Category Archives: Kritik & Saran

Rapimnas dan Perayaan Ulang Tahun ke-66 Persatuan Insinyur Indonesia, Universitas Brawijaya Malang, 1-2 Juni 2018

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 Persatuan Insinyur Indonesia  (PII) sukses diselenggarakan pada Tanggal 1-2 Juni 2018 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Rapimnas kali ini yang diorganize kombinasi kepanitiaan (Organizing Committee) pusat dan wilayah diketuai oleh Dr. Ir. Qiqi Asmara dan dituanrumahi PII Wilayah Jawa Timur di bawah Kepemimpinan Ketua Wilayah Jatim Prof. Muhammad Bisri dibuka secara simbolis oleh Menteri PUPR Dr. Ir. Basuki Hadimuljono.

Tema Rapimnas “Penyiapan Sumber Daya Insinyur Menyambut Era Industri 4.0” ini disambut dengan sangat antusias oleh Menteri Basuki dalam sambutannya. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, diperlukan insinyur muda yang tangguh dalam menghadapi tantangan revolusi industri keempat (Industri 4.0). Kesiapan sumber daya keinsinyuran juga sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan nasional. “Pembangunan yang telah kita capai hari ini, tentunya tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) bidang keinsinyuran. Saya mengajak para insinyur untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi era digital yang semakin canggih dan terus berkembang,” ujar Menteri Basuki saat memberikan sambutan mewakili Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2018, di Universitas Brawijaya Malang, Jumat, 1 Juni 2018. Dikatakan Menteri Basuki, Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla selain berfokus membangun infrastruktur, pada tahun 2019 mulai berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Setelah pembukaan, hari pertama Rapimnas kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Steering Committee Ir. I Made Dana Tangkas, IPM menghadirkan beberapa panelis antara lain Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU dan Wakil Ketua Umum Dr. Ir.Heru Dewanto, IPU.

 

Prof. Sarwono pada sesi berikutnya memoderasi presentase terkait Professional Indemnity Insurance (PII) oleh PT Howden Insurance Indonesia. PI Insurance ini akan memberikan manfaat langsung bagi para Insinyur dan juga manfaat bagi pengguna dan pemanfaat keinsinyuran dimana dengan asuransi ini para Insinyur akan mendapatkan pembelaan hukum dan ganti rugi akibat tuntutan dari pihak ketiga dari segala bentuk pelanggaran atau kesalahan terkait kegiatan atau praktek keinsinyuran. Buat pengguna dan pemanfaat, mereka mendapatkan jaminan terhadap Insinyur yang akan melakukan proyek keinsinyuran betul-betul Insinyur yang profesional yang sudah comply dengan standard keinsinyuran dan aturan hukum di Indonesia.

Dr. Ir. Patdono Direktur Kelembagaan Kemenristek Dikti yang mewakili Menteri memaparkan bahwa kontribusi Engineering Index (EI) terhadap GDP per Kapita adalah signifikan. Dengan sumber daya keinsinyuran yang handal yang memiliki kemampuan berinovasi diharapkan mampu menghasilkan teknologi oleh anak negeri untuk kepentingan nasional. Salah satu alasan, mengapa di bawah naungan Kemenristek Dikti dibentuk satu Dirjen khusus menangani penguatan inovasi.

Agenda Rapimnas dan HUT PII ke-66 Tanggal 1 malam ini juga menghadirkan pagelaran Kiai Kanjeng yang bukan hanya dihadiri oleh peserta Rapimnas tapi juga masyarakat sekitarnya yang memang adalah penggemar setia Kiai Kanjeng. Sinau bareng Cak Nun ini berlangsung hingga Pukul 01.00 dinihari.

 

Hari kedua Rapimnas dimulai dengan Laporan Wilayah dan Cabang terkait update aktifitas kegiatan keinsinyuran dimulai dari update jumlah anggota PII dan pemegang sertifikat Insinyur Profesional sampai pada kegiatan-kegiatan seperti seminar, pelatihan dan lokakarya yang dilakukan dua tahun terakhir. Perwakilan dari Kementerian Perindustrian Bapak Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri memaparkan program Kementerian Perindustrian dengan Topik “Making Indonesia Industry 4.0”. Ngakan menyampaikan ke peserta Rapimnas bahwa pertumbuhan industri sangat mendukung peningkatan PDB dan untuk industri bisa bertumbuh dan berkembang adalah membutuhkan tenaga insinyur yang handal dan qualified untuk melahirkan industri nasional. Persatuan Insinyur Indonesia sebagai pembina keinsinyuran diharapkan memberikan peran dan fungsi yang lebih optimal dalam rangka penyiapan sumber daya insinyur tadi.

Sukses Insinyur Indonesia, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia.

 

 

 

 

 

Short Course on EPC LNG Business Development & Workshop Pengisian Formulir ASEAN Eng, Makassar, 12 May 2018

Misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terus bergulir dan kali ini saya harus berangkat lagi ke Makassar untuk kegiatan short course on LNG EPC Sales & Business Development yang diselenggarakan oleh PII Cabang Makassar dan Workshop pengisian Formulir ASEAN Engineer memenuhi undangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI). Seperti biasa, Hari Sabtu saya berusaha mengisi waktu untuk kegiatan mengajar memenuhi panggilan profesionalisme sebagai praktisi keinsinyuran. Ada banyak hal yang bisa dishare yang diyakini akan sangat berguna buat civitas akademik di perguruan tinggi dan buat para Insinyur kita secara umum.

Sesi sales dan business development adalah training kali pertama yang saya bawakan. Walaupun hanya berlangsung selama 3 jam cukup memberikan wawasan dan pengetahuan tentang fundamental dari business development, sales and marketing. Business Development adalah Encompasses all business activities that relate to the strategic planning of services which will ensure the long term economic viability of the company.

Scope pekerjaan seorang BD melingkupi: direct energy towards clients and markets, Harness resources of people, money, facilities dan generate new clients and maintain current clients. Sedangkan marketing merupakan keseluruhan dari sistem pada suatu kegiatan bisnis yang bertujuan untuk merencanakan suatu produk atau jasa yang akan ditawarkan ke customer, penetapan harga, penetapan cara promosi serta pendistribusian barang dan jasa yang bertujuan dalam memuaskan pelanggan. Kemudian, sales adalah kegiatan yang hanya terfokus pada penjualan suatu produk atau jasa serta bertujuan dalam meningkatkan penjualan produk atau jasa saja.

Sesi short course ini terdiri dari beberapa modul antara lain Marketing, Sales & Business Development Fundamental, Sales Person Profile, EPC Fundamental, LNG Fundamental dan LNG Kawasan Indonesia Timur – Opportunities & Challenges. Peserta diharapkan mampu berpartisipasi pada proyek-proyek LNG di Kawasan Timur Indonesia (KTI) menjadi bagian dari project owner/project developer atau main EPC Contractor. Sebagai profesional dan businessman yang berdomisili di KTI partisipasi mereka antara lain bisa sebagai Main EPC, Owner’s Engineer, Sub-consultant to EPC, Sub-contractor to EPC, Vendor or Suppliers, Manpower Supply Provider, maupun sebagai Individual contributor (engineer, professional). 

Dr. Rusman yang juga adalah Kepala Departemen Teknik Industri Universitas Hasanuddin  pada short course kali ini menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada peserta LNG & EPC course yang sukses diadakan beberapa bulan yang lalu, Ir. Muhammad Arfah, IPP dan Ir. Rahmat Iznaini. Mereka berdua sangat progresif di dalam meningkatkan kompetensi keinsinyuran mereka dengan terus mengikuti kegiatan sejenis. Mereka sebagai profesional yang berada di Kawasan Timur Indonesia meyakini mereka bisa juga menjadi bagian dari kesuksesan pembangunan infrastruktur logistik maupun infrastruktur energi.

Kegiatan profesional kedua siang itu adalah memberikan bimbingan pengisian Formulir ASEAN Engineer Register di ruang Dekan FTI UMI selama kurang lebih sejam didampingi oleh Sekretaris Program Profesi Insinyur (PPI) UMI Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng. FTI UMI di bawah kepemimpinan Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng. menargetkan para tenaga pengajar FTI UMI teregistrasi di skala ASEAN dan kali ini setidaknya ada 7 calon ASEAN Engineer yang diminta segera memasukkan formulir aplikasinya sebelum Bulan Agustus 2018 dimana sebelumnya belasan tenaga pengajar FTI UMI menerima penganugerahan ASEAN Engineer di CAFEO35 yang diadakan di Thailand November 2018 lalu.

Kesempatan kali ini saya juga menyempatkan melakukan inspeksi pembangunan gedung kantor PPI UMI yang direncanakan segera beroperasi dalam tiga bulan ini. Sebagai pemegang rekor MURI karena menjadi Perguruan Tinggi yang melahirkan alumni Insinyur pertama melalui PS-PPI ini, Dekan FTI UMI Zakir Sabara terus berkomitmen meningkatkan kualitas keluaran alumni PS-PPI melalui peningkatan kualitas program dan juga dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

Sukses Insinyur Indonesia. Bravo PS PPI.

 

Workshop EPC Contract & Project Management BAPEL PKB PII, 30 April 2018

Persatuan Insinyur Indonesia kembali mengadakan sesi Engineering, Procurement & Construction yang merupakan kegiatan rutin Badan Pelaksana (BAPEL) Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) PII Pusat dengan tujuan antara lain: memberikan kesempatan kepada pemegang sertifikat Insinyur Profesional untuk menambah khasanah wawasan dan keilmuan terkait kontrak dan manajemen proyek Rancang-Bangun sekaligus menambah point untuk pelaporan PKB Tahunan.

“Kegiatan ini diselenggarakan selama kurang lebih 8 Jam di kantor instruktur PII di seputaran area Blok M mengingat di hari yang sama Habibie juga ada meeting mendadak di kantor dengan salah satu potential Clientnya. Acara yang awalnya direncanakan di Kantor PII” ungkap Jafar, salah satu staff Bapel PKB PII.  “Kita berusaha acara ini tetap jalan walaupun dengan empat dari lima peserta yang direncanakan” lanjut Jafar. Workshop sehari ini terdiri dari 6 modul antara lain: project management responsibilities, EPC Contract overview, EPC Proposal, Procurement & Subcontract, Insurance & Tax dan Construction Management in EPC Project.

Acara yang berlangsung mulai dari Pukul 08.00 dan berakhir Pukul 15.00 sore belumlah cukup buat para peserta untuk menggali lebih dalam tentang materi EPC ini, sehingga instruktur kemudian sebelumnya sudah mengcreate WA group “Professional Engineer” sebagai wadah untuk diskusi seputaran keinsinyuran termasuk informasi dan berita terkait Insinyur dan profesinya. Group ini sekarang berjumlah lebih dari 170 professional dan hampir semuanya sudah tersertifikasi Professional Engineer dan sebagian diantaranya sudah teregistrasi ASEAN Engineer.

Selain workshop dan kursus EPC, Habibie Razak juga sering diminta untuk membawakan sesi Liquefied Natural Gas (LNG) sehari sampai dengan tiga hari kegiatan. Sesi kursus sehari yang akan dilaksanakan oleh Bapel PKB dalam waktu dekat adalah “Sales & Business Development pada Proyek EPC”. Bravo PII, Sukses selalu Insinyur Indonesia.

Bincang-bincang Sabtu Pagi PLTSa BKM PII, Pomelotel, 21 April 2018

Hari Sabtu datang dan bincang-bincang update terakhir usaha pengembangan PLTSa di Hotel Pomelotel ternyata berlangsung sangat interaktif dan bahkan peserta yang menurut panitia dari BKM PII diperkirakan sekitar 20 orang ternyata dihadiri lebih dari 40 peserta dari berbagai institusi pemerintah, organisasi atau komunitas renewable energy dan perusahaan nasional maupun global. Beberapa peserta juga berasal dari Jepang yang memiliki minat untuk memahami lebih lanjut investasi PLTSa ditinjau dari regulasi pemerintah, manajemen proyek dan skema investasi bekerja sama dengan pengusaha lokal.

Event kali ini menghadirkan beberapa panelis antara lain perwakilan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Perusahaan Listrik Negara, Universitas Pancasila, Private Developer, Researcher dari Institusi Pembiyaan Internasional, dan Badan Kejuruan Elektro PII. Bincang pagi ini selain memberikan gambaran tentang teknologi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik dalam paparannya Jacky Latuheru salah satu panelis menyampaikan setiap kota besar memiliki karakteristik sampah yang berbeda di Indonesia termasuk volume sampahnya dalam ton/hari di mana dibutuhkan evaluasi teknologi pengolahan sampah yang terbaik ditinjau dari sisi teknik dan juga finansial. Jacky mengistilahkan evaluasi teknologi ini harus sesuai dengan prinsip “Best Applicable Technology Meet Actual Needs (BATMAN)”.

Isu yang lagi hangat adalah dengan dikeluarkannya Perpres No.35/2018 yang mengatur percepatan instalasi pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Perpres No. 35 Tahun 2018 mengatur percepatan pembangunan instalasi Pengelolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, yang disebut dengan PLTSa, melalui Pengelolaan Sampah yang menjadi urusan pemerintah daerah antara lain: Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Solo / Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang dan Kota Manado. Capture dari Perpres 35/2018 di bawah ini diharapkan bisa memberikan efek positif kepada iklim usaha untuk investasi PLTSa ini.

Djoko Winarno, praktisi PLTSa juga mewakili Badan Kejuruan Elektro Persatuan Insinyur Indonesia (BKE PII) memberikan fakta kunci bahwa penduduk Indonesia lebih dari 260 Milyar menghasilkan limbah 0.7 Kg/hari/limbah orang, atau 175Ribu Ton/Hari atau sekitar 64 Juta Ton/Tahun dan menempatkan Indonesia sebagai kontributor kedua sekitar 10% sampah plastik di dunia. “Dengan asumsi bahwa penduduk kita akan tumbuh sebesar 1,38%, limbah kami akan mencapai 67.100.000 ton pada 2019, didominasi oleh sampah organik.“ Kata Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2016. Diharapkan dengan proyek-proyek PLTSa ini bisa memberikan kontribusi pada peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan untuk 23%  dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050 (saat ini ‐ 12%) sebagaiman komitmen dari Presiden Joko Widodo yang disampaikan di COP21 Paris tahun lalu.

 

 

Eastern Indonesia Renewable Energy Seminar in Makassar, 26 March 2018

The Australian Consulate-General  in collaboration with The Australia-Indonesia Centre have successfully organized and hosted the Eastern Indonesia Renewable Energy Seminar in Makassar which took place in Four Points Hotel on 26th of March 2018. The objective of the event is to support the Government to reach renewable target of 23% by 2025 including to promote the Government program to push more in providing more electricity to eastern part of Indonesia.

The event consist of one day seminar followed by 2 days technical visit. On 27 and 28 March, field studies will survey two renewable energy projects in Jeneponto Regency and Salemo Island (in the Makassar Straits), considering both Indonesia’s large scale and remote, small scale renewable energy needs respectively.  These field studies will offer practical, hands-on insights into the delivery of energy projects in Eastern Indonesia. Delegates will have opportunities to ask questions of local project managers and community leaders and undertake a tour of each facility.

The seminar presented the first panel session presentations by panelists coming from several institutions. Richard Mathews representing Australian Consul-General in Makassar, Bob Saril, General Manager of PLN Disjatim, Harris Yahya, Director of Renewable Energy the Ministry of ESDM, Halim Kalla representing KADIN Indonesia and Bill Johnston, the Keynote Speaker, West Australian Minister for Mines and Petroleum, Commerce and Industrial Relations, Electoral Matters and Asian Engagement.

In his speech, Bob was focusing on the renewable energy program under RUPTL 2018 – 2027 which was launched by PLN recently. The possibility of direct appointment for this RE project, Biaya Pokok Penjualan (BPP) aspects, including the BOT scheme and the approval of PPA should be done by the Minister of ESDM. He continued, there are some strategies implemented by PLN according to new RUPTL consist of: the consideration of supply and demand, electrical system readiness to accept the additional power to the grid, big promising source of renewable energy such as hydro and geothermal, the electrification ratio in the eastern part need to be increased, smart grid development to accommodate intermittent power plant and the need to replace diesel power plants.

Harris Yahya in his speech mentioned that Indonesia has around 60,491 installed power generations to date and only 9,000 MW of them (15%) categorized as renewable energy. Government is pushing hard to build more RE power plants throughout Indonesia to fulfill the commitment of President Jokowi by having 23% energy consumption from RE by 2025. Indeed, required government policies and program to support the objectives. Halim Kalla of KADIN Indonesia, presented his data that at least there are still more than 1000 island in electricity crisis, 8.5 million families short of electricity, 42,000 villagers and 17,000 schools haven’t yet enjoyed the electricity. Therefore the participation of private sectors should be encouraged more to fill the gap and indeed the Government Regulations have to be supportive for investment climate.

Bob Johnston in his speech was giving some renewable projects overview developed in Australia, solar, wind and hybrid mostly in western part of Australia. if these kind of concepts implemented in Indonesia especially for the eastern part of Indonesia where the people still live in remote mountainous or island communities. In many cases it may be less costly to use renewable off-grid technologies, than extend the national grid to isolated districts. As there is not yet an over-arching policy framework for off-grid supply, there is recognition among national and provincial governments of the advantages of renewable and micro-grid in servicing remote communities, particularly in eastern Indonesia.

The second panel session presenting some speakers such as Dr. Ariel Liebman, Monash Energy Materials and System Institute, Mrs. Tri Mumpuni representing People Centered Business and Economic Insititute (IBEKA), Dr. Bachtiar Nappu, Research Centre of Electricity and Energy in Hasanuddin University, and several others. The third session was the interactive game where the participants were encouraged to discuss among them regarding the energy policy landscape, community benefits, business models and partnership scheme in Indonesia.

Company and institutions who supported and joined the event such as Equis, Gold Wind, Griffith University, Infunde Development, Monash University, Murdoch University and SMEC, a Member of Surbana Jurong and several others. Thanks to Australian Consulate-General in Makassar for organizing and hosting the event.

 

 

 

Sesi EPC Training bersama Patra Drilling, 12 Maret 2018

Patra Drilling Contractor (PDC) adalah salah satu subsidiary dari PERTAMINA juga merupakan anak perusahaan dari Pertamina Drilling Services (PDS) merupakan kontraktor EPC yang beroperasi 10 tahun terakhir. Sesi EPC training kali ini bersama para professional PDC memenuhi undangan Ade Surya Febsandry salah satu manager di PDC berlangsung lancar dan cukup interaktif.

Undangan sejenis sebagai instruktur pelatihan EPC ini adalah kali kedua setelah sebelumnya mengajar di salah satu perusahaan konsultan yang aktif di proyek pembangkit dan migas. Sesi sehari ini dihadiri oleh setidaknya 20 professional PDC yang kesehariannya ada yang bekerja sebagai project manager, proposal admin, process engineer, mechanical engineer, cost estimator hingga project control. Senang rasanya bisa berada di tengah-tengah para professional dan sekaligus diberikan kesempatan untuk one day knowledge sharing.

Sesi EPC ini dibagi ke dalam beberapa paparan modul antara lain: peran dan tanggung jawab project management, karakteristik kontrak EPC dan aplikasinya di sektor power dan oil & gas, tahapan penyiapan proposal EPC yang efektif, pengadaan barang dan jasa proyek EPC dan manajemen konstruksi proyek EPC. Ada dua modul tambahan yang belum sempat dipaparkan sesi sehari ini karena waktu yang terbatas yaitu modul pajak dan asuransi proyek EPC dan sistem manajemen mutu proyek EPC.

Instruktur berharap isi dari paparan sehari ini apabila diimplementasikan setengahnya saja itu sudah sangat bagus buat PDC sebagai perusahaan EPC. Diketahui bersama tidak banyak perusahaan kontraktor di Indonesia yang betul betul sukses di bisnis EPC kebanyakan dari mereka mencoba masuk dan tidak sedikit juga mengalami kerugian di akhir proyek. Ade Febsandry menyampaikan “target sales kami tahun ini adalah setidaknya di nilai IDR 1 Trilyun dan dengan sumber daya yang mumpuni ditopang oleh sistem manajemen proyek yang handal kita diharapkan bisa menjadi lebih sukses tahun ini dan di masa depan”.

Sesi berikutnya, instruktur menawarkan pembahasan lebih detail tentang setiap fase EPC, semisal sesi sehari khusus untuk proposal, kemudian dilanjutkan dengan sesi khusus untuk engineering phase of EPC, dan sesi khusus sehari untuk membahas procurement saja. Sukses terus buat PDC, sukses BUMN Indonesia.

 

Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional Kerjasama PII dan IKATEKUH Kelas Raha, 3 Maret 2018

Persatuan Insinyur Indonesia kembali menggelar lokakarya sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP) di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEKUH). PII mengirimkan 2 instruktur Ir. Habibie Razak dan Dr. Ir. Rusman Muhammad pada lokakarya kali ini dibantu oleh Erni Wahyuni staff PII Pusat. Lokakarya yang dihadiri sedikitnya 25 sarjana teknik ini bertempat di rumah jabatan Bupati Muna yang sekarang dijabat oleh LM Rusman Emba yang juga adalah Ketua Ikatan Alumni Teknik Unhas Sulawesi Tenggara.

Acara berlangsung meriah dibuka oleh Asisten II Bupati Kabupaten Muna Bapak Edi Ugga dan sebelum Beliau sebelumnya laporan ketua panitia oleh Safar ST yang merupakan alumnus terbaik Fakultas Teknik Unhas di jamannya. Dalam sambutannya, Edi menyampaikan bahwa amanah UU keinsinyuran terkait sertifikasi Insinyur ini wajib dilaksanakan termasuk oleh para Insinyur yang bekerja di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara ini. “Saya berharap acara seperti ini bisa terus dilakukan dan mensertifikasi semua sarjana teknik/pertanian di daerah ini. Kenapa hanya 25 peserta saja yang hadir? Seharusnya bisa lebih banyak lagi” ujar Beliau di sela-sela pembukaan acara.

Ir. Habibie Razak membawakan materi sosialisasi UU keinsinyuran, profil organisasi PII, etika profesi dan pengenalan sistem sertifikasi Insinyur Profesional dilanjutkan oleh Dr. Ir. Rusman Muhammad dengan materi bakuan kompetensi Insinyur Profesional dan tata-cara pengisian FAIP sampai akhirnya acara ditutup dengan pembacaan kode etik Insinyur Indonesia – Sapta Dharma Catur Karsa. Setelah acara ditutup oleh master of ceremony, dilanjutkan dengan rapat pembentukan kepengurusan PII Cabang Muna yang secara aklamasi menunjuk Safar ST oleh peserta LSIP untuk direkomendasikan menerima mandat dari PII Pusat. Berita acara rekomendasi ini ditandatangani oleh 25 peserta LSIP yang akan menjadi Anggota PII setelah mengisi Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP).

“Harapan kami, untuk kunjungan berikutnya ke kota Raha ini kepengurusan PII Cabang Muna sudah harus terbentuk dan tugas kami sebagai pengurus PII akan meminta pengurus pusat segera mengSKkan pengurus baru setelah semua persyaratan dipenuhi” ucap Dr. Rusman penuh semangat di sela-sela diskusi lepas dengan para panitia LSIP sebelum kami akhirnya berangkat kembali menuju Jakarta via Makassar.

Rute perjalanan ke Kota Raha saat ini selain menggunakan kapal laut cepat juga sekarang bisa akses dengan pesawat jet explorer dengan kapasitas 60 penumpang.

Dua peserta LSIP Andi Akhmad Tahir dan Agus dari Makassar menyempatkan diri menghadiri LSIP Kota Raha ini karena mereka sadar bahwa sertifikasi itu wajib sesuai amanah UU No.11/2014 dan sekaligus memberikan contoh kepada para sarjana teknik lainnya yang belum mengikuti program sertifikasi ini.

Reportase: Ir. Habibie Razak – Sekretaris Distribusi Gas PII Pusat.

 

 

 

 

Talkshow METRO TV Economic Challenges, Ceroboh, Konstruksi Roboh, 27 Februari 2018

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU memenuhi undangan Metro TV dalam acara Economic Challenges dengan topik “Ceroboh, Konstruksi Roboh”. Selain Hermanto, hadir pada acara talkshow Dirjen Bina Konstruksi PUPR Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, IPU, Ir. M. Choliq Direktur Utama PT Waskita Karya, Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, dan Presiden Direktur PT Jakarta MRT Dr. Ir. William Sabandar.

Ir. Hermanto Dardak dalam talkshow ini menyampaikan bahwa maraknya kecelakaan yang terjadi saat ini antara lain adalah kurang dijalankannya standard operating procedure (SOP) pekerjaan konstruksi semisalnya pada saat akan melakukan heavy lifting. SOP yang direncanakan di awal mempertimbangkan aspek keselamatan konstruksi. Sumber daya manusia termasuk Insinyur yang terlibat di proyek pun harus yang memiliki kualifikasi yang dibuktikan dengan sertifikasi keinsinyuran. Diperlukan Insinyur Profesional yang memiliki tanggung jawab profesional di dalam mengelola proyek konstruksi yang memprioritaskan pada keselamatan konstruksi dan masyarakat umum.

Ir. Syarif Burhanuddin menambahkan bahwa Insinyur dan tenaga konstruksi nasional kita sebenarnya tidak kalah pintar dengan tenaga asing hanya saja memang masih diperlukan kedisiplinan di dalam bekerja di dalam penyelenggaraan proyek-proyek konstruksi nasional. Komite keselamatan kerja pun dibentuk sesuai amanah UU untuk melakukan tindakan preventif dalam rangka mengurangi tingkat kecelakaan yang ada saat ini.

Ir. Hermanto dan Ir. Syarif Burhanuddin keduanya adalah pengurus pusat Persatuan Insinyur Indonesia periode ini.

Kursus EPC Contract & Project Management, EMLI Training, 27-28 Februari 2018

EMLI Training kembali menyelenggarakan kursus EPC Contract & Project Management yang berlangsung selama dua hari di Hotel Sofyan Inn, Jl. Prof Soepomo Jakarta Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan setidaknya sekali dalam 2 bulan ini dihadiri oleh 7 peserta dari berbagai profesi dan perusahaan. Ir. Habibie Razak kembali diundang mengisi sesi EPC ini dengan membawakan setidaknya 7 modul paparan dua hari ini.

Instruktur dalam paparannya menyampaikan betapa pentingnya program keselamatan kerja diterapkan pada proyek-proyek EPC dimana kebanyakan clientnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi. Bagi mereka safety is priority merupakan indikator utama penilaian sukses atau tidaknya proyek itu oleh pihak manajemen perusahaan. Target zero injury bahkan zero incident pun dicanangkan di awal jauh hari pada saat kontraktor EPC memasukkan proposal penawaran kepada client. Kontraktor memastikan budget untuk safety implementation terpenuhi pada saat memasukkan technical and commercial proposal. Perusahaan EPC pada saat proses bidding akan berkompetisi memoles proposal teknis mereka terkait HSSE&S program dimulai dari fase engineering, procurement, construction, commissioning sampai pada periode pemeliharaan untuk mendapatkan nilai atau scoring yang signifikan.

Proyek sektor energi dan sumber daya mineral sudah menjadikan safety sebagai parameter utama selain aspek teknis dan komersil lainnya di dalam memilih dan menunjuk kontraktor EPC untuk proyek-proyek yang beresiko tinggi seperti pembangunan kilang minyak dan LNG, bangunan lepas pantai, pembangkit listrik thermal dan sebagainya. Pada schedule of pricing dan commercial section proposal mereka sudah memasukkan HSE&S cost yang mereka hitung secara teliti sebelum disubmit ke Client. Anggaran yang disiapkan pun cukup mempengaruhi keseluruhan biaya penawaran.

Di sektor PUPR, ketika diminta memasukkan penawaran proyek belum spesifik diminta memasukkan item khusus untuk safety cost sehingga biasanya kontraktor akan menginsert biaya safety ke item-item pekerjaan lainnya. Namun berapa sebenarnya budget yang disiapkan untuk keperluan safety tadi tidak tampak nilainya dengan jelas. Kerap kali kita mendengar banyak kontraktor PUPR yang mengalami kerugian ketika mengerjakan proyek migas dikarenakan mereka memasang harga terlalu murah tanpa memperhatikan HSE cost yang akan timbul pada saat proyek berlangsung. Standard HSE&S memang berbeda itulah alasannya mengapa dikatakan membangun jembatan proyek PUPR dan jembatan di wilayah tambang meskipun scope dan spesifikasi sama harga konstruksi bisa jauh berbeda.

Sesi EPC kali ini menambahkan modul tambahan yang belum pernah dipresentasekan sebelumnya yakni sistem manajemen mutu pada perusahaan EPC. Keenam modul lainnya antara lain: project management responsibilities, contract, proposal, insurance & tax, procurement & subcontract dan construction management adalah modul yang sudah pernah dipresentasekan di kursus sebelumnya. Hadir sebagai peserta ini perwakilan dari PT Hasnur Jaya Utama, PT Indonesia Power dan PT Elnusa Tbk. Salah seorang peserta, Beliau pernah bekerja sebagai Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno Hatta. Di sela-sela acara Beliau banyak sharing pengalaman proyek Beliau ketika bekerja di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

 

 

Lanjutan Rapat Penyiapan Kelengkapan Landasan Hukum Profesi Keinsinyuran, 20 Februari 2018

Ir. Heru Dewanto Wakil Ketua Umum PII Pusat kembali mengundang tim kerja penyiapan kelengkapan landasan hukum terkait profesi keinsinyuran di Indonesia pada hari Selasa, 20 Februari 2018 di ruang meeting Cirebon Electric Power, Pondok Indah Office Tower dihadiri setidaknya 20 pengurus pusat.

Agenda yang dibahas antara lain update tentang progress pemantapan kerjasama PII dan Perguruan Tinggi terkait pelaksanaan Program Profesi Insinyur (PPI) yang sudah berlangsung dalam 2 tahun terakhir, sistem registrasi Insinyur yang akan didatabase secara teknologi informasi, rencana pembentukan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI) dan Lembaga diklat profesi terkait pengembangan keprofesionalan berkelanjutan, asuransi Professional Indemnity Insurance (PII) untuk perlindungan Insinyur terkait praktik keinsinyuran dan topik lainnya.

Tim Konsultan Teknologi Informasi yang diberi tugas untuk membangun online system untuk pendaftaran keanggotaan PII dan pengisian formulir aplikasi Insinyur profesional (FAIP) melakukan simulasi di depan peserta rapat. “So far progress sudah cukup signifikan, kita berharap web design yang baru harus lebih attractive dan elegan. Silahkan melihat contoh web dari the Engineers Australia dan Institusi Insinyur lainnya di dunia sebagai bahan referensi” saran Heru Dewanto. “Dengan sistem online ini diharapkan calon anggota dan anggota PII bisa langsung mengisi biodata dan mengupload supporting documents yang dibutuhkan untuk keanggotaan dan sertifikasi” ujar Heru.

Reportase oleh Ir Habibie Razak – Divisi Gas Persatuan Insinyur Indonesia