Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

PSPPI FTI UMI Kembali Menelurkan Insinyur Insinyur Baru, Makassar, 14 Juni 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) kembali menelurkan ratusan Insinyur baru melalui Program Profesi Insinyur (PPI) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan selama kurang lebih 6 bulan terakhir di kampus hijau di Kota Makassar ini. Dekan FTI UMI Dr. Ir. Zakir Sabara pada acara Yudisium Sarjana dan Penyumpahan Insinyur dalam sambutannya menyampaikan hingga saat ini Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTI UMI telah menelurkan setidaknya 275 Insinyur melalui program PPI-RPL ini.

Dr. Ir. Zakir yang juga adalah pengurus pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyampaikan bahwa FTI UMI juga akan terus memberikan dukungan penuh kepada perguruan tinggi di Indonesia timur ini untuk segera membentuk PSPPI karena untuk saat ini hanya UMI, Unhas dan Ratulangi yang baru berjalan beberapa tahun terakhir. Harapannya perguruan tinggi seperti Universitas Tadulako, Universitas Pattimura dan beberapa perguruan tinggi lainnya mendapatkan ijin untuk segera membuka program studi ini.

Acara yang dihadiri oleh unsur pengurus pusat PII termasuk Ketua Umum PII Pusat Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMI selalu menjadi universitas tertua dan terbesar di Indonesia Timur dan dalam hal pengembangan profesi keinsinyuran, UMI adalah perguruan tinggi yang menelurkan Insinyur pertama melalui program profesi Insinyur (PPI). “Saya sangat bangga ketika diundang FTI UMI apalagi pada acara yudisium dan penyumpahan Insinyur ini karena tempat kegiatannya selalu diadakan di ballroom yang besar untuk mengakomodir jumlah alumni yang lulus program ini”.

“Saat ini, baru sekitar 4000 sarjana Teknik, anggota PII dan Insinyur Profesional PII yang mengikuti program profesi Insinyur (PPI) dan masih ada sekitar 26 ribu lagi yang akan segera menyusul mengikuti program ini. Ini adalah suatu keharusan sesuai amanah UU dan PP keinsinyuran” lanjut Ir. Heru yang juga adalah praktisi ketenagalistrikan Indonesia. Dr. Heru pada kesempatan ini juga menginfokan bahwa PII dalam beberapa minggu ke depan akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan salah satu agenda dari KLB ini adalah penyerahan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) kepada para Insinyur Indonesia yang telah memenuhi syarat sesuai UU yakni telah bergelar Insinyur melalui PPI dan memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur (SKI) yang oleh PII memiliki 3 jenjang yakni Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

Ir. Maryono salah satu alumni PSPII FTI-UMI Angkatan V ini memberikan sambutan mewakili alumni dengan pesannya bahwa seorang Insinyur pertama-tama yang harus dimiliki adalah integritas di dalam bersikap dan berprilaku. Bahwasanya kode etik Insinyur Indonesia, Sapta Dharma Catur Karsa akan menjadi acuan buat Insinyur Indonesia di dalam menjalankan profesinya. Ir. Maryono yang juga adalah salah satu direktur di group Pupuk Indonesia kembali mengingatkan pesan Prof. Quraish Shihab bahwa ada 3 hal yang mesti dimiliki oleh insan manusia untuk sukses dalam hidupnya, yakni bertakwa, bersungguh-sungguh dan jujur Ini juga berlaku untuk profesi keinsinyuran.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pusat Ikatan Alumni UMI melantik pengurus baru Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur yang menetapkan Ir. H. Irwan Bachri Syam, IPM sebagai Ketua Umum dan Dr. Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng. sebagai Sekretaris Umum. Tampak pada susunan pengurus terdapat unsur Pembina dan Penasehat di antaranya berisikan beberapa nama yang tidak asing dalam dunia keinsinyuran antara lain: Ir. Faizal Safa, IPM, Ir. Muammar Muhayang, IPM., ASEAN Eng dan Ir. Habibie Razak, MM., ACPE.

Acara yang ditunggu tunggu oleh para alumni adalah penyumpahan Insinyur yang langsung dipimpin oleh Dr. Ir. Heru Dewanto didampingi Ir. Zakir Sabara dengan membacakan Kode Etik Profesi Insinyur Indonesia Catur Karsa Sapta Dharma yang kemudian diikuti oleh para lulusan. Dr. Ir. Zakir Sabara juga memberikan penghargaan kepada para tokoh keinsinyuran yang selama ini banyak memberikan kontribusi pada terbentuknya program profesi Insinyur di FTI UMI ini antara lain Dr. Ir. Heru Dewanto Ketua Umum PII, Ir. Rudy Purwondho Tim Ahli Kemenristek DIKTI untuk PPI dan Ir. Indracahya Kusumabrata Mantan Ketua Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI).

Tampak hadir beberapa pengurus pusat PII antara lain: Ir. Ricky Hikmawan Ketua BKK PII, Ir. Faizal Safa Direktur Eksekutif PII Pusat, dan Ir. Habibie Razak Komite Diklat Profesi dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan PII Pusat. Acara ditutup dengan foto bersama pengurus Alumni PSPPI UMI dan Pengurus Pusat PII. Di antara lulusan baru yang hadir antara lain Ir. Pujiarman Yusuf – Sekretaris PII Cabang Soppeng, Ir. Andi Rusdin Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako bersama para jajarannya.

Indonesia-Jordan Business Council Bertemu PII Membahas Kerjasama Infrastruktur dan Keinsinyuran

Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Noble House Megakuningan siang tadi membahas potensi kerjasama antara kedua negara terkait pengembangan infrastruktur dan keinsinyuran serta trading di kawasan Timur Tengah. PII yang dalam kunjungannya bulan April 2019 lalu ke Amman Jordan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Jordan’s Engineers Association (JEA) dan Jordan Agricultural Association (JAS). FGD ini adalah salah satu dari rencana aksi untuk menindaklanjuti MOU yang ada.

Vice President IJBC Ir. Bakti Luddin membuka acara sekaligus mempresentasekan progress terkait kerjasama Jordan dan Indonesia termasuk rencana untuk bekerjasama di dalam program rekonstruksi Irak dan Suriah yang akan lebih mudah dilakukan melalui akses Yordania. Negara ini berbatasan dengan Arab Saudi di timur dan tenggara, Irak di timur-laut, Suriah di utara dan Tepi Barat dan Israel di barat, berbagi kekuasaan atas Laut Mati. Yordania melakukan kegiatan trading ekspor – impor melalui 2 akses yaitu melalui Teluk Aqaba dan melalui Haifa di Israel.

Ir. Bakti menambahkan “Yordania adalah termasuk negara yang sangat aman dan tidak terkena dampak dari konflik di Timur-Tengah seperti di Suriah dan Irak. Pasca perang ini kita bisa melihat potensi kerjasama menguntungkan melalui Yordania untuk bisa terlibat pada rekonstruksi Irak dan Suriah. Setidaknya biaya rekonstruksi pasca perang bisa mencapai 700 Milyar US Dollar. Selain misi kemanusiaan dan diplomasi potensi bisnis untuk pembangunan infrastruktur, energi, minyak dan gas adalah sektor-sektor yang sangat prospektif di masa depan”.

Sementara itu Ir. Indracahya Kusumabrata perwakilan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memaparkan potensi kerjasama untuk rekonstruksi Irak dan Suriah dilakukan via Yordania selain karena negara ini bebas, aman dan tidak terlibat dari konflik kedua negara, Yordania sangat memahami kultur berbisnis dengan kedua negara tadi. “Memang selalu ada resiko dari setiap investasi yang akan dilakukan dan sebagai pelaku usaha, bagaimana cara kita mengelola resiko yang ada sehingga investasi bisa dijalankan dengan aman dan menguntungkan di negara-negara pasca perang ini” tambah Ir. Indracahya mantan Ketua BK Teknik Industri yang biasa dipanggil Pak Didit ini.

President and Founder IJBC Mayra Andrea dalam kesempatan ini menginformasikan bahwa tim Indonesia yang terdiri dari beberapa anggota IJBC, PII dan perusahaan-perusahaan BUMN Indonesia akan melakukan kunjungan ke Yordania menghadiri the 13th International Exhibition for Build, Construction and Engineering Industries yang berlangsung pada Tanggal 24 hingga 27 Juni 2019.

Sesi FGD berlangsung interaktif karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Perwakilan dari PT Wijaya Karya dan PT Hutama Karya hadir pada FGD ini menyampaikan beberapa pertanyaan terkait peluang kerjasama ini. Dari Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ir. Robert Purba Sianipar, Ir.Faizal Safa, Ir. Andi Taufan Marimba, Ir. Ricky Hikmawan, Ir. Habibie Razak dan beberapa rekan pengurus lainnya tampak hadir pada FGD ini. Ir. Andi Taufan menyampaikan ke forum ini bahwa seyogyanya IJBC memberikan informasi yang lebih detail terkait persyaratan untuk melakukan investasi di Yordania termasuk syarat mendirikan representative office dan perusahaan PMA di sana.

FGD ini juga dihadiri oleh perwakilan dari INKINDO dan beberapa perusahaan BUMN dan swasta, organisasi profesi dan asosiasi perusahaan engineering maupun konstruksi yang ada di Indonesia.

Bertemakan Kemaritiman, Alumni dan Civitas Akademika Fakultas Teknik Unhas Berdialog di Kampus Gowa, 8 Juni 2019

Panitia penyelenggara Halal biHalal dan Reuni Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyelenggarakan agenda dialog alumni dan Civitas Akademika FT-UH yang bertempat di Center of Technology (COT) Kampus Gowa Universitas Hasanuddin. Dialog ini yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Arsyad dan Ir. Muhammad Sapri Pamulu, PhD perwakilan Ikatan Alumni Teknik Unhas (IKATEK UH) berlangsung sangat interaktif.

Ketua penyelenggara HBH Nasional 2019, Ir. Anwar Mattawappe memberikan update tentang industri galangan perkapalan di Kawasan Indonesia timur (KTI). “Jumlah galangan kapal di KTI hanya 12 persen dari total jumlah galangan kapal di Indonesia dan di Sulsel sendiri kita hanya punya PT IKI sedangkan di Sulawesi Utara mereka punya 2-3 galangan kapal. Melihat arus lalulintas di selat Makassar dilewati oleh lebih dari 30 ribu kapal setiap tahunnya membuka peluang besar untuk alumni Unhas membuka beberapa galangan kapal lagi di Sulsel ini” papar Anwar, alumni Teknik Perkapalan Unhas ini.

Sementara itu, Dr. ir. Arsyad menambahkan bahwa “Fakultas Teknik Unhas akan mengambil peran strategis di dalam mendirikan science technopark untuk mendukung industri perkapalan ini. Science Technopark (STP) merupakan salah satu bentuk wadah untuk menghubungkan institusi perguruan tinggi dengan dunia industri. Definisi dari Technopark atau Sciencepark adalah suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat.

Ir. Sapri Pamulu, PhD sebagai perwakilan alumni menyampaikan bahwa dibutuhkan sinergi dan kolaborasi apik antara alumni dan pihak civitas akademika FT-UH untuk mewujudkan industri kemaritiman di Sulsel yang terintegrasi. Ir. Sapri yang juga merupakan pengurus pusat PII menyampaikan “kita membutuhkan pelabuhan berskala internasional di setiap pulau penting yang ada di nusantara, industri galangan kapal, industri migas lepas pantai, industri perikanan, pengembangan potensi wisata bahari, pengembangan industri manufaktur untuk penyediaan komponen konstruksi perkapalan dan lain sebagainya dibangun di Sulawesi Selatan, kita punya potensi itu sebagai alumni”

Ir. Anwar Mattawappe yang biasa disapa kak No’ ini menyebutkan bahwa alumni Unhas sudah banyak membangun fasilitas galangan kapal di Jawa dan Sumatera, di KTI sendiri kita masih menjajaki potensi bisnis ini yang diyakini sangat prospektif. Sementara Ir. Jamsir ketua IKATEK UH Wilayah Sumatera menyebutkan bahwa alumni Unhas yang terlibat dalam industri kemaritiman termasuk sektor offshore oil & gas perlu ditingkatkan lagi. “Kita berharap pihak Unhas juga lebih banyak memberikan kandungan migas dan kemaritiman pada kurikulum Teknik kita. Saya sendiri melihat bahwa industri kemaritiman dan migas adalah sangat bergengsi bagi alumni, melihat potensi migas di kawasan timur Indonesia sangat menjanjikan, sebutlah megaproyek Inpex Masela di Maluku dan BP Tangguh di Papua”

Dr. Ir. Isradi Zainal Ketua IKATEK UH wilayah Kalimantan menyebutkan bahwa untuk lebih memperkuat lagi peranan alumni Teknik Unhas di tingkat nasional maka perlu segera untuk mengusulkan dibentuknya Badan Kejuruan Perkapalan pada organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Saat ini, sudah ada BK Teknologi Kelautan dan akan lebih bagus lagi ketika ada BK yang terdedikasi untuk pengembangan industri perkapalan.

Ir. Habibie Razak sebagai salah satu peserta dialog menginfokan bahwa inisiatif untuk membentuk BK perkapalan sebenarnya sudah dilakukan sejak 3 tahun lalu melalui rapat IKATEK UH yang dihadiri pengurus dari Ikatan Sarjana Perkapalan Unhas (ISP) “Sebaiknya usaha ini dilanjutkan, harapannya dengan BK Perkapalan ini alumni Sarjana Perkapalan Unhas bisa mengambil peranan strategis di kepengurusan yang baru” Ir. Habibie yang juga merupakan pengurus PII Pusat juga menambahkan apa yang disampaikan oleh Ir. Jamsir sebelumnya “Industri migas adalah satu bagian dari industri kemaritiman merupakan sub-sektor yang sangat strategis di Indonesia. Alumni Teknik Unhas diharapkan mengisi posisi-posisi strategis sebagai project manager ataupun project director di perusahaan-perusahaan terkemuka yang berinvestasi di Indonesia. Tentunya untuk berkiprah di subsektor ini dibutuhkan technical competency yang kuat, memiliki kompetensi multi-disiplin bukan hanya single discipline saja. Seperti Insinyur Sipil misalnya, juga harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang disiplin mekanikal, elektrikal, instrumentasi dan kontrol, process engineering dan disiplin lainnya. Dan yang tak kalah penting, menurut PII selain technical competency para alumni atau lulusan juga harus memiliki attitudes, perilaku dan kebiasaan kebiasaan positif yang bisa dibentuk dari organisasi kemahasiswaan di Fakultas Teknik Unhas” papar Ir.Habibie Razak yang juga merupakan Ketua Badan Otonom Pengembangan Profesi Insinyur Ikatan Alumni Unhas (IKATEK UH).

Ketua IKATEK UH Wilayah Jatimteng & DIY, Ir. Askari Azis menyampaikan bahwa dengan ber-IKATEK banyak yang bisa dilakukan antarsesama alumni bukan hanya sekedar bersilaturahmi tapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai bisnis dan komersil. Sesi tanya jawab ini dimoderasi oleh Dr. Ir. Mukti Ali selaku Wakil Dekan III Kemahasiswaan. hadir juga Dr. Ir. Rusman Muhammad Wakil Dekan II yang juga merupakan Ketua PII Cabang Makassar.

Ir. Muhammad Fitri atau yang bisa dipanggil kak Pitto’ selaku Ketua Ikatan Sarjana Perkapalan Unhas memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada civitas akademika FT-UH yang memberikan kesempatan kepada alumni untuk berkunjung dan berdiskusi dengan Dekan dan para jajarannya. Acara ini dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolik di lokasi kampus Gowa ini.

Di acara ini hadir juga Ir, Andi Razak Wawo Ketua Alumni IKA Unhas Wilayah Jabodetabek yang juga merupakan praktisi onshore oil & gas exploration drilling. Kak Aca nama panggilannya memberikan sedikit pemaparan tentang peranan alumni Teknik Unhas pada industri minyak dan gas di Indonesia.

Kemeriahan Reuni IKATSI Unhas, Makassar, 7 Juni 2019

Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas kembali menggelar reuni alumni Teknik Sipil Unhas tanggal 7 lalu di Hotel Four Points Makassar. Oleh IKATSI, acara ini dilakukan setiap tahun di 2 atau 3 hari setelah lebaran. Panitia penyelenggara kali ini adalah alumni Teknik Sipil angkatan 91 yang dikomandoi oleh Ir. Andi Muhammad Irfan AB. Ir. Andi Irfan melaporkan bahwa kegiatan reuni kali ini dihadiri oleh setidaknya lebih dari 200 alumni dari berbagai sektor dan profesi yang tersebar di Indonesia dan luar negeri. Dana kegiatan bersumber dari sponsorship dan partisipasi alumni.

Pengurus IKATSI yang diwakili oleh sekretaris Jenderal, Ir. Hasbi Syamsu Ali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Angkatan 91 yang telah mengorganisasi acara reuni ini sehingga berjalan sesuai diharapkan. “Reuni ini kita lakukan setiap tahun dan harapannya kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang saling silaturahmi antaralumni tapi lebih jauh lagi bisa menjadi wadah untuk curah pendapat, gagasan dan sharing pengalaman termasuk memberikan sumbang saran kepada departemen Teknik Sipil Unhas untuk pengembangan departemen dan output lulusannya” Harap Ir. Hasbi.

Prof. Dr. Ir. Wihardi Tjaronge, Kepala Departemen Teknik Sipil Unhas memberikan update tentang pencapaian departemen di antaranya kesuksesan Teknik Sipil Unhas melulusi akreditasi yang diselenggarakan oleh ASEAN accreditation body. “Saat ini kami sementara proses akreditasi ABET, mohon didoakan semuanya berjalan lancar. Selain itu, kami juga akan membuka kelas berbahasa Inggris di tingkat S1 sehingga keluaran kita bisa lebih go international lagi di masa depan” semangat Prof Wihardi di depan para alumni.

Sambutan terakhir oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Arsyad Thaha memberikan update pencapaian-pencapaian yang diraih Fakultas Teknik selama beberapa tahun terakhir. Dr. Arsyad juga menyampaikan bahwa masukan para alumni di dalam pengembangan berkelanjutan Fakutas Teknik Unhas akan sangat dihargai. Mari membangun FT-UH untuk lebih baik lagi. Di masa kepemimpinan Dr. Arsyad, Beliau membuka akses sebesar-besarnya kepada para alumni untuk lebih sering lagi berkunjung ke Fakultas Teknik Unhas di kampus Gowa baik untuk membuka potensi kerjasama dengan Center of Excellence (COT) maupun datang sebagai dosen tamu. “Kami di kampus Gowa memiliki fasilitas laboratorium yang paling modern dan canggih di Indonesia, apabila ini bisa dimanfaatkan untuk industri, kita akan sangat welcome” ungkap Pak Dekan Teknik Unhas.

Di kesempatan reuni ini juga menghadirkan beberapa alumni senior yang sukses berkiprah di tingkat nasional antara lain: Ir. Andi Razak Wawo, pengusaha yang bergerak di sektor pengeboran eksplorasi migas dan Dr. Ir. Syarif Burhanuddin – Direktur jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Ir. Andi Razak yang akrab disapa kak Aca ini memberikan motivasi kepada para alumni untuk menggeluti sektor minyak dan gas mengingat potensi migas di Indonesia masih sangat prospektif sedangkan Dr. Syarif yang akrab disapa Kak Chali Bur mengingatkan kepada para alumni bahwa setidaknya ada 3 modal utama untuk sukses berkarir di dunia Kerja antara lain: kejujuran, disiplin Kerja dan pergaulan. Tiga hal ini mesti dimiliki oleh para alumnus. “Mahasiswa di kampus harus giat berorganisasi dan berlembaga dimana mereka bisa belajar berekspresi dan mengemukakan pendapat” kak Chali Bur menambahkan.

Satu sesi tambahan yang dimoderasi oleh Ir. Hasbi yaitu dialog interaktif antaralumni dan civitas akademika departemen Teknik sipil dimana para alumni dipersilahkan memberikan masukan dan sharing pengalaman terkait mereka setelah menjadi alumni. Acara berlangsung meriah hingga pukul 11 malam hingga akhirnya acara ditutup dengan foto bersama pada booth yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.

Hadir pada acara ini mewakili Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Teknik Unhas (DPP IKATEK UH) Ir. Sapri Pamulu, Ph.D, Ir. Habibie Razak dan beberapa rekan pengurus lainnya. IKATEK UH juga menyelenggarakan Halal biHalal Nasional 2019 di Pantai Akkarena keesokan harinya yang rencana dihadiri oleh 2000 alumni Teknik Universitas Hasanuddin.

BK Sipil PII Gelar Uji Kompetensi Insinyur di FT Tadulako dan Kunjungan Teknis ke Lokasi Bencana Palu, 25 & 26 Mei 2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar uji kompetensi Insinyur Profesional yang diselenggarakan selama dua hari di kampus Fakultas Teknik Universitas Tadulako Palu, tanggal 25 dan 26 Mei lalu. Tim majelis penilai yang ditugaskan BKS PII terdiri dari Ir. Wahyu Hendrastomo, Ir. Andi Taufan Marimba dan Ir. Habibie Razak untuk menilai 19 kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) yang berdomisili di kota Palu dan sekitarnya.

Acara dimoderasi oleh Dr. Ir. Andi Arham, MT staff pengajar FT Tadulako dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Andi Rusdin, MT., MSc. Ir. Andi Rusdin yang pada sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program sertifikasi Insinyur Profesional untuk staff pengajar dan praktisi keinsinyuran di Palu ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para insinyur di daerah ini. “Saya berharap sidang majelis penilai uji kompetensi insinyur profesional berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita, terima kasih kepada Badan Kejuruan Sipil PII yang meluangkan waktunya jauh-jauh datang dari Jakarta meluangkan waktunya di akhir pekan untuk kegiatan ini” harap Andi Rusdin.

Sidang majelis penilai uji kompetensi hari pertama dimulai dari Pukul 09.00 pagi hingga pukul 17.00 sore sedangkan hari kedua dimulai pukul 9 pagi hingga 12 siang bertempat di ruang sidang Jurusan Sipil FT Untad. Masing-masing kandidat pada sesi interview teknis diberi kesempatan untuk menjelaskan secara detail proyek yang pernah dikerjakan dengan menggambarkan tingkat kompleksitas proyek, tugas dan tanggung jawabnya di proyek, nilai proyek, dan keputusan keinsinyuran yang diambil serta tantangan-tantangan yang dihadapi pada proyek yang mereka kerjakan.

Sidang uji kompetensi ini ditutup oleh Professor Amar, Wakil Rektor IV Untad bidang Kerjasama dengan harapan bahwa dengan tersertifikasinya staff pengajar Fakultas Teknik, Untad akan menyelesaikan salah satu persyaratan dalam usahanya membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Universitas Tadulako ini. Prof. Amar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dekan Fakultas Teknik Industri (FTI-UMI) yang tidak sempat hadir pada acara penutupan ini yang diwakili oleh Dr. Ir. Taufik Nur, MT Sekretaris Prodi PPI FTI-UMI. “Bahwa atas petunjuk dan bimbingan Bapak Dr. Ir. Zakir dan timnya kegiatan ini bisa diselenggarakan dengan sukses dan langkah berikutnya adalah menyiapkan aplikasi untuk pendaftaran PS PPI Universitas Tadulako, terima kasih Pak Zakir” lanjut Prof. Amar.

Pengurus dan tim penguji BKS PII dipandu oleh beberapa staff dosen FT-Untad juga melakukan kunjungan ke beberapa lokasi bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di kota Palu ini. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah daerah pesisir pantai yang terkena dampak tsunami dan lokasi beberapa lokasi yang terkena dampak likuifaksi. Menurut BNPB setidaknya 1500 korban meninggal dan ratusan luka-luka akibat dari bencana yang terjadi di tahun 2018.

Menurut pendapat tim ahli geoteknik FT Tadulako, tsunami yang terjadi dikategorikan sebagai tsunami lokal yang dimulai dengan pusat gempa lebih dari 7 SR tidak jauh dari Teluk Palu menyebabkan terjadinya beberapa land slides di beberapa titik dengan arah longsoran yang berbeda di area teluk Palu ini yang kemudian mentrigger terjadinya tsunami. Banyak infrastruktur publik yang mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami ini antara lain adalah jembatan Kuning yang terkenal ikonik itu, infrastruktur jalan dan beberapa infrastruktur dan fasilitas publik lainnya. Kelihatan gedung dan rumah-rumah hancur porak poranda di pesisir pantai Talise.

Sedangkan penyebab terjadinya likuifaksi karena adanya lapisan pasir dangkal setebal beberapa meter dan muka air tanah juga yang sangat dangkal dari permukaan tanah. Oleh gempa tadi menyebabkan lateral spreading di beberapa titik di sisi hulu yang kemudian menyebabkan pergerakan massive lapisan pasir tadi ke arah hilir. Akibat dari pergeseran massa tanah ini menenggelamkan banyak masyarakat termasuk rumah rumah yang mereka tempati. Hingga saat ini masih ada ratusan korban yang hilang tertelan bumi oleh bencana likuifaksi ini.

Pengurus BKS PII menyampaikan saran-saran teknis ke Fakultas Teknik Untad untuk melakukan kajian lanjutan terkait gempa bumi, fenomena likuifaksi dan tsunami ini termasuk rekomendasi mitigasi bencana dan diserahkan kepada pihak pemerintah untuk ditindaklanjuti. Belajar dari bencana tsunami yang terjadi di Jepang tahun 2011 lalu, pemerintah Jepang membangun semacam tembok besar sepanjang pantai, merelokasi pemukiman penduduk dari dataran rendah ke area yang lebih tinggi termasuk menaikkan elevasi permukaan tanah dengan melakukan penimbunan besar-besaran sehingga di masa depan ketika musibah serupa terjadi lagi masyarakat jepang akan lebih aman dan lebih siap lagi.

Kegiatan dua hari uji kompetensi dan kunjungan teknis ke lokasi bencana di Palu ini adalah hasil kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Program Studi PPI Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia dan Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia.

Rapat dan Buka Puasa BKS PII Bahas PP Keinsinyuran, 24 Mei 2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar Rapat Rutin dan buka puasa bersama yang diadakan hari Jumat lalu di Kantor Sekretariat Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Rapat dibuka langsung oleh Ketua BKS PII Dr. Ir. Bambang Goeritno didampingi oleh Sekretaris Ir. Kayan Sutrisna.

Rapat rutin ini diadakan untuk membahas Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2019 yang merupakan turunan dari UU No.11 Tahun 2014 mengatur profesi keinsinyuran. Dr. Ir. Hermanto Dardak menjadi narasumber memaparkan isi dari PP ini dan sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk bertanya dan berpendapat. Ir. Hermanto yang juga merupakan mantan Ketua Umum PII Periode 2015-2018 membahas PP pasal demi pasal. Sebagaimana diketahui PP ini terdiri dari beberapa bab antara lain ketentuan umum, disiplin teknik keinsinyuran dan bidang keinsinyuran, program profesi Insinyur, registrasi Insinyur, Insinyur asing, pembinaan keinsinyuran, sanksi administratif, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup.

Dr. Hermanto menjelaskan bahwa berdasarkan PP ini untuk berpraktek keinsinyuran Insinyur wajib memiliki surat tanda registrasi Insinyur (STRI) dalam artian Insinyur yang berSTRI akan bertanggung jawab pada produk keinsinyuran yang dihasilkan. Untuk mendapatkan STRI wajib melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI). STRI berlaku selama 5 tahun dan selama memegang surat registrasi ini Insinyur diwajibkan melakukan pelaporan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB) yang dilakukan setiap tahunnya.

Dr. Hermanto menjelaskan bahwa berdasarkan PP ini untuk berpraktek keinsinyuran Insinyur wajib memiliki surat tanda registrasi Insinyur (STRI) dalam artian Insinyur yang berSTRI akan bertanggung jawab pada produk keinsinyuran yang dihasilkan. Untuk mendapatkan STRI wajib melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI). STRI berlaku selama 5 tahun dan selama memegang surat registrasi ini Insinyur diwajibkan melakukan pelaporan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB) yang dilakukan setiap tahunnya.

PP keinsinyuran ini juga mengatur tentang Insinyur asing yang bekerja di Indonesia wajib memiliki surat tanda registrasi Insinyur atau sertifikat kompetensi Insinyur yang diakui hokum negaranya atau uji kompetensi melalui LSKI untuk mendapatkan STRI dari PII. Insinyur asing sesuai PP wajib melakukan pelaporan terkait transfer pengetahuan dan teknologi kepada Insinyur nasional pendamping Insinyur asing tadi.

Rapat dihadiri oleh pengurus teras BKS PII antara lain Ir. Bambang Priatmono Bidang Informasi dan Komunikasi, Ir Sapri Pamulu, PhD dan Ir. Habibie Razak Bidang Hukum and Advokasi, Ir. Andi Taufan Marimba Komite Manajemen Proyek, Ir. Wahyu Hendrastomo Wakil Sekretaris, Ir. Tulus Sukaryanto dan Ir. Wahyono Bintarto Bidang Code & Standard, Soeharsojo Wakil Ketua, dan beberapa rekan pengurus lainnya

Rapat Pleno dan Buka Puasa Bersama PII Pusat, 22 Mei 2019

Ketua Umum PII Pusat, Dr. Ir. Heru Dewanto kembali mengundang para pengurus pusat untuk mengadakan rapat pleno dan buka puasa bersama di Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tanggal 22 Mei 2019. Rapat pleno ini juga dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama pengurus PII Pusat yang dihadiri setidaknya 40 pengurus inti dari berbagai bidang dan komisi.

Ir. Heru menyampaikan bahwa setiap 3 bulan pengurus diharapkan menyampaikan update terkait isu-isu kontemporer di bidang atau sektor/subsektor masing-masing. PII diharapkan memberikan rekomendasi atau solusi-solusi terkait permasalahan atau isu-isu terkini kepada pemerintah. Studi tentang pemindahan ibukota misalnya adalah ranah dari bidang pengembangan kawasan, perkotaan dan perumahan bekerjasama dengan bidang terkait lainnya menyiapkan rekomendasi dan diserahkan kepada pemerintah untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dan terukur. Ir. Teguh Haryono Sekjen PII Pusat mengingatkan kepada pengurus bahwa di bulan September 2019 ini, PII akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO-38) di Jakarta adalah tempat bertemunya para Insinyur di kawasan Asia Tenggara.

Bidang Sumber Daya Mineral diwakili oleh Prof. Irwandy Arif dan Ir. Tino Ardhyanto memberikan update terbaru tentang wajah pertambangan di dunia termasuk tantangan dan hambatan yang dihadapi saat ini seperti isu tentang ijin-ijin pertambangan yang masih perlu dibenahi, good mining practice dan peningkatan nilai tambah komoditas pertambangan. Ir. Jarman Sudimo Ketua Bidang Energi dan Kelistrikan memberikan update sektor ketenagalistrikan secara umum di Indonesia dan isu-isu kontemporer yang jadi perbincangan hangat di sektor ini. Ir. Yaya Supriyatna mewakili Bidang Rekayasa dan Konstruksi memberikan update tentang progress sinkronisasi Peraturan Pemerintah No.25/2019 tentang Keinsinyuran dan PP baru yang akan dikeluarkan mengatur tentang Jasa Konstruksi. PII Pusat saat ini setidaknya memiliki 15 bidang yang merefeksikan sektor dan subsektor yang ada di Indonesia.

Ir. Kiki Taher Ketua Komite Komunikasi, Media dan Penghargaan dalam paparannya menyebutkan bahwa Persatuan Insinyur Indonesia dalam perspektif media sosial harus lebih giat lagi di dalam membumikan keinsinyuran. Konten maupun isi pemberitaan tentang insinyur dan keinsinyuran perlu lebih dibumikan lagi. Sementara Ir. Eka Suharto Ketua Komite Keanggotaan dan Registrasi memberikan update tentang Sistem Manajemen Informasi Persatuan Insinyur Indonesia (SIMPONI) apa yang sudah dicapai dan hal-hal apa saja yang masih perlu diselesaikan.

Hadir juga beberapa pengurus bidang dan komite antara lain Bidang Rekayasa Konstruksi diwakili oleh Ir. Brawijaya, Ph.D , Komite Pendidikan dan Pelatihan diwakili oleh Ir. Andi Taufan Marimba dan Ir. Habibie Razak, Komite Pengembangan organisasi, Dr. Ir. Qiqi Asmara, Komite Akreditasi dan Sertifikasi Ir. Handoko, Wakil Bendahara Dr. Ir. Arlan Septia, Direktur Ekesekutif Ir. Faizal Safa, Ir. Rudianto Handojo, Badan Pelaksana PKB Ir. Anita Tambing, Wakil Direktur LSKI Ir. Bambang Priatmono dan rekan rekan pengurus lainnya.

MKI Menggelar Diskusi Panel Terkait Industry 4.0 di Sektor Ketenagalistrikan, 21 Mei 2019

Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) menggelar diskusi panel dengan tema “Menghadapi Tantangan Penerapan Industri 4.0 di Sektor Ketenagalistrikan Indonesia” di Ballroom Hotel InterContinental Pondok Indah, Jakarta tanggal 21 Mei kemarin. Diskusi panel ini dihadiri setidaknya seratus peserta penggiat bisnis ketenagalistrikan di Indonesia yang terdiri dari perwakilan pemerintah, IPP developer, kontraktor dan konsultan dari berbagai perusahaan nasional dan multinasional,

Diskusi panel yang dimoderasi oleh Ir. Bambang Praptono pengurus MKI menghadirkan tiga panelis antara lain: Ir. Munir Ahmad – Sesditjen Ketenagalistirikan kementerian ESDM, Eddie Widiono Suwondho, Ketua PJCI (Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia) dan Dr. Khrisna Ariadi Pribadi, Direktur Artificial Intelligence PT COMPNET. Setelah sesi diskusi panel, acara dilanjutkan dengan sambutan Ir. Supangkat Iwan Santoso sebagai Ketua Umum MKI sekaligus mengundang berbagai pihak yang terlibat untuk menandatangani MOU Kerjasama penyelenggaraan seminar Hari Listrik Nasional yang ke-74 tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada Tanggal 9-11 Oktober 2019.

Dr. Khrisna Ariadi di dalam paparannya bahwa fungsi utama dari Artificial Intelligence adalah membuat mesin menjadi robot dan membuat manusia menjadi lebih kreatif. Salah satu contoh implementasi artificial intelligence adalah aplikasi googlemap yang mampu memberikan informasi kepada manusia untuk mengambil keputusan. Aplikasi ini memberikan alternatif atau opsi rute untuk menuju ke suatu destinasi sehingga pengguna jalan bisa menimbang rute-rute yang ada dan kemudian mengambil keputusan.

Sementara Eddie Widiono menjawab salah satu pertanyaan perbedaan antara SCADA dan Industry 4.0. Oleh Beliau. SCADA adalah automation of process sedangkan Industry 4.0 adalah automation of knowledge. Ada beberapa slides yang ditayangkan oleh Eddie yang berisikan antara lain visi Industry 4.0 menuju pada efisiensi, berkualitas tinggi, sustainable, flexible and agile. Implementasi konsep 4.0 ini akan menyempurnakan end to end di area pergudangan, logistik, recycling, energi, pemasaran, pekerja, keamanan dan transportasi. Inti dari Industry 4.0 adalah pendelegasian kekuasaan dan pengambilan keputusan kepada Cyber-Physical-Systems dan mesin. Oleh Boston Consulting Group, konsep ini akan menjanjikan penghematan energi hingga 20-30%. Industry 4.0 adalah suatu perjalanan yang memerlukan inovasi serta perubahan model bisnis.

Hadir pada acara ini perwakilan Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) antara lain: Ir. Andi Taufan Marimba dan Ir. Habibie Razak – Komite Diklat Profesi dan Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) PII Pusat, Ir. Ahmad Ramadhan dari BK Teknologi Kelautan dan Ir. Djoko Winarno dari BK Elektro PII yang juga merupakan pengurus MKI. Direktur Aneka EBTKE Ir. Harris Yahya juga hadir mewakili Dirjen EBTKE yang berhalangan hadir.

Uji Kompetensi Badan Kejuruan Sipil PII Menelurkan Insinyur Profesional sesuai Amanah PP 25/2019, 9 Mei 2019

Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur (MP BKS PII) Indonesia kembali menggelar sidang uji kompetensi calon Insinyur Profesional di Kantor PII Pusat, 9 Mei lalu. Sidang dipimpin oleh Ir. Wahyu Hendrastomo Bersama dua anggota MP lainnya Ir. Andi Taufan Marimba dan Ir. Habibie Razak. Sidang ini diikuti oleh 10 calon Insinyur Profesional yang bekerja dan berdomisili di Pulau Kalimantan meluangkan waktu mereka ke ibukota untuk mengikuti proses uji kompetensi BKS PII.

Upaya ini terus dilakukan oleh Badan-badan Kejuruan di bawah Persatuan Insinyur Indonesia untuk mensertifikasi para Calon Insinyur Profesional sesuai dengan amanah UU No.11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran yang kemudian diatur lebih terinci melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2019. Lingkup Pengaturan dalam PP ini meliputi: a. disiplin teknik Keinsinyuran, dan bidang Keinsinyuran; b. program profesi Insinyur (PPI); c. registrasi Insinyur; d. Insinyur Asing; dan e. pembinaan Keinsinyuran.

Menurut PP ini, setiap Insinyur yang akan melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh PII. Untuk memperolehnya, Surat Tanda Registrasi sebagaimana dimaksud, menurut PP ini, harus memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur. Sertifikat Kompetensi Insinyur (SKI) sebagaimana dimaksud, menurut PP ini,  diperoleh setelah lulus Uji Kompetensi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sertifikat Kompetensi ini Insinyur berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Dalam PP ini juga disebutkan, jenjang kualifikasi profesi Insinyur terdiri atas: a. Insinyur profesional pratama; b. Insinyur profesional madya; dan c. Insinyur profesional utama. Sidang Uji Kompetensi yang dilakukan oleh Badan-badan kejuruan PII adalah untuk melahirkan lebih banyak lagi Insinyur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur (SKI) sesuai dengan amanah UU dan PP keinsinyuran ini.

Sidang uji kompetensi sesuai bakuan kompetensi PII adalah calon Insinyur Profesional Madya atau Insinyur Professional Utama harus melalui proses wawancara teknis (technical interview) setelah Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dievaluasi dan dinyatakan memenuhi score yang ditetapkan oleh majelis penilai sesuai dengan sistem sertifikasi PII. FAIP ini berisikan isian tentang pengalaman keinsinyuran kandidat IPM/IPU tadi yang terdiri dari 2 jenis kompetensi yakni kompetensi wajib yang terdiri dari: kode etik, keterampilan kerja, perencanaan dan perancangan dan pengelolaan/komunikasi sedangkan kompetensi pilihan terdiri dari: Pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan komersialisasi dan produk keteknikan, konsultansi rekayasa, konstruksi dan instalasi, produksi/manufaktur, bahan material dan komponen, manajemen usaha dan pemasaran Teknik, dan yang terakhir adalah manajemen pembangunan dan pemeliharaan asset.

Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan ITS Jabodetabek bekerjasama PII Menggelar Workshop Sertifikasi Insinyur Profesional, Jakarta, 4 Mei 2019

Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Pengurus Wilayah Jabodetabek bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Workshop Sertifikasi Insinyur Profesional (WSIP) yang diselenggarakan 4 Mei 2019 di Hotel Alia, Cikini. Workshop ini dihadiri oleh setidaknya 11 sarjana Teknik dari berbagai alumni keteknikan antara lain Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, Transportasi Laut, Teknik Kelautan, Teknik Fisika dan lainnya.

Workshop ini resmi dibuka oleh Gigih Retnowati yang juga merupakan Ketua Alumni ITS Teknologi Kelautan (ALFATEKELITS) Wilayah Jabodetabek. Gigih yang juga bekerja di Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa dengan lahirnya UU No. 11/2014 tentang keinsinyuran dan disahkannya Peraturan pemerintah turunan dari UU ini maka setiap Sarjana Teknik yang berpraktek keinsinyuran wajib untuk memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI)di mana mereka sebelumnya harus lulus uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi Insinyur (SKI). PII adalah satu-satunya organisasi yang mengeluarkan STRI.

Workshop ini diisi oleh beberapa sesi materi antara lain pengenalan sertifikasi Insinyur profesional PII dan sertifikasi keinsinyuran internasional oleh Ir. Habibie Razak – Badan Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan PII juga merangkap Komite Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan PII Pusat, Pengenalan Organisasi PII dan Badan Kejuruan (BK)Teknologi Kelautan oleh Ir. Iskendar Ketua BK dan Ir. Nofirwan S. Said Sekretaris BK dan materi tata cara pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional dan Bakuan Kompetensi PII oleh Ir. Ade Irfan – Wakil Sekjen PII Pusat.

Habibie Razak dalam paparannya mengumumkan kepada peserta bahwa UU keinsinyuran saat ini sudah bisa sepenuhnya diimplementasikan dengan segala konsekuensi hukum yang ada di dalamnya setelah Peraturan pemerintah No. 25 tahun 2019 diterbitkan minggu lalu oleh Presiden Republik Indonesia. Harapannya dengan UU keinsinyuran dan turunannya ini mampu memberikan aura positif pada peningkatan inovasi dan daya saing Insinyur Indonesia di tingkat nasional dan global termasuk peningkatkan kesejahteraan para Insinyur Indonesia di masa sekarang dan masa depan.

“Peraturan Pemerintah juga mengatur tentang Insinyur Asing yang akan bekerja di Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi Insinyur atau biasa diistilahkan sebagai Professional Engineer certificate yang diakui oleh hukum negaranya. Apabila mereka (Insinyur asing) belum memiliki sertifikat yang dimaksud maka mereka wajib mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI) atau di Badan Kejuruan PII terkait untuk mendapatkan sertifikat kompetensi Insinyur sebagai syarat untuk dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI)” tambah Ir. Habibie. “Dengan demikian kita dapat memproteksi Insinyur-Insinyur Indonesia dari penetrasi Insinyur asing yang akan masuk bekerja di Indonesia yang merupakan implikasi dari investasi yang mereka bawa ke Indonesia” ujar Habibie