Category Archives: Aktifitas Organisasi

Insinyur sebagai Sales & Business Development di Proyek Keinsinyuran, Bisa Sejahtera Nggak?

Kerap kali kita mendengar istilah sales and business development pada proyek-proyek keinsinyuran di mana istilah ini tidak lain adalah fungsi dan tanggung jawab atau bahkan posisi yang diisi oleh profesional keinsinyuran. Dalam bahasa Inggris Sales oleh Clement adalah contingent upon the attitude of the salesperson – not the attitude of the prospect (W. Clement Stone, American Author and Business Person). 

Business Development adalah encompasses all business activities that relate to the strategic planning of services which will ensure the long term economic viability of the company which includes direct energy towards clients and markets, Harness resources of people, money, facilities and generate new clients and maintain current clients.

Dalam bahasa Indonesia, kita bisa jelaskan bahwa sales adalah bergantung pada sikap penjual – bukan sikap prospek sedangkan business development meliputi semua aktivitas bisnis yang berkaitan dengan perencanaan strategis layanan yang akan memastikan kelangsungan ekonomi jangka panjang perusahaan termasuk mengerahkan energi langsung ke klien dan pasar, memanfaatkan sumber daya orang, uang, fasilitas dan menghasilkan klien baru dan mempertahankan klien saat ini (existing clients).

Pada perusahaan konsultan, kontraktor termasuk kontraktor EPC, sales and business development professionals memegang peranan penting di dalam memberikan masukan terkait strategi perusahaan untuk bisa memenangkan proyek-proyek yang mereka sasar ke depannya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada pada perusahaan itu. Mereka yang memegang posisi ini mayoritas adalah Insinyur juga yang memiliki bakat untuk “jualan”. Memang unik, kompetensi Insinyur yang bergelut di bidang ini agak jauh berbeda dibanding insinyur yang bergelut di bidang perancangan, pengawasan atau pelaksanaan proyek.  

Profil salesperson and business development professional yang dibutuhkan setidaknya memiliki knowledge dan attitudes sebagai berikut: Technical/Product Knowledge, Active Listening. Service Orientation, Strong Oral and Written Communication Skills, Problem Solving, Logical, Strategic, Dependable, Motivated, Integrity, Initiative, Adaptable.

Penulis pernah melakukan survei kecil-kecilan, bahwa tidak banyak Insinyur Indonesia yang memiliki passion di bidang ini, mereka insinyur kita mayoritas senang dengan sesuatu yang detail, bergelut dengan sofware and tools, less interfacing dengan Client dan various stakeholders. Sedangkan di sisi lain, seorang sales and business development dituntut untuk banyak interfacing atau berinteraksi dengan hampir semua layer within Client’s organization.

Sales and BD profesional pada tahap pre-selling akan membangun dan menjaga hubungan dengan Client untuk mendapatkan informasi terkait peluang proyek yang termasuk data-data teknis dan financial dari proyek yang akan dilaunch atau ditenderkan. Kerap kali kita mendapatkan Sales & BD ini bertemu Client untuk mempresentasekan technical capabilities yang dimiliki oleh perusahaannya. Seorang sales maupun BD harus mampu mengidentifikasi dan memaparkan “value proposition” di mana perusahaannya memiliki unique value yang mungkin berupa specific competency atau capabilities yang dibutuhkan oleh Client untuk mensukseskan investasinya di mana value ini tidak dimiliki oleh kompetitor. Seorang sales maupun BD harus bisa menunjukkan “sweet spot” yaitu kelebihan-kelebihan yang dimiliki perusahaannya yang tidak dimiliki oleh kompetitor.   

Penulis pernah ngopi darat dengan kawan Insinyur Profesional yang bekerja di Singapura. Dia lebih sebagai sales dan business development type of person. Menurut dia, di Singapura itu, ada tiga posisi keinsinyuran yang paling sejahtera in term of income pada perusahaan konsultan maupun kontraktor. Yang pertama adalah insinyur di posisi manajemen perusahaan (direksi) termasuk pemilik perusahaan, yang kedua adalah Insinyur yang memiliki Professional Engineer (PE) Stamp dan yang ketiga adalah Insinyur berperan sebagai Sales and Business Development.

Penulis berani menyimpulkan bahwa hampir semua Insinyur Indonesia apabila diberi amanah menjalankan atau mengeksekusi proyek untuk berbagai posisi dimulai dari design engineer, project engineer, project manager, construction engineer dan seterusnya, mereka bisa deliver dengan cukup baik namun ketika diminta untuk menjadi sales dan business development, tidak banyak dari mereka yang sukses di peran atau posisi ini. Dengan kata lain, sepertinya lebih challenging mengcreate proyek dibanding mengeksekusi proyek yang sudah ada.

Penulis: Ir. Habibie Razak pemilik blog www.habibierazak.com seorang Insinyur Profesional Indonesia yang pernah bekerja di beberapa perusahaan konsultan dan kontraktor EPC global.  

Sukses Webinar Seri Ketiga BKS PII Mengangkat Topik Desain dan Teknologi Jembatan Terkini di Dunia

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar seri webinar yang kali ini adalah seri ketiga setelah webinar seri pertama dan kedua sukses diselenggarakan. Seri ketiga mengangkat BRIDGE ENGINEERING DAY “NON-CONVENTIONAL TECHNOLOGY OF BRIDGES WEBINAR” yang menghadirkan tiga pembicara internasional dan satu pembicara nasional dihadiri setidaknya 100 peserta dari berbagai perusahaan konstruksi di Indonesia maupun luar negeri.

Acara pembukaan acara dipimpin oleh Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE perwakilan dari BKS PII memimpin lagu Indonesia Raya dan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia dilanjutkan dengan opening remarks oleh Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU. Ir.Bambang pada sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN 2020-2024) memasukkan konstruksi 2.500 Km jalan tol dan 60 Km Jembatan di sluruh Indonesia dengan total investasi Rp. 2,058 Trilyun atau sekitar USD140 Milyar.

Lanjut Ir. Bambang menyampaikan bahwa dengan program akselerasi infrastruktur ini khususnya di subsektor Jembatan, Insinyur Indonesia dituntut sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait desain, teknologi dan konstruksi jembatan modern yang sudah diaplikasikan di dunia. Tujuan dari webinar ini adalah memberikan wawasan tambahan bagi para Insinyur Indonesia praktisi jembatan untuk terlibat di berbagai posisi di proyek jembatan baik sebagai design engineer maupun construction engineer bahkan sebagai project manager dan construction manager.

Webinar dimoderasi oleh Ir. Wendy Aritonang, M.Sc., DIC., PhD., IPU selama kurang lebih 3 jam dengan paparan dari 4 pembicara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pembicaranya antara lain: John Anderson – General Manager of SMEC International Africa Division mengangkat judul “Sydney Metro Cable Stayed Bridge: A Meeting of Precast Segmental Concrete and Cable Stayed Construction Technology”, Dr. Andrea Mordini, M.Sc., MBA., Ph,D., PE – Principal Bridge Engineer of BG&E Consulting Engineers Pte Ltd dengan judul “World’s Modern Bridges”, Guo Binli – Chief Expert for China Communications Construction Technology (CCCC) Infrastructure Technology Group Co., Ltd dengan judul “Technical Innovation and Performance Improvement of Long-span Bridges” dan Ir. Akhmadi Tri Cahyono – Head of Engineering Division for PT Wijaya Karya dengan judul “Construction of New Bridges in Indonesia”.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup interaktif dan mengundang beberapa profesional untuk bertanya di antaranya Dr. Ir. Ayuddin, ASEAN Eng dan Ir. Prastiwo Anggoro, ACPE., ASEAN Eng dan beberapa Insinyur Sipil lainnya.

“Terima kasih kepada Organizer dari webinar ini PII Cabang Batam Ir. Prastiwo dan PII Wilayah Kepri Ir. Mulia atas bantuannya di dalam menyelenggarakan kegiatan ini sehingga bisa terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama” kata Ir. Habibie Razak yang juga merupakan Coordinator Steering Committee Webinar Series yang dituanrumahi oleh Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII).

Webinar ini juga dihadiri oleh Dewan Pakar BKS PII, Dr. Ir. Hermanto Dardak yang juga merupakan mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia periode 2015 – 2018. Acara ditutup langsung oleh Ketua BKS PII dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Sesi EPC Proposal Development bersama PJB, April 2021

DEVELOP power, oil & gas training provider menyelenggarakan sesi EPC Proposal Development bekerjasama dengan Divisi Training PT Pembangkit Jawa Bali (PTPJB) selama 3 hari, 19 – 21 April 2021 melalui Zoom Meeting Application. Training ini dihadiri setidaknya oleh 30 staff PJB.

DEVELOP menunjuk Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE sebagai instruktur di sesi tiga hari ini. Sesi training ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas tim proposal PJB di dalam menyiapkan dan mereview EPC Proposal dalam kapasitas PJB dan anak perusahaan sebagai owner maupun sebagai EPC Contractor.

Training selama 3 hari ini memiliki beberapa tujuan antara lain: melakukan perencanaan teknis dan biaya untuk EPC power plant, memahami struktur organisasi proyek EPC, menyusun perencanaan project resources (manpower, peralatan, material dan pendanaan), menyusun rencana kerja proyek untuk pelaksanaan engineering, procurement, construction and commissioning sampai hand-over dan mengetahui problem solving dalam proyek EPC pembangkit.

Sesi training ini juga mengangkat beberapa studi kasus untuk lebih memahami cara membuat schedule Level 1 & 2 pada sesi proposal, penyiapan cost estimate WBS level 1 & 2 termasuk tata cara pengadaan barang dan jasa untuk proyek EPC.

Risma Aji sebagai Direktur DEVELOP training dan Aditya Koordinator training PTPJB di akhir acara menutup kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih banyak kepada instruktur dan juga peserta yang aktif di dalam berinteraksi satu sama lain selama 3 hari ini.

Sesi Kuliah Tamu EPC Universitas Negeri Malang, 8 April 2021

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang menggelar sesi kuliah tamu pagi tadi dengan topik “Mengenal Seluk-Beluk Proyek EPC” menghadirkan dua pembicara dari dunia konstruksi M. Faizal Ali Ma’ruf, ST dan Ir. Habibie Razak. Kuliah tamu yang dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil UM Ir. Sri Umniati dihadiri oleh setidaknya 300 peserta dari kalangan mahasiswa-mahasiswi dan juga dosen dari jurusan teknik Sipil UM ini.

Ir. Habibie Razak memberikan penjelasan mengenai perbedaan mendasar antara kontrak tradisional dan kontrak rancang bangun yang oleh industri lebih dikenal dengan istilah Engineering, Procurement & Construction contract. Ir. Habibie mengutip dari buku Design-Build Institute of America,Design-Build Definitions,” Design-Build Manual of Practice, Document Number 103, October, 1996 bahwa: Design-Builders is The entity contractually responsible for delivering the project design and construction.  The design-builder can assume several organizational structures: firm possessing both design and construction resources in-house, joint venture between designer and contractor, contractor-led team with the designer in a subcontract role, or a designer-led team with the constructor in a subcontractor role.

Habibie menambahkan bahwa The Project Life Cycle –5 Stages of Project Management in EPC Industry dibagi ke dalam 5 fase yaitu: Project Conception and Initiation, Project Definition and Planning, Project Execution, Project Monitoring and Controling dan Project Close-Out. Biasanya di fase project conception and initiation, Client atau pemilik proyek membuat kajian studi kelayakan menguji apakah investasi berupa infrasttuktur atau fasilitas ini layak secara teknis, ekonomi, dan bisa memenuhi kaidah-kaidah lingkungan yang disyaratkan secara nasional maupun internasional.

Proyek bisa lanjut ke fase perencanaan dan eksekusi apabila memenuhi ketiga syarat tadi dan bisa lanjut ke Final Investment Decision (FID). Pembiayaan proyek oleh Ir. Habibie bisa menggunakan skema pinjaman dan equity seperti yang biasanya dilakukan di dunia pembiayaan infrastruktur. Di fase monitoring and controling, project manager di sisi EPC Contractor akan memantau dan mengevaluasi kinerja proyek apakah memenuhi indikator kinerja yang ditetapkan oleh client terkait biaya, mutu, waktu dan keselamatan kerja.

Ir. Habibie Razak yang pernah bekerja di perusahaan EPC global terkemuka menyampaikan bahwa kontraktor EPC memiliki prosedur dan kebijakan sendiri di dalam mengelola proyek termasuk aplikasi yang digunakan di dalam mengontrol biaya dan schedule selama proyek berlangsung. Fase terakhir adalah project close out setelah semua project deliverables sudah diserahterimakan ke pemilik proyek sesuai dengan kontrak. “This last step is vitally important because it allows team members to evaluate, document and learn from the project. This stage is where the team perform lessons learnt of the project and used as useful information for the next project” lanjut Ir. Habibie dalam paparannya.

Pesan terakhir Ir. Habibie di sesi tanya jawab bahwa untuk bisa menjadi project manager pada proyek EPC, insinyur dibutuhkan untuk memiliki kompetensi teknis multi-disiplin keinsinyuran. “Sebutlah saya sebagai Insinyur Sipil, saya untuk bisa mengerjakan dan memimpin proyek sebagai project manager pembangkit listrik, LNG Plant, dan proyek industri lainnya mau tidak mau harus cukup menguasai disiplin teknik lainnya seperti process, mechanical, electrical, I&C”

Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan terselenggara dengan sangat sukses berkat panduan Ibu Vita Ayu Kusuma Dewi sebagai moderator yang juga merupakan salah satu dosen sipil Universitas Negeri Malang.

Kolokium Calon Insinyur Program Profesi Insinyur FTI UMI, 3 April 2021

Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI-UMI) kembali menggelar Kolokium Keinsinyuran untuk Semester Akhir 2020/2021 sebagai ajang sharing best practice pengalaman keinsinyuran dari setiap peserta Program Profesi Insinyur Angkatan ke-9 Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk kelas PT Freeport Indonesia.

Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng. selaku sekretaris PSPPI FTI UMI mengundang beberapa Majelis Penilai/Penanggap antara lain: Ir. Habibie Razak, ST, MM, IPU, ACPE, ASEAN Eng., Ir. I Gede Suratha, MSc.,IPU., Ir. Hasbi Bakri, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Ir. Faizal Safa, MSc.,IPU pada kegiatan 8th Professional Engineer Colloquium Program ini dengan tema “Enhancing Professional Engineers Competencies in Digital Era”. Kegiatan ini dilakukan secara online (daring) melalui Zoom.

Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim
Indonesia Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T.,M.T., IPM, AK3U, ASEAN Eng. dilanjutkan dengan sesi kuliah tamu yang menghadirkan Kepala Teknik Tambang PT. Freeport Indonesia Ir. Zulkifli Lambali dengan judul paparan “Peran Insinyur dan Strategi Membangun Industri Pertambangan yang Berkelanjutan”

Kolokium yang dihadiri oleh 20 peserta calon Insinyur dari berbagai divisi dan departemen PT Freeport Indonesia. Beberapa topik yang menarik oleh peserta kolokium yang ditanggapi oleh salah satu penanggap Ir. Habibie Razak adalah metode pembuangan lapisan overburden penambangan menggunakan mekanisme Grasshopper Conveyor system. Berbeda dengan tambang open pit sederhana pembuangan OB tidak bisa langsung dilakukan dengan cara direct dumping ke disposal area tapi dilakukan dengan sistem yang lebih kompleks.

Topik kedua oleh Ir. Habibie yang cukup menarik adalah presentase terkait preventive support maintenance untuk ground support pada penambangan bawah tanah. Dibutuhkan pengecekan ground support yang terpasang, mengganti yang rusak d ground support seperti resin bolt yang berfungsi untuk mencegah kerusakan pada massa batuan.

Kolokium kelas PT Freeport ini berlangsung lebih dari 3 jam dan majelis penilai/penanggap mengeluarkan hasil evaluasi penilaian dengan beberapa kriteria antara lain: penampilan, isi presentase, penyajian dan penguasaan.

Digitalized Engineering & Construction Webinar, BKS PII, 17 Maret 2021

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) bekerjasama dengan PII Wilayah Kepulauan Riau dan PII Cabang Batam kembali menggelar webinar bertemakan digitalization and automation in engineering and construction industry yang digelar hari ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam melalui zoom meeting application. Kegiatan webinar ini juga dirangkaikan dengan launching Buku Pedoman Praktik Keinsinyuran di Indonesia untuk Insinyur Sipil yang langsung diluncurkan oleh Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU Ketua BKS PII yang pada kesempatan ini juga menjadi moderator untuk acara webinar terkait digitalisasi konstruksi ini.

Webinar yang dihadiri oleh 200 peserta terdiri dari Insinyur Sipil dan non-Insinyur Sipil dipandu oleh Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE., IPU yang dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia. Ir. Habibie kemudian menyerahkan forum kepada Pak BG begitu sapaan Ir. Bambang Goeritno untuk memimpin jalannya webinar.

Pembicara yang dihadirkan terdiri dari pembicara dari luar dan dalam negeri antara lain: Allie Young, B.Eng.Sc., BA – Build Change (USA) – “BIM and AI for Disaster Resilience”, Ross Griffin, B.Sc., MBA., MRICS., CIOB – Kosmos DK (Denmark) – “4D/5D BIM and Digital QS”, Romi Ramadhan, ST., MBA – GM BIM PT Wijaya Karya – “Implementation of BIM in Construction Due to Disaster”, Franky Ken, B.Eng (Hons), IPM, Ceng(UK), IntPE(UK), MIStructE(UK), MASCE(US), and Julian Pratama Putra Thedja, ST, MT, M.Sc – Studio KaT Indonesia – “Digitalization and Automation In Design Workflow” yang kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan tanya jawab oleh panelis dan peserta webinar.

Panelis yang ditunjuk pada webinar ini Ir. Biemo Sumardi, M.Sc. PhD Peneliti BIM dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Arief Rahman – Senior BIM Manager PT Pembangunan Perumahan. Keduanya diberikan kesempatan oleh moderator untuk menanggapi paparan dari keempat pembicara atau narasumber webinar ini.

Menurut Allie Young, bahwa dengan adanya BIM tools dan otomasi keinsinyuran membuat proyek yang dikerjakan menjadi 6x lebih produktif. Ini terbukti pada proyek yang dikerjakan di Kolombia untuk Housings Reftrofitting for Earthquake Reslilience sedangkan Ross Griffin dalam kesimpulan paparannya bahwa dengan digital Quantiy Surveying (QS) pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih akurat di dalam menghasilkan cost estimate karena sudah mengintegrasikan semua design disciplines ke dalam satu powerful software, Business Information Modeling (BIM).

Pembicara ketiga, Romi Ramadhan dari Wijaya Karya memaparkan studi kasus tentang penggunaan BIM pada proyek rehabilitasi lereng akibat longsoran di Jawa Barat. Romi membuktikan bahwa BIM dapat mengintegrasikan proses dari survei, analisa geoteknik sampai pada pekerjaan struktur di fase desain, selain itu BIM dapat mendeteksi clash dan meresolve other design issues sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Franky Ken dan Julian Thedja menjadi narasumber keempat yang memaparkan tentang alur kerja di tahap desain, konstruksi dan pasca-konstruksi menggunakan dua cara yaitu cara tradisional dan digital + database. Kedua profesional ini sementara membangun otomasi inspeksi penginderaan otomatis pemasangan tulangan beton dengan menggunakan machine learning.

Di akhir sesi webinar dilanjutkan dengan launching pedoman praktik keinsinyuran di Indonesia untuk Insinyur Sipil yang secara seremonial diluncurkan langsung ketua BKS PII. Dalam sosialisasinya, Pak BG menyampaikan bahwa Insinyur Sipil dalam pelaksanaan praktik keinsinyuran sudah memiliki pedoman resmi dan tentunya dengan pedoman ini Insinyur Sipil dituntut lebih meningkatkan kualitas layanan kensinyurannya kepada pemberi proyek/pengguna keinsinyuran dan pemanfaat keinsinyuran yang tidak lain adalah publik/masyarakat.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa Buku Pedoman Praktik Keinsinyuran ini mulai digodok sekitar setahun lalu di mana tim penyusunnya Ir. Habibie Razak beranggotakan beberapa Insinyur Sipil antara lain: Ir. Prastiwo Anggoro, ACPE., ASEAN Eng., Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU, Ir. Andi Sanjaya, IPM., ACPE., ASEAN Eng., Ir. Darmansyah Tjitradi, MT., IPU., ASEAN Eng. yang dibantu oleh staff BKS PII Regina Wikan Pangrepti Prawitasari, SS.

Pak BG dalam paparannya bahwa “Insinyur yang memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur oleh PII dilengkapi dengan cap Insinyur. Untuk kepentingan Publik atau pun Client yang mengharapkan jaminan mutu hasil kegiatan keinsinyuran, cap Insinyur ini menyatakan distinctive mark (penanda khusus) Insinyur yang memiliki STRI yang akan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan sesuai dengan standar keinsinyuran.  Cap ini digunakan untuk mengidentifikasi semua pekerjaan yang disiapkan oleh, di bawah pengawasan atau di bawah pemeriksaaan/review oleh seorang Insinyur yang ber-STRI tadi sebagai bagian dari pelayanan profesional yang diberikan kepada Publik/Client

Acara ditutup dengan foto bersama antara narasumber, panelis, panita, peserta dan pengurus BKS PII yang hadir pada webinar kali ini.

Sesi AER Open Day & ABC4E, 6 Maret 2021

Komisi ASEAN Engineering Register (AER) yang diketuai oleh Ir. Yau Chau Fong kembali menyelenggarakan sesi networking yang mereka beri nama AER Open Day & ABC4E. ABC4E adalah singkatan dari ASEAN Business Chat For Engineering yang merupakan sesi untuk memperkenalkan ASEAN Engineers Registration yang merupakan salah satu sertifikasi di tingkat Asia Tenggara yang dikeluarkan oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO).

Di sesi ini AER Head Commissioner memberikan kesempatan kepada beberapa perwakilan Persatuan Insinyur seperti IEM Thailand, IEM Malaysia dan PII Indonesia untuk memberikan profil keanggotaan dan Insinyur Profesional serta jumlah anggota ASEAN Engineers Register (AER) di negaranya. Ir. Habibie Razak sebagai AER Country Registrar – Indonesia memaparkan profil PII dan kegiatan-kegiatan keinsinyuran yang diselenggarakan satu tahun terakhir termasuk upcoming events seperti webinar dan kegiatan lainnya.

Ir. Habibie menyebutkan bahwa PII memiliki 39 ribu anggota, 18 ribu Insinyur profesional dan 1100 ASEAN Engineers-Registered. Ir. Habibie pada kesempatan ini menginfokan bahwa sesi international webinar akan diselenggarakan oleh PII yakni terkait digitalized engineering and construction yang menghadirkan 4 narasumber dari Denmark, Amerika Serikat dan Indonesia. Di era digitalisasi ini, Insinyur Indonesia diharapkan memiliki kompetensi digital terkait keinsinyuran supaya proyek-proyek yang dikerjakan bisa diselesaikan lebih efektif, efisien serta lebih produktif lagi dalam rangka mensukseskan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara.

Beberapa Sharing Session di event kali ini antara lain ASEAN Engineering Technologist/ Technician, Intra- ASEAN Engineering Trade Chat Sharing of Opportunities in engineering business in ASEAN, Intra- ASEAN Engineering Trade Chat Sharing of Opportunities for ASEAN Engineer in the Middle East dan Briefing on Virtual Exhibition (Business Networking).

Beberapa Insinyur yang hadir sebagai pembicara di AER Open Day & ABC4E ini antara Ir. Fam Yew Hin – IEM Malaysia dan Engr. Trese Bustamante – PTC Philippines. Keduanya adalah ASEAN Engineers yang mampu berpraktik keinsinyuran secara global yang mendapatkan benefit sebagai ASEAN Engineers.

Sesi AER Open Day and ABC4E ini berlangsung selama 4 Jam dan dihadiri oleh sekitar 100 Insinyur yang berpraktik keinsinyuran di kawasan Asia Tenggara. Setidaknya ada 20 Insinyur Indonesia yang menghadiri event ini antara lain: Ir. Basuki Nugroho, ASEAN Eng., ACPE Wakil Sekjen BKM PII dan Ir. Taufik Nur, MT., ASEAN Eng Sekretaris Forum Pelaksana Program Profesi Insinyur se-Indonesia.

Kuliah Umum Keinsinyuran PSPPI FTI UMI, 13 February 2021

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTI UMI membuka aktifitas akademik untuk Angkatan ke-9 Semester Akhir 2020/2021 dengan menyelenggarakan kuliah umum keinsinyuran dengan Tema “ Insinyur Membangun Indonesia, Insinyur yang berintegritas dan Bermartabat” pada hari Sabtu, 13 Februari 2021 Pukul 09.30-12.50 WITa Via Zoom Meeting dan LiveStreaming Youtube.

Opening Speech menghadirkan perwakilan Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si dan perwakilan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia. Pada sesi kuliah umum kali ini PSPPI FTI UMI menghadirkan Pembicara antara lain: Ir. Bambang Goeritno, MPA., MSc., IPU (Ketua Majelis Standar Keinsinyuran Persatuan Insinyur Indonesia/Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia) dan Ir. Rizal Kasli, IPM, POU (Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, PERHAPI) yang dimoderasi oleh Ir. Habibie Razak, ST, MM, IPU, ASEAN Eng., ACPE (Project Director Energy, Resources & Transport SMEC Indonesia/Alumni Program Profesi Insinyur FTI Universitas Muslim Indonesia).

Ir. Bambang Goeritno membuka paparannya dengan sedikit menceritakan “History of The Failure of Quebec Bridge in Canada” yang bukan hanya menimbulkan kerugian materi tapi juga kerugian jiwa dengan meninggalnya 76 pekerja konstruksi. Kisah ini merupakan lessons learnt tentang kurangnya pengawasan dari para insinyur yang kompeten yang terlibat di proyek itu baik di fase desain maupun pada saat pelaksanaan. Kejadian ini juga sekaligus menjadi bahan pembelajaran bahwa Insinyur yang bertanggung jawab di proyek juga harus mengikuti serangkaian ujian terkait etika profesi dan pengetahuan serta pengalaman keinsinyuran. Di Canada, setiap insinyur penanggung jawab tadi kemudian haruslah seorang Professional Engineer yang yang tidak lain adalah ijin praktik keinsinyuran yang dikeluarkan oleh semacam organisasi profesi insinyur di setiap propinsi.

Ir. Bambang dalam paparannya menyebutkan bahwa memang Insinyur Profesional haruslah memiliki etika profesi, pengetahuan dan pengalaman keinsinyuran untuk mendapatkan ijin praktik keinsinyuran di Indonesia. Dalam kesempatan ini Pak BG, sapaan Beliau juga menyebutkan bawah Mandatory Key Competencies to be Competent Engineer with High Integrity untuk bisa berkompetisi di kancah domestik dan global antara lain: Project Management, Entrepreneurship, Leadership & Communication, Technical Specialization, English, Presentation Skills, Teamwork & Cooperation, Code of Ethics dan Digital skills related to engineering profession.

“Terkait digital technology competency yang dibutuhkan oleh Insinyur itu antara lain: Big Data, Internet of Things (IoT), Sensor-based Technology, Geographic Information Systems (GIS), Building Information Modelling (BIM), Augmented Reality (AR) and Mobile Technology” lanjut Pak BG.

Sementara narasumber kedua Ir. Rizal Kasli memberikan paparan terkait profil Insinyur Pertambangan, produk atau deliverables keinsinyuran yang dihasilkan oleh Insinyur Pertambangan. Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah dan saat ini Pemerintah dengan UU Minerba yang baru mewajibkan para pengusaha pertambangan untuk membangun pabrik-pabrik pengolahan bahan setengah jadi bahkan sampai menjadi bahan jadi yang bisa memberikan nilai tambah buat masyarakat dan bangsa Indonesia.

Ir. Rizal Kasli berpesan “karena Insinyur sudah punya undang-undang maka kami di sektor pertambangan terus menghimbau para Insinyur untuk segera memiliki sertifikat kompetensi Insinyur dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII), kita wajib mengikuti semua paraturan perundang-undangan yang berlaku” imbuh Beliau. Ir. Rizal juga memaparkan tahapan kegiatan usaha kegiatan pertambangan mineral dan batubara yang dimulai dari kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi hingga pasca-tambang.

Ir. Habibie Razak membuka sesi tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya langsung kepada kedua narasumber. Beberapa pertanyaan menarik dari beberapa peserta antara lain: pertanyaan pertama, sampai di mana keterlibatan PII dan PERHAPI di dalam memastikan bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh pengusaha pertambangan dilakukan sesuai dengan kaidah kaidah good mining practice dan hingga di mana komitmen pengusaha ini di dalam memberikan kesempatan kepada Insinyur Indonesia dan tenaga kerja lokal untuk berkarya di dunia pertambangan.

Pertanyaan kedua yang cukup menarik bahwa apakah Persatuan Insinyur Indonesia akan mengeluarkan standar remunerasi Insinyur untuk proyek-proyek di dalam negeri memastikan bahwa remunerasi Insinyur bisa lebih baik dibandingkan apa yang ada saat ini. Ir. Habibie Razak sebagai moderator menambahkan bahwa memang saat ini tingkat remunerasi Insinyur kita masih jauh dibandingkan remunerasi para Insinyur yang bekerja di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Untuk mengetahui jawaban dari kedua narasumber, panitia kuliah umum akan mengupload rekaman sesi ini ke dalam YouTube sehingga bisa ditonton secara lengkap.

Moderator menutup sesi kuliah umum dan mengembalikan kepemimpinan acara pada Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng Sekretaris Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI-UMI) sekaligus menutup keseluruhan acara.

Half-Day Webinar “Keandalan Infrastruktur Sipil Terhadap Fenomena Alam” BKS PII, 10 Februari 2021

Bermacam-macam bencana alam kerapkali menyinggahi Indonesia hampir setiap tahun, termasuk peristiwa yang berturut-turut terjadi di awal tahun 2021. Tanah longsor di Cimanggung, Sumedang, pada tanggal 9 Januari 2021. Korban jiwa hingga 36 orang, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian.

Gempa bumi berkekuatan 5.9 dalam skala Richter di Majene, Sulawesi Barat, tanggal 14 Januari 2021, dan diikuti dengan gempa susulan dengan kekuatan 6.2 dalam skala Richter pada tanggal 15 Januari 2021. BNPB mencatat bahwa hingga tanggal 17 Januari 2021 pukul 20.00, korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 81 jiwa, sedangkan yang luka-luka paling sedikit 600 orang.

Banjir bandang di Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 12-14 Januari 2021. Sebanyak 2.600 warga mengungsi. Ruas jalan nasional di Kalimantan Selatan yang menjadi penghubung antar Kabupaten dan Kota, bahkan jalan nasional menuju Kalimantan Timur telah terputus akibat banjir yang merusak jembatan Sungai Salim. Korban tewas akibat banjir ini sekurang-kurangnya 15 jiwa. 

Banjir dan Tanah Longsor Manado, tanggal 16 Januari 2021. Kota Manado, Sulawesi Utara, diterjang tanah longsor dan banjir hingga setinggi 3 meter. Dalam musibah ini  5 orang dinyatakan tewas dan sekitar 500 warga lainnya mengungsi. Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado ini diakibatkan oleh  hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil dengan tinggi muka air sekitar 50cm-300cm. Peristiwa banjir bandang juga terjadi di banyak wilayah dan kota akhir-akhir ini, misalnya kawasan Puncak, Cisarua (19 Januari 2021), Kab. Tulungagung (4 Februari 2021), Semarang (6 Februari 2021) yang sempat melumpuhkan bandara Semarang dan jalur pantura, serta tempat-tempat lainnya.

Dalam suasana ancaman bencana alam di mana-mana, yang seringkali menelan korban jiwa dan harta benda, para insinyur sipil merasa ditantang seberapa handalkah infrastruktur sipil yang dibangun mampu bertahan dan melindungi manusia dan harta benda? Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan kerugian. 

Terinspirasi dari keadaan tersebut, webinar yang diselenggarakan oleh Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) yang diorganize oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam dengan tema “Keandalan Infrastruktur Sipil Terhadap Fenomena Alam”. Pemerintah dan swasta sedang giat-giatnya membangun di seluruh wilayah tanah air, tetapi di saat yang sama banyak peristiwa alam/bencana yang menimbulkan korban jiwa, harta benda, ataupun kerusakan-kerusakan parah pada bangunan yang telah dibangun. Memperhatikan adanya fenomena tersebut, serta keterkaitannya dengan aktifitas pembangunan infrastruktur sipil, maka dalam setiap tahap kegiatan: perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemeliharaan infrastruktur sipil harus betul-betul mengikuti kaidah-kaidah keteknik(sipil)an demi tujuan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bangunan.  Indonesia yang berada di jalur “ring of fire”, maka keandalan infrastruktur terhadap bencana gempa bumi ataupun tanah longsor merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan, dan karena itu harus dikuasai dan diterapkan oleh setiap praktisi keinsinyuran sipil. 

Melalui webinar ini diharapkan dapat dicapai goals, sebagai berikut: pencerahan kepada praktisi keinsinyuran (sipil) tentang prinsip-prinsip dasar perencanaan infrastruktur, termasuk update teknologi dan peraturan bangunan tahan gempa, informasi mengenai bahaya pergerakan tanah ditinjau dari sisi geologinya, serta implementasi NSPM-nya (norma, standar, prosedur, dan manual) di berbagai macam pembangunan infrastruktur, pemahaman tentang pentingnya sistim monitoring, evaluasi dan perawatan aset guna menjaga/menjamin kesehatan struktur berbagai infrastruktur sipil, pencerahan terkait hal-hal menyangkut banjir dan banjir bandang, serta upaya untuk beradaptasi dengan lingkungan banjir, dan perencanaan yang berbasis resiko.

Sebagai feedback yang diharapkan dari webinar ini, PII ataupun asosiasi profesi lainnya, perguruan tinggi, dan semua institusi yang ikut bertanggung jawab membangun sumberdaya manusia insinyur perlu menyerap hal-hal sebagai berikut: seberapa jauh tingkat pemahaman dan kepatuhan para praktisi keinsinyuran terhadap aspek-aspek fundamental dalam pembangunan infrastruktur sipil, misalnya perencanaan   bangunan tahan gempa berdasarkan SNI, seberapa jauh para praktisi keinsinyuran mengikuti perkembangan peraturan-peraturan yang terkait dengan aspek fundamental tersebut, misalnya updating peraturan-peraturan yang berlaku tentang perencanaan struktur beton bertulang penahan gempa (SNI 2847:2019 dan SNI 1726:2019). seberapa jauh para praktisi keinsinyuran menyadari pentingnya melakukan assessment terhadap kondisi aset infrastruktur guna menjaga kelaikan fungsi dan layanannya.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc., M.Eng., IPU., ASEAN Eng. di dalam sambutannya menyampaikan bahwa PII akan memberikan rekomendasi antara lain sebagai berikut: adanya Perda di daerah-daerah yang dianggap sudah memerlukan dengan mensyaratkan perencanaan bangunan tahan gempa untuk setiap bangunan infrastruktur sipil, terutama bangunan milik Pemerintah/Pemerintah Daerah. Tenaga ahli insinyur yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek konstruksi tahan gempa harus kompeten di bidang tersebut dan seorang professional, ditandai dengan kepemilikan sertifikat Insinyur Profesional yang sudah diregistrasi oleh PII (STRI). Mendorong pemerintah daerah yang dianggap sudah memerlukan untuk membentuk Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) atau sejenisnya, yang bertugas memberikan pertimbangan teknis dan rekomendasi kepada Kepala Daerah tentang kelaikan teknis pembangunan instruktur sipil di wilayahnya.

Webinar ini menghadirkan Ir. Habibie Razak., IPU., ACPE., ASEAN Eng sebagai master ceremony memimpin acara dimulai dari pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PII dan sambutan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia. Ir. Habibie menyerahkan estafet forum kepada Ir. Bambang Goeritno, M.SCc., MPA., IPU Ketua Badan Kejuruan Sipil (BKS PII) sebagai moderator pada hald day webinar ini.

Pembicara webinar ini antara lain

  1. Prof. DR. Ing. Ir. I Gde  Widiadnyana Merati, DEA. IPU.: Struktur Bangunan: Prinsip-prinsip Desain dan Keandalannya Terhadap Gempa
  2. Prof. Dr. Ir. Yan Sopaheluwakan, M.Sc.: Banjir: Antara “Bencana” Rutin Eskalatif dan Perencanaan Berbasis Resiko
  3. Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc. Ph.D: Bahaya Pergerakan Tanah dan SNI Kita
  4. Ir. Wendy Aritenang, M.Sc. DIC. Ph.D. IPU: Infrastruktur Transportasi: Keandalannya Terhadap Fenomena Alam

Kegiatan Webinar Ketekniksipilan yang berlangsung hari ini via Zoom Meeting Application dihadiri setidaknya 250 peserta yang bergelut di sektor keinsinyuran. Sesi tanya jawab berlangsung sangat alot mengundang para Insinyur dan peserta webinar di dalam memberikan feedback maupun pertanyaan kepada para panelis.

Focus Group Discussion “Rintangan Bauran Energi Nasional 2025”, 8 Februari 2021

Fraksi Partai Nas-Dem DPR RI menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Daring dengan tema Rintangan Bauran Energi Nasional 2025 yang dilaksanakan hari ini Senin, 8 Februari 2021 yang berlangsung sekitar 3 jam.
Sesi FGD ini menghadirkan narasumber antara lain: Sugeng Suparwoto (Ketua Komisi VII DPR RI), DR. H. Kurtubi, SE, M. Sp.,M.Sc, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M. Sc (Dirjen EBTKE), Fabby Tumiwa (Direktur Eksekutif IESR) dan Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE ( Resources & Energy Specialist) dimoderasi oleh Rahmatul Hidayat (Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem DPR RI).

Sugeng Suparwoto sebagai Ketua Komisi VII DPR RI memberikan update terkait penyusunan RUU EBTKE yang digodok DPR saat ini. Harapannya UU ini akan memberikan aura positif di dalam menggenjot pengembangan investasi Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia. Hadir sebagai pembicara kedua Dr. Ir Dadan Kusdiana memaparkan program pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM terkait pengembangan New and Renewable Energy di Indonesia. Program yang dimaksud termasuk transisi energi, substitusi energi primer, konversi energi primer fosil, penambahan kapasitas EBT dan pemanfaatan EBT non listrik/non BBM.

Dr. Dadan menambahkan, untuk program pengembangan PLTP untuk mencapai target 9.3 GW dalam beberapa tahun ke depan Pemerintah mencanangkan government drilling. Dalam rangka peningkatan kualitas data sebelum suatu wilayah ditawarkan kepada badan usaha, Badan Geologi KESDM akan melakukan eksplorasi panas bumi hingga pengeboran untuk 20 WKPdengan rencana pengembangan 60MW. Selain itu, sinergi BUMN terus ditingkatkan antara PT PLN, PT Geodipa dan PT Pertamina Geothermal Energi.

Narasumber ketiga menghadirkan Fabby Tumiwa – Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR). Fabby mengangkat topik pengaruh konsistensi dan kualitas kebijakan dan regulasi terhadap investasi energi terbarukan di Indonesia. Dalam paparannya, rata-rata pertambahan Kapasitas Terpasang tahun 2010 – 2014 hanya sekitar 357.84 MW sedangkan rata-rata penambahan kapasitas terpasang tahun 2015 – 2019 sekitar 349.02 MW. Jadi per tahunnya masih sangat kecil dibandingkan target bauran energi EBT yang diprogramkan oleh Pemerintah.

Narasumber terakhir, Ir. Habibie Razak memaparkan bahwa solusi implementasi Renewable Energy di Indonesia adalah dengan dengan program supergrid yang memberikan benefit antara lain: potensi EBT bisa sepenuhnya terutilisasi, pertukaran energi antara pulau dan/atau antar regional bisa dilakukan, meningkatkan level penetrasi variable renewable energy (angin, surya), menciptakan lebih banyak sumber-sumber EBT dan industri bisa lebih berkembang dekat dengan sumber bahan baku.

Oleh Ir Habibie ada beberapa isu penting terkait kendala pengembangan EBT di Indonesia antara lain: Ketersediaan lahan untuk RE project masih terbatas dan bahkan cenderung mahal. Lahan yang mahal sangat signifikan mempengaruhi keekonomian proyek, Konsep BOOT menjadi sangat berat ketika developer harus membeli lahan yang juga kemudian akan ditransfer ke PLN pada saat PPA sudah habis (misalnya: Solar PV Plant), PLN hanya bisa menerima maksimum 15-20% dalam satu sistem regional dan tetap diback-up oleh emergency power plant (spinning reserve) in case of VRE out of the grid. Sistem transmisi kita belum canggih menerima lebih banyak VRE, Tarif EBT masih diatas BPP, Sumber EBT tersebar di Kepulauan dan pemanfaatannya masih rendah karena aksesnya terbatas. Konsep KPBU untuk NRE belum digalakkan, No PDF & VGF.

FDG ditutup oleh Dr. Kurtubi sekaligus berpesan kepada Pemerintah untuk segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dengan teknologi modern mengingat PLTN ini tarifnya hanya di kisaran USD Cent 5/kWH. PLTN adalah sumber energi murah dan ramah lingkungan menurut Dr. Kurtubi.