Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

Silaturahim Pengurus Baru BKS PII Periode 2019 – 2022, 13 Maret 2020

Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia Periode 2019 – 2022 terpilih, Ir. Bambang Goeritno mengundang para pengurus baru untuk rapat pertama sekaligus silaturahim di kantor PII Pusat Jl Sekretariat Negara Tanggal 13 Maret 2020. Rapat ini dihadiri oleh setidaknya 20 pengurus baru yang bekerja di berbagai bidang dan sektor.

Ir. Bambang Goeritno didampingi oleh Sekretaris BKS PII, Ir. Kayan Sutrisna memaparkan agenda rapat pertama antara lain: Program STRI yang dipaketkan dengan Sertifikasi ACPE, sosialisasi online FAIP dan PKB, dan fokus program kerja BKS PII 3 tahun ke depan. Ir. Bambang dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam waktu dekat PII akan segera melakukan proses sinkronisasi sesuai MOU dengan LPJK bahwa lebih dari 80 ribu pemilik SKA akan dikonversi ke sertifikasi Insinyur Profesional Persatuan Insinyur Indonesia. Pengurus PII Pusat dan Badan Kejuruan yang diberikan mandat ini harus segera menyiapkan diri untuk melakukan proses assessment.

Hadir pada rapat pertama ini antara lain: Ir. Bambang Goeritno – Ketua, Ir. Lucia karina – Wakil Bendahara I, Ir. Habibie Razak, ACPE – Wakil Bendahara II, Ir. Riod Hardane – Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Ir. Samuel Sibarani – Bidang Hukum dan Advokasi, Ir. Farman Ali – Bidang SDA, Ir. Brawijaya, PhD – Bidang Hubungan AntarLembaga, Ir. Tulus Sukaryanto & Ir. Wahyono Bintarto – Bidang Code and Standards, Ir. Ali Sutra & Ir. Resi Aseanto – Bidang Pengembangan dan Pembinaan Kompetensi, Ir. Andi Taufan – Komite Manajemen Proyek, Prof. Ir. Wimpy Santosa – Komite Transportasi, Dr. Ir. Purnomo Soekirno – Sistem Manajemen dan beberapa rekan pengurus lainnya.

Sesi Wawancara Teknis BKS PII di Banjarmasin, Kalsel, 22 Feb 2020

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan sesi wawancara teknis untuk calon Insinyur Profesional Madya (IPM) di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 22 Februari 2020. BKS PII mengirimkan 6 tim majelis penilai antara lain: Ir. Wahyono Bintarto, Ir. Purnomo Sukirno, Ir. Tulus Sukaryanto, Ir. Andi Taufan Marimba, Ir, Wahyu Hendrastomo dan Ir. Habibie Razak.

Sesi wawancara teknis ini syarat yang wajib diikuti oleh kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) setelah hasil penilaian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dinyatakan memenuhi score untuk lanjut ke sesi wawancara teknis tadi. Ir. Darmansjah Tjitradi pengurus PII Wilayah Kalsel menyampaikan bahwa ada 36 calon kandidat IPM yang mengikuti sesi wawancara ini. Kegiatan wawancara berlangsung mulai dari Pukul 08.00 hingga pukul 05.00 sore dimana setiap kandidat diberi waktu untuk 45 menit untuk memaparkan pengalaman proyek ketekniksipilan yang dituliskan di FAIP mereka.

Pengalaman menarik dari mewawancarai beberapa kandidat di antara total 36 kandidat yang diwawancarai adalah aplikasi kayu galam cerucuk sebagai pondasi tiang pancang pada bangunan yang didirikan di atas tanah lunak yang seringkali mengalami penurunan karena pengaruh dari beban berat beban bangunan itu sendiri.

Pondasi Cerucuk oleh beberapa referensi adalah pondasi yang didesain untuk membangun diatas kondisi tanah yang kurang mendukung dengan kondisi tanah yang kurang stabil dimana elevasi muka air tanah yang cukup tinggi. Pondasi Cerucuk menancapkan kayu sebagai daya dukung tanah dengan diameter 8 -15 sentimeter.

Rapat Pleno Awal Tahun PII Pusat Bertempat di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Persatuan Insinyur Indonesia – PII Pusat menggelar Rapat Pleno di awal tahun 2020 hari Kamis, 16 Januari lalu, dihadiri pengurus pusat PII dan badan-badan kejuruan di Gedung Baru milik PII di Jl Halimun No. 39 Jakarta Selatan. Gedung yang baru dibangun ini oleh Mantan Ketua Umum PII, Ir. Qayum Tjandranegara diberi nama Griya Rekayasa Indonesia.

Rapat pleno yang bertempat di Lantai 6 gedung baru ini dihadiri setidaknya 70 pengurus PII yang terdiri dari unsur bidang, komite, badan kejuruan dan pengurus wilayah dan cabang. Beberapa dari mereka adalah pengurus cabang dan wilayah dari luar Jawa seperti Padang dan Makassar. Rapat pleno di awal tahun ini memberikan paparan apa yang telah, sementara dan akan dikerjakan oleh pengurus PII Pusat periode ini yang diketuai oleh Dr. Ir. Heru Dewanto.

Dr. Heru didampingi oleh Sekjen PII Pusat, Ir. Teguh Haryono memaparkan beberapa poin penting antara lain transformasi keinsinyuran Indonesia sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 25/2019 yang merupakan turunan dari UU 11/2014 tentang profesi keinsinyuran. Dengan adanya PP ini, PII sebagai execution body memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain melakukan sinkronisasi PP, ADART dan PO, menyelesaikan secara tuntas platform digital – SIMPoNi, penyiapan database insinyur – roadmap pengembangan keinsinyuran, pengembangan organisasi secara nasional, kantor baru – gedung baru, PLC – PII Learning Center, MoU PSPPI, pengelolaan STRI, akreditasi HKK, bakuan standard keinsinyuran, akreditasi LAM dan IABEE dan PR-ing (Media).

PII oleh Ketum PII, Dr. Heru juga semakin memperkuat hubungan PII dan pemerintah sebagai mitra strategis menuju Indonesia Maju. Usulan program untuk bidang-bidang strategis seperti infrastruktur, poros maritim, industri, pemindahan ibukota negara (IKN) dan industri pertahanan.

Untuk target jangka pendek, Persatuan Insinyur Indonesia juga menjadi bagian dari ACPE-Coordinating Committee di dalam upaya mensikronisasikan sertifikasi ACPE dan ASEAN Engineer-Register yang diakui di tingkat regional Asia Tenggara. Penerbitan Kartu Anggota PII bekerjasama dengan Bank Mandiri, pembuatan virtual account anggota PII untuk kemudahan pembayaran iuran tahunan, sertifikasi dan registrasi, sinkronisasi STRI dan SKA, dan beberapa program lainnya yang seharusnya bisa direalisasikan di tahun 2020 ini.

Pengurus dan anggota PII sekarang bisa berbangga hati karena Insinyur Indonesia juga sudah memiliki gedung baru yang cukup mewah dan elegan. Gedung Griya Rekayasa Indonesia bisa terbangun adalah berkat partisipasi para insinyur Indonesia di dalam memberikan kontribusi secara materil dan moril selama beberapa tahun terakhir.

Hadir pada Rapat pleno antara lain: Ketua Bidang Pertambangan Prof. Dr. Irwandy Arif, Ir. Bambang Goeritno – Ketua Badan Kejuruan Sipil PII, Ir. Tonny Hari Widianto – Ketua Badan Kejuruan Kehutanan, Dr. Ir. Zakir Sabara – Dekan dan pendiri Program Profesi Insinyur FTI UMI, Ir. Andy Rahmadi Herlambang – Wakil Ketua Wilayah PII Sulawesi Tengah, Ir. Habibie Razak – Sekretaris Learning Center, Ir. Eka Suharto – Ketua Komite Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), Ir. Handoko – Ketua LSKI dan banyak lagi rekan pengurus PII Pusat dan badan kejuruan lainnya.

FTI UMI Memberikan Penghargaan Pin Emas di Acara Penyumpahan Insinyur PSPPI, Makassar, 13 Desember 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia kembali memberikan penghargaan pin emas kepada beberapa pihak yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa pada proses perjalanan and pengembangan Program Profesi Insinyur di FTI UMI, Makassar di acara Penyumpahan Insinyur PSPPI FTI UMI yang diselenggarakan 13 Desember lalu.

Dekan FTI UMI dalam sambutannya menyampaikan “Kali ini dengan mengucap syukur kepada Allah, SWT, terima kasih atas perkenaan hadir untuk menerima penghargaan pin emas kepada: 1) Ibu Prof Dr Ir Hj Niartiningsih (Mantan Ketua Kopertis Wilayah IX), atas jasa-jasa Beliau sejak Mei 2017 lalu, kami menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia melahirkan Insinyur sesuai amanat UU No. 11/2014. 2)Prof. Dr. H. Jasruddin M.Si Kepala LLDIKTI Wilayah IX atas jasa-jasa Beliau dalam memberi ruang dan keleluasaan berinovasi kepada kami Perguruan Tinggi Swasta untuk terus mengembangkan PSPPI sehingga bisa terus berkembang dan berkelanjutan. 3) Ir. Nanang Untung, IPU (Ketua Majelis Kehormatan Etik PII Pusat) sejak saat Beliau menjadi Ketua Badan Kejuruan Kimia PII memberikan dukungan dan support yang luar biasa dalam penyediaan SDM PSPPI FTI UMI yang berkualifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) 4) Ir. Catur Hernanto, MM., IPU., ASEAN Eng. (Sekretaris Majelis Standar Keinsinyuran) yang sejak saat menjabat Sekjen Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) PII memberikan dukungan luar biasa dalam percepatan penyediaan SDM PSPPI FTI UMI yang berkualifikasi IPM 5) Ir. Habibie Razak, MM., IPM., ASEAN Eng., ACPE Pengurus PII Pusat dan Direktur Proyek & Pengembangan Bisnis PT SMEC Denka Indonesia yang sejak persiapan pendirian PSPPI tanpa lelah secara terus-menerus mendorong sivitas akademika and alumni PSPPI FTI UMI tidak hanya berkualifikasi IPM sehingga sampai saat ini, alumni PSPPI FTI UMI melahirkan lulusan yang berkualifikasi ASEAN Engineer dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO)”.

Pin Emas diserahkan langsung oleh Rektor II Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Salim Basalamah SE, MSi dan didampingi oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Dr. Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng.

Pengurus Pusat PII Menjadi Pembicara di Workshop SKPI FTI UMI, Hotel Claro, 13 Desember 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) kembali menggelar Workshop Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI) bagi para lulusan baru FTI UMI yang diselenggarakan di Ballroom Sandeq Hotel Claro Makassar, hari Jumat, 13 Desember 2019. Acara dibuka langsung oleh Dekan FTI UMI Dr. Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng di hadapan para undangan dan peserta workshop SKPI.

Workshop kali ini menghadirkan beberapa pemateri antara lain: Ir. Catur Hernanto pengurus Badan Kejuruan Industri mengangkat topik tentang lean project management, Ir. Sulistyowati  mengangkat topik tentang aspek lingkungan pada aktifitas pertambangan, Ir. Habibie Razak – Sekretaris PII Learning Center mengangkat topik pengembangan gas dan renewable energy di Indonesia, Ir. Aprilia Sovientina Chaidir mengangkat topik industry 4.0 dan Dr. Ir. Qiqi Asmara memberikan pemaparan tentang kompetensi keinsinyuran Indonesia setelah diterbitkannya UU No. 11/2014.

Ir. Habibie Razak sebagai salah satu pemateri memberikan pemahaman kepada peserta workshop tentang industri gas & LNG juga renewable energy di Indonesia menjadi sangat potential untuk dikembangkan mengingat Indonesia punya potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Contohnya, cadangan Gas alam Indonesia adalah 73. 4 miliar meter kubik merupakan nomor #10 terbesar di dunia, sedangkan potensi panas bumi kita adalah sekitar 30 GW adalah nomor #1 terbesar di dunia.

Potensi energi terbarukan lainnya seperti energi solar, energi angin, air, biogas juga biomass cukup melimpah. “Indonesia hingga tahun ini baru bisa memenuhi sekitar 10% energi terbarukan dari total konsumsi energi listrik di Indonesia dan sesuai dengan komitmen Indonesia melalui COP 21 di Paris tahun 2015, konsumsi energi listrik dari energi terbarukan atau renewable energi setidaknya 23% di tahun 2025, kita masih butuh kerja-kerja cerdas untuk bisa mewujudkan target ini. Untuk bisa mencapai ini tentunya juga dibutuhkan regulasi yang lebih memihak pada investasi pengembangan renewable energy projects di Indonesia” papar Habibie Razak yang juga adalah salah satu pengurus pusat PII.

Habibie Razak melanjutkan, lulusan baru dari Fakultas Teknologi Industri dituntut untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang sangat massive 5 tahun terakhir. Program proyek strategis nasional terdiri dari 225 proyek mega-infrastruktur memberikan kesempatan untuk alumni baru terlibat dan berkarya. Sebutlah proyek-proyek infrastruktur gas & LNG serta renewable energy memberikan kesempatan kepada alumni baru untuk belajar di proyek-proyek prestigious contohnya proyek PLTB 75 MW di Kabupaten Sidrap dan PLTB 72 MW di Kabupaten Jeneponto.

Kembali Habibie menyampaikan bahwa para lulusan baru perlu belajar lagi fundamental gas & LNG, bedanya dengan LPG dan NGL. karena ke depan yang akan dibangun adalah infrastruktur gas untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pengurangan efek rumah kaca. Penggunaan bahan bakar fosil seperti batu-bara dan oil based ke depan akan dikurangi dan substitusi dengan gas dan energi terbarukan tadi.

World #10

Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia Meramaikan Konferensi dan Pameran Biogas Asia Pasifik, 26 November 2019

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyelenggarakan Biogas Asia Pacific Forum 2019 selama dua hari, 26 & 27 November 2019 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta. Acara ini terdiri dari konferensi dan pameran terkait investasi dan teknologi biogas yang ada di dunia. Peserta konferensi menghadirkan para pengusaha dan profesional yang aktif di dunia energi baru terbarukan pada umumnya dan industri biogas pada khususnya.

Konferensi dibuka secara formal oleh Sugeng Suparwoto Ketua Komisi VII DPR RII membidangi energi, sumber daya mineral, penelitian, teknologi dan lingkungan hidup setelah memberikan keynote speech di depan sekitar 50 peserta konferensi. Sugeng dalam sambutannya menyebutkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 140 TCF cadangan gas alam atau sekitar hanya 3% cadangan gas alam dunia, 3,6 Milyar cadangan minyak bumi atau hanya sekitar 0.2% dari cadangan minyak dunia. Di sisi lain bauran energi baru terbarukan hanya sekitar 8-9% hingga tahun 2019 ini masih jauh di bawah target bauran Renewable Energy yang dijanjikan oleh Pemerintah Indonesia yakni 23% di Tahun 2025.

Sugeng melanjutkan bahwa produksi minyak Indonesia saat ini di bawah kebutuhan konsumsi minyak domestik sehingga saat ini Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan karena harus mengimpor minyak bumi sekitar 480 ribu barrel per hari. Saat ini, DPR sementara membahas RUU Minerba, RUU Minyak dan Gas dan RUU Energi Baru Terbarukan dengan harapan RUU dan regulasi turunannya bisa lebih memberikan iklim yang lebih sehat terhadap investasi asing di sektor-sektor ini.

Konferensi ini juga menghadirkan keynote speaker, Datuk Khairuddin Bin Tan Sri Mohd Hussin sebagai Chairman Asia Pacific Biogas Alliance, Halim Kalla sebagai Wakil Ketua KADIN untuk Renewable Energy dan Lingkungan Hidup. Mayjen TNI Dr. Hipdizah, MSi Wakil Rektor Universitas Pertahanan mewakili Rektor juga memberikan pesan-pesan terkait ketahanan energi nasional dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menggiatkan investasi EBT di Indonesia.

Di siang hari sebelum lunch break, Panel session yang dimoderasi pleh Ir. Ricky Hikmawan yang juga adalah pengurus KADIN dan Ketua Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) mengundang pembicara dari PT Sarana Multiinfrastruktur (PT SMI) yang diwakili oeh Darwin Trisna Djajawinata dan beberapa pembicara lainnya dengan topik yaitu investment and financing of biogas development in Indonesia. Perwakilan dari pihak kontraktor dan developer biogas menghadirkan Amran Yosuf dari Concord Group, Malaysia, perusahaan yang 20 tahun terakhir aktif di dalam pembangunan biogas di Malaysia dan Indonesia.

Menurut Amran Yosuf, tariff listrik dari biogas plant di Malaysia bisa dijual dengan harga USD 10-11 cent/kwh dan payback periodnya hanya 4 tahun saja dengan kondisi bahwa transmission grid tidak lebih jauh dari 10 km. Saat ini pun, teknologi dual fuel yang ditawarkan oleh Jenbacher dan equipment provider lainnya memberikan fleksibilitas bagi client untuk menghasilkan listrik dengan bahan bakar minyak atau pun gas. Opsi menjual listrik ke PLN/ongrid atau pun pemakaian sendiri/offgrid bisa menjadi feasible untuk proyek-proyek biogas. Namun, di Indonesia, diharapkan tariff dan regulasi terkait renewable energy bisa menjadi lebih baik lagi untuk bisa menciptakan lebih banyak lagi proyek-proyek biogas di Indonesia.

Hadir pada konferensi dan pameran biogas ini dari Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia mendampingi Ir. Ricky Hikmawan Wargakusumah, Ir. Habibie Razak – Sekretaris PII Learning Center dan Ir. Andy Rahmadi Herlambang dari Badan Kejuruan Sipil PII.

Konvensi BK Sipil PII Kembali Memilih Bambang Goeritno Sebagai Ketua Periode 2019 – 2022

Konvensi Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia sukses digelar di Hari Jumat 1 November 2019 di Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jl Pattimura Jakarta Selatan. Konvesi ini dihadiri setidaknya 30 anggota dan pengurus BKS PII yang berprofesi insinyur bekerja di berbagai sektor. Acara dimulai dengan makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan konvensi yang berlangsung hingga Pukul 22.00 malam.

Ir. Bambang Goeritno, MPA., MSc., IPU kembali terpilih sebagai Ketua BKS PII melalui proses musyawarah mufakat atau aklamasi. Dalam sambutannya, Ir. Bambang menyampaikan bahwa tugas, peran dan tanggung jawab PII semakin besar setelah dikeluarkannya PP No.25/2019 yang merupakan turunan dari UU 11/2014 yang mengatur profesi keinsinyuran. Beberapa program kerja BKS PII yang sukses dilaksanakan antara lain: melakukan sertifikasi Insinyur Sipil untuk mendapatkan gelar Insinyur Profesional yang bukan hanya dilakukan di Jakarta lagi tapi juga para Majelis Penilai BKS PII memenuhi undangan pengurus wilayah, cabang maupun perguruan tinggi pelaksana PSPPI yang mengumpulkan calon Insinyur Profesional Madya untuk diwawancara.

Ir. Bambang Goeritno yang sebelumnya pernah menjabat Dirjen Bina Konstruksi PUPR menyebutkan bahwa dari total sekitar 14.000 Insinyur Profesional yang terdaftar, ada sekitar 6.500 di antaranya yang merupakan Insinyur Profesional Sipil. “Insinyur Profesional dari BKS PII berkontribusi 45% dari total jumlah Insinyur Profesional Indonesia, ini membuktikan bahwa BKS PII sangat aktif di dalam menelurkan Insinyur-insinyur Profesional sebagaimana yang disyaratkan oleh UU dan PP keinsinyuran” lanjut Ir. Bambang.

Selain program sertifikasi, BKS PII juga melakukan serangkaian kegiatan lokakarya, seminar dan pelatihan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Diharapkan dengan kegiatan keinsinyuran ini menambah wawasan pengetahuan para Insinyur Sipil akan teknologi dan metode baru di dunia konstruksi ketekniksipilan. Ir. Bambang juga mengapresiasi partisipasi aktif dari beberapa pengurus BK Sipil periode sebelumnya seperti Ir. Kayan Sutrina – Sekretaris BKS PII, Ir. Wahyu Hendrastomo yang juga merupakan ketua panitia konvensi kali ini, Ir. Taufan Marimba, Ir. Ali Sutra dan Ir. Habibie Razak.

Ir. Bambang juga menyampaikan di depan forum bahwa BKS PII diharapkan menjadi pioneer di dalam pembuatan stempel baku Insinyur Profesional yang merupakan distinctive mark of the professional engineer. Di luar negeri Insinyur Profesional akan menstempel setiap karya keinsinyuran untuk mengidentifikasi bahwa karya tadi disiapkan atau di bawah supervisi atau merupakan review dari Insinyur profesional sebagai bagian pelayanan profesional kepada client atau publik. “Ide ini adalah merupakan usulan dari Ir. Habibie Razak dan harus segera difollow up” kata Ir. Bambang.

Konvensi ini juga dihadiri oleh beberapa senior PII antara lain Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU, Ir. Soeharsojo, Ir. Bambang Wikanta, Ir. Sapri Pamulu, PhD, Ir. Bambang Priatmono dan beberapa rekan pengurus lainnya. Tampak beberapa wajah muda yang hadir meramaikan konvensi antara lain Ir. Andy Rahmadi Herlambang yang juga merupakan wakil ketua PII Wilayah Sulawesi Tengah yang baru dilantik dua minggu lalu.

Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Madya BK Sipil PII, Makassar dan Sorong, Oktober 2019

Pimpinan Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali mengutus 3 (tiga) Majelis Penilai antara lain: Ir. Wahyono Bintarto, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPM dan Ir. Habibie Razak, IPM., ACPE melaksanakan wawancara teknis calon Insinyur Profesional Madya kepada 42 alumni Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI-UMI) yang diselenggarakan di Makassar dan Sorong.

20 calon IPM berhasil diwawancarai oleh tim Majelis Penilai BKS PII di Hotel Myko Panakkukang pada hari Kamis, 24 Oktober 2019 mulai dari Pukul 08.00 hingga Pukul 17.00. Pembukaan acara oleh Ketua tim, Ir. W. Bintarto yang kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara. Salah satu kandidat yang mengikuti wawancara adalah Wakil Rektor I UMI, Dr. Ir. Hanafi Ashad merupakan dosen senior teknik sipil yang juga sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UMI. “Kami tidak membedakan pejabat kampus dan profesional, mereka tetap harus melalui proses wawancara teknis sesuai dengan prosedur atau mekanisme yang ditetapkan oleh tim majelis penilai Badan Kejuruan Sipil PII” kata Ir. Habibie Razak kepada para kandidat peraih IPM.

Di sesi wawancara di Makassar ini, setidaknya ada 4 profesional yang bekerja di lingkup Kementerian Perhubungan dan salah satunya adalah Ir. Arinova Utama, Tim Satuan Kerja Proyek Pembangunan Rel Kereta Api Makassar – Parepare. Ir. Arinova menjelaskan tahap pengembangan proyek ini mulai pada saat proyek ini pertama kali dikerjakan dengan menggunakan APBN dan APBD sampai pada keputusan oleh Pemerintah awal tahun ini untuk melakukan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) untuk mendanai proyek ini. Adalah Konsorsium Pembangunan Perumahan dan Bumi Karsa yang ditunjuk menjadi pemenang.

Keesokan harinya, Jumat 25 Oktober 2019, tim majelis penilai melanjutkan kunjungan ke Sorong untuk menjalankan assessment wawancara teknis calon IPM di Hotel Vega, kota Sorong. 22 calon IPM diwawancarai dan semuanya adalah alumni dan mahasiswa PSPPI FTI UMI. Beberapa di antaranya yang diwawancarai adalah putra daerah Papua yang bekerja di Balai Jalan Nasional dan Dinas PU Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Bahkan Walikota Sorong Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM mengunjungi tim MP BKS PII dan calon IPM dan menyampaikan pesan bahwa dengan diimplementasikannya UU No.11/2014 dan PP No. 25/2019 tentang Keinsinyuran, para Insinyur di Papua Barat diharapkan bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Di sela-sela kesibukan menghadapi serbuan para calon IPM ini, tim MP BKS PII menyempatkan diri berkunjung ke Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI). Ir Andi Pawennari Ketua PSPPI FTI UMI melaporkan bahwa di FTI UMI saat ini telah melahirkan 375 alumni yang berhak diberi gelar Insinyur dan pada Angkatan VI yang merupakan angkatan terakhir dengan jumlah mahasiswa 119 orang tidak lama lagi akan diwisuda bulan Desember ini sehingga total Insinyur PSPPI UMI akan berjumlah 584 orang di akhir tahun 2019 ini.

Sementara itu, Dr. Ir. Zakir Sabara, IPM., ASEAN Eng. Dekan FTI UMI dalam sesi makan burongko, makanan khas dari Sengkang dan sekaligus mencicipi University Meals di Cabin Canteen FTI UMI menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari tim MP BKS PII yang meluangkan waktu sebesar-besarnya menerima undangan PSPPI FTI-UMI dalam rangka mengInsinyur-Profesionalkan para insinyur yang berasal dari Kampus Hijau Makassar ini. Sekretaris PSPPI FTI UMI Dr. Ir. Taufik Nur, IPM senada menyampaikan bahwa FTI-UMI kembali akan mengundang tim MP BKS PII untuk sesi wawancara teknis di Palu, Sulawesi Tengah dalam satu bulan ini. “Setidaknya 30 calon IPM yang berdomisili di Palu dan sekitarnya siap untuk menjalani sesi wawancara teknis ini” Ir. Taufik menambahkan.

Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil PII, 12 Oktober 2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan wawancara teknis untuk para kandidat Insinyur Profesional Madya di Kantor Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Sekretariat Negara Jakarta Pusat. Kali ini 15 orang diundang untuk sesi wawancara teknis ini dan Ketua Majelis Penilai BKS PII memberi mandat kepada 3 anggotanya untuk menjalankan sesi wawancara ini.

Ir. Bintarto, Ir Wahyu Hendrastomo dan Ir. Habibie Razak kesekian kalinya diberi amanah ini di hari Sabtu, 12 Oktober 2019 dimulai dari Pukul 09.00 hingga 18.00 sore. Kandidat yang diwawancara berasal dari beberapa perusahaan terkemuka antara lain: PGASOL, Technip Indonesia, Wijaya Karya, McDermott dan ASN Kementerian PUPR. Setiap kandidat diberi kesempatan untuk menceritakan beberapa pengalaman proyek ketekniksipilannya dan keinsinyuran secara umum termasuk menceritakan satu proyek yang paling berkesan karena kompleksitas dan nilai anggarannya, posisi dan tugas tanggung jawab kandidat di proyek.

Sebutlah salah satu kandidat yang saat ini bekerja di Kuala Lumpur jauh-jauh datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan BKS PII. Ir. Habibie sebagai salah satu assessor bertanya “Bisa diberikan alasan mendasar mengapa jauh-jauh datang ke sini untuk mengikuti wawancara teknis BK Sipil” Kandidat ini menjawab bahwa di Malaysia memang para Insinyur diwajibkan untuk tersertifikasi Insinyur Profesional oleh otoritas di sana dan untuk Insinyur Indonesia yang bekerja di sana diwajibkan untuk tersertifikasi Insinyur Profesional dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Saat ini, Indonesia bersama negara tetangga di Asia Tenggara telah sepakat untuk saling mengakui dalam bentuk Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Engineering Services melalui sertifikasi ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) di mana untuk mendapatkan sertifikasi ini sebelumnya para Insinyur di Asia Tenggara wajib mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional yang dikeluarkan oleh institusi yang diakui oleh hukum negaranya. Di Indonesia, PII satu-satunya otoritas yang mengeluarkan ijin praktek keinsinyuran (STRI) yang didapatkan melalui uji kompetensi dan lulus untuk menjadi Insinyur Profesional.

Sesi EPC Contract & Manajemen Proyek bersama Samudera Indonesia, Oktober 2019

Sesi EPC Contract & Project Management bersama para Profesional Samudera Indonesia (Samind) menghadirkan Ir. Habibie Razak sebagai instruktur yang diselenggarakan di Training Center PT Samudera Indonesia Ship Management. Pelatihan ini berlangsung selama 8 jam dihadiri oleh 27 peserta dari berbagai divisi dan cabang grup Samudera Indonesia (Samind) di seluruh Indonesia.

Benefit bagi Samind Group akan sesi ini adalah untuk memahami bagaimana Kontraktor EPC menyiapkan proposal teknis dan komersil pada suatu proyek konstruksi dan bagaimana mereka merencanakan dan mengeksekusi pengadaan equipment and material yang membutuhkan jasa logistic forwarding company seperti Samind. Berapa anggaran proyek terkait logistic/shipping untuk equipment and material yang akan dikirim ke lokasi proyek yang bisa berasal dari multiple-countries di mana komponen-komponen tadi dimanufaktur atau diproduksi. Sebutlah gas turbine, untuk mengirim gas turbine dari Frankfurt Jerman ke lokasi proyek di Indonesia membutuhkan biaya berapa dan kira-kira berapa persentasenya terhadap harga barangnya dan atau berapa persentase biaya logistik secara keseluruhan terhadap total nilai kontrak. Kontraktor EPC memiliki hitungan-hitungan tersendiri bagaimana menyusun komponen biaya terkait shipping and transportation cost.

Di sesi ini, instruktur berbagi pengalaman kapan logistic forwarding company semestinya melakukan approach kepada Client terkait proyek-proyek yang akan ditenderkan dalam beberapa waktu kemudian mengingat fase pengembangan proyek dimulai dari Pra-Studi Kelayakan, Studi Kelayakan, FEED sampai pada fase EPC dan Commercial Operation. Dibutuhkan market intelligence dari sales atau marketing manager yang merupakan front-liner untuk mencari tahu informasi kapan proyek itu akan ditenderkan, key persons yang terlibat terkait decision making dan seterusnya.

Training ini terselenggara berkat kerjasama antara Samudera Indonesia Traning Center dan lembaga B-Training Indonesia.