Category Archives: Uncategorized

AFEO Menggelar AFEO Midterm Meeting 2019 di Brunei, 30 April – 2 Mei 2019

ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) menggelar AFEO Midterm Meeting di Hotel Centrepoint Kota Gadong, Brunei Darussalam. Midterm meeting kali ini dituanrumahi oleh Pertubuhan Jurutera dan Arkitek (PUJA) yang sukses diselenggarakan mulai dari Tanggal 30 April hingga 2 Mei 2019.

AFEO Midterm Meeting dihadiri oleh 10 perwakilan negara ASEAN yang tergabung dalam AFEO ini bertemu, sharing informasi dan melakukan inisiasi terkait engineering practice and engineering education development di kawasan Asia Tenggara. AFEO membentuk ASEAN Engineering Inspectorate (AEI) untuk Boiler, Fire Safety in Buildings dan Electrical installation. Inspektorat ini bertemu dan berdiskusi untuk merumuskan standard inspeksi untuk instalasi yang kemudian akan diusulkan untuk diimplementasikan di negara-negara ASEAN.

Pertemuan midterm AFEO ini juga terdiri dari beberapa working group discussion seperti Environmental, Logistics, Energy, Education and Capacity Buildings, Disaster Preparedness, Sustainable Cities, Engineers Mobility Forum, ASEAN Engineers, dan working group lainnya. PUJA juga mengorganize technical visit pada satu proyek Suspension & Cable Stayed Bridge yang diikuti oleh delegasi tiap negara ASEAN. Technical visit ini memberikan insight kepada para Insinyur ASEAN tentang update teknologi jembatan yang lagi berkembang saat ini.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat yang dimotori langsung oleh Ketua Umum Dr. Ir. Heru Dewanto menghadiri Midterm Meeting ini bersama pengurus PII Pusat lainnya antara lain: Dr. Ir. Robert Sianipar – Awards Committee, Ir. Faizal Safa & Ir. Bobby Gafur Umar – AFEO Honorary Advisor, Ir. Siti Wahyuna Bintari & Ir. Mucharom Ahmadi (PII delegates for environment working group), Ir. Andri Doni – energy working group, Ir. Nurmiadji Sukasdewa – engineers mobility working group, Ir. Habimono Koesobjono dan Ir. Habibie Razak – ASEAN Engineer’s working group, Ir. Ade Irfan – AEI Boiler, Ir. Andi Taufan Marimba – AEI Building Safety, Ir. Tri Joko Samiono – Sustainalbe Cities working group, Ir. Akbar Nur Agung & Ir. Andy Rachmadi Herlambang (technical visit participants) dan beberapa lainnya.

Follow up dari 2019 AFEO Midterm ini adalah diselenggarakannya Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) yang ke-37 yang akan digelar di Indonesia bulan September 2019 ini. PII adalah host CAFEO 2019 ini dan dikoordinir langsung oleh Dr. Ir. Heru Dewanto Ketua Umum PII.

Pengurus PII Menghadiri Forum Ketiga Entities Associated with ASEAN, Jakarta, 29 April 2019

ASEAN Secretariat kembali menggelar forum untuk Entities atau federasi organisasi yang terkait dengan ASEAN di kantor ASEAN Secretariat hari ini, 29 April 2019. Forum pertemuan ini adalah untuk memperkuat ASEAN melalui 3 Community Pillars antara lain: ASEAN Political-Security Community (APSC), ASEAN Economic Community (AEC), dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Opening remarks oleh DSG AKP Mochtan – Deputy Secretary-General of ASEAN on Community and Corporate Affairs dan H.E. Amb. Phasporn Sangasubana – Permanent Representative of the Kingdom of Thailand to ASEAN yang kemudian dilanjutkan dengan panelist and breakout sessions dengan ASEAN Sectoral Bodies. Dr. Suriya Chindawongse – perwakilan dari APSC yang menjabat sebagai Directorate General of ASEAN Thailand National Secretariat memaparkan bahwa ada tiga langkah utama dalam rangka meningkatkan partnership for sustainability yaitu: pertama, future orientation (digital and green ASEAN), meningkatkan konektivitas dalam rangka seamless ASEAN dan yang ketiga adalah sustainability in all dimensions sebagai sustainable ASEAN.

Forum pertemuan ini dihadiri setidaknya 25 entities terkait ASEAN dan setiap entity setidaknya dihadiri oleh dua delegasi. Salah satu entity atau federasi organisasi yang mengikuti forum pertemuan yang sudah dilaksanakan ketiga kalinya di Jakarta ini adalah ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) yang diwakili oleh pengurus dan anggota Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Rudianto Handojo, Ir. Habibie Razak, Ir. Basuki Nugroho dan Ir. Aries Abbas. Persatuan Insinyur Indonesia adalah salah satu organisasi profesi Insinyur di bawah AFEO sedangkan AFEO sendiri adalah federasi organisasi keinsinyuran yang diakreditasi oleh ASEAN sejak 20 tahun silam.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) saat ini diberi tugas menjalankan amanah UU  No. 11/2014 dan Peraturan Pemerintah No. 25/2019 tentang profesi keinsinyuran di Indonesia. Di tingkat ASEAN, PII yang merupakan bagian dari AFEO juga mempromosikan kepada para Insinyur Indonesia untuk mengikuti program sertifikasi Insinyur ASEAN Engineer (AER) skala Asia Tenggara.

Universitas Muhammadiyah Makassar Mendorong Pemenuhan Insinyur Profesional Indonesia, Makassar, 6 April 2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar sidang majelis penilai kandidat Insinyur Profesional Madya yang kali ini diselenggarakan di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi selatan Tanggal 6 April lalu. Ujian Calon Insinyur Profesional ini diikuti oleh 13 staff tenaga pengajar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh)Makassar. BKS PII mengutus tiga Majelis Penilai yakni Ir. Wahyu Hendrastomo, MT, Ir. Andi Taufan Marimba, MM., MBA dan Ir. Habibie Razak, MM., ASEAN Eng.

Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Hamzah Al Imran, ST., MT. Dalam sambutannya Ir. Hamzah menyampaikan bahwa saat ini Unismuh Makassar sedang dalam proses penilaian oleh Kementerian Ristek Dikti untuk pendirian Program Profesi Insinyur (PPI) dan mengingat bahwa salah satu syarat utama untuk mendapatkan ijin penyelenggaraan program profesi ini adalah terpenuhinya minimum 7 staff pengajar tersertifikasi Insinyur Profesional Madya. “Kami berharap kegiatan siding MP BKS PII ini bisa sering diadakan di Makassar dan Unismuh tentunya akan menggunakan momen ini untuk terus menambah tenaga pengajar/dosen tersertifikasi IPM” sambut Dekan Teknik Unismuh Makassar ini.

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Makassar dan di Indonesia Timur baru dibuka di 2 universitas setidaknya hingga saat ini yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai universitas pertama di Indonesia yang melahirkan Insinyur pertama dan berhak dengan gelar ‘Insinyur” di ijazahnya. Universitas kedua, Universitas Hasanuddin yang juga saat ini gencarnya membuka pendaftaran baru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Di antara kandidat Insinyur Profesional Madya ini Dr. Ir. Rakhim Nanda, MT, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar, Kepala Program Studi Teknik Keairan Ir, Andi Makbul Syamsuri, ST. MT dan beberapa dosen lainnya. Dr. Rakhim Nanda adalah alumni angkatan pertama Universitas Muhammadiyah Makassar dan merupakan salah satu dari alumni terbaik Fakultas Teknik yang terus mendorong didirikannya PSPPI Unismuh ini.

Ujian Wawancara Insinyur Profesional Madya BKS PII, 19 Februari 2018

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan ujian sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) di kantor sementara PII Pusat Jl. Bandung No.1 Menteng Jakarta Pusat. Tim majelis penilai yang terdiri dari profesional yang aktif di bidang ketekniksipilan dan keinsinyuran dari berbagai sektor. Mereka yang hadir antara lain: Ir. Bambang Guritno Ketua BKS PII, Ir. Kayan Sutrisna Sekretaris BKS PII, Ir. Wahyono Bintarto, Ir. Wahyu Hendrastomo, dan Ir. Habibie Razak.

Calon pemegang sertifikat IPM kali ini kebanyakan berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur bekerja di sektor konstruksi PUPR dan pertambangan. Ir. Darmansjah Dosen PSPPI Universitas Lambung Mangkurat sebagai ketua tim rombongan Kalsel mengantar setidaknya 8 Insinyur ke Jakarta untuk ujian wawancara dari Kalimantan Selatan dan 2 Insinyur lainnya bekerja di Kaltim Prima Coal, Sangatta, Kalimantan Timur.

Animo para profesional yang bekerja keinsinyuran semakin menggeliat mengingat Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU No.11/2014 akan segera diterbitkan tahun ini. “Bagaimana pun juga, dari dulu sertifikasi Insinyur Profesional PII sudah diakui dan setara internasional sejak awal tahun 2000-an baik di tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik. Untuk menjaga mutu dan konsistensi proses  pelaksanaan sertifikasi ini PII diaudit oleh Institusi keinsinyuran dari luar negeri begitu pun sebaliknya PII juga melakukan kegiatan audit terhadap proses pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan oleh negara lain di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik” ujar Kayan Sutrisna di sela-sela ujian wawancara IPM ini.

Kesempatan ini, Majelis Penilai BKS PII juga telah melakukan sidang scoring terhadap beberapa calon pemegang Insinyur Profesional di antaranya yang ada dalam daftar adalah Dirjen Bina Konstruksi Dr. Ir. Syarif Burhanuddin memenuhi syarat angka untuk mendapatkan gelar Insinyur Profesional Utama (IPU). Sedangkan Insinyur termuda yang mendapatkan gelar Insinyur Profesional Pratama (IPP) adalah saudara Ir. Muhammad Syahril alumni Universitas Hasanuddin yang baru saja lulus bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selamat kepada para penyandang sertifikat Insinyur Profesional, Bravo Insinyur Indonesia.

 

Reportase: Ir. Habibie Razak – Divisi Gas PII Pusat, Bidang Hukum dan Advokasi BKS PII

Program Pembinaan Profesi Insinyur Kerjasama PII dan Ikatan Alumni Teknik Unhas, 9 Maret 2016

Hari Rabu Tanggal 9 Maret 2016 adalah hari libur nasional bertepatan Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu juga sekaligus hari di mana gerhana matahari terjadi. Hari Rabu kemarin masyarakat disibukkan oleh wisata gerhana yang berlangsung mulai dari Pukul 06.30 – 08.00 pagi hari. Persatuan Insinyur Indonesia dan Pengurus Ikatan Alumni Teknik Unhas (IKATEK-UH) justru disibukkan oleh kegiatan Program Pembinaan Profesi Insinyur (PPPI) yang berlangsung dari Pukul 08.00 – 17.30 di Gedung 2 BPPT Jl. MH Thamrin.

1-Pembukaan

PPPI ini adalah hasil kerjasama kedua institusi sebagai hasil dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani tahun lalu di Makassar. “Kegiatan PPPI ini adalah salah satu prasyarat untuk mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional akan terus diselenggarakan oleh IKATEKUH dalam rangka mensertifikasi semua alumni Sarjana Teknik Unhas yang ada di Indonesia dan luar negeri sesuai dengan amanah UU No. 11 Tahun 2014” kata Ir. Haedar A. Karim, Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Unhas dalam sambutannya. Bahkan Beliau menyampaikan untuk inhouse PPPI juga akan dilakukan di perusahaan Beliau berada yang dijadwalkan akhir bulan depan. Beliau dalam sambutannya sambil bercanda “Dengan UU yang ada saat ini, saya pun belum tahu apakah saya ini kategori insinyur senior atau senior insinyur, saya berharap ke depan semua level manager, general manager dan direktur perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan minimum tersertifikasi Insinyur Profesional Madya”.

2-HAK

Sambutan kedua sekaligus membuka acara PPPI oleh Bapak Ir. Rudianto Handojo – Direktur Eksekutif PII dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus IKATEK-UH sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik dan diharapkan akan terus bergulir dalam rangka mensertifikasi alumni Teknik Universitas Hasanuddin.

Kegiatan yang dihadiri oleh total 37 peserta ini didominasi oleh alumni Unhas dan lebih dari 50% adalah alumni Sarjana Perkapalan. Hadir dalam PPPI adalah Bapak Ir. Muhammad Fitri, Direktur Operasi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan yang juga adalah Ketua Umum Ikatan Sarjana Perkapalan Unhas (ISP-Unhas). Beliau pada satu sesi menyampaikan bahwa saat ini belum ada Badan Kejuruan atau Badan Kejuruan Teknologi di PII yang khusus mengelola sertifikasi teknik Perkapalan. PII saat ini memiliki BK Teknik Kelautan yang sebenarnya apabila dilihat dari spesialisasi keilmuan, Teknik Perkapalan adalah disiplin ilmu yang spesifik untuk desain dan konstruksi perkapalan.

4-Habibie Razak

Instruktur yang hadir pada workshop kali ini antara lain Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Eng. membawakan materi Profil Organisasi PII, Etika Profesi dan Advokasi Insinyur oleh Ir. Sapri Pamulu, PhD, pengenalan sertifikasi Insinyur Profesional oleh Bapak Tjipto Kusumo dan panduan pengisian FAIP oleh Bapak Ir. Rudi Purwondho, IPM dan Bapak Ir. Ngadiyanto, IPM.

Workshop ditutup oleh perwakilan PII Pusat, Bapak Ir. Ngadiyanto setelah sebelumnya Bapak Ir. Muhammad Fitri mewakili Panitia Pelaksana mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia atas sumbangsihnya pada kegiatan Program Pembinaan Profesi Insinyur kali ini. Kegiatan yang sejenis akan diadakan lagi di Balikpapan pada Tanggal 20 Maret 2016 oleh IKATEK-UH Korwil Kalimantan dan Tanggal 16 April 2016 oleh IKATEK-UH Korwil Jaban-Jabar dan ISP-UH. Pengucapan Sapta Dharma Catur Karsa dipandu oleh Bapak Dr. Ir. Rusman Muhammad, MT Ketua PII Cabang Makassar yang juga sempat hadir pada kegiatan kali ini.

 

5-Sapri Pamulu

Reportase oleh: Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Engineer – Sekretaris Bidang Distribusi Gas Persatuan Insinyur Indonesia Pusat

9-Foto Bersama

 

6-Rusman Muhammad8-Pitto Menutup

Diundang Himpunan Mahasiswa Sipil Sesi Kedua Effective Career Planning dan Memenuhi Undangan PPDA Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Hasanuddin

Awal bulan Pebruari 2014 tepatnya Tanggal 1 Pebruari saya kembali diundang menjadi pembicara pada Kuliah Tamu Himpunan Mahasiswa Sipil sesi kedua “Effective Career Planning; Focus Group Discussion & Behavioral Event Interview”.  Pengurus Himpunan Mahasiswa Sipil  yang diwakili Ketua Umumnya Muhammad Asrul Ansar meyakini sesi kedua yang terdiri dari pendalaman tentang materi Focus Group Discussion (FGD) dan Behavioral Event Interview (BEI) adalah sangat perlu diketahui dan mulai dipraktekkan jauh hari sebelum mereka melalui proses seleksi menjadi karyawan di perusahaan industri pertambangan, minyak dan gas nantinya.

Spanduk Kuliah Umum

Tujuan dari sesi kedua ini saya kutip dari power point slides antara lain: 

—Industry requirements on candidate of employees to enter as professionals – Implementation of Engineers Required Competency Dictionary
—Practice effective Focus Group Discussion (FGD)
—Practice effective Behavioral Event Interview (BEI)
 
Literatur yang membahas tentang FGD dan BEI mendifinisikan bahwa Focus Group Discussion (FGD) adalah an in depth field method that brings together a small homogeneous group (usually six to twelve persons) to discuss topic(s). The purpose of this discussion is to use the social dynamics of the group, with the help of a moderator/ facilitator, to stimulate participants to reveal underlying opinions, attitudes, and reasons for their behaviors.  In short, a well facilitated group can be helpful in finding out the “hows” and “whys” of human behavior. Sedangkan Behavioral Event Interview (BEI) didefinisikan sebagai one of interview model with the objective: the Interviewer gather factual information about actual behavior from the past experiences. Philosophy: past behaviors predict future behaviors. Nah, kedua jenis ujian atau tes ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing setelah proses ujian teknis tertulis (technical test) dan psychology test. Kedua jenis tes ini tidak kalah pentingnya di dalam menentukan apakah calon karyawan(i) bisa lulus dalam seleksi rekrutmen pada suatu posisi atau jabatan.
 
Penerimaan Plakat
 
Menurut pembicara, penilaian utama dari Focus Group Discussion (FGD) ini adalah peserta FGD sangat memahami topik permasalahan yang diangkat dan proaktif di dalam memberikan kontribusi pemikiran dengan cara mengemukakan pendapat dengan elegan dan memberikan solusi sesuai dengan metode penyelesaian masalah (problem solving) dan tidak pernah menentang atau menyalahkan pendapat orang lain. Peserta juga diharapkan membagi pengalaman, concerns, perasaan, opini dan harapan-harapan yang spesifik pada issue yang berkembang yang relevan dengan topik permasalahan yang dibahas di FGD. Diupayakan peserta tidak bereaksi  secara langsung terhadap opini peserta lainnya tanpa terlebih dahulu mengevaluasi lebih dalam tentang apa yang disampaikan. 
 
   
Behavioral Event Interview (BEI) berdasarkan pada STAR questions yang tidak lain adalah Situation, Tasking, Action dan Result. Interviewee diharapkan memaparkan pengalaman-pengalaman yang telah dilaluinya dengan menggunakan metode ini dan interviewer tetap mengarahkan proses diskusi dan mencatat score setiap kompetensi yang disyaratkan. Adapun kompetensi-kompetensi yang disyaratkan terdiri dari 2 garis besar yakni technical competency dan behavioral competency.  Untuk perekrutan posisi engineer, technical competency yang disyaratkan antara lain mencakup project management, process improvement and cost reduction, time management, presentation skills, technical specialization, report writing dan english.  Behavioral competency mencakup achievement motivation, impact and ifluence, teamwork and cooperation, innovative thinking, problem solving and commitment to continuous learning.
 
Sertifikat
 
Peserta kuliah umum ini dihadiri sekitar 25 orang mahasiswa (i) dari beberapa jurusan di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin berlangsung dari Pukul 13.30 sampai dengan Pukul 17.00 waktu Makassar. Mahasiswa sangat intens di dalam mengikuti sesi ini dan mereka berharap bisa segera mempelajari lebih dalam tentang materi focus group discussion dan behavioral event interview (BEI) demi persiapan masa depan mereka kelak.
 
Di hari yang sama tepatnya Pukul 19.30 Saya juga diundang ke acara Program Pengembangan Diri Paket A (PPD-A) Himpunan Mahasiswa Elektro (HME-FTUH) dan membawakan materi tentang Konsep Mahasiswa Ideal dan Effective Career Planning. Peserta PPD-A adalah mahasiswa dan mahasiswi Elektro Angkatan 2012 yang setidaknya berjumlah 150 orang.
 
Pembicara dalam pemaparannya mengharapkan mahasiswa menjalankan fungsi dan peranannya sebagai antara lain: 

1) Direct of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan secara langsung, frontal dan revolusioner.
2) Agent of Change, mahasiswa adalah agen perubahan, mempioneeri perubahan menuju ke arah yang lebih baik.
3) Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa tidak akan pernah habis karena mahasiswa adalah penerus generasi sekarang dan masa akan datang.
4) Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang bermoral dan beretika.

5) Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial termasuk menjadi pengontrol kehidupan sosial kemasyarakatan

 
Di samping sebagai intelektual muda yang meraih ilmu pengetahuan di bangku perkuliahan mahasiswa juga diharapkan bisa membagi waktu untuk mengikuti program pengembangan diri di lembaga kemahasiswaan karena melalui lembaga kemahasiswaan mahasiswa bisa meningkatkan kompetensi perilaku (behavioral competency) atau biasa juga disebut sebagai soft skills. Pembicara berharap mahasiswa sebagai calon Sarjana Teknik ketika menjadi alumni kelak lebih memilih untuk menapaki profesi keinsinyuran karena negeri ini masih butuh sumber daya Insinyur untuk membangun Indonesia yang dituangkan dalam kerangka Masterplan Perencanaan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Foto bareng
 
 
Bravo mahasiswa Indonesia dan sampai bertemu lagi di sesi kuliah tamu selanjutnya.