi Keinsinyuran Ir. Heru Dewanto, IPU kembali mengundang para anggota tim menghadiri rapat di Kantor Cirebon Electric Power, Pondok Indah Office Tower Hari Selasa kemarin, 6 Februari 2018. Rapat sejenis dilakukan secara intens setidaknya dua kali dalam sebulan yang berisikan berbagai agenda terkait penyiapan kelengkapan organisasi Persatuan Insinyur Indonesia menyambut diterbitkannya Peraturan pemerintah dari UU No.11/2014 tentang Profesi Keinsinyuran.

Agenda yang dibahas dalam rapat ini antara lain: pemantapan kerjasama PII dan Perguruan Tinggi terkait pelaksanaan Program Profesi Insinyur (PPI) yang sudah berlangsung dalam 2 tahun terakhir, sistem registrasi Insinyur yang akan didatabase secara teknologi informasi, rencana pembentukan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI) dan Lembaga diklat profesi terkait pengembangan keprofesionalan berkelanjutan, asuransi Professional Indemnity Insurance (PII) untuk perlindungan Insinyur terkait praktik keinsinyuran dan topik lainnya. Ir. Heru Dewanto mengistilahkan misi terkait pengembangan teknologi informasi ini sebagai Sistem Manajemen Informasi Persatuan Insinyur Indonesia (SIMPoNI) di mana semuanya diintegrasikan dalam satu platform terkait database keanggotaan dan insinyur profesional, proses sertifikasi (online application) dan lainnya.

Ir. Heru Dewanto sebagai ketua tim penyiapan Peraturan Pemerintah turunan UU Keinsinyuran juga sebagai Wakil Ketum PII menghimbau kepada para anggota tim untuk menerima saran maupun sumbangsih termasuk keluhan-keluhan yang dihadapi oleh Pengurus Wilayah dan Cabang di seluruh tanah air untuk bisa diakomodir dan diselesaikan secara komprehensif di tingkat kepengurusan pusat, ini tidak lain untuk meningkatkan kualitas layanan terkait keanggotaan, sertifikasi dan pengembangan keprofesionalan para anggota PII yang mayoritas berada di daerah.

Bravo PII Sukses Insinyur Indonesia.

Reportase oleh Habibie Razak – PII Pusat