Habibie Razak Berbicara Tentang Entrepreneurship dan Teknologi Digitalisasi di ASEAN Young Engineers Forum, 1 December 2021

Konferensi Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara (CAFEO-39) yang kali ini diselenggarakan via online oleh Pertubuhan Ukur Jurutera Arkitek (PUJA), Brunei. Salah satu rangkaian acara CAFEO ke-39 ini adalah Young Engineers Forum yang menyelenggarakan webinar dengan tema “Technology Digitalisation and Enterpreneurship” yang dihadiri lebih dari 150 Insinyur se-ASEAN.

Webinar mengghadirkan pembicara dari beberapa negara antara lain: Engr. Tin Latt dari MES Myanmar, Engr. Dr. Ly Sovannarith dari BEC Kamboja, Engr. Riza Guzman dari PTC Philippina, Engr. Habibie Raza dari PII Indonesia dan Engr. Shafiq Shahu mewakili IES Singapore. Para pembicara memberikan sharing terkait teknologi digitalisasi secara umum dan digitalisasi di sektor keinsinyuran (engineering and construction). Para pembicara juga memaparkan pengalaman mendirikan startup company dan kompetensi yang mesti dimiliki oleh entrepreneur untuk bisa sukses menjalankan bisnisnya.

Ir. Habibie Razak mewakili Persatuan Insinyur Indonesia membawakan paparan dengan Judul “Engineer as Sales and Business Development in Engineering and Construction Industry, Opportunities and Challenges”. Habibie Razak dalam paparannya menyebutkan bahwa kompetensi sales and business development mesti dimiliki oleh seorang entrepreneur untuk bisa sukses di bisnisnya baik perusahaan sendiri maupun di perusahaan tempat dia bekerja.

Dalam konteks Insinyur berperan sebagai sales and business development, tentunya insinyur tadi mesti memiliki product or technical knowledge sebagai bekal dia ketika berusaha menjual jasa atau produk kepada calon pelanggan/calon Client. Habibie juga mengatakan, Insinyur yang pernah sukses sebagai sales and BD secara statistik akan bisa menapaki puncak karir di suatu perusahaan lebih cepat dibandingkan dengan Insinyur yang hanya bergelut di fase eksekusi proyek.

Walaupun kita masih berada di era pandemi tidak membatasi para Insinyur sales and business development di dalam melakukan aktifitas selling dan mendapatkan kontrak untuk perusahaannya. Setidaknya ada cara yang bisa dilakukan antara lain: “participating as sponsorship speaker in the technical webinar, Frequent online meetings with core and potential clients and Trying to have more physical meetings (face to face) w/strict health protocol” ungkap Ir. Habibie dalam bahasa Inggris.

Habibie Razak juga dalam 15 tahun terakhir mewakili Persatuan Insinyur Indonesia pada kegiatan-kegiatan keinsinyuran di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik. Ir. Habibie juga adalah salah satu anggota Monitoring Committee untuk Registrasi APEC Engineer di Indonesia. Habibie yang saat ini menjabat Country Director di salah satu perusahaan konsultan terkemuka di Indonesia terus berupaya memotivasi para Insinyur Muda di seluruh Asia Tenggara untuk bisa terus mengejar karir keinsinyuran mereka. Even seperti webinar dan conference harus terus digiatkan di tingkat ASEAN untuk bisa terus melakukan sesi sharing knowledge and experience.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.