MKI Menggelar Sharing Knowledge terkait PLTN, 12 July 2023

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar knowledge sharing and discussion dengan tema “Nuclear Power Plant 4th Generation” dengan menghadirkan dua narasumber, Prof. Dr. Sidik Permana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Prof. Dr. Motoyasu Kinoshita dari TEPSCO pada hari Rabu, 12 Juli kemarin yang berlangsung secara hybrid dari kantor MKI.

Prof. Sidik dalam judul paparannya “Nuclear Energy Contribution in Indonesia NZE Program and Potential SMR Implementation”. Prof Sidik menyampaikan beberapa benefit dari teknologi SMR yang meerupakan generasi keempat teknologi PLTN di abad ini antara lain:

Multiple build enables reduced costs through learning; Enables existing licensed sites to be used where space is limited; Small reactors can fit into limited electrical grid in remote regions, islands and in developing countries; Small reactors are simpler and more able to use natural convection and passive safety features and to be located underground.

Keunggulan lainnya seperti Modularity: in two senses – factory fabrication of modules for a simpler assembly on site and reactor units as modules that can be added to match demand; Lower Capital Investment: lower unit of investment and lower investment per unit power from factory fabrication and shorter construction times; Siting Flexibility: smaller footprint, less demanding infrastructure and possibility of siting on existing fossil sites nearer habitation; Gain Efficiency: use of heat for industry and other applications and coupling with other generation sources for more efficiency; Non-proliferation: Depending on type of SMR could lead to reduced transport and handling of nuclear materials and longer refuelling times, possibility of sealed fuel units.

Beberapa teknologi SMR yang diperbandingkan secara teknikal dan komersil (CAPEX & OPEX) antara lain: CAREM, ACP100, RITM-200, SMART dan NuScale menjadi bahan diskusi yang sangat interaktif antara narasumber dan peserta sharing session ini.

Sementara Prof. Motoyasu dalam paparannya kembali pada sejarah penggunaan dan implementasi teknologi nuklir sejak jaman the U.S. Navy’s first nuclear-powered submarine, on its initial sea trials, 10 January 1955, dijatuhkannya bom Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945 hingga pada bencana Fukushima di tahun 2011 dan banyak lagi lessons learnt dari masa lalu untuk dipelajari untuk menjadi modal pengembangan dan aplikasi teknologi nuklir di masa sekarang dan masa depan.

Beberapa hal terkait safety yang diambil dari slides Prof Motoyasu antara lain:

Safety Issue of Nuclear Power Plant Fukushima 3.11 (2011) accident tells most important issue is residual heat removal after stopping of nuclear reaction. The heat is generated by decaying of radioactive elements produced by fission reaction and left as waste material.

For safety at accident, engineering of emergency heat removal is the key.

For Solid Fuel: Heat is produced at fixed core structure so that cooling design tend to be high cost. AP-600 and NuScale prepare large water pool SMR makes this cooling easier and cheaper than standard (1000MWe class) reactors

For liquid Fuel: In design heat source with fuel moves out (drain down) from core and safely cooled. It has versatile design freedom. However, it is not automatically safe. you have to do many efforts to utilize its potential.

Lantas bagaimana dengan roadmap transisi energi menuju NZE di tahun 2060? “PLTN memegang peranan penting dalam mewujudkannnya setidaknya target 8GW beroperasi di kurun waktu 2036 – 2040, 21GW di tahun 2041 – 2050 dan sekitar 41 GW di kurun waktu 2051 – 2060” jawab Prof Sidik dalam penyampaian paparannya.

Finalisasi MRA on Professional Engineering Services, Sekalian Berkunjung ke Kantor SMEC Canberra

Kesempatan kali ini untuk kedua kalinya berkunjung ke Australia dalam rangka finalisasi MRA Signing antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Engineers Australia (EA) di Canberra, 30 Juni kemarin, saya juga menyempatkan mengunjungi kantor SMEC Canberra.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang SMEC karena kebanyakan dari kita semua sudah tahu. Apabila ada yang belum, bisa juga baca webnya di www.smec.com

Perjalanan dari Jakarta tanggal 28 Juni malam dan tiba di Melbourne keesokan paginya untuk transit sejenak dan setelah 2 jam harus kembali naik pesawat lagi ke Canberra. Tiga delegasi dari PII, Ketua Umum PII Bapak Danis, Ketua IMC APEC ER Bapak Andi Taufan dan saya sendiri sebagai Ketua Tim Perumus MRA pengakuan Insinyur kedua negara antara PII & EA.

Semua informasi terkait MRA Signing Ceremony ada di online media seperti di https://makassar.terkini.id/pii-dan-ea-gelar-penandatanganan-mra-atas-professional-engineering-services/ dan https://konstruksimedia.co.id/sah-pii-dan-ea-sepakati-perjanjian-mra-di-kedubes-ri-untuk-australia/

Dalam kunjungan kali, Dr. Danis juga melantik PII Cabang Australia, Ferry sebagai Ketua dan Perdana sebagai Sekretarisnya. Beritanya juga ada di di bawah https://konstruksimedia.co.id/hari-ini-pii-perwakilan-luar-negeri-dilantik-dari-canberra-australia/ dan https://retizen.republika.co.id/posts/225631/persatuan-insinyur-indonesia-lantik-perwakilan-luar-negeri-australia-di-canbera?utm_campaign=rolsosmed&utm_source=whatsapp

Saya sendiri senang bisa relax little bit setelah 2 hari sibuk dalam penyiapan PII Chapter Aussie dan MRA signing ceremony ini. Kunjungan sehari di Sydney ke beberapa tempat menarik cukup menghibur saya selama 4 hari di Australia.

Saya juga resmi menjadi Fellow of Engineers Australia (FIEAust) sejak 29 Juni kemarin setelah menerima sertifikatnya langsung dari Engineers Australia Leadership team. Senang bisa menjadi bagian dari keanggotaan engineersaustralia.org.au yang memiliki lebih dari 100 ribu Insinyur di Australia dan seluruh dunia.

Dan jangan lupa mengunjungi Kangguru kalo sempat di Taronga Zoo. Kalo pingin ketemu Kangaroo Jack, mungkin bisa coba coba ke alam liar Australia, that will be very exciting.

Seminar Teknis PII Kerjasama dengan Maccaferri Membahas Aplikasi Geoteknik dan Hidrolika, 15 Juni 2023

Persatuan Insinyur Indonesia kembali menggelar sesi seminar teknis Keinsinyuran hari ini di Gedung Rekayasa Indonesia (GRI)  dengan tema “INNOVATION IN GEOTECHNICAL AND HYDRAULIC APPLICATIONS” bekerja sama dengan PT Maccaferri Indonesia. Acara dibuka oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga.

Ir. Dr. Danis dalam sambutannya berpesan kepada para peserta dan penyelenggara seminar ini agar-agar betul membahas aspek perencanaan dan perancangan, instalasi di lapangan dan benefit yang diberikan oleh berbagai aplikasi produk geoteknik dan hidrolika Maccaferri ini baik secara teknis maupun sisi keekonomiannya.

“Insinyur Indonesia yang hadir pada seminar teknis ini tentunya akan bisa memutakhirkan pengetahuannya dan meningkatkan kompetensinya. Khusus untuk kawan-kawan Insinyur Profesional akan meraih tambahan poin CPD untuk bisa mempertahankan atau memperpanjang ijin praktik keinsinyurannya” lanjut Dr. Ir. Danis.

Dr. Danis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kesekretariatan PII bekerjasama dengan Maccaferri Indonesia, Narasumber Dr. Engr. Stefano Rignanese & Dr. Eng. Matteo Lelli, MBA., M.Eng., yang keduanya berasal dari Italia dan juga kepada Ir. Aulia Rachman Perwakilan PII Kota Bekasi serta panitia yang saya tidak bisa disebut namanya satu per satu dari sisi Maccaferri dan PII. 

  

Hadir dari sisi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Direktur Eksekutif PII Pusat memperkenalkan Organisasi PII dan profesi Insinyur Indonesia sesuai yang diharapkan oleh UU 11/2014. “Saat ini PII memiliki lebih dari 80 ribu anggota yang bukan hanya Insinyur Indonesia tapi juga di antaranya adalah Insinyur Asing, bahkan kita mendorong Insinyur Asing juga bisa segera meregistrasikan diri untuk menjadi Insinyur Profesional di Indonesia sesuai mandat UU11/2014, Engr. Matteo dan Engr Stefano kita juga harapkan segera menjadi anggota PII” sambut Ir. Habibie dalam paparannya.

Sesi teknis ini adalah seri yang ketiga yang dilakukan langsung oleh Kesekretariatan PII Pusat tahun ini setelah Pelatihan/webinar Data Centre di bulan Januari dan Pelatihan/Seminar Ansys yang diadakan Mei lalu.

Hadir 80 peserta secara online dan juga kelihatan peserta yang juga Pengurus PII Pusat hadir secara offline langsung dari kantor PII di Jalan Halimun Raya No. 39 Jakarta Selatan ini.

PII Berikan Pembekalan Kepada Calon Lulusan Teknik PERMIRA, 10 Juni 2023

Perhimpunan Mahasiswa Indonesia untuk Rusia (PERMIRA) menyelenggarakan kegiatan webinar Masa Persiapan Kepulangan (MSK) untuk warga negara Indonesia calon lulusan perguruan tinggi di Rusia.

Webinar yang berlangsung beberapa hari ini memberikan pembekalan kepada mahasiswa dan lulusan baru untuk masing masing profesi seperti profesi Insinyur, profesi dokter, profesi apoteker, profesi psikologi dan profesi akuntan.

Ir. Habibie Razak Direktur Eksekutif PII Pusat mewakili Persatuan Insinyur Indonesia memberikan pemaparan terkait profesi Insinyur di Indonesia, hal hal yang mesti dipersiapkan untuk bisa sukses sebagai Insinyur yang akan menyandang gelar Insinyur Profesional dan mendapatkan ijin praktik keinsinyuran.

Sebelum itu, para lulusan baru diwajibkan mengikuti program profesi Insinyur (PPI) melalui Perguruan Tinggi yang mendapatkan ijin sebagai penyelenggara program studi program profesi Insinyur ini (PSPPI).

“Silahkan kawan kawan ketika sudah Bachelor Degree of Engineering bisa kembali ke Indonesia mengikuti program profesi ini. Setelah memiliki pengalaman keinsinyuran diharapkan mengikuti program sertifikasi Insinyur Profesional melalui PII dan kemudian mengikuti program sertifikasi internasional tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik” papar Ir. Habibie.

Sesi paparan profesi Insinyur ini dibuka oleh Adi Nuryanto, ST., MT Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI untuk Rusia dan acara dimoderasi oleh Dedy Rachman pengurus PERMIRA.

AER Commissioner Roadshow di Makassar, 25 Mei 2023

Head of AER Commissioner, Ir. Yau Chau Fong dan timnya yang terdiri dari Ir. Dr. Tan Chee Fai, Ir. Rasmawatha Mohd Razalli, Ir. Abdul Razak dan Valli Saminathan berkunjung ke Makassar sebagai bagian dari AER Roadshow program. Kegiatan yang berupa seminar sehari ini sukses terselenggara hari ini di Hotel Fourpoints, Makassar.

Ir. Dr. Rusman Muhammad Sekretaris PII Wilayah Sulawesi Selatan sebagai host pada acara ini menyampaikan terima kasih kepada tim AER Commissioner yang memilih Makassar sebagai kota yang jumlah Insinyur, anggota PII dan Insinyur Profesionalnya tergolong banyak di Indonesia. Ir. Habibie Razak pada sesi pertama melaporkan kegiatan yang dilakukan oleh PII terkait sosialisasi AER yang didalamnya menyebutkan benefit menjadi bagian dari ASEAN Engineering Register (AER) communities yang bukan hanya memberikan mobilitas untuk Insinyur se-ASEAN bekerja di lingkup Asia Tenggara tapi juga hingga ke kawasan Timur Tengah.

“Sertifikasi ASEAN Engineer-Register sudah dikenal di luar Asia Tenggara dan menjadi bukti bahwa Insinyur yang mendapatkan sertifikasi ini betul-betul sudah mengalami proses assessmen di level institusi Persatuan Insinyur di negaranya sebelum dimajukan di tingkat ASEAN untuk diregistrasi. Benefit tambahan menjadi ASEAN Engineering Register (AER), kita diberikan akun khusus sejenis LinkedIn untuk mengcreate profile kita sebagai Professional Engineer dan accessible buat para employer atau institusi atau lembaga yang membutuhkan tenaga Insinyur Profesional untuk proyek-proyek di kawasan Asia Tenggara maupun lintas negara” papar Ir. Habibie.

Ir. Yau Chau Fong dalam paparannya menyampaikan “Sejarah terbentuknya AER ini hingga informasi terkait jumlah anggota AER yang sudah lebih dari 12 ribu orang berpredikat sebagai ASEAN Engineer, ASEAN Engineeering Technologist dan ASEAN Engineering Technician. Indonesia melalui PII sudah meregistrasi 2000 Insinyur Profesionalnya setara ASEAN. Thanks to PII” ucap Ir. Yau.

Dr. Tan Chee Fai sebagai penggiat smart manufacturing juga tampil memaparkan kegiatan dari ASEAN Engineering Inspectorate – Manufacturing dan juga Engr. Romelo Agatep yang hadir secara online memberikan update terkait AEI – Boiler kepada 30 peserta yang hadir secara offline and sebagian lagi yang hadir secara online.

Sesi siang dilanjutkan dengan “Sembang Chillex Regional Edisi Kedua” yang kali ini mengangkat tantangan Insinyur ASEAN yang ditugaskan di daerah daerah pedalaman dan terisolir untuk mengemban misi keinsinyuran. Kisah Ir. Abdul Razak Yakob ketika pertama kali bekerja di Industri ketika ditugaskan ke lokasi eksplorasi di mana dia harus bisa menyelesaikan misi dengan sumber daya yang terbatas menjadi kisah keinsinyuran yang patut untuk diteladani. Moderator Ir. Rasmawatha tampil sangat elegan di dalam memancing diskusi yang lebih interaktif antara para panelist dan peserta.

Prof. Dr. Ir. Tri Harianto tampil sebagai perwakilan dari sisi akademisi mengungkapkan pentingnya memberikan pembekalan kepada mahasiswa bukan hanya terkait technical knowlegde tapi juga soft skills untuk bisa bekerja sebagai bagian dari tim proyek termasuk ketika mereka terlibat di lapangan dan berurusan dengan masyarakat sekitarnya.

Hadir juga beberapa peserta dari unsur industri seperti Ir. Ansar Rahman dari PT Bumi Karsa, Dr. Ir. Rustan Tarakka Ketua PII Cab Makassar, Dr. Ir. Ilham Bakri Ketua Prodi PSPPI Unhas dan beberapa praktisi maupun akademisi di berbagai sektor keinsinyuran.

AQSA Congress di Sarawak, Dr. Ir. Danis dan Ir. Habibie mewakili Persatuan Insinyur Indonesia, 16 Mei 2023

The ASEAN Quantity Surveying Association (AQSA) menyelenggarakan Kongres di Sibu, Sarawak Tanggal 16-17 Mei 2023. Sesi kongres dihadiri oleh para ahli Quantity Surveyor di seluruh Asia Tenggara yang juga mengundang para ahli QS seluruh dunia.

Sesi keynote speech di hari pertama menghadirkan beberapa pembicara di antaranya adalah Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, IPU Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesian dan juga sebagai Kasatgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN membawakan strategi pembangunan dan konsep pengembangan Ibukota Negara Nusantara sebagai Smart Forest City. Dalam paparannya, Dr. Danis menyampaikan fase pembangunan dibagi ke dalam 5 fase. Fase pertama adalah penyiapan Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, water supply dan sanitasi termasuk konstruksi istana kepresidenan, beberapa gedung kementerian dan rumah hunian buat para ASN yang akan pertama dimobilisasi ke sana.

Dr. Ir. Danis juga memaparkan bahwa dibutuhkan 466 Trilyun untuk 5 fase pembangunan ini hingga setidaknya tahun 2045.  20% dari total biaya akan mendapatkan pembiayaan dari APBN sedangkan 80% diharapkan berasal dari skema KPBU, private and state-owned enterprises investment. Dr. Danis menyampaikan juga bahwa saat ini progress fase 1 telah mencapai progress yang cukup signifikan yang terdiri dari 4 proyek terkait SDA, 10 proyek terkait jalan dan jembatan, 15 proyek terkait keciptakaryaan dan 2 proyek terkait penyediaan perumahan. Dibutuhkan setidaknya 23.72 trilyun untuk fase ini.

Di sesi siang AQSA Congress juga membuka technical session yang menhadirkan para QS expert di berbagai negara. Hadir dari Perwakilan Indonesia, Ir. Habibie Razak – Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Susy Fatena Rostiyanti – Ketua Ikatan Quantity Surveying Indonesia (IQSI) dan Dr. Sibarani Sofian – Indonesian Urban Planner.

Ir. Habibie Razak yang juga mendampingi Dr. Danis pada kongres ini menyampaikan pada sesi paparannya terkait topik EPC Cost Estimate bahwa untuk menjadi Cost Estimator yang handal seorang fresh graduate mesti lebih banyak turun ke lapangan dan melihat langsung bagaimana Pekerjaan Infrastruktur/aktifitas Konstruksi dilakukan di lapangan. Ir. Habibie mendorong para Alumni dan Mahasiswa University of Technology Sarawak (UTS) untuk konsisten menggeluti karir Keinsinyuran, semuanya melalui proses di mana kita manapaki karir kita dari level junior hingga diberikan kesempatan di level manajemen apabila kita memang dianggap memberikan konstribusi kepada perusahaan tempat kita berkarir.

Pada Kongres AQSA ini Ir. Bambang Goeritno Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia juga hadir menghadiri Ketum PII selama 2 hari acara di Sibu, Sarawak ini.

FIM PII Gelar Ngobrol Virtual Bareng dengan Calon Anggota Forum Insinyur Muda Indonesia, 16 April 2023

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan kegiatan TEMU VIRTUAL bersama Anggota Baru Forum Insinyur Muda (FIM) Sulsel hari Minggu kemarin. Ngobrol bareng PII dan FIM PII (Temu Virtual) ini dihadiri lebih dari 80 peserta yang terdiri dari calon anggota FIM, pengurus pusat dan wilayah PII dan masyarakat umum.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman para peserta webinar tentang organisasi keprofesian PII dan lembaga FIM PII itu sendiri. Direktur Eksekutif PII, Ir.Habibie Razak, IPU., ACPE., APEC Eng menjadi salah satu pembicara memberikan pemaparan terkait Etika dan Profesionalisme Keinsinyuran Menghadapi Era Volatility, Uncertainty, Complexity & Ambiguity (VUCA).

Habibie yang juga Indonesia Country Director SMEC International, Surbana Jurong Group mengatakan bahwa solusi Keinsinyuran seperti aplikasi digitalisasi dan otomasi dalam penyelenggaraan proyek keinsinyuran memberikan benefit buat para Insinyur untuk lebih cepat, lebih akurat, dan lebih berkualitas di dalam melahirkan produk produk atau deliverables keinsinyuran.

Menurutnya di era Artificial Intelligence (AI) semisal memberikan prediksi yang lebih akurat kepada pengguna untuk mencapai suatu tujuan atau destinasi dengan menggunakan aplikasi seperti WAZE atau Google Map.

“Aplikasi ini mampu mengestimasi waktu tempuh dengan memberikan beberapa opsi rute. Bagaimana aplikasi BIM (Building Information Modeling) membuat pekerjaan keinsinyuran bisa menjadi lebih efisien dan efektif pengerjaannya, dan seterusnya,” kata Habibie.

Selain Habibie, Sekretaris Wilayah PII Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Rusman Muhammad, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, dalam sesi pembicara melaporkan kegiatan kegiatan PII Wilayah Sulsel maupun cabang cabang di bawah koordinasinya baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

“Untuk terus meningkatkan sinergi antara pengurus FIM PII di tingkat wilayah dengan PII Wilayah sehingga perekrutan para calon Insinyur Muda bisa semakin digiatkan,” ungkap Rusman berpesan.

Hadir juga Ketua Forum Insinyur Muda PII Pusat Ir. Haudhi Ramdayuza, ST., IPM., ASEAN Eng, dan Ketua Forum Insinyur Muda PII Sulawesi Selatan Ir. Muh Agung Triady Putra, ST. Ir. Haudhi Ramdayuza memaparkan bahwa sejarah berubahnya nama FAM PII menjadi FIM PII, termasuk tantangan kepengurusan FIM di dalam mengembangkan organisasi FIM sebagai salah satu Badan Tetap PII menjadi lebih mengakar di tingkat wilayah dan cabang cabang saat ini.

Muh Agung Triady Putra pada sesi terakhir sebagai Ketua FIM PII Sulsel memberikan arahan strategi pengembangan organisasi FIM di tingkat wilayah Sulawesi Selatan.

Seminar Nasional UNILA, PII Beberkan Peran Insinyur Sebagai Pelopor Teknologi

Konstruksi Media – Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ir. Habibie Razak dalam Seminar Nasional Insinyur Profesional mengangkat tema besar “Insinyur Indonesia Sebagai Pelopor Teknologi” yang diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung (UNILA) mengungkapkan perbedaan mendasar antara bekerja keinsinyuran dan praktik keinsinyuran.

Dalam seminar tersebut, juga menghadirkan Guru Besar Teknik Geofisika, Rektor ITB Periode 2005-2010 Prof Ir. Djoko Santoso sebagai narasumber.

“Senang sekali bisa dipanelkan dengan Bapak Prof Ir. Djoko Santoso yang selalu enerjik, entertaining dan menginspirasi,” ungkap Habibie Razak kepada Konstruksi Media, Rabu, (15/3/2023).

Habibie menjelaskan, sesuai Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran, menyatakan bahwa Insinyur Indonesia yang melakukan praktik keinsinyuran wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

“Namun, insinyur yang belum STRI tetap bisa bekerja keinsinyuran akan tetapi harus berada di bawah pengawasan Insinyur Profesional Madya (IPM) maupun Insinyur Profesional Utama (IPU) yang memiliki STRI,” terang Habibie.

Tak hanya itu, Habibie juga memperkenalkan PE stamp sebagai Distinctive Mark buat para Insinyur Profesional didalam mencap (mensahkan) dokumen teknis keinsinyuran yang sudah diperiksa atau pun disahkan oleh PE/Insinyur ber-STRI.

Prof. Djoko Santoso yang juga eks Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud mendorong para insinyur Indonesia di dalam meningkatkan kompetensinya.

Selain itu, dirinya meminta insinyur untuk terus memberikan nilai tambah dengan melahirkan inovasi dan karya keinsinyuran di berbagai sektor.

“Dukungan perguruan tinggi di dalam menelurkan Insinyur melalui PSPPI menjadi modal utama di dalam membentuk kecendekiawanan dan kemampuan dasar sebagai modal berkarir di berbagai bidang keinsinyuran,” kata Prof. Djoko.

Untuk diketahui, dalam Seminar Nasional Insinyur Profesional yang diselenggarakan oleh PSPPi UNILA ini dihadiri oleh 150 peserta secara hybird (offline dan online). Acara dibuka langsung oleh Rektor UNILA Prof. Ir. Lusmeilia Afriani, IPM, dan juga diikuti oleh Ir. Taufik Hidayat selaku Ketua PII Wilayah Lampung.

Australia Trip Membahas MRA Pengakuan Insinyur Profesional Indonesia & Australia, 28 Feb – 4 Mar 2023

Persatuan Insinyur Indonesia dan The Institution Engineers of Australia (Engineers Australia – EA) akan segera menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) terkait pengakuan Insinyur Profesional antara kedua institusi dan dibawa ke scope yang lebih luas menjadi bilateral agreement antara Pemerintah Indonesia dan Australia.


Ir. Andi Taufan Marimba, IPU – Koordinator Indonesian Monrtoring Committee APEC Engineer Register (IMC APEC ER) dan Ir. Habibie Razak, IPU Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia berangkat ke Canberra Australia untuk mendiskusikan subyek ini dengan Engineers Australia (EA) selama 2 hari Tanggal 2-3. Maret ini Hari pertama, rapat dihadiri dan dibuka oleh H.E. Dr. Siswo Pramono – Duta Besar Indonesia dan Arjuna Nadaraja – Direktur Free Trade Agreements and Stakeholder Engagement Division, Department of Foreign Affair and Trade (DFAT).


Ir. Habibie Razak menyampaikan “MRA ini akan memberikan benefit yang sangat luas dalam hal peningkatan mobilitas keinsinyuran para Insinyur kedua negara. Khususnya Insinyur Indonesia yang sudah berkarir di Australia bisa mendapatkan akses lebih cepat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Professional Engineer di sana melalui jalur MRA ini sedangkan Insinyur Indonesia yang ingin mencoba bekerja di Australia sangat bisa mendapatkan kemudahan melalui jalur kerjasama kedua institusi PII dan EA ini”.


Duta Besar Bapak Siswo Pramono mengharapkan MRA on Professional Engineer Recognition ini bisa diltandatangani pada saat kunjungan Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo ke Australia bulan Juni ini. Tim Engineers Australia yang hadir dalam diskusi MRA ini antara lain: Jane MacMaster Chief Engineer, Bernadette Foley GM Professional Standards, Dr. Pawel Sajewics Manager Agreements for Professional Standards, Office of The Chief Engineer, Pat Arundell National Manager Chartered Assessment Professional Standards and Practice Group ditemani dua assessors Brennan Romano dan Perdana Ainianto.

PII Mampu Wujudkan Makassar Tangguh Melalui Sistem Transportasi Berkelanjutan

Peran seorang insinyur di sebuah negara bukan hanya pada saat pasca bencana, tetapi insinyur terlibat di awal dalam penyiapan standard and code untuk penyediaan resilient infrastructure (Disaster Risk Management Life Cycle).

Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat Habibie Razak dalam diskusi “Mewujudkan Makassar Tangguh Bencana melalui Sistem Transportasi Berkelanjutan” yang moderasi oleh Dr. Lucky Caroles, MT., IPM Ketua Umum Pusat Studi Pembangunan Pengembangan Prasarana (PSP4), sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar (Sulsel), bersama dengan Wakil Rektor 4 Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, ST, M.Phil.

Ir. Habibie yang juga merupakan Country Director for Surbana Jurong Indonesia (www.surbanajurong.com) yang terkenal sebagai konsultan perencana kota modern (urban planner) di dunia memaparkan topik mengenai “Perspektif dan Peran PII pada Pembangunan Infrastruktur Yang Tangguh Bencana Melalui Sistem Transportasi Berkelanjutan”.

Ir. Habibie Razak mengatakan karakteristik dan kompetensi insinyur profesional dalam kebencanaan menjadi syarat untuk terlibat di bidang ini.

“Penyediaan infrastruktur handal termasuk sistem transportasi pada suatu kota (global urban mobility) harus memperhatikan 5 faktor sukses, yakni availability, affordability, efficiency, convenience, dan sustainability,” ungkap Habibie, Rabu, (1/3/2023).

Availability menurutnya yakni ketersediaan sistem transportasinya sendiri untuk masyarakat. Kemudian Affordability merupakan tarif public transport harus bisa dijangkau oleh masyarakat umum.

Selanjutnya, Efficiency, Habibie menyampaikan bahwa sistem transportasi yang ada harus memberikan benefit kepada masyarakat untuk lebih efisien dalam menjalankan aktifitasnya. Lalu Convenience, menurutnya yakni bagaimana transportasi yang handal tersebut nyaman buat masyarakat terkait transfer intermoda. Selain itu kenyamanan secara ergonomik pada saat berada di dalam public transport, sistem ticketing-nya, dan pelayanannya yang sudah serba digitalisasi.

Yang terakhir adalah Sustainability, yang menandakan sustainable karena infrastruktur yang dibangun handal dan tangguh terhadap bencana dan selalu memprioritaskan pada keselamatan publik.

“Makassar bisa menjadi global city seperti Singapura yang menduduki ranking pertama diikuti oleh kota kota global lainnya apabila bisa memenuhi 5 faktor sukses tersebut,” beber Ir. Habibie Razak yang saat ini sedang berada di Canberra Australia untuk agenda kunjungan Pengurus Pusat PII ke kantor Engineers Australia Institution.

Hadir juga Prof. Dr. Ir. Sakti Adji Adisasmita, IPU dan Tori Damantori, ST., MPPM., M.Sc., Steering Committee dari Indonesia UK PACT Program yang menyelenggarakan event event webinar sejenis di Indonesia.

Source: https://konstruksimedia.co.id/pii-wujudkan-makassar-tangguh-melalui-sistem-transportasi-berkelanjutan/