Workshop LNG Fundamentals and Supply Chain bersama Para Profesional Gas Indonesia

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi Insinyur (Diklat Profesi) kembali menggelar workshop LNG fundamentals dan Supply Chain yang diikuti oleh 25 profesional / praktisi LNG & Gas Indonesia selama 3 hari (25 – 27 September 2019) di Jakarta. Workshop sejenis adalah kali kedua diadakan menghadirkan peserta dari Perusahaan Gas Negara (PGN) yang juga merupakan sesi penyegaran yang diprogramkan sekali dalam setahun. “Workshop sejenis pernah kita lakukan 3 tahun lalu di Cirebon menghadirkan peserta dari PGASOL salah satu perusahaan anak dari PGN” ungkap Habibie Razak.

Ir. Habibie Razak, Instruktur LNG & Gas Persatuan Insinyur Indonesia mempresentasikan beberapa modul di hari pertama antara lain: Introduction to LNG Fundamentals and Technologies terdiri dari LNG Pretest hari pertama, Basic LNG antara lain rantai pasok, Evolusi, dan pasar LNG , concept map, Properti LNG vs. bahan bakar lain. LNG Standar rules, antara lain safety concerns and environment. Liquefaction Process terdiri dari Typical Process, gas treating, refrigeration and liquefaction, Pergerakan LNG ke storage dan ke tanker. LNG Shipping terdiri dari shipping technology, boil off aspect. Pertanyaan & Jawaban (Diskusi) selama hari pertama berjalan interaktif antara instruktur dan peserta.

Modul hari kedua tentang LNG Technology and Application antara lain Regasification Terminal terdiri dari Loading and unloading, Storage of LNG, Vaporization, Cold utilization. LNG onshore storage terdiri dari Insulation and boil off, Peak-shaving and Liquefiers. Floating LNG plant, development aspects. Economic cost of LNG value chain terdiri dari Gas production cost, Liquefaction cost breakdown, Shipping cost breakdown, & Regasification cost components dan Questions & Answers (Discussion). Hari kedua juga dilakukan ujian tertulis sebagai hasil workshop di hari kedua.

Modul-modul di hari ketiga berbicara tentang LNG Market and Its Commercial yang terdiri dari beberapa topik antara lain Pasar LNG; Struktur pasar dan struktur pasar tradisional LNG. kontrak & harga LNG; Struktur, ketentuan utama, klausul kontrak utama, formula penetapan harga LNG. Pengembangan dan pembiayaan proyek LNG terdiri dari feasibility study, project financing, Kemitraan Pemerintah Swasta (PPP). Prospek LNG terdiri dari aspek Geopolitik, integrasi rantai LNG, pembeli dan penjual baru, Tanya Jawab (Diskusi) dan Ujian Hari ketiga.

Lokakarya ini terselenggara berkat kerjasama antara Komite Diklat Profesi dan Bapel PKB PII dan Perusahaan Gas Negara Divisi Project Management Office (PMO). Apa yang dibahas di workshop ini diharapkan menjadi bahan pengetahuan tambahan buat para peserta untuk bisa lebih memahami bisnis LNG dimulai dari aspek teknis, keekonomian, pemasaran dan perdagangan, rantai pasok hingga pada penguasaan jenis-jenis perdagangan jual beli LNG (LNG contract sales and purchase).

Rekomendasi Implementasi Program Hilirisasi melalui Proses Gasifikasi Batubara

White Paper

Rekomendasi Implementasi Program Hilirisasi melalui Proses Gasifikasi Batubara

Disiapkan oleh: Ir. Habibie Razak – Pokja Dewan Pakar PERHAPI 2019 – 2021*

Latar Belakang

Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia bersaing dengan Australia. Batubara melimpah tersebar di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Cadangan batubara Indonesia adalah 37 milyar ton (2018; Kementerian ESDM). Sedangkan total sumber daya batubara Indonesia sekitar 166 milyar ton dan sekitar 50% dari total adalah batubara berkalori rendah.

Batubara yang diekspor digunakan untuk memproduksi baja dan sebagai bahan bakar Pembangkit listrik yang merupakan batubara kalori tinggi dan menengah. Nilai kalori (CV) lebih dari 4500 kcal/kg dan kadar air kurang dari 30%. Tipe batubara lainnya disebut batubara kalori rendah yang dikenal dengan nama lignite. Sejak batubara kalori rendah ini tidak ekonomis untuk diekspor dikarenakan kalorinya rendah dan kadar air yang tinggi, hal ini bisa menjadi masukan buat Pemerintah bagaimana memanfaatkan lignite ini untuk kebutuhan energi dan petrokimia di dalam negeri. Solusi terhadap batubara kalori rendah ini adalah dengan gasifikasi batubara.   

Gasifikasi adalah proses di mana bahan bakar karbon mentah dioksidasi untuk menghasilkan produk bahan bakar gas lainnya (other gaseous combustible products). Produk Utama gasifikasi adalah gas sintesis atau syngas, yang komponen utamanya terdiri dari gas karbon monoksida (CO), hidrogen, karbon dioksida (CO2) dan nitrogen. Teknologi gasifikasi batubara dibagi ke dalam tiga besar, fixed bed, fluidized bed, dan entrained flow. Tipe Entrained flow terdiri dua, slurry feed and dry feed.

Teknologi gasifikasi batubara yang menghasilkan syngas tadi kemudian bisa dikonversi selanjutnya menjadi produk hilir (downstream products) seperti methanol, DME, Pupuk, Polypropylene dan berbagai produk bernilai tinggi lainnya.  

Gasifikasi Batubara di Tiongkok

Batubara digunakan dalam tiga cara di Tiongkok, pembakaran langsung (melalui pembangkit listrik tenaga batu bara dan boiler industri), kokas, dan gasifikasi. Di antara ketiga metode ini, gasifikasi batubara adalah pilihan terbersih, dan paling kompleks. Gasifikasi batubara menyumbang 5% dari total konsumsi batubara Tiongkok; merupakan teknologi utama dalam konversi batubara yang efisien dan bersih, dan penting dalam pengembangan bahan kimia massal berbasis batubara (pupuk kimia, metanol, olefin, aromatik, etilena glikol, dll.), bahan bakar sintesis (synfuels) bersih berbasis batubara (minyak, gas alam), pembangkit listrik canggih integrated gasification combined cycle (IGCC), sistem poligenerasi, produksi hydrogen, fuel cells, direct reduction iron making, dan industri proses lainnya.

Gasifikasi batubara menjadi pondasi utama bagi industri kimia batubara modern, dan digunakan untuk oil refinery, pembangkit listrik dan industri metalurgi.

Penelitian dan pengembangan teknologi gasifikasi batubara Tiongkok dimulai pada akhir 1950-an. Dukungan pemerintah telah menghasilkan banyak perkembangan baru selama 30 tahun terakhir, termasuk:

Teknologi gasifikasi Coal Water Slurry dan pembangunan pilot plant di Northwest Research Institute of Chemical Industry;

Proyek teknologi kunci IGCC – Integrated Gasification Combined Cycle (termasuk pemurnian suhu tinggi);

Proyek Pirolisis, Gasifikasi, dan Pemurnian Suhu Tinggi dari Batu Bara diselesaikan pada tahun 1999;

Proyek Teknologi Gasifikasi Batubara Skala Besar dan Efisiensi Tinggi yang diselesaikan pada tahun 2009;

Proyek Gasifikasi Batubara Berskala Besar dan Efisiensi Tinggi dengan Bahan Baku Padat Lainnya (Other Carbonaceous Solid Raw Materials) yang diselesaikan pada tahun 2014.

Selama Rencana Lima Tahun ke-9 hingga ke-12, The East China University of Science and Technology melakukan beberapa proyek gasifikasi batubara. Universitas Tsinghua juga telah membentuk unit eksperimental untuk multi-stage oxygen fed entrained bed gasification. Universitas Tsinghua dan Industri Pupuk Shanxi Fengxi (Group) Ltd. bersama-sama mengembangkan Tsinghua Gasifier. Gasifier generasi pertama mengadopsi struktur batu bata tahan api (refractory brick structure) dan oxygen state-fed entrained bed gasification, dengan tujuh gasifier yang sedang atau akan memasuki operasi; gasifier generasi kedua mengadopsi struktur dinding membran yang mengurangi biaya operasi dan memperluas kemampuan beradaptasi batubara.

Saat ini setidaknya hingga 2018, 28 gasifier sedang dalam konstruksi dan 7 gasifier sudah beroperasi di Tiongkok (Sumber: worldcoal.org).

Penelitian dan pengembangan Tiongkok atas teknologi gasifikasi entrained-bed, serta demonstrasi teknik, operasi jangka panjang dan efisien, dan proyek-proyek berskala besar lebih lanjut, sangat mendukung pengembangan industri kimia batubara modern. Tiongkok memiliki slurry gasifier batubara terbesar di dunia, dan teknologi gasifikasi batubara diakui secara internasional. Pembangunan pabrik large-coal water slurry gasifier dengan kapasitas harian 3000 ton batubara merupakan awal dari demonstrasi besar-besaran teknologi gasifikasi batubara. Penelitian masa lalu, sekarang, dan masa depan telah meningkatkan, dan terus meningkatkan, aplikasi industri teknologi gasifikasi batubara di Tiongkok.

Peluang Investasi Gasifikasi Batubara di Indonesia

Untuk bisa mewujudkan investasi gasiifikasi batubara menjadi feasible dikembangkan di Indonesia setidaknya ada tiga aspek utama yang mesti dievaluasi antara lain:

  • Aspek engineering dan teknologi. Teknologi gasifikasi sudah banyak dikembangkan di dunia dan banyak negara maju yang membangun pabrik-pabrik gasifikasi batubara untuk menghasilkan berbagai ragam produk untuk kebutuhan energi dan petrokimia di dalam negerinya dan menumbuhkan industri-industri hilir dengan memanfaatkan batubara kalori rendah ini. Teknologi gasifikasi sudah terbukti secara komersial di dunia.  
  • Aspek sosial dan Lingkungan. Pabrik gasifikasi batubara dan teknologinya dapat didesain untuk memenuhi hukum dan regulasi lingkungan di setiap negara seperti ambang batas emisi, batas buangan hidrokarbon (hydrocarbon effluent limits), dan sebagainya. Dengan membangun fasilitas gasifikasi batubara di Indonesia kita bisa men-drive pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar kesejahteraan masyarakat di daerah atau wilayah dimana industri ini dibangun. Kita bisa memberikan nilai tambah pada pembangunan nasional dengan mempekerjakan masyarakat sekitarnya termasuk para professional dan para Insinyur Indonesia untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas ini. Kita bisa mendapatkan lebih banyak royalti maupun pajak dibandingkan dengan hanya mengekspor komoditas batubara ke luar negeri.
  • Aspek keekonomian. Investasi kapital (CAPEX), Biaya pengoperasian (OPEX) dan return on investment (ROI) seperti perhitungan NPV dan IRR seharusnya bisa menjustifikasi bahwa investasi ini layak secara ekonomi dan dapat direalisasikan. Saat ini, batubara kalori rendah di kisaran USD 40 – 50/Metric Ton atau harga kurang dari USD 2.0/MMBTU. Harga batubara dianggap lebih stabil dari waktu ke waktu dibandingkan harga minyak dan gas alam. Harga minyak mentah bisa naik hingga di kisaran hingga USD 80 per barrel atau lebih dan harga gas alam di kisaran USD 8 – 12/MMBTU. Kenyataannya, harga synthetic gas (syngas) and synthetic natural gas (SNG) di kisaran USD 5-6/MMBTU dengan asumsi fasilitas gasifikasi batubara untuk menghasilkan SNG dekat dengan lokasi tambang atau mulut tambang (mine-mouth). Perhitungan keekonomian telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa ini sangat menjanjikan untuk direalisasikan. 

Pemerintah Indonesia diharapkan mengkaji beberapa hal terkait program hilirisasi gasifikasi batubara ini melalui pengumpulan data dan Informasi yang sangat faktual antara lain:

  • Batubara kompetitif di dalam menghasilkan ethanol sampai pada produk E10 gasoline untuk mensubsidi bahan bakar premium dan sejenisnya. Sebagai informasi bahwa subsidi bahan bakar kendaraan untuk Tahun 2019 setidaknya di kisaran 18 Trilyun (sumber: Kementerian ESDM).
  • Batubara kompetitif menghasilkan methanol, polypropylene dan olefin.
  • Batubara telah menjadi feasible untuk menghasilkan synthesis natural gas (SNG) sebagai upaya menggantikan gas alam.
  • Bahan baku batubara juga menjadi sangat kompetitif di dalam memproduksi ammonia-urea dengan kondisi harga gas alam yang relatif tinggi dan juga kelangkaan gas alam sebagai dampak aktifitas eksplorasi migas di hulu yang kian menurun. 
  • Bahan baku batubara menghasilkan Dimethyl Ether (DME) untuk mensubtitusi LPG. Subsidi LPG untuk Tahun 2019 setidaknya 70 Trilyun untuk kebutuhan rumah tangga dan industri (sumber: Kementerian ESDM).

Gambar 1 Produk Hilirisasi dengan Proses Gasifikasi Batubara

Gambar 2- Produk Hilirisasi dengan Produk yang Lebih Bernilai Tinggi melalui Proses Gasifikasi Batubara

Sebagai tambahan, ada beberapa sumbang saran atau pun usulan dalam rangka mengembangkan gasifikasi batubara di Indonesia antara lain:

  • Investasi teknologi dan pembangunan pabrik gasifikasi batubara menjadi produk bernilai tinggi hanya akan bisa dan layak dilakukan secara ekonomi apabila dibangun untuk pabrik skala menengah dan besar. Mengundang investor luar negeri (foreign direct investment – FDI) menjadi suatu keniscayaan untuk membangun industri gasifikasi batubara ini. Nilai investasi setidaknya di atas Rp. 10 Trilyun untuk bisa memenuhi keekonomiannya.
  • Insentif dari Pemerintah harus tersedia untuk mendukung investasi ini antara lain: tax exemption, tax holiday, dan insentif lainnya.
  • Membangun infrastruktur pendukung seperti Infrastruktur pipeline, jalan, rel kereta dan pelabuhan yang memadai untuk mendistribusikan produk-produk yang dihasilkan dari proses gasifikasi batubara. 
  • Mengembangkan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) untuk wilayah atau daerah yang memiliki cadangan batubara kalori rendah di Indonesia sehingga bisa mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah.
  • Pengembangan industri gasifikasi batubara harus bisa mensinergikan peran strategis antara Akademisi, Swasta, Pemerintah dan Komunitas Profesional Keinsinyuran, Sains dan Teknologi.

*Riwayat Profesional Penulis:

  • Project Manager Studi Kelayakan Gasifikasi Batubara menjadi Ammonia & Urea, 2014 – 2015
  • Project Manager Studi Kelayakan Gasifikasi Batubara menjadi Urea, Methanol, DME dan Polypropylene (OSBL & Infrastruktur), 2017 – 2019
  • Business Development Manager Pengembangan Proyek Gasifikasi Batubara di salah satu perusahaan Engineering & EPC terkemuka di dunia, 2012 – 2016
  • Technical Paper Contributor terkait pengembangan bisnis gasifikasi batubara di Indonesia, 2012 – Sekarang
  • Bagian dari Tim Pengembangan Usaha salah satu perusahaan penghasil batubara terkemuka di Indonesia untuk melakukan kunjungan teknis ke beberapa Pabrik Gasifikasi Batubara di Tiongkok, 2014 – 2015
  • Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), 2016 – Sekarang.

Panitia Reuni Nasional dan HBH Alumni Teknik Unhas Segera Launching Official Logo EMU 2020

Panitia penyelenggara Reuni Nasional dan HBH 2020 Ikatan Alumni Teknik Unhas yang dimotori oleh Ketua panitia Sri Asri Wulandari kembali memimpin tim kecil penyiapan rangkaian kegiatan tahunan ini yang kali ini diberi nama Engineers Meet-up (EMU 2020). Rapat koordinasi tim kecil yang diadakan di Resto Dalleta Bellagio Boutique Mall Mega Kuningan dihadiri oleh Sapri Pamulu Perwakilan Pimpinan Pusat IKA Unhas, Muchlis Yusuf, Ichsan Muchsin, Habibie Razak, Muhyiddin, Maulana Ahsar dan Ashar yang merupakan panitia penyelenggara EMU 2020 ini. Rapat ini juga dihadiri oleh Harris Hodi Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Unhas (IKATSI).

Sri Asri menyampaikan “Hari Jumat Tanggal 6 September 2019, mulai Pukul 16.00 hingga 18.00 di kantor senior kami Ir. Ben Usagani PT SWI Jetty Nusantara di Jl RA Kartini TB Simatupang Jaksel kami akan melaunching official logo dan Press Release kegiatan Engineers Meet-up 2020 olehnya itu kami akan mengundang tamu undangan seperti pers dan beberapa senior alumni Teknik Unhas untuk menghadiri event ini”

Lanjut Sri “Di akhir bulan September kami juga akan menyelenggarakan Seminar Infrastruktur I dengan tema Strategi Pelaksanaan Infrastruktur Ibu Kota Baru di Era Industri 4.0 di Makassar mengundang para pelaku infrastruktur dimulai dari pihak investor, konsultan, kontraktor dan profesional di bidang konstruksi untuk menghadiri acara seminar sehari ini”. Habibie Razak yang ditunjuk sebagai Koordinator Seminar I ini menargetkan setidaknya 200 peserta seminar yang akan hadir dan mengundang pembicara dari unsur kementerian PUPR, Bappenas, BUMN dan pihak swasta.

“Selain seminar dan launching official logo EMU 2020 juga akan diselenggarakan turnamen golf pada bulan Oktober nanti diikuti IKATEK Peduli di awal tahun 2020 dan beberapa rangkaian Pra-HBH lainnya” Sri Asri menambahkan. Sedangkan Muchlis Yusuf sebagai pengarah kegiatan EMU 2020 kali ini mengundang para alumni teknik Unhas untuk berkontribusi pada kegiatan ini berupa pemikiran atau ide kreatif, tenaga dan materi untuk mensukseskan kegiatan ini. Sapri Pamulu berkeyakinan bahwa output dari kegiatan ini bukan hanya untuk memperkaya keilmuan kita terkait infrastruktur dan keinsinyuran tapi rangkaian HBH atau yang dikenal sebagai EMU 2020 ini akan lebih mempererat keakraban dan jejaring alumni Teknik Unhas yang pada Tanggal 27 Mei 2020 nanti akan dihadiri setidaknya 2000 alumni.

Sesi EPC Contract and Project Management Bersama Para Profesional Sektor Energi

EMLI Training kembali mengundang Ir. Habibie Razak untuk mengisi sesi sehari EPC Contract and Project Management yang diselenggarakan hari ini di Hotel JS Luwansa, Kuningan. Peserta yang dihadiri 12 profesional yang bekerja di sektor energi dan industri yang bekerja sebagai contract engineer, legal officer, project manager, contract, senior engineer dan procurement analyst.

Materi tidak banyak yang berubah dari sesi sesi sebelumnya, masih seputar project management responsibilities (modul-1), contract (modul-2) dan proposal development process (modul-3) yang dibahas mulai dari Jam 08.00 hingga jam makan siang. Sesi sore hari berisikan modul-4 Tax and Insurance dan modul-5 Procurement Process in EPC Project. Beberapa point of discussions terkait procurement antara lain: waiver of lien form yang mesti dilampirkan sebagai bagian dari PO atau kontrak yang dikeluarkan oleh EPC Contractor kepada subcontractor/supplier/vendor untuk memberikan assurance bahwa subkon yang bertanda tangan pada waiver of lien tadi akan menyelesaikan kewajibannya kepada sub-supplier/sub-vendornya setelah mendapatkan pembayaran dari hasil invoicing ke EPC contractornya.

Isu kedua yang cukup menarik adalah klausa waiver of subrogation harus dicantumkan di dalam kontrak antara EPC Contractor dan Project Owner in any case pihak asuransi bisa saja meminta ganti rugi kepada pihak EPC Contractor sebagai hasil dari klaim pihak owner kepada pihak asuransi akibat suatu kejadian. Peserta training yang hadir pada sesi kali ini berasal dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Pertamina Hulu Mahakam, Archetype, Supreme Energy dan Genting Oil.

PII Gelar Press Conference Rilis Pertemuan Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara di Bulan September ini

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Press Conference pagi tadi di Fairmont Hotel dengan mengundang media nasional dalam rangka merilis Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara yang ke-37 atau the 37th of Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37) yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 – 13 September 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Dr. Ir. Heru Dewanto – Ketua Umum PII dan sekaligus Ketua ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) mengangkat tema konferensi kali ini “Engineers as the Beacon of Sustainable Development” dan dengan tagline “Bangga Bangun Indonesia”. Dr. Heru yang tampil di depan media dan para Insinyur Indonesia serta tamu undangan yang hadir menyampaikan agenda dari CAFEO37 ini yang terdiri dari konferensi yang dihadiri oleh 10 Insinyur di negara ASEAN, country report tiap negara dan juga rencananya akan ada penyerahan penghargaan Distinguished Honorary Patron kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo yang dianggap memberikan kontribusi besar dan pencapaian terhadap pengembangan infrastruktur di Indonesia dan pengembangan profesi keinsinyuran di kawasan Asia Tenggara.

“CAFEO37 ini akan membahas beberapa sektor atau bidang keinsinyuran antara lain: transportation and logistics, information and telecommunication, education and capacity building serta power, energy and renewable” lanjut Ir. Heru. Dalam paparannya, Dr. Heru juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah terkait ease of doing business index Indonesia meningkat dari  114 di Tahun 2015 menjadi peringkat 73 di tahun 2019 begitu pun global infrastructure index Indonesia juga meningkat cukup signifikan dari peringkat 62 di tahun 2015 menjadi peringkat 52 di tahun 2018.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di masa kepengurusan Ir. Heru Dewanto menitikberatkan pada 4 program besar antara lain: pembuatan database Insinyur Pertama di Indonesia, program studi terakreditasi internasional, lulusan vokasi bisa menjadi Insinyur dan yang terakhir Insinyur Indonesia menuju panggung dunia. Untuk mencapai Program Studi Keteknikan mendapatkan akreditasi internasional, PII membentuk Indonesian Accreditation Boards of Engineering Education (IABEE) yang saat ini sudah menjadi professional member dari Washington Accord. Dengan adanya kesetaraan akreditasi Pendidikan tinggi Teknik, Insinyur Indonesia akan menuju panggung dunia, bersaing dan mendapatkan kesetaraan dengan Insinyur-insinyur dari negara maju.

Hadir unsur Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia antara lain: Ir. Faizal Safa Direktur Eksekutif mendampingi Ketua Umum PII Pusat selama press conference berlangsung, Ir. Teguh Haryono – Sekretaris Jenderal PII Pusat, Ir. Rudianto Handojo dan Ir. Handoko perwakilan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI), Ir. Bambang Goeritno Ketua Badan Kejuruan Sipil PII, Habibie Razak Komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi PII Pusat dan beberapa pengurus pusat lainnya. CAFEO37 ini juga bersamaan dengan the Electric & Power Indonesia yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia Trade Event dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

HBH dan Reuni Nasional Alumni Teknik Unhas Ditetapkan Tanggal 27 Mei 2020

Rapat koordinasi Halal biHalal dan Reuni Nasional 2020 Alumni Teknik Universitas Hasanuddin dipimpin langsung oleh Ketua Penyelenggara Sri Asri Wulandari di Cilandak Town Square kemarin malam mengundang para panitia wilayah Jabodetabek untuk menyusun rencana kerja kegiatan akbar ini. Rapat kecil dihadiri oleh kawan-kawan alumni Teknik Sipil Unhas yang mendapatkan giliran menjadi Panitia Penyelenggara di tahun 2020.

Sapri Pamulu Wakil Sekretaris IKA Unhas Pusat menyampaikan “kini tiba giliran Ikatan Alumni Teknik Sipil Unhas (IKATSI-UH) sebagai panitia untuk HBH 2020 setelah tahun sebelumnya diselenggarakan berturut-turut oleh Ikatan Sarjana Perkapalan (ISP) tahun 2019, Ikatan Alumni Teknik Mesin tahun 2018, Ikatan Alumni Teknik Geologi tahun 2017, Ikatan Alumni Teknik Elektro (IATEL) tahun 2016 dan Ikatan Alumni Teknik Arsitektur untuk HBH tahun 2015”. Sementara itu Muchlis Yusuf atau kak Dodo sapaannya melanjutkan “harapannya, kegiatan HBH ini tidak kalah meriahnya dengan HBH tahun-tahun sebelumnya dan dibutuhkan ide-ide segar kreatif untuk membuat acara lebih hidup dalam suasana silaturahmi alumni sekaligus tempat untuk membangun dan meningkatkan jejaring alumni Teknik Unhas”.

Ketua penyelenggara, Sri Asri Wulandari menyampaikan bahwa kegiatan Reuni Nasional dan HBH 2020 ini akan menghadirkan kegiatan Pra-HBH yang terdiri dari Golf Tournament di bulan Oktober ini, serial Focus Group Discussion (FGD) terkait kewirausahaan dan infrastruktur yang akan diadakan mulai bulan November ini hingga awal tahun depan, Seminar Nasional Peluang Bisnis Investasi Infrastruktur dan beberapa event lainnya. “Kami juga akan segera melaunching Merhandise HBH Alumni Teknik Unhas 2020 bulan depan dan targetnya dengan merchandise ini akan membantu di dalam mengsosialisasikan kegiatan HBH 2020 sebagai salah satu langkah untuk mengundang kawan-kawan alumni menghadiri rangkaian acara pra-HBH dan malam HBH di tanggal 27 Mei 2020 mendatang” lanjut kaka Sri Asri.

HBH Nasional dan Reuni Akbar Alumni Teknik Unhas 2020 memasukkan beberapa nama dalam kepanitiaan antara lain: M. Ichsan Muchsin, Stanley, Dani Wisnu, Surahmah Ibrahim, Yasser dan Habibie Razak yang berdomisili di area Jabodetabek.

Menjelang KLB, PII Sosialisasi Draft AD ART kepada Para Pengurusnya, 08 Agustus 2019

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat kembali mengundang para pengurusnya yang terdiri dari kepengurusan badan kejuruan, majelis kehormatan etik dan majelis standard keinsinyuran serta perwakilan pengurus pusat dalam rangka sosialisasi draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun sejak 5 bulan lalu untuk disesuaikan dengan UU No.11/2014 dan juga Peraturan Pemerintah (PP) No. 25/2019 yang baru dikeluarkan beberapa bulan lalu.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Ketua Tim penyusun ADART PII Ir. Purba Robert Sianipar, Ph.D., IPU dan menghadirkan narasumber Ir. Ahmad Bukhari Saleh. Ir. Robert memaparkan beberapa point-point penting terkait perubahan ADART yang baru untuk disahkan di Kongres Luar Biasa (KLB) di bulan September 2019 ini. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain perubahan usulan nama Majelis Layanan Insinyur (MLI) menjadi Majelis Standard Keinsinyuran (MSK) pada struktur kepengurusan PII Pusat, PII bisa membentuk Badan Hukum Milik Organisasi (BHMO) yang bisa lebih mandiri di dalam menjalankan fungsi pembinaan keinsinyuran terkait pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB) seperti kegiatan pelatihan, kursus dan sebagainya.

Ir. Joni, sapaan Ir. Bukhari Saleh sedikit melakukan flash back tentang sejarah PII sejak dibentuknya di tahun 1952 yang hanya sebagai paguyuban insinyur, perjuangan PII untuk bisa menggolkan UU keinsinyuran selama 25 tahun terakhir hingga saat ini, PII adalah organisasi non pemerintah yang diberi mandat oleh UU untuk menjalankan pembinaan keinsinyuran di Indonesia. “Diterbitkannya UU keinsinyuran ini adalah inisiatif dari beberapa anggota DPR kita seperti Ir. Pramono Anung, Ir. Rully Chairul Azwar dan Ir. Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian saat ini” lanjut Joni menjelaskan.

Ir. Robert Purba menyampaikan bahwa sesuai UU No.11/2014, bidang dan cakupan keinsinyuran itu meluas ada pada kementerian teknis terkait dimulai dari kementerian Ristek Dikti, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian dan lainnya. Standard keinsinyuran ditentukan oleh kementerian teknis terkait. Hadir pada rapat sosialisasi ini antara lain: Ir. Habibie Razak Badan Kejurusan Sipil (BKS PII), Ir. Ade Irfan dari Badan Kejuruan Mesin (BKM PII), Ir. Catur Hernanto dari Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI), Ir. Rudianto Handojo Majelis Kehormatan Etik (MKE), Ir. Tonny Hari Widiananto Ketua BK Kehutanan, Ir. Djoko Winarno Wakil Ketua BK Elektro dan perwakilan badan kejuruan lainnya.

Pelantikan dan Rapat Kerja IKA Unhas Jobodetabek Periode 2019-2023, 3 Agustus 2019

Pengurus IKA Unhas Kordinator Wilayah Jabodetabek Periode 2019-2023 sukses menggelar pelantikan dan rapat kerja di Hotel Neo+ Grand Savana, Sentul hari Sabtu ini, 3 Agustus 2019. Sesi pelantikan dihadiri oleh Ketua Harian IKA Unhas Pusat Aswami Syam, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Drs. Syafruddin MSi dan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Prof. Arsunan Arsin. Hadir juga Prof. Idrus Paturusi sebagai perwakilan IKA Unhas Pusat dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Muhammad Ismak dalam laporannya menyampaikan bahwa keterlibatan alumni di dalam membesarkan almamaternya adalah sangat signifikan di dalam mendongkrak ranking universitas atau perguruan tingginya. Salah satu kegiatan yang melibatkan partisipasi dan kontribusi ikatan alumni di dalam membantu para alumni baru atau fresh graduate di dalam memulai karirnya akan menjadi salah satu program unggulan di periode ini. “Kita bisa menyelenggarakan Career Day sebagai upaya memperkenalkan dunia kerja kepada para alumni baru dan memfasilitasi rekrutmen perusahaan-perusahaan terkemuka masuk ke kampus termasuk kerjasama dengan headhunter dan seterusnya” lanjut Ismak yang juga berprofesi sebagai kurator di Jakarta.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Arsunan Arsin menyampaikan bahwa Unhas saat ini sudah memiliki lebih dari 141.000 alumni, telah membuka kelas internasional di mana proses belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris, dan juga membuka program penerimaan khusus mahasiswa baru bagi mantan Ketua OSIS dan banyak lagi program lainnya. Dalam waktu dekat Unhas akan memilih Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa tingkat Universitas yang sudah vacuum 16 tahun terakhir termasuk pemilihan Ketua Senat Mahasiswa Unhas yang baru.

Drs. Syafruddin dalam sambutannya memaparkan bahwa dirinya dan Rektor Unhas berkunjung ke University of Melbourne di Australian dan Victoria University of Wellington di Selandia Baru. Olehnya kerjasama ini merupakan titik awal untuk mendorong peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintahan yang mampu bersaing di kancah internasional. “Output dari kerjasama ini adalah Double Degree di bidang Public Adiministration” lanjut Syafruddin. Syafruddin selain sebagai Ketua MWA Unhas juga menteri PAN dan Reformasi Birokrasi berharap kehadiran Ikatan alumni memberikan motivasi dan spirit bagi para alumni untuk terus berkarya di segala bidang kehidupan.

Pada kesempatan ini, Ketua Harian IKA Unhas Pusat Asmawi Syam melantik setidaknya 30 pengurus baru IKA Unhas Jabodetabek untuk periode 2019-2023. Asmawi berpesan kepada para pengurus terpilih, selama bekerja pengurus yang baru berikan yang terbaik buat alumni dan almamater. Pada kesempatan ini Asmawi juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus sebelumnya di bawah kepemimpinan Ir. Andi Razak Wawo.

Sesi rapat kerja dimulai di siang hari dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua yang baru, Muhammad Ismak dan Awaluddin Cindeng memberikan kesempatan kepada para pengurus baru untuk memaparkan program kerjanya 4 tahun ke depan. Berikut sususan kepengurusan IKA Unhas Jabodetabek Periode 2019-2023, Ketua Muhammad Ismak bersama wakil-wakil ketua, Sekretaris Titien Suryani Syukur bersama wakil-wakil sekretaris, Bendahara Mila Warmani bersama wakil bendahara, Bidang Pengembangan Karir Mulyawan Samad (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Peningkatan Jaringan Alumni Puspa Amirullah (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Data dan Alumni Ahmad Suryadarma Kahar (Koord) bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Kajian dan Kelembagaan, Habibie Razak (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Pusat Komunikasi Amril Taufik Gobel bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Advokasi dan Kebijakan Nur Isnaeni bersama 6 lainnya, Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Moh, Suaib Mappasila (Koord) bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Sosial Budaya dan Keagamaan, Ilham Anwar Alazar (Koord) bersama 6 pengurus lainnya dan Bidang Pengabdian Alumni, Erma Irawati (Koord) bersama 6 lainnya.

Sedangkan posisi Direktur Eksekutif mengamanahkan Suharman Usman, Adminitrasi dan Kesekretariatan dikoordinir oleh Andi Achmad Jimar. Koordinator Operasional dan program kerja Acram Mappaona Azis. Surat Keputusan pengangkatan pengurus baru ditandatangani oleh Ketua Umum H.M. Jusuf Kalla dan Sekretaris Umum Husain Abdullah.

Hadir beberapa unsur pengurus IKA Unhas Pusat antara lain: Sapri Pamulu, Husain Abdullah. Perwakilan dari Gubernur Jawa Barat dan DKI Jakarta juga tampak hadir pada pelantikan dan rapat kerja ini. Laode Muhammad Syarif Komisioner KPK yang juga merupakan alumni Universitas Hasanuddin tampak menghadiri acara pelantikan pengurus baru kali ini.

Sesi Project Management Fundamentals Bersama Para Praktisi Keinsinyuran, 27 Juli 2019

Persatuan Insinyur Indonesia Pusat, Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (Bapel PKB PII) kembali menggelar sesi Project Management Fundamentals, hari Sabtu, 27 Juli 2019 di Ruang Pelatihan PII Pusat Jl Percetakan Negara Jakarta Pusat. Peserta kursus sehari ini dihadiri oleh 6 professionals dari berbagai subsektor antara lain building services engineering and consultancy, mining construction, waste-water and water supply engineering and installation dan power generation EPC.

Pakar Manajemen Proyek Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Eng. kembali ditugaskan mengisi kursus sehari ini dengan memaparkan setidaknya 6 modul antara lain: Project Management Responsibilities and EPC Introduction, Planning and Control, Staffing Plan, Quality, Safety, Project Risk Management and Construction Management. Tujuan dari dilaksanakannya kursus ini adalah untuk memperkenalkan konsep dan fundamental dari manajemen proyek sebagai modal awal dari para praktisi keinsinyuran untuk lebih memahami dan mengenal tanggung jawab dan peran manajemen proyek pada pelaksanaan suatu proyek.

Insinyur Indonesia menurut Ir. Habibie secara teknikal memiliki kemampuan yang tidak diragukan hanya saja terkadang aspek kepemimpinan dan komunikasi yang masih perlu dibenahi lagi untuk bisa menjadi project manager yang sukses sesuai dengan key performance indicator (KPI) yang diset oleh perusahaan. KPI dari project manager yang dimaksud antara lain: zero incident (safety performance), on budget, on schedule, and on quality. Proyek dikatakan sukses apabila Client atau Customer terpuaskan akan kinerja perusahaan konsultan atau kontraktor.

Perusahaan EPC yang sudah mature sistem manajemen proyeknya akan memberikan petunjuk dan arahan yang sangat jelas dan gamblang tentang bagaimana project manager mengelola proyek dan ketersediaan subject matter expert (SME) seperti project director atau senior project director bisa menjadi tempat bagi PM untuk berkonsultasi. “Saya berharap para Insinyur Indonesia bisa menekuni disiplin manajemen proyek ini, menjadi PM itu penuh tantangan bagaimana mengkombinasikan elemen kompetensi; knowledge, skills and attitudes untuk mendeliver proyek sesuai dengan ekspektasi perusahaan dan client. PM selain memiliki kemampuan bekerja sebagai individu juga harus mampu memimpin tim kerja proyek”.

Kursus manajemen proyek ini rutin diselenggarakan oleh Bapel PKB PII untuk memenuhi permintaan para praktisi keinsinyuran yang punya minat dan cita-cita menjadi project manager atau pun project director.

Knowledge Sharing LNG Fundamentals Bersama Professionals Power, Oil & Gas, 13 July 2019

Hari Sabtu, 13 Juli 2019, Badan Pelaksana Program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (Bapel PKB) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menyelenggarakan Kursus LNG Fundamentals yang dihadiri oleh 7 peserta yang juga merupakan anggota PII yang bergelut di sektor power, oil & gas. Dua di antara mereka adalah professional dari MAN Energy Solution merupakan gas engine provider yang aktif di dalam memasarkan teknologi dual fuel engine power plant yang saat ini banyak dibangun di Kawasan Indonesia Timur.

Kursus sehari ini dibawakan oleh Ir. Habibie Razak, MM., ASEAN Eng., ACPE – Komite Diklat Profesi dan PKB PII Pusat yang juga bergelut di sektor LNG, gas dan pembangkit listrik di Indonesia. Ir. Habibie dengan pengalaman internasional pernah mengerjakan beberapa proyek Onshore & Floating LNG Liquefaction Plant di China dan Amerika Serikat dalam kurun beberapa tahun terakhir. “Memang bisnis LNG domestik di Indonesia belumlah booming seperti yang terjadi di China dimana LNG dijual secara retail ke Industri, rumah tangga, untuk bahan bakar kendaraan seperti bis dan truck dan untuk pembangkit listrik dalam skala kecil. Mini LNG supply chain di sana mulai populer sejak awal tahun 2000-an” papar Ir. Habibie.

Materi kursus sehari ini berisikan tiga topik utama antara lain: LNG market, LNG technology, dan LNG Investment. LNG technology mengcover 3 aspek besar antara lain: LNG Liquefaction, LNG transportation dan LNG Receiving technology. Sesi kursus sehari ini juga membahas tentang proyek LNG Kawasan Timur Indonesia yang mulai diinisiasi oleh PLN sejak tahun 2014 lalu yang rencananya membangun puluhan small LNG Receiving Terminal untuk melayani kebutuhan LNG untuk pembangkit listrik dari pulau-pulau besar hingga ke pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Timur Indonesia. PLN sudah banyak membangun duel fuel (diesel-LNG) gas engine power plant namun hingga sekarang fasilitas pembangkit tadi masih beroperasi dengan diesel karena LNG receiving facility yang tidak kunjung dibangun.

Kursus LNG ini adalah salah satu dari materi kursus atau pelatihan yang rutin diselenggarakan oleh Komite Diklat Profesi dan Bapel PKB PII Pusat termasuk beberapa materi menarik lainnya seperti EPC Contract & Project Management, Cost Estimating, Value Engineering dan beberapa materi menarik lainnya.