PII Batam Sukses Gelar Webinar High Rise Building, 4 November 2021

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam kembali sukses menggelar international webinar bertemakan “High Rise Building Development, Design and Construction Innovation” yang menghadirkan dua pembicara internasional Neil Gunn Regional Director BG&E Consulting Engineers dan EeTiong Lim Studio Director, Gensler. Acara ini dihadiri 60 profesional yang berprofesi Insinyur dan juga Arsitek dari Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Acara dibuka oleh Ir. Prastiwo Anggoro, IPM., ASEAN Eng., ACPE., PMP dengan memimpin Lagu Indonesia Raya dan Hymne PII yang kemudian dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari Dr. Ir. Mulia Pamadi Ketua Wilayah Kepulauan Riau. Dr. Ir. Danis Sumadilaga, M.Sc., IPU Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengantar webinar ini dengan memberikan pengantar terkait poin poin penting yang perlu didiskusikan selama webinar antara lain: standar dan regulasi yang mengatur tentang high rise building di Indonesia termasuk upaya mensukseskan sustainable development goals (SDG) kaitannya dengan usaha melindungi lingkungan dengan menyiapkan konsep bangunan yang aman, sehat, nyaman dan ramah lingkungan. “High Rise Building structure yang didesain juga harus bisa menjawab tantangan Climate Crisis yang dihadapi dunia saat ini” Ir. Danis menambahkan.

Dr. Danis juga mengingatkan bahwa Indonesia berada di ring of fire di mana gempa bumi termasuk salah satu aspek yang harus diperhitungkan di dalam perencanaan high rise building di Indonesia. Di akhir opening remarks, Pak Danis yang juga akan otomatis menjadi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia di Kongres mendatang bulan Desember di Bali mengucapkan selamat berwebinar ria dan semoga memberikan manfaat sebesar-besarnya buat para Insinyur Indonesia.

Moderator Ir. Habibie Razak, IPU., APEC Eng. membuka sesi webinar dengan memberikan kesempatan kepada kedua narasumber dan dilanjutkan dengan sesi feedback dan tanya jawab oleh panelis Ir. Andi Sanjaya Tjong yang juga merupakan inisiator kegiatan ini. Sesi tanya jawab menghadirkan beberapa peserta memberikan pertanyaan kepada kedua narasumber.

Neil memaparkan studi kasus yang dikerjakan oleh perusahannya BG&E Consulting Engineers lebih pada aspek structural engineering design and construction untuk 3 proyek di luar negeri seperti di Dubai dan Australia sedangkan Ar. Eetiong Lim lebih fokus pada architectural point of view yang mengangkat beragam case studies yang dikerjakan oleh Gensler yang juga merupakan konsultan Arsitektural No. 1 di dunia berdasarkan Engineering New Record (ENR).

Sesi terakhir, Ir. Franky Ken, IPM sesuai permintaan PII Cabang Batam membacakan rekomendasi yang dihasilkan dari dua webinar sebelumnya terkait PE Practice di Indonesia dan luar negeri dan Role of PE in Earthquake Emergency/Disaster Preparedness yang diselenggarakan berturut turut di bulan September dan Oktober 2021.

Ada beberapa kesimpulan dan rekomendasi yang akan dibawa oleh PII Batam ke PII Pusat terkait praktik keinsinyuran dan peran Insinyur Profesional di Indonesia antara lain: Indonesia telah memiliki perangkat lengkap dan setara internasional dalam praktik PE di bawah payung UU 11/2014, Sertifikasi PE bukan hanya bukti kompetensi, tapi juga pengikatan perilaku PE sesuai kode etik berstandar internasional. Fakta bahwa banyak pulau dan kota di Indonesia yang rawan bencana meningkatkan urgensi suplai Insinyur tersertifikasi Professional Engineer (PE), Pemerintah dan PII harus merespon aspirasi insinyur-insinyur Indonesia terutama dalam hal pelaksanaan UU 11/2014 dan PP 25/2019 dalam hal peningkatan kualitas layanan keinsiyuran di Indonesia. Dari 2 webinar terakhir terindikasi secara nyata keinginan insinyur-insinyur Indonesia untuk bergabung dengan PII dan mendapatkan sertifikasi,

Insinyur Profesional yang berpraktik keinsinyuran yang bekerja di perusahaan kontraktor dan konsultan sesuai Engineering Law di negara Seperti Canada mesti mendapatkan Professional Indemnity Insurance (PII) yang disediakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja begitu pun dengan Insinyur yang bekerja individual juga diminta untuk melengkapi dirinya dengan Professional Indemnity Insurance (PII) untuk berpraktik keinsinyuran di Indonesia sama halnya dilakukan di negara seperti US, Singapore dan Canada. Engineering and Geoscientists of British Columbia (Canada) merencanakan untuk menyediakan dan menawarkan PII individual untuk semua PE yang diregistrasi oleh EGBC. Pelaksanaan Continuous Professional Development (CPD) disarankan dilakukan secara konsekuen sesuai amanah UU 11/2014. Ini juga dilakukan di negara seperti UK, Canada dan US untuk Insinyur mereka yang sudah terlisensi sebagai Professional Engineer (PE) dan rekomendasi terakhir adalah PII diharapkan akan melanjutkan momentum ini dengan webinar-webinar selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.