Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Kepulauan Riau dan PII Cabang Kota Batam menyelenggarakan SIJORI Second Annual Engineering Meeting pagi ini dengan menghadirkan perwakilan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), The Institution of Engineers Malaysia (IEM) dan The Institution of Engineers Singapore (IES). Kegiatan ini merupakan inisiasi dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) melalui platform ASEAN Engineering Register (AER).
Meeting tahunan pertama Singapore – Johor – Kepulauan Riau (SIJORI) dilakukan tahun 1993 dan baru kemudian bisa terselenggara lagi tahun ini. Muhammad Rudi Walikota Batam/Kepala BP Batam dalam sambutannya menyambut baik inisiatif PII, IES dan IEM di dalam pengembangan kawasan SIJORI. “Batam sendiri membutuhkan lebih banyak Insinyur di dalam membangun infrastruktur seperti pelebaran jalan, pengembangan pelabuhan, pengembangan energi baru terbarukan hingga pada pengembangan kawasan baru. Batam sangat terbuka bekerjasama dengan Johor dan Singapura termasuk dukungan para Insinyur Indonesia, Malaysia dan Singapura yang beroperasi di kawasan regional ini”.
Sementara itu Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, Ir. Habibie Razak, IPU., APEC Eng., CPEng., IntPE(Aus) menyampaikan pesan langsung Ketua Umum PII Pusat bahwa ASEAN Engineers yang berada di kawasan ini didorong untuk lebih sering berinteraksi melakukan kegiatan terkait knowldege and experience sharing untuk terus meningkatkan kompetensinya. “Dengan kompetensi yang kita miliki kita yakin bisa terlibat lebih banyak lagi pada proyek-proyek di sektor transisi energi dan dekarbonisasi, hilirisasi industri, dan penyediaan infrastruktur handal di kawasan ini” Lanjut Ir. Habibie menjelaskan.
Sementara dari perwakilan IEM hadir pembicara Ir. Yau Chau Fong yang juga merupakan Head of AER Commissioner, Ir. S. Thayala – Chairman IEM Southern Branch. Hadir mewakili IES, Egr. Danny Lee VP External Relations. Penyelenggara kegiatan Dr. Ir. Mulia Pamadi, IPU sebagai Ketua Wilayah Kepri dan Ir. Prastiwo Anggoro, IPU juga menyelenggarakan technical visit ke Pelabuhan Batu Ampar Batam yang diadakan sehari sebelumnya.
Pembicara dari PLN Batam menghadirkan Ir. Sanggam Robaga Sinaga – VP Pengembangan Bisnis dan Enterprise memaparkan portfolio overview PLN Batam sebagai one of PLN subisidiaries termasuk program jangka panjang perusahaan ini di sektor energi terbaharukan.
“Terima kasih kepada Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr. Uuf Brajawidagda yang terus mendukung pengembangan profesi keinsinyuran di Batam dan Kepulauan Riau” sambut Ir. Habibie di sesi sambutan Ketum PII.
Kepengurusan PII Wilayah Gorontalo mendekati akhir periode akhir tahun ini sehingga Pengurus sekarang wajib menyelenggarakan Musyawarah Wilayah. Muswil III diselenggarakan hari Sabtu ini, Tanggal 23 Desember 2023 di Rumah Dinas Walikota Gorontalo. Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat Ir. Habibie Razak, IPU., EngExec., CPEng., IntPE(Aus) hadir mewakili Ketua Umum PII.
Ir. Habibie dalam sambutannya menyampaikan pesan Ketum PII dengan poin-poin sebagai berikut, pertama, semoga Musyawarah PII Wilayah Provinsi Gorontalo berjalan sukses sesuai dengan amanah ADART PII. Kedua, terima kasih kepada Bapak Walikota Gorontalo, Dr. H. MARTEN A. TAHA yang telah menyiapkan aula untuk kegiatan Muswil PII Gorontalo ini, ketiga, bahwa PII di tingkat Wilayah diharapkan lebih berperan aktif di dalam pengembangan kompetensi para Insinyur Indonesia yang bekerja dan berkarir di Provinsi Gorontalo dan tentunya sebagai insan PII, pengurus wilayah juga memberikan kontribusi pemikiran dan kerja nyata pada pembangunan Provinsi Gorontalo khususnya dan pembangunan nasional umumnya menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PII melalui Direktur Eksekutif PII kembali menyampaikan bahwa PII saat ini adalah organisasi besar yang sudah memiliki lebih dari 83 ribu anggota tersebar di seluruh Indonesia dan juga di luar negeri, mendapatkan pengakuan internasional di tingkat Washington Accord dan International Engineering Alliance (IEA). Insinyur Indonesia melalui PII yang lahir sejak tahun 1952 memegang peranan signifikan di dalam pembangunan nasional di berbagai sektor keinsinyuran selama 71 tahun terakhir.
Sementara Ketua Wilayah PII Gorontalo Periode 2020 – 2023, Dr. Ir. Darda Daraba dalam sambutannya kembali mengingatkan kepada para pengurus dan anggota PII untuk mematuhi amanah UU 11/2014 terutama dalam hal implementasi praktik keinsinyuran di Indonesia. Hanya Insinyur yang memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang bisa melakukan praktik keinsinyuran. “Kita mesti bisa membedakan bekerja keinsinyuran dan berpraktik keinsinyuran, Insinyur yang memikul tanggung jawab pada deliverables keinsinyuran dan juga pelaksanaan proyek keinsinyuran wajib memiliki STRI. Contohnya, dokumen teknis seperti perhitungan, gambar desain sebelum diimplementasikan di lapangan haruslah diperiksa dan disahkan oleh Insinyur yang memiliki ijin praktik (STRI) tadi” jelas Dr. Dardak yang juga sebelumnya Direktur di Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR beberapa tahun silam.
Asisten II mewakili Gubernur Provinsi Gorontalo Ir. Handoyo Sugiharto, MM., IPU membuka Muswil kali ini dengan mengetuk palu 3x yang setelah ISHOMA akan dilanjutkan dengan rapat pleno pemilihan Ketua Wilayah yang baru.
“Terima kasih juga kepada pengurus PII Wilayah Gorontalo di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Darda Daraba selama 3 tahun kepengurusan ini dan selamat menjalankan Muswil, Wabilllahi Taufik Wal Hidayah, Wassalamualaikum Wr Wb” pesan terakhir Ketua Umum PII yang dibacakan Ir. Habibie DE PII yang hadir langsung di Muswil ini.
Beberapa tamu undangan dan pengurus PII Wilayah yang hadir antara lain Kadis Perhubungan Prov Gorontalo, Dr. Ir. M. Jamal Nganro, ST., M.Si., Rektor Universitas Bina Mandiri, Dr. Ir. Azis Rachman,ST. MM., IPM., Ir. Achmad Bagulu, IPM Korwil Sulawesi PII Pusat, Ir. Mohamad Januar Fuad, MT., IPM Pengurus Cabang Gorontalo Utara dan unsur pengurus wilayah dan cabang-cabang di Provinsi Gorontalo ini.
Kemeriahan the 41st Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO-41) yang diselenggarakan di Bali dari tanggal 21-23 November 2023 dapat dilihat dari berbagai pemberitaan di bawah
Saya sendiri menerima penghargaan dari AFEO Governing Board untuk kategori AFEO Honorary Member di pegelaran CAFEO-41 tahun ini di mana Indonesia sebagai tuan rumah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sosialisasi UU 11/2014 dan PP No. 25/2019 tentang Keinsinyuran untuk skala Kalimantan Selatan dengan mengundang peserta seminar dari berbagai unsur antara lain: Balai/Satuan Kerja di Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan, Badan/Dinas/Biro di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Badan/Dinas di Pemerintah Kabupaten/Kota atau yang mewakili, Perguruan tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kalimantan Selatan dan para pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang di Provinsi Kalimantan Selatan, Asosiasi di Provinsi Kalimantan Selatan, dan Para Undangan dan Saudara-saudari peserta kegiatan sosialisasi.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Bina Marga Ir. Azan Syariful Muaz, ST, MT., mewakili Kepala Dinas PUPR Kalsel Ir. Ahmad Solhan, IPU. Dalam sambutan Kadis PUPR yang dibacakan oleh Ir. Azan menyampaikan betapa pentingnya mengikuti peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang sektor keinsinyuran di Indonesia salah satunya UU adalah keinsinyuran. Dengan adanya UU ini, peran para pelaku jasa konstruksi diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan ini.
Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat mewakili Ketua Umum PII menyampaikan bahwa memiliki Ijin Praktik Keinsinyuran bagi penanggung jawab proyek di berbagai fungsi maupun peran baik dari sisi pemilik proyek (dinas/kementerian), konsultan perencana/perancang, konsultan pengawas dan kontraktor sama wajibnya sesuai amanah UU 11/2014.
“Beberapa tahun terakhir ini sudah banyak kasus kecelakaan konstruksi dan malpraktik keinsinyuran lainnya yang kemudian menyiratkan tanda tanya apakah para penanggung jawab keinsinyuran di berbagai peran tadi sudah memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), kita wajib melindungi diri kita sendiri, memastikan kita punya surat-surat lengkap untuk berpraktik keinsinyuran”.
Sesi sosialiasi ini menghadirkan dua narasumber, Ir. Wahyu Hendrastomo, ST., MM., IPU – Direktur Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur (LSKI) PII membawakan sesi Sosialisasi UU No. 11 Tahun 2014 Tentang Keinsinyuran dan Organisasi PII dan Ir. Darmansyah Tjitradi, ST., MT., IPU, ASEAN Eng. dengan materi Sosialisasi Program Profesi Insinyur (PPI) di Kalimantan Selatan.
Ir. Wahyu Hendrastomo dalam paparannya kembali berpesan bahwa PII diberikan amanah untuk menjalankan UU 11/2014 dan terus menerus mensosialisasikan kepada para Sarjana Teknik/Sarjana Hayati sebagai penyedia pelayanan keinsinyuran, pengguna keinsinyuran (client/pemilik proyek) dan juga pemanfaat keinsinyuran. Ir. Wahyu memutar satu video tentang kasus keinsinyuran yang melibatkan seseorang yang melakukan praktik keinsinyuran dan tidak memiliki STRI yang akhirnya dijerat dengan hukuman pidana.
Sementara Ir. Darmansyah menjelaskan engineer’s roadmap untuk menjadi mendapatkan ijin praktik keinsinyuran yang salah satu stepnya adalah wajib mengikuti program profesi insinyur (PPI) di kampus-kampus yang sudah memiliki ijin menyelenggarakan program studinya, salah satunya adalah Universitas Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan.
Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) menggelar acara tahunan “Young Engineers Festival 2023; Collaboration With Nature to Build Sustainable Environment Through Blue Economy and Green Energy” di Aula Mataram Kementerian Perhubungan.
Young Engineers Festival 2023 yang merupakan kesempatan emas bagi para insinyur muda untuk berinteraksi dengan para praktisi dan pemangku kebijakan di bidang blue economy dan green energy. Acara ini mengundang sejumlah pembicara ahli yang telah terbukti memiliki pengalaman dan keahlian dalam mengimplementasikan kompetensi keinsinyuran pada blue economy dan green energy. Para peserta akan mendapatkan wawasan mendalam dari para praktisi yang telah sukses mengimplementasikan konsep blue economy dan green energy dalam industri transportasi.
Sambutan-sambutan antara lain oleh Ketua Umum FIM-PII, Ir. Haudhi Ramdayuza, ST., IPM., ASEAN Eng., Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU., ACPE., APEC Eng (Sekretaris Jenderal PII mewakili Ketua Umum PII) dan Ir. Novie Riyanto Rahardjo, MSEA (Inspektur Jenderal mewakili Menteri Perhubungan RI).
Sesi talkshow kemudian dibagi ke dalam dua sesi yaitu Green Energy in Future Transportation Infrastructure dan Optimizing Maritime Potential to Build a National Blue Economy. Sesi pertama menghadirkan beberapa narasumber seperti Ir. Mohamad Risal Wasal, ATD., MM., IPM (Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub), Prof. Ir. Harun Al Rasyid, M.Sc., Ph.D. (KK Rekayasa Transportasi FTSL Institut Teknologi Bandung), Ir. Habibie Razak, FIEAust., EngExec., IntPE(Aus) (Indonesia Country Director SMEC International), Dr. Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr., IPU., ASEAN Eng (Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian PII) dan Ir. Puryanto (PT Mobil Anak Bangsa).
Ir. Habibie Razak menjawab pertanyaan moderator terkait tantangan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini untuk mewujudkan green energy untuk sustainable transport infrastructure di Indonesia sebagai salah satu sektor penting di dalam mewujudkan net zero emission di tahun 2060. Menjawab itu, PII oleh Habibie adalah organisasi profesi tempat berkumpulnya para Insinyur di berbagai peran dan sektor. Ada Insinyur kita dari sisi regulator, peneliti, akademisi, konsultan, kontraktor, vendor dan supplier. Para insinyur ini memberikan nilai tambah dan inovasi sesuai perannya masing-masing.
Habibie menambahkan “Ada 4 sektor penting yang berkontribusi pada peningkatan emisi di Indonesia antara lain sektor bangunan, sektor ketenagalistrikan, sektor persampahan dan sektor transportasi. Regulasi yang disiapkan adalah haruslah holistik dengan melibatkan berbagai institusi/lembaga/kementerian karena semuanya saling berkaitan, saling mendukung dan tidak bertabrakan.
Sektor persampahan misalnya yang masih menggunakan landfill waste old technology kini didorong untuk beralih ke konsep waste to energy, di mana WTE ini memonetize municipal solid waste (WTE) bukan hanya untuk menghasilkan listrik tapi juga mampu menghasilkan sustainable aviation fuel (SAF) dengan teknologi gasifikasi dan seterusnya. SAF bisa berupa green avtur yang kemudian bisa menjadi program green transportation di Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Dengan contoh ini, kita melihat bahwa untuk mewujudkan investasi ini tentunya melibatkan berbagai pihak/stakeholders/inter-institutions.
Habibie juga memberikan contoh suksesnya bangsa Indonesia di dalam menyelesaikan proyek LRT Jabodebek yang menggunakan teknologi terkini dengan berbagai feature dan specification antara lain:
The train control system that automatically controls the speed and movement of the train, optimising efficiency, the signalling system that provides information to the train control system about the location of other trains. The safety systems that prevent the train from colliding with other trains or obstacles.
Other key features of the LRT overseen by the supervision team include:
U-shaped girders: One of the key features of the project is the U-Shape Girder used to construct the viaducts. The slim shape has proved to be an elegant and cost-effective solution, saving space in the dense urban surroundings. Prefabrication enhanced the buildability of the viaducts whilst their shape enables them to distribute the force of an earthquake more evenly. 3D model: The use of a detailed 3D model optimised the alignment of the LRT system and enabled the team to identify potential hazards, enhancing communication with the client and key stakeholders. Lead rubber bearings were used to isolate the track structure from earthquakes, which helps to protect the LRT system from seismic activity. Fiber optic cables are being used for the telecommunications system, which provides a more reliable and secure communication system.
Sesi talkshow kedua dengan topik “Optimizing Maritime Potential to Build a National Blue Economy” juga menghadirkan Ir. Prakosa Hadi Takariyanto, MT., IPU (Komisaris Utama PT Integrasi Logistik Cipta Solusi / PELINDO Digital), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia), Dr. Ady Candra, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng (Ketua Badan Kejuruan Teknik Kelautan PII) dan Capt.Budi Mantoro,M.Si.,M.Mar.(Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub)
Kuliah Umum Program Studi Program Profesi Insinyur untuk Angkatan VII yang dihadiri pada mahasiswa(i) pagi ini berlangsung sukses dibuka langsung oleh Ir. Tony Handoko Ketua Prodi PPI Universitas Katholik Parahiyangan. Kuliah yang berlangsung secara online ini menghadirkan Ir. Habibie Razak, IPU., FIEAust., CPEng., APEC Eng., IntPE(Aus) dengan judul “PII, INSINYUR INDONESIA & PROFESIONALISME KEINSINYURAN”
Ir. Habibie yang juga adalah Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat dan profesional yang saat ini bekerja sebagai Indonesia Country Director Surbana Jurong Group di Indonesia menyampaikan pentingnya Profesionalisme Keinsinyuran untuk para Insinyur Indonesia yang bekerja dan berpraktik keinsinyuran di mana pun mereka berada.
Slide pertama Ir. Habibie memberikan contoh kasus runtuhnya konstruksi jembatan Quebec di Canada di tahun 1907 menewaskan 86 pekerja, 75 meninggal karena tertimpa oleh struktur baja dan terjatuh, hanyut oleh arus sungai. Ini adalah lessons learnt betapa pentingnya penanggung proyek itu memiliki etika profesi, pengetahuan dan pengalaman di dalam mengemban tugas-tugas yang beresiko tinggi. Sejak itu, komunitas keinsinyuran di Canada mendorong dibentuknya professional engineer organization sebagaimana pertimbangan-pertimbangan di bawah.
•The disaster showed what unquestionable power an engineer could have at the time in a project that was improperly supervised.
•As one result, Galbraith and others formed around 1925 what are now recognized as organizations of Professional Engineers. PEs are under different rules and regulations based on the organization to which they belong.
•General guidelines include that an engineer must pass an ethical examination, be able to show good character through the use of character witnesses and have applicable engineering experience (in Canada this constitutes a minimum of four years’ practice under a certified Professional Engineer).
•Moreover, engineers must be registered in the province in which they work. These engineering organizations are regulated by the respective provinces and the title “Professional Engineer” (or “Ingénieur” in Quebec) is reserved only to members who belong to this organization.
Ir. Habibie mengcover beberapa outline dalam paparannya antara lain Sekilas Tentang PII, Professional Engineer(PE) Practice in Indonesia, PE Recognition in ASEAN & APEC, MRA between EA & PII dan Industrial Downstreaming Program dan Conclusions.
Ir. Habibie mendorong para Insinyur Indonesia untuk tidak hanya berkarya di Indonesia tapi juga berkarir keinsinyuran di luar negeri. “PII memberikan fasilitas kepada Insinyur Indonesia melalui 4 jalur pengakuan internasional antara lain ASEAN Chartered Professional Engineer – ASEAN MRA on Engineering Services, ASEAN Engineer – AFEO Membership for ASEAN Recognition, APEC Engineer – International Engineering Alliance (IEA) membership for APEC Countries dan MRA on Professional Engineer Recognition antara PII & Engineers Australia akan meningkatkan mobilitas Insinyur Indonesia berpraktik keinsinyuran di Aussie“. lanjut Ir. Habibie
Sedangkan syarat-syarat untuk mengikuti Chartered Professional Engineer (CPEng) Program melalui jalur MRA antara lain: teregistrasi APEC Engineer di Insititusi dia menjadi Anggota Professional Engineering Organization yang sudah berada di bawah keanggotaan International Engineering Alliance (IEA). Semisal Insinyur Indonesia yang merupakan Insinyur Profesional Madya atau Utama dan Anggota PII. MRA mencakup 9 disiplin dan Area of Practice antara lain: Aerospace Engineering, Chemical Engineering, Civil Engineering, Electrical Engineering, Geotechnical Engineering, Information, Telecommunication & Electronics Engineering (ITEE), Mechanical Engineering dan Petroleum Engineering.
Insinyur Indonesia yang perguruan tingginya belum accredited Washington Accord (WA) di saat dia lulus wajib mengisi Competency Demonstration Report (CDR) and subject to Engineers Australia’s assessment. Bagi yang sudah lulusan Perguruan Tinggi Washington Accord accreditation tidak perlu mengisi CDR, mengisi PKB selama 3 tahun terakhir dan tentunya Insinyur Indonesia wajib menjadi Member of Engineers Australia. Titelnya adalah Chartered Professional Engineer (CPEng) dan otomatis teregistrasi APEC Engineer (APEC Eng.) dan IntPE(Aus) di Australia. Optional: Engineers Australia juga dapat memberikan title Engineering Executive kepada individu terkemuka di posisi eksekutif yang telah menunjukkan kepemimpinan dan bakat luar biasa dan berkontribusi pada dunia keinsinyuran.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif di mana harapannya UU 11/2014 dan PP 25/2019 betul-betul bisa diselenggarakan secara konsekuen di Indonesia sehingga 3 pilar yang dibangun oleh Insinyur Indonesia, profesionalisme, strategic role in community and global competitiveness and added value bisa betul-betul tercapai sesuai dengan cita-cita bersama.
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam bersama dengan Institut Teknologi Batam (ITEBA) mengadakan acara AER Roadshow Series: Aseanizing Engineers in ASEAN di Auditorium ITEBA. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, sebagian besar adalah mahasiswa ITEBA, menghadirkan narasumber berkelas, Executive Director PII Pusat, Ir. Habibie Razak, serta ASEAN Engineer Register (AER) Head Commissioner, Ir. Yau Chau Fong.
Wakil Rektor 1 ITEBA, Dr. Eng. Ansarullah Lawi, membuka acara tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada PII karena telah memilih ITEBA sebagai tuan rumah untuk acara yang sangat penting ini. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan profesi insinyur kepada mahasiswa ITEBA, yang merupakan para calon insinyur masa depan. Bapak Lawi juga menyatakan kebahagiaannya melihat antusiasme besar mahasiswa ITEBA yang menghadiri acara ini, yang mencerminkan semangat dan minat mereka dalam menjadi calon insinyur di wilayah ASEAN.
Salah satu fokus utama acara ini adalah ASEAN Engineering Register (AER), program sertifikasi yang bertujuan untuk menstandardisasi profesi insinyur di negara-negara ASEAN dan memfasilitasi mobilitas insinyur di wilayah tersebut. AER dioperasikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) yang menjaga basis data publik tentang insinyur yang terdaftar. Bergabung dengan AER memberikan banyak keuntungan, termasuk peluang pekerjaan yang lebih baik, kesempatan jaringan yang lebih luas, dan kemitraan strategis dengan insinyur seangkatan. Untuk bergabung dengan AER, peserta perlu mendapatkan verifikasi identitas dan profil mereka oleh AFEO.
Acara AER Roadshow Series ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa ITEBA dan calon insinyur untuk kesuksesan di masa depan di wilayah ASEAN. PII PC Batam dan ITEBA berharap bahwa acara ini akan menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk mengejar karir sebagai insinyur dan mengikuti standar internasional melalui AER. Dengan kesempatan ini, mahasiswa ITEBA telah memulai perjalanan menuju jaringan insinyur yang lebih luas dan kesuksesan di ASEAN.
Hadir dalam AER Roadshow ini antara lain Dr. Hery Sunarsono Wakil Rektor Bagian Kerjasama ITEBA, Dr. Ir. Mulia Pamadi Ketua PII Wilayah Kepri, Ir. Prastiwo Anggoro Ketua PII Cab Batam didampingi Sekretaris Cabang Ir. Sudomo, Ir. Akhbar Ilmiah Room PII Batam, Ir. M. Ade Irfan Unsur PII Pusat beserta para unsur PII Cabang dan Wilayah di Provinsi Kepulauan Riau.
Reportase ini diambil dari https://iteba.ac.id/berita/iteba-dan-pii-batam-gelar-event-aer-roadshow-series-membuka-peluang-karir-insinyur-di-asean/
Senang rasanya bisa kembali mengunjungi Benete and Batu Hijau site di Pulau Sumbawa. Tidak banyak yang bisa saya tuliskan di sini. Setidaknya pengalaman naik seaplane, ketemu kawan lama bahkan sampai menikmati indahnya laut Sumbawa bisa diperlihatkan dalam berbagai foto foto di bawah.
Sesibuk apapun kita di dalam menjalankan aktifitas kita sebagai profesional jangan lupa untuk menikmati perjalanan dengan mengunjungi tempat-tempat yang mungkin bisa menghibur kita dari semua beban pikiran dan workload yang kadang berlebihan.
Sesi siang kembali hadir di sesi Sembang Chillex dengan topik “ASEAN Engineers Mobilities” menghadirkan panelis dari perwakilan beberapa institusi PTC, Philippine, IES Singapore, IEM Malaysia dan PII Indonesia.
Sesi Engineers Career Talk organized by PII Chapter Malaysia juga diselenggarakan in conjunction with IEM Engineers Symposium and Exhibition, 9 September kemarin.
Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Tadulako kembali menggelar seri Kuliah Tamu Keinsinyuran menghadirkan pembicara dari industri. Ir. Eko Rakhmat Labaso selaku Kaprodi PPI FT Tadulako menyampaikan bahwa ini adalah komitmen kita sebagai perguruan tinggi untuk lebih mendekatkan diri dengan industri, salah satunya adalah mengundang dosen industri mengisi kuliah tamu sejenis.
Ir. Habibie Razak hadir sebagai narasumber tunggal pada acara kuliah tamu ini membawa topik “Sustainable City and Industrial Park Development Towards Decarbonization and Green Energy”. Ir. Habibie di awal paparannya menyampaikan bahwa PII di bawah kepengurusan sekarang sudah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Engineers Australia (engineersaustralia.org.au) terkait pengakuan kesetaraan Insinyur kedua institusi untuk bekerja dan berpraktik keinsinyuran di dua negara. “Titel CPEng, IntPE(Aus) di belakang nama saya adalah hasil MRA kedua institusi, diharapkan kawan-kawan Insinyur Profesional Indonesia untuk segera teregistrasi juga di Australia melalui MRA ini, sedangkan titel EngExec atau Engineering Executive adalah semacam award atau credential yang diberikan oleh Engineers Australia kepada individu yang berada di posisi eksekutif suatu perusahaan atau insititusi ternama yang dianggap memiliki kontribusi terhadap keinsinyuran secara internasional” ungkap Ir. Habibie.
Dalam paparannya Ir. Habibie memaparkan prinsip perencanaan pengembangan kawasan perkotaan maupun kawasan industri. Konsep smart city adalah melibatkan pengembangan kota yang memberikan pelayanan kepada pemerintah, masyarakat dan sektor industri/bisnis dengan menggunakan teknologi digitalisasi, automasi dan informasi dan komunikasi. Sebagai contoh, penggunaan sarana transportasi dengan smart payment, security control dengan teknologi CCTV dan reporting dengan smart security system, meng-order makanan atau minuman dengan go-food application, cleaning kantor dan kampus dengan menggunakan cleaning robotics, clinic or healthcare things run by smart health care technology, pelayanan masyarakat oleh pemerintah dengan menggunakan smart government digitalization system dan banyak lagi.
Sedangkan pengembangan kawasan industri dengan konsep energi hijau dan dekarbonisasi memperhatikan strategi Net Zero yang sudah dilakukan di berbagai negara antara lain: penggunaaan aplikasi CCUS/CCS, enhanced energy efficiency, process electrification, energy transition program, recycling dan synthetic chemicals.
Kota-kota di dunia menyusun dan merevisi master plan mereka dengan visi menjadi carbon neutral city atau low carbon city dengan berbagai cara antara lain berpindah dari kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan berbasis listrik (EV), sumber energi dari fossil fuel menjadi renewable energy, sampah perkotaan yang dulunya dibuang ke landfill kini memungkinkan untuk di recycle and reuse atau dengan konsep waste to energy (WTE), dan building design menggunakan konsep energy efficiency.
Acara ini dibuka oleh Dr. Ir. Andi Arham Adam, IPM Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako. Acara dihadiri 150 peserta yang mayoritas adalah peserta Kuliah PSPPI yang lagi berjalan di Semester Genap tahun 2023 ini.