Menjelang KLB, PII Sosialisasi Draft AD ART kepada Para Pengurusnya, 08 Agustus 2019

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat kembali mengundang para pengurusnya yang terdiri dari kepengurusan badan kejuruan, majelis kehormatan etik dan majelis standard keinsinyuran serta perwakilan pengurus pusat dalam rangka sosialisasi draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun sejak 5 bulan lalu untuk disesuaikan dengan UU No.11/2014 dan juga Peraturan Pemerintah (PP) No. 25/2019 yang baru dikeluarkan beberapa bulan lalu.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Ketua Tim penyusun ADART PII Ir. Purba Robert Sianipar, Ph.D., IPU dan menghadirkan narasumber Ir. Ahmad Bukhari Saleh. Ir. Robert memaparkan beberapa point-point penting terkait perubahan ADART yang baru untuk disahkan di Kongres Luar Biasa (KLB) di bulan September 2019 ini. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain perubahan usulan nama Majelis Layanan Insinyur (MLI) menjadi Majelis Standard Keinsinyuran (MSK) pada struktur kepengurusan PII Pusat, PII bisa membentuk Badan Hukum Milik Organisasi (BHMO) yang bisa lebih mandiri di dalam menjalankan fungsi pembinaan keinsinyuran terkait pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB) seperti kegiatan pelatihan, kursus dan sebagainya.

Ir. Joni, sapaan Ir. Bukhari Saleh sedikit melakukan flash back tentang sejarah PII sejak dibentuknya di tahun 1952 yang hanya sebagai paguyuban insinyur, perjuangan PII untuk bisa menggolkan UU keinsinyuran selama 25 tahun terakhir hingga saat ini, PII adalah organisasi non pemerintah yang diberi mandat oleh UU untuk menjalankan pembinaan keinsinyuran di Indonesia. “Diterbitkannya UU keinsinyuran ini adalah inisiatif dari beberapa anggota DPR kita seperti Ir. Pramono Anung, Ir. Rully Chairul Azwar dan Ir. Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian saat ini” lanjut Joni menjelaskan.

Ir. Robert Purba menyampaikan bahwa sesuai UU No.11/2014, bidang dan cakupan keinsinyuran itu meluas ada pada kementerian teknis terkait dimulai dari kementerian Ristek Dikti, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian dan lainnya. Standard keinsinyuran ditentukan oleh kementerian teknis terkait. Hadir pada rapat sosialisasi ini antara lain: Ir. Habibie Razak Badan Kejurusan Sipil (BKS PII), Ir. Ade Irfan dari Badan Kejuruan Mesin (BKM PII), Ir. Catur Hernanto dari Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI), Ir. Rudianto Handojo Majelis Kehormatan Etik (MKE), Ir. Tonny Hari Widiananto Ketua BK Kehutanan, Ir. Djoko Winarno Wakil Ketua BK Elektro dan perwakilan badan kejuruan lainnya.

Pelantikan dan Rapat Kerja IKA Unhas Jobodetabek Periode 2019-2023, 3 Agustus 2019

Pengurus IKA Unhas Kordinator Wilayah Jabodetabek Periode 2019-2023 sukses menggelar pelantikan dan rapat kerja di Hotel Neo+ Grand Savana, Sentul hari Sabtu ini, 3 Agustus 2019. Sesi pelantikan dihadiri oleh Ketua Harian IKA Unhas Pusat Aswami Syam, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Drs. Syafruddin MSi dan Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Prof. Arsunan Arsin. Hadir juga Prof. Idrus Paturusi sebagai perwakilan IKA Unhas Pusat dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Muhammad Ismak dalam laporannya menyampaikan bahwa keterlibatan alumni di dalam membesarkan almamaternya adalah sangat signifikan di dalam mendongkrak ranking universitas atau perguruan tingginya. Salah satu kegiatan yang melibatkan partisipasi dan kontribusi ikatan alumni di dalam membantu para alumni baru atau fresh graduate di dalam memulai karirnya akan menjadi salah satu program unggulan di periode ini. “Kita bisa menyelenggarakan Career Day sebagai upaya memperkenalkan dunia kerja kepada para alumni baru dan memfasilitasi rekrutmen perusahaan-perusahaan terkemuka masuk ke kampus termasuk kerjasama dengan headhunter dan seterusnya” lanjut Ismak yang juga berprofesi sebagai kurator di Jakarta.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Arsunan Arsin menyampaikan bahwa Unhas saat ini sudah memiliki lebih dari 141.000 alumni, telah membuka kelas internasional di mana proses belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris, dan juga membuka program penerimaan khusus mahasiswa baru bagi mantan Ketua OSIS dan banyak lagi program lainnya. Dalam waktu dekat Unhas akan memilih Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa tingkat Universitas yang sudah vacuum 16 tahun terakhir termasuk pemilihan Ketua Senat Mahasiswa Unhas yang baru.

Drs. Syafruddin dalam sambutannya memaparkan bahwa dirinya dan Rektor Unhas berkunjung ke University of Melbourne di Australian dan Victoria University of Wellington di Selandia Baru. Olehnya kerjasama ini merupakan titik awal untuk mendorong peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintahan yang mampu bersaing di kancah internasional. “Output dari kerjasama ini adalah Double Degree di bidang Public Adiministration” lanjut Syafruddin. Syafruddin selain sebagai Ketua MWA Unhas juga menteri PAN dan Reformasi Birokrasi berharap kehadiran Ikatan alumni memberikan motivasi dan spirit bagi para alumni untuk terus berkarya di segala bidang kehidupan.

Pada kesempatan ini, Ketua Harian IKA Unhas Pusat Asmawi Syam melantik setidaknya 30 pengurus baru IKA Unhas Jabodetabek untuk periode 2019-2023. Asmawi berpesan kepada para pengurus terpilih, selama bekerja pengurus yang baru berikan yang terbaik buat alumni dan almamater. Pada kesempatan ini Asmawi juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus sebelumnya di bawah kepemimpinan Ir. Andi Razak Wawo.

Sesi rapat kerja dimulai di siang hari dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua yang baru, Muhammad Ismak dan Awaluddin Cindeng memberikan kesempatan kepada para pengurus baru untuk memaparkan program kerjanya 4 tahun ke depan. Berikut sususan kepengurusan IKA Unhas Jabodetabek Periode 2019-2023, Ketua Muhammad Ismak bersama wakil-wakil ketua, Sekretaris Titien Suryani Syukur bersama wakil-wakil sekretaris, Bendahara Mila Warmani bersama wakil bendahara, Bidang Pengembangan Karir Mulyawan Samad (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Peningkatan Jaringan Alumni Puspa Amirullah (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Data dan Alumni Ahmad Suryadarma Kahar (Koord) bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Kajian dan Kelembagaan, Habibie Razak (Koord) bersama 6 lainnya, Bidang Pusat Komunikasi Amril Taufik Gobel bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Advokasi dan Kebijakan Nur Isnaeni bersama 6 lainnya, Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Moh, Suaib Mappasila (Koord) bersama 6 pengurus lainnya, Bidang Sosial Budaya dan Keagamaan, Ilham Anwar Alazar (Koord) bersama 6 pengurus lainnya dan Bidang Pengabdian Alumni, Erma Irawati (Koord) bersama 6 lainnya.

Sedangkan posisi Direktur Eksekutif mengamanahkan Suharman Usman, Adminitrasi dan Kesekretariatan dikoordinir oleh Andi Achmad Jimar. Koordinator Operasional dan program kerja Acram Mappaona Azis. Surat Keputusan pengangkatan pengurus baru ditandatangani oleh Ketua Umum H.M. Jusuf Kalla dan Sekretaris Umum Husain Abdullah.

Hadir beberapa unsur pengurus IKA Unhas Pusat antara lain: Sapri Pamulu, Husain Abdullah. Perwakilan dari Gubernur Jawa Barat dan DKI Jakarta juga tampak hadir pada pelantikan dan rapat kerja ini. Laode Muhammad Syarif Komisioner KPK yang juga merupakan alumni Universitas Hasanuddin tampak menghadiri acara pelantikan pengurus baru kali ini.

Sesi Project Management Fundamentals Bersama Para Praktisi Keinsinyuran, 27 Juli 2019

Persatuan Insinyur Indonesia Pusat, Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (Bapel PKB PII) kembali menggelar sesi Project Management Fundamentals, hari Sabtu, 27 Juli 2019 di Ruang Pelatihan PII Pusat Jl Percetakan Negara Jakarta Pusat. Peserta kursus sehari ini dihadiri oleh 6 professionals dari berbagai subsektor antara lain building services engineering and consultancy, mining construction, waste-water and water supply engineering and installation dan power generation EPC.

Pakar Manajemen Proyek Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Eng. kembali ditugaskan mengisi kursus sehari ini dengan memaparkan setidaknya 6 modul antara lain: Project Management Responsibilities and EPC Introduction, Planning and Control, Staffing Plan, Quality, Safety, Project Risk Management and Construction Management. Tujuan dari dilaksanakannya kursus ini adalah untuk memperkenalkan konsep dan fundamental dari manajemen proyek sebagai modal awal dari para praktisi keinsinyuran untuk lebih memahami dan mengenal tanggung jawab dan peran manajemen proyek pada pelaksanaan suatu proyek.

Insinyur Indonesia menurut Ir. Habibie secara teknikal memiliki kemampuan yang tidak diragukan hanya saja terkadang aspek kepemimpinan dan komunikasi yang masih perlu dibenahi lagi untuk bisa menjadi project manager yang sukses sesuai dengan key performance indicator (KPI) yang diset oleh perusahaan. KPI dari project manager yang dimaksud antara lain: zero incident (safety performance), on budget, on schedule, and on quality. Proyek dikatakan sukses apabila Client atau Customer terpuaskan akan kinerja perusahaan konsultan atau kontraktor.

Perusahaan EPC yang sudah mature sistem manajemen proyeknya akan memberikan petunjuk dan arahan yang sangat jelas dan gamblang tentang bagaimana project manager mengelola proyek dan ketersediaan subject matter expert (SME) seperti project director atau senior project director bisa menjadi tempat bagi PM untuk berkonsultasi. “Saya berharap para Insinyur Indonesia bisa menekuni disiplin manajemen proyek ini, menjadi PM itu penuh tantangan bagaimana mengkombinasikan elemen kompetensi; knowledge, skills and attitudes untuk mendeliver proyek sesuai dengan ekspektasi perusahaan dan client. PM selain memiliki kemampuan bekerja sebagai individu juga harus mampu memimpin tim kerja proyek”.

Kursus manajemen proyek ini rutin diselenggarakan oleh Bapel PKB PII untuk memenuhi permintaan para praktisi keinsinyuran yang punya minat dan cita-cita menjadi project manager atau pun project director.

Knowledge Sharing LNG Fundamentals Bersama Professionals Power, Oil & Gas, 13 July 2019

Hari Sabtu, 13 Juli 2019, Badan Pelaksana Program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (Bapel PKB) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menyelenggarakan Kursus LNG Fundamentals yang dihadiri oleh 7 peserta yang juga merupakan anggota PII yang bergelut di sektor power, oil & gas. Dua di antara mereka adalah professional dari MAN Energy Solution merupakan gas engine provider yang aktif di dalam memasarkan teknologi dual fuel engine power plant yang saat ini banyak dibangun di Kawasan Indonesia Timur.

Kursus sehari ini dibawakan oleh Ir. Habibie Razak, MM., ASEAN Eng., ACPE – Komite Diklat Profesi dan PKB PII Pusat yang juga bergelut di sektor LNG, gas dan pembangkit listrik di Indonesia. Ir. Habibie dengan pengalaman internasional pernah mengerjakan beberapa proyek Onshore & Floating LNG Liquefaction Plant di China dan Amerika Serikat dalam kurun beberapa tahun terakhir. “Memang bisnis LNG domestik di Indonesia belumlah booming seperti yang terjadi di China dimana LNG dijual secara retail ke Industri, rumah tangga, untuk bahan bakar kendaraan seperti bis dan truck dan untuk pembangkit listrik dalam skala kecil. Mini LNG supply chain di sana mulai populer sejak awal tahun 2000-an” papar Ir. Habibie.

Materi kursus sehari ini berisikan tiga topik utama antara lain: LNG market, LNG technology, dan LNG Investment. LNG technology mengcover 3 aspek besar antara lain: LNG Liquefaction, LNG transportation dan LNG Receiving technology. Sesi kursus sehari ini juga membahas tentang proyek LNG Kawasan Timur Indonesia yang mulai diinisiasi oleh PLN sejak tahun 2014 lalu yang rencananya membangun puluhan small LNG Receiving Terminal untuk melayani kebutuhan LNG untuk pembangkit listrik dari pulau-pulau besar hingga ke pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Timur Indonesia. PLN sudah banyak membangun duel fuel (diesel-LNG) gas engine power plant namun hingga sekarang fasilitas pembangkit tadi masih beroperasi dengan diesel karena LNG receiving facility yang tidak kunjung dibangun.

Kursus LNG ini adalah salah satu dari materi kursus atau pelatihan yang rutin diselenggarakan oleh Komite Diklat Profesi dan Bapel PKB PII Pusat termasuk beberapa materi menarik lainnya seperti EPC Contract & Project Management, Cost Estimating, Value Engineering dan beberapa materi menarik lainnya.

Munas IKATEK UH, Haedar A. Karim Kembali Terpilih, 7 Juli 2019

Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Teknik Unhas sukses diselenggarakan sore tadi, 7 Juli 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jl Merdeka Selatan, Jakarta. Munas yang dihadiri oleh setidaknya 200 alumni Teknik Unhas dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin. Munas ini dibuka oleh Dewan Pembina IKATEK UH, Dr. Ir. Syarif Burhanuddin dan kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban Ketua Umum IKATEK UH Periode 2014-2019, Ir. Haedar A. Karim.

Ir. Haedar dalam paparannya menyampaikan capaian-capaian yang telah dicapai selama empat setengah tahun terakhir antara lain: terbentuknya koordinator wilayah IKATEK UH di setiap pulau besar di Indonesia dimulai dari pembentukan kepengurusan IKATEK UH Wilayah Sumatera, Wilayah Jawa Barat & Banten, Wilayah Kalimantan, Wilayah Bali & Nusa Tenggara, Wilayah Maluku & Maluku Utara, Wilayah Papua dan Papua Barat dan Wilayah Sulawesi. Pembentukan koordinator wilayah di setiap pulau besar ini oleh Haedar dalam rangka melebarkan jejaring alumni yang bekerja dan berdomisili di pulau pulau itu yang sesuai tujuannya adalah saling sinergi dan kolaborasi sesama alumni.

“Di kepengurusan ini kita adalah Ikatan Alumni pertama di Indonesia yang memulai kerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan menandatangani MOU sejak bulan Desember 2014 silam yang kemudian diikuti oleh Ikatan alumni dari perguruan tinggi lainnya di Indonesia, dinda Habibie Razak sebagai Ketua Badan Otonom Pengembangan Profesi Insinyur, mohon berdiri dinda Habibie, Terima kasih atas kerjanya ” lanjut Haedar dalam laporannya. Ir. Haedar juga berterima kasih kepada Abdul Rivai Ras atau dikenal Bro Rivai yang telah mewakafkan rumahnya sebagai rumah persinggahan para alumni baru yang akan mencari nafkah di Jakarta dan sekitarnya. Haedar mencatat setidaknya sudah puluhan alumni yang pernah tinggal di rumah singgah Bro Rivai ini dan 100 persen dari mereka sudah bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia.

Sementara Dr. Ir. Syarif Burhanuddin atau biasa dipanggil Kak Chalie Bur, di periode ini kita bisa melihat kerjasama IKATEK UH dan kampus mulai dibuka dan memberikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa calon alumni untuk lebih mengenal dunia kerja melalui sharing pengalaman dari para alumni Teknik Unhas. Sebutlah di kementerian tempat di mana kaka Chalie Bur bekerja saat ini setidaknya lebih dari 20 PNS yang lulus yang merupakan alumni Universitas Hasanuddin. “Kita tidak ingin kehilangan Insinyur-Insinyur muda lagi, kita harus bisa memaksimalkan bahwa para alumni baru bisa mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang sesingkat singkatnya dan dipastikan mereka bekerja di bidang keinsinyuran” lanjut Chalie Bur.

Acara Munas dilanjutkan dengan Pemilihan Ketua Umum periode 2019-2023 di bawah pimpinan sidang, Ir. Sapri Pamulu, PhD dengan pertama-tama menetapkan tata tertib persidangan. Ir. Sapri sebelumnya memberikan kesempatan kepada pihak perwakilan alumni dalam hal ini IKA-IKA Jurusan dan IKA Wilayah untuk memberikan pandangan tentang kinerja kepemimpinan Ir. Haedar selama 4.5 tahun terakhir. Perwakilan jurusan, Ir. Hasbi Syamsu dan perwakilan wilayah Ir. Jamsir menyampaikan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus sekarang dengan suara bulat tanpa catatan-catatan dan meminta kembali Ir. Haedar A. Karim untuk melanjutkan kepemimpinan IKATEK UH untuk periode kedua tahun 2019-2023.

Pada kesempatan ini, perwakilan Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Rusman Muhammad memberikan secara simbolis baju kaos sekaligus permintaan kepada IKATEK UH untuk menghadiri Dies Natalis yang akan diselenggarakan bulan depan di kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Beberapa perwakilan Ketua Wilayah seperti Ir. Jamsir ketua Sumatera, Ir. Andi Muhammad Irfan AB Ketua Sulawesi dan dari pimpinan pusat Ir. Sapri Pamulu, PhD mendapatkan kesempatan menerima baju kaos secara simbolis.

Munas kembali secara aklamasi memilih Ir. Haedar A. Karim untuk kali kedua periode 2019-2023 dan diminta untuk segera membentuk kepengurusan baru dalam jangka waktu 9 hari terhitung sejak ditutupnya Munas ini. Acara yang dipandu oleh Ir. Amril Taufik Gobel ditutup dengan foto bersama para peserta Musyawarah Nasional IKATEK UH.

Ketua Umum terpilih Ir. Haedar A. Karim mengundang Sri Asri Wulandari sebagai Ketua Penyelenggara HBH dan Reuni Nasional 2020 Ikatan Alumni Teknik Unhas untuk memberikan update tentang kesiapan panitia di dalam menyelenggarakan HBH yang akan digelar 3 hari setelah lebaran tahun depan. Sri menyampaikan bahwa panitia penyelenggara sementara ini menyusun program kerja dan diharapkan rangkaian kegiatan HBH 2020 ini akan dimulai di bulan September 2019 mendatang.

Di hari yang sama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) sukses menggelar Halal bi Halal dan Reuni Nasional di Istana Wakil Presiden RI pagi tadi.

Halal biHalal Persatuan Insinyur Indonesia Pusat, 3 Juli 2019

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat menggelar Halal bi Halal (HBH) pada hari Rabu, 3 Juli 2019 di Hotel Santika Premiere Jakarta Barat. Halal bi Halal (HBH) yang dihadiri oleh unsur pengurus pusat, pengurus badan kejuruan dan perwakilan wilayah dan cabang berlangsung meriah. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PII yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Eng.,Sc., IPU memberikan sambutan pertama mewakili PII Pusat mengucapkan terima kasih kepada pengurus PII yang hadir pada HBH kali ini. Ir. Heru dalam sambutannya mengingatkan kepada pengurus yang hadir bahwa di periode kepengurusan sekarang, Insinyur Indonesia secara kolektif memenuhi panggilan negara dengan menjadi Pelaksana UU 11/2014 dan PP keinsinyuran No.25/2019 dimulai di kepengurusan sekarang. Dr. Heru juga menginformasikan bahwa Kongres Luar Biasa PII akan dilaksanakan pada Tanggal 18 Juli 2019 untuk menetapkan ADART PII yang baru menyesuaikan dengan PP keinsinyuran No. 25 Tahun 2019 termasuk penetapan peraturan-peraturan organisasi sebagai pedoman dan petunjuk untuk menjalankan roda organisasi.

Dalam kesempatan ini, Dr. Heru di depan para peserta HBH yang juga dihadiri oleh Dr. Ir. Airlangga Hartarto, MMT., MBA., IPU, Dewan Penasehat PII menyampaikan bahwa tahun ini PII menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara yang dikenal dengan CAFEO. “Tahun ini adalah CAFEO ke-37 dan pada event ini kita akan memberikan penghargaan Distinguished Honorary Patron kepada Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo sebagai kepala negara yang telah memberikan layanan substansial dan kontribusi kepada profesi keinsinyuran di AFEO dan di tingkat ASEAN” lanjut Heru dalam sambutannya.

Dr. Ir. Airlangga yang juga adalah Menteri Perindustrian memberikan sambutan kedua sekaligus melaporkan suksesnya pertemuan G20 pada Tanggal 28-29 Juni kemarin di mana Presiden Joko Widodo menghadiri acara penting ini. Presiden Jokowi menjadi pusat perhatian selama G20 meeting berlangsung di Osaka ini yang kerap berdampingan dengan Presiden Trump . Dr. Airlangga menuturkan bahwa prioritas periode kedua Presiden Jokowi adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) secara massive tentunya melalui penguatan science, mathematics, dan engineering. Momentum ini harus bisa menjadikan PII sebagai center of excellence menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan program prioritas di periode kedua ini.

Lanjut lagi, Ir. Airlangga menyampaikan bahwa dalam rangka penguatan industri di era 4.0. Pemerintah tengah memfinalisasi aturan mengenai super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen. Insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi. PII sebagai center of excellence harus bisa memberikan masukan-masukan konstruktif untuk mensukseskan program-program terkait.

Halal bi Halal ini dilanjutkan dengan makan malam bersama dan ditutup dengan foto bersama pengurus Persatuan Insinyur Indonesia. Hadir pada HBH ini, Dr. Ir. Danis Sumadilaga Waketum PII Pusat, Dr. Ir. Hermanto Dardak Mantan Ketum PII periode sebelumnya, Ir. Rully Chairul Azwar Dewan Penasehat PII, Dr. Robert Purba Sianipar Mantan Sekjen PII Pusat, Ir. Faizal Safa Direktur Eksekutif PII Pusat bersama staffnya. Di barisan belakang tampak beberapa pengurus pusat Dr. Ir. Qiqi Asmara Komite Organisasi, Ir. Rudianto Handojo – Mantan Direktur Eksekutif PII, Ir. Sapri Pamulu, PhD Komite Sertifikasi, Ir. Habibie Razak – Komite Diklat Profesi, Dr. Ir. Taufik Nur Sekretaris PII Cabang Makassar dan rekan-rekan pengurus lainnya.

PSPPI FTI UMI Kembali Menelurkan Insinyur Insinyur Baru, Makassar, 14 Juni 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) kembali menelurkan ratusan Insinyur baru melalui Program Profesi Insinyur (PPI) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan selama kurang lebih 6 bulan terakhir di kampus hijau di Kota Makassar ini. Dekan FTI UMI Dr. Ir. Zakir Sabara pada acara Yudisium Sarjana dan Penyumpahan Insinyur dalam sambutannya menyampaikan hingga saat ini Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTI UMI telah menelurkan setidaknya 275 Insinyur melalui program PPI-RPL ini.

Dr. Ir. Zakir yang juga adalah pengurus pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyampaikan bahwa FTI UMI juga akan terus memberikan dukungan penuh kepada perguruan tinggi di Indonesia timur ini untuk segera membentuk PSPPI karena untuk saat ini hanya UMI, Unhas dan Ratulangi yang baru berjalan beberapa tahun terakhir. Harapannya perguruan tinggi seperti Universitas Tadulako, Universitas Pattimura dan beberapa perguruan tinggi lainnya mendapatkan ijin untuk segera membuka program studi ini.

Acara yang dihadiri oleh unsur pengurus pusat PII termasuk Ketua Umum PII Pusat Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMI selalu menjadi universitas tertua dan terbesar di Indonesia Timur dan dalam hal pengembangan profesi keinsinyuran, UMI adalah perguruan tinggi yang menelurkan Insinyur pertama melalui program profesi Insinyur (PPI). “Saya sangat bangga ketika diundang FTI UMI apalagi pada acara yudisium dan penyumpahan Insinyur ini karena tempat kegiatannya selalu diadakan di ballroom yang besar untuk mengakomodir jumlah alumni yang lulus program ini”.

“Saat ini, baru sekitar 4000 sarjana Teknik, anggota PII dan Insinyur Profesional PII yang mengikuti program profesi Insinyur (PPI) dan masih ada sekitar 26 ribu lagi yang akan segera menyusul mengikuti program ini. Ini adalah suatu keharusan sesuai amanah UU dan PP keinsinyuran” lanjut Ir. Heru yang juga adalah praktisi ketenagalistrikan Indonesia. Dr. Heru pada kesempatan ini juga menginfokan bahwa PII dalam beberapa minggu ke depan akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan salah satu agenda dari KLB ini adalah penyerahan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) kepada para Insinyur Indonesia yang telah memenuhi syarat sesuai UU yakni telah bergelar Insinyur melalui PPI dan memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur (SKI) yang oleh PII memiliki 3 jenjang yakni Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

Ir. Maryono salah satu alumni PSPII FTI-UMI Angkatan V ini memberikan sambutan mewakili alumni dengan pesannya bahwa seorang Insinyur pertama-tama yang harus dimiliki adalah integritas di dalam bersikap dan berprilaku. Bahwasanya kode etik Insinyur Indonesia, Sapta Dharma Catur Karsa akan menjadi acuan buat Insinyur Indonesia di dalam menjalankan profesinya. Ir. Maryono yang juga adalah salah satu direktur di group Pupuk Indonesia kembali mengingatkan pesan Prof. Quraish Shihab bahwa ada 3 hal yang mesti dimiliki oleh insan manusia untuk sukses dalam hidupnya, yakni bertakwa, bersungguh-sungguh dan jujur Ini juga berlaku untuk profesi keinsinyuran.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pusat Ikatan Alumni UMI melantik pengurus baru Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur yang menetapkan Ir. H. Irwan Bachri Syam, IPM sebagai Ketua Umum dan Dr. Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng. sebagai Sekretaris Umum. Tampak pada susunan pengurus terdapat unsur Pembina dan Penasehat di antaranya berisikan beberapa nama yang tidak asing dalam dunia keinsinyuran antara lain: Ir. Faizal Safa, IPM, Ir. Muammar Muhayang, IPM., ASEAN Eng dan Ir. Habibie Razak, MM., ACPE.

Acara yang ditunggu tunggu oleh para alumni adalah penyumpahan Insinyur yang langsung dipimpin oleh Dr. Ir. Heru Dewanto didampingi Ir. Zakir Sabara dengan membacakan Kode Etik Profesi Insinyur Indonesia Catur Karsa Sapta Dharma yang kemudian diikuti oleh para lulusan. Dr. Ir. Zakir Sabara juga memberikan penghargaan kepada para tokoh keinsinyuran yang selama ini banyak memberikan kontribusi pada terbentuknya program profesi Insinyur di FTI UMI ini antara lain Dr. Ir. Heru Dewanto Ketua Umum PII, Ir. Rudy Purwondho Tim Ahli Kemenristek DIKTI untuk PPI dan Ir. Indracahya Kusumabrata Mantan Ketua Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI).

Tampak hadir beberapa pengurus pusat PII antara lain: Ir. Ricky Hikmawan Ketua BKK PII, Ir. Faizal Safa Direktur Eksekutif PII Pusat, dan Ir. Habibie Razak Komite Diklat Profesi dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan PII Pusat. Acara ditutup dengan foto bersama pengurus Alumni PSPPI UMI dan Pengurus Pusat PII. Di antara lulusan baru yang hadir antara lain Ir. Pujiarman Yusuf – Sekretaris PII Cabang Soppeng, Ir. Andi Rusdin Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako bersama para jajarannya.

Indonesia-Jordan Business Council Bertemu PII Membahas Kerjasama Infrastruktur dan Keinsinyuran

Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Noble House Megakuningan siang tadi membahas potensi kerjasama antara kedua negara terkait pengembangan infrastruktur dan keinsinyuran serta trading di kawasan Timur Tengah. PII yang dalam kunjungannya bulan April 2019 lalu ke Amman Jordan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Jordan’s Engineers Association (JEA) dan Jordan Agricultural Association (JAS). FGD ini adalah salah satu dari rencana aksi untuk menindaklanjuti MOU yang ada.

Vice President IJBC Ir. Bakti Luddin membuka acara sekaligus mempresentasekan progress terkait kerjasama Jordan dan Indonesia termasuk rencana untuk bekerjasama di dalam program rekonstruksi Irak dan Suriah yang akan lebih mudah dilakukan melalui akses Yordania. Negara ini berbatasan dengan Arab Saudi di timur dan tenggara, Irak di timur-laut, Suriah di utara dan Tepi Barat dan Israel di barat, berbagi kekuasaan atas Laut Mati. Yordania melakukan kegiatan trading ekspor – impor melalui 2 akses yaitu melalui Teluk Aqaba dan melalui Haifa di Israel.

Ir. Bakti menambahkan “Yordania adalah termasuk negara yang sangat aman dan tidak terkena dampak dari konflik di Timur-Tengah seperti di Suriah dan Irak. Pasca perang ini kita bisa melihat potensi kerjasama menguntungkan melalui Yordania untuk bisa terlibat pada rekonstruksi Irak dan Suriah. Setidaknya biaya rekonstruksi pasca perang bisa mencapai 700 Milyar US Dollar. Selain misi kemanusiaan dan diplomasi potensi bisnis untuk pembangunan infrastruktur, energi, minyak dan gas adalah sektor-sektor yang sangat prospektif di masa depan”.

Sementara itu Ir. Indracahya Kusumabrata perwakilan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memaparkan potensi kerjasama untuk rekonstruksi Irak dan Suriah dilakukan via Yordania selain karena negara ini bebas, aman dan tidak terlibat dari konflik kedua negara, Yordania sangat memahami kultur berbisnis dengan kedua negara tadi. “Memang selalu ada resiko dari setiap investasi yang akan dilakukan dan sebagai pelaku usaha, bagaimana cara kita mengelola resiko yang ada sehingga investasi bisa dijalankan dengan aman dan menguntungkan di negara-negara pasca perang ini” tambah Ir. Indracahya mantan Ketua BK Teknik Industri yang biasa dipanggil Pak Didit ini.

President and Founder IJBC Mayra Andrea dalam kesempatan ini menginformasikan bahwa tim Indonesia yang terdiri dari beberapa anggota IJBC, PII dan perusahaan-perusahaan BUMN Indonesia akan melakukan kunjungan ke Yordania menghadiri the 13th International Exhibition for Build, Construction and Engineering Industries yang berlangsung pada Tanggal 24 hingga 27 Juni 2019.

Sesi FGD berlangsung interaktif karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Perwakilan dari PT Wijaya Karya dan PT Hutama Karya hadir pada FGD ini menyampaikan beberapa pertanyaan terkait peluang kerjasama ini. Dari Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ir. Robert Purba Sianipar, Ir.Faizal Safa, Ir. Andi Taufan Marimba, Ir. Ricky Hikmawan, Ir. Habibie Razak dan beberapa rekan pengurus lainnya tampak hadir pada FGD ini. Ir. Andi Taufan menyampaikan ke forum ini bahwa seyogyanya IJBC memberikan informasi yang lebih detail terkait persyaratan untuk melakukan investasi di Yordania termasuk syarat mendirikan representative office dan perusahaan PMA di sana.

FGD ini juga dihadiri oleh perwakilan dari INKINDO dan beberapa perusahaan BUMN dan swasta, organisasi profesi dan asosiasi perusahaan engineering maupun konstruksi yang ada di Indonesia.

Bertemakan Kemaritiman, Alumni dan Civitas Akademika Fakultas Teknik Unhas Berdialog di Kampus Gowa, 8 Juni 2019

Panitia penyelenggara Halal biHalal dan Reuni Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyelenggarakan agenda dialog alumni dan Civitas Akademika FT-UH yang bertempat di Center of Technology (COT) Kampus Gowa Universitas Hasanuddin. Dialog ini yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Arsyad dan Ir. Muhammad Sapri Pamulu, PhD perwakilan Ikatan Alumni Teknik Unhas (IKATEK UH) berlangsung sangat interaktif.

Ketua penyelenggara HBH Nasional 2019, Ir. Anwar Mattawappe memberikan update tentang industri galangan perkapalan di Kawasan Indonesia timur (KTI). “Jumlah galangan kapal di KTI hanya 12 persen dari total jumlah galangan kapal di Indonesia dan di Sulsel sendiri kita hanya punya PT IKI sedangkan di Sulawesi Utara mereka punya 2-3 galangan kapal. Melihat arus lalulintas di selat Makassar dilewati oleh lebih dari 30 ribu kapal setiap tahunnya membuka peluang besar untuk alumni Unhas membuka beberapa galangan kapal lagi di Sulsel ini” papar Anwar, alumni Teknik Perkapalan Unhas ini.

Sementara itu, Dr. ir. Arsyad menambahkan bahwa “Fakultas Teknik Unhas akan mengambil peran strategis di dalam mendirikan science technopark untuk mendukung industri perkapalan ini. Science Technopark (STP) merupakan salah satu bentuk wadah untuk menghubungkan institusi perguruan tinggi dengan dunia industri. Definisi dari Technopark atau Sciencepark adalah suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat.

Ir. Sapri Pamulu, PhD sebagai perwakilan alumni menyampaikan bahwa dibutuhkan sinergi dan kolaborasi apik antara alumni dan pihak civitas akademika FT-UH untuk mewujudkan industri kemaritiman di Sulsel yang terintegrasi. Ir. Sapri yang juga merupakan pengurus pusat PII menyampaikan “kita membutuhkan pelabuhan berskala internasional di setiap pulau penting yang ada di nusantara, industri galangan kapal, industri migas lepas pantai, industri perikanan, pengembangan potensi wisata bahari, pengembangan industri manufaktur untuk penyediaan komponen konstruksi perkapalan dan lain sebagainya dibangun di Sulawesi Selatan, kita punya potensi itu sebagai alumni”

Ir. Anwar Mattawappe yang biasa disapa kak No’ ini menyebutkan bahwa alumni Unhas sudah banyak membangun fasilitas galangan kapal di Jawa dan Sumatera, di KTI sendiri kita masih menjajaki potensi bisnis ini yang diyakini sangat prospektif. Sementara Ir. Jamsir ketua IKATEK UH Wilayah Sumatera menyebutkan bahwa alumni Unhas yang terlibat dalam industri kemaritiman termasuk sektor offshore oil & gas perlu ditingkatkan lagi. “Kita berharap pihak Unhas juga lebih banyak memberikan kandungan migas dan kemaritiman pada kurikulum Teknik kita. Saya sendiri melihat bahwa industri kemaritiman dan migas adalah sangat bergengsi bagi alumni, melihat potensi migas di kawasan timur Indonesia sangat menjanjikan, sebutlah megaproyek Inpex Masela di Maluku dan BP Tangguh di Papua”

Dr. Ir. Isradi Zainal Ketua IKATEK UH wilayah Kalimantan menyebutkan bahwa untuk lebih memperkuat lagi peranan alumni Teknik Unhas di tingkat nasional maka perlu segera untuk mengusulkan dibentuknya Badan Kejuruan Perkapalan pada organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Saat ini, sudah ada BK Teknologi Kelautan dan akan lebih bagus lagi ketika ada BK yang terdedikasi untuk pengembangan industri perkapalan.

Ir. Habibie Razak sebagai salah satu peserta dialog menginfokan bahwa inisiatif untuk membentuk BK perkapalan sebenarnya sudah dilakukan sejak 3 tahun lalu melalui rapat IKATEK UH yang dihadiri pengurus dari Ikatan Sarjana Perkapalan Unhas (ISP) “Sebaiknya usaha ini dilanjutkan, harapannya dengan BK Perkapalan ini alumni Sarjana Perkapalan Unhas bisa mengambil peranan strategis di kepengurusan yang baru” Ir. Habibie yang juga merupakan pengurus PII Pusat juga menambahkan apa yang disampaikan oleh Ir. Jamsir sebelumnya “Industri migas adalah satu bagian dari industri kemaritiman merupakan sub-sektor yang sangat strategis di Indonesia. Alumni Teknik Unhas diharapkan mengisi posisi-posisi strategis sebagai project manager ataupun project director di perusahaan-perusahaan terkemuka yang berinvestasi di Indonesia. Tentunya untuk berkiprah di subsektor ini dibutuhkan technical competency yang kuat, memiliki kompetensi multi-disiplin bukan hanya single discipline saja. Seperti Insinyur Sipil misalnya, juga harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang disiplin mekanikal, elektrikal, instrumentasi dan kontrol, process engineering dan disiplin lainnya. Dan yang tak kalah penting, menurut PII selain technical competency para alumni atau lulusan juga harus memiliki attitudes, perilaku dan kebiasaan kebiasaan positif yang bisa dibentuk dari organisasi kemahasiswaan di Fakultas Teknik Unhas” papar Ir.Habibie Razak yang juga merupakan Ketua Badan Otonom Pengembangan Profesi Insinyur Ikatan Alumni Unhas (IKATEK UH).

Ketua IKATEK UH Wilayah Jatimteng & DIY, Ir. Askari Azis menyampaikan bahwa dengan ber-IKATEK banyak yang bisa dilakukan antarsesama alumni bukan hanya sekedar bersilaturahmi tapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai bisnis dan komersil. Sesi tanya jawab ini dimoderasi oleh Dr. Ir. Mukti Ali selaku Wakil Dekan III Kemahasiswaan. hadir juga Dr. Ir. Rusman Muhammad Wakil Dekan II yang juga merupakan Ketua PII Cabang Makassar.

Ir. Muhammad Fitri atau yang bisa dipanggil kak Pitto’ selaku Ketua Ikatan Sarjana Perkapalan Unhas memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada civitas akademika FT-UH yang memberikan kesempatan kepada alumni untuk berkunjung dan berdiskusi dengan Dekan dan para jajarannya. Acara ini dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolik di lokasi kampus Gowa ini.

Di acara ini hadir juga Ir, Andi Razak Wawo Ketua Alumni IKA Unhas Wilayah Jabodetabek yang juga merupakan praktisi onshore oil & gas exploration drilling. Kak Aca nama panggilannya memberikan sedikit pemaparan tentang peranan alumni Teknik Unhas pada industri minyak dan gas di Indonesia.

Kemeriahan Reuni IKATSI Unhas, Makassar, 7 Juni 2019

Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas kembali menggelar reuni alumni Teknik Sipil Unhas tanggal 7 lalu di Hotel Four Points Makassar. Oleh IKATSI, acara ini dilakukan setiap tahun di 2 atau 3 hari setelah lebaran. Panitia penyelenggara kali ini adalah alumni Teknik Sipil angkatan 91 yang dikomandoi oleh Ir. Andi Muhammad Irfan AB. Ir. Andi Irfan melaporkan bahwa kegiatan reuni kali ini dihadiri oleh setidaknya lebih dari 200 alumni dari berbagai sektor dan profesi yang tersebar di Indonesia dan luar negeri. Dana kegiatan bersumber dari sponsorship dan partisipasi alumni.

Pengurus IKATSI yang diwakili oleh sekretaris Jenderal, Ir. Hasbi Syamsu Ali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Angkatan 91 yang telah mengorganisasi acara reuni ini sehingga berjalan sesuai diharapkan. “Reuni ini kita lakukan setiap tahun dan harapannya kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang saling silaturahmi antaralumni tapi lebih jauh lagi bisa menjadi wadah untuk curah pendapat, gagasan dan sharing pengalaman termasuk memberikan sumbang saran kepada departemen Teknik Sipil Unhas untuk pengembangan departemen dan output lulusannya” Harap Ir. Hasbi.

Prof. Dr. Ir. Wihardi Tjaronge, Kepala Departemen Teknik Sipil Unhas memberikan update tentang pencapaian departemen di antaranya kesuksesan Teknik Sipil Unhas melulusi akreditasi yang diselenggarakan oleh ASEAN accreditation body. “Saat ini kami sementara proses akreditasi ABET, mohon didoakan semuanya berjalan lancar. Selain itu, kami juga akan membuka kelas berbahasa Inggris di tingkat S1 sehingga keluaran kita bisa lebih go international lagi di masa depan” semangat Prof Wihardi di depan para alumni.

Sambutan terakhir oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Arsyad Thaha memberikan update pencapaian-pencapaian yang diraih Fakultas Teknik selama beberapa tahun terakhir. Dr. Arsyad juga menyampaikan bahwa masukan para alumni di dalam pengembangan berkelanjutan Fakutas Teknik Unhas akan sangat dihargai. Mari membangun FT-UH untuk lebih baik lagi. Di masa kepemimpinan Dr. Arsyad, Beliau membuka akses sebesar-besarnya kepada para alumni untuk lebih sering lagi berkunjung ke Fakultas Teknik Unhas di kampus Gowa baik untuk membuka potensi kerjasama dengan Center of Excellence (COT) maupun datang sebagai dosen tamu. “Kami di kampus Gowa memiliki fasilitas laboratorium yang paling modern dan canggih di Indonesia, apabila ini bisa dimanfaatkan untuk industri, kita akan sangat welcome” ungkap Pak Dekan Teknik Unhas.

Di kesempatan reuni ini juga menghadirkan beberapa alumni senior yang sukses berkiprah di tingkat nasional antara lain: Ir. Andi Razak Wawo, pengusaha yang bergerak di sektor pengeboran eksplorasi migas dan Dr. Ir. Syarif Burhanuddin – Direktur jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Ir. Andi Razak yang akrab disapa kak Aca ini memberikan motivasi kepada para alumni untuk menggeluti sektor minyak dan gas mengingat potensi migas di Indonesia masih sangat prospektif sedangkan Dr. Syarif yang akrab disapa Kak Chali Bur mengingatkan kepada para alumni bahwa setidaknya ada 3 modal utama untuk sukses berkarir di dunia Kerja antara lain: kejujuran, disiplin Kerja dan pergaulan. Tiga hal ini mesti dimiliki oleh para alumnus. “Mahasiswa di kampus harus giat berorganisasi dan berlembaga dimana mereka bisa belajar berekspresi dan mengemukakan pendapat” kak Chali Bur menambahkan.

Satu sesi tambahan yang dimoderasi oleh Ir. Hasbi yaitu dialog interaktif antaralumni dan civitas akademika departemen Teknik sipil dimana para alumni dipersilahkan memberikan masukan dan sharing pengalaman terkait mereka setelah menjadi alumni. Acara berlangsung meriah hingga pukul 11 malam hingga akhirnya acara ditutup dengan foto bersama pada booth yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.

Hadir pada acara ini mewakili Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Teknik Unhas (DPP IKATEK UH) Ir. Sapri Pamulu, Ph.D, Ir. Habibie Razak dan beberapa rekan pengurus lainnya. IKATEK UH juga menyelenggarakan Halal biHalal Nasional 2019 di Pantai Akkarena keesokan harinya yang rencana dihadiri oleh 2000 alumni Teknik Universitas Hasanuddin.