Monthly Archives: October 2020

Kolokium VII Program Profesi Insinyur FTI UMI, 21 Oktober 2020

Program Studi Program Profesi Insinyur (PS-PPI) FTI-UMI kembali menggelar Kolokium untuk para calon alumni Insinyur yang akan diwisuda secara virtual minggu ini. Pembukaan Kolokium VII PSPPI FTI UMI juga dirangkaikan dengan kegiatan Workshop SKPI untuk lulusan S1 Fakultas Teknologi Industri UMI. Ir. Hj. Setyawati, MT, Ph.D, IPM, ASEAN Eng, Wakil Dekan 1 FTI UMI mewakili Dekan yang tidak sempat hadir pada kesempatan kali ini memberikan sambutan mewakili institusi di acara Kolokium dan Workshop SKPI ini.

Ir. Faizal Safa, IPU., M.Sc sebagai keynote speaker membawakan topik “Adaptasi Dunia Usaha terhadap Era New Normal” yang pada paparannya menyebutkan beberapa hal antara lain perlunya perusahaan untuk melakukan restrukturisasi biaya dan perampingan organisasi di jaman ini untuk bisa survive termasuk pemanfaatan digitalisasi dan virtual meeting yang menjadi trend saat ini harus bisa dimaksimalkan untuk mendukung aktifitas atau bisnis perusahaan. Aktifitas face to face akan menjadi sangat terbatas kecuali untuk hal-hal tertentu seperti pekerjaan supervisi atau inspeksi keinsinyuran yang mengharapkan para Insinyur untuk melihat langsung secara seksama di lokasi konstruksi untuk bisa mengambil keputusan-keputusan teknis keinsinyuran.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan Kolokium VII calon alumni insinyur dengan membuka 7 meeting room melalui Zoom Application. Di Room 1 menghadirkan 22 presenter kolokium yang akan ditanggapi oleh 2 penanggap yaitu Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., ASEAN Eng., ACPE dan Ir. Andi Alifuddin, M.T., IPM., ASEAN Eng sedangkan di room lain beberapa penanggap seperti Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., MBA., MPM dan Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU juga di waktu yang sama mendengar dan menanggapi pemaparan calon Insinyur FTI-UMI ini.

Di room lain, Ir. Zulfikar Manggau salah satu Executive Vice President PLN Pusat juga mengikuti PPI RPL ini dengan menghadirkan paparan terkait “De-Risking Eksplorasi dan Kebijakan Fiskal untuk Akselerasi Pengembangan Panas Bumi di Indonesia” dan Ir. Andi Tjong Sanjaya, IPM., ASEAN Eng. yang saat ini berkiprah di Singapore membawakan paparan tentang Design of Allium Care Suites di Singapore.

Penanggap lain seperti Ir. Naim Hamid, IPM., ASEAN Eng dan Ir. Muammar Muhayang, IPM., ASEAN Eng juga sangat intens di dalam memberikan tanggapan dan komentar terkait paparan para calon Insinyur PS-PPI FTIUMI di Kolokium VII ini. Ir. Taufik Nur, M.T. IPM., ASEAN Eng. juga hadir memberikan pengarahan di awal pembukaan acara Kolokium VII dan Workshop SKPI kali ini.

Badan Kejuruan Sipil (BKS) Kembali Menggelar Uji Kompetensi Calon Insinyur Profesional Madya (IPM), 09 Oktober 2020

Majelis Uji Kompetensi Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (MUK BKS PII) kembali menggelar wawancara calon Insinyur Profesional Madya (IPM) hari ini melalui aplikasi Zoom meeting menghadirkan tiga majelis penilai Ir. Andi Taufan Marimba, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU., ACPE.

Total 12 calon IPM yang diwawancarai dan kebanyakan dari para Insinyur ini bekerja di sektor infrastruktur PUPR baik sebagai pemilik proyek, konsultan maupun kontraktor. Di luar sektor PUPR, tidak kalah Ir. Ery Purnomo Raharjo salah satu di antara 12 calon ini bekerja di salah satu perusahaan tambang dan nickel processing company yang berlokasi di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Ir. Ery mempresentasekan salah satu proyeknya yang melibatkan desain dan konstruksi penggantian overhead crane di lokasi pabrik peleburan nickel yang sedang beroperasi. Overhead crane yang lama digantikan dengan overhead crane yang sudah memasukkan sistem pengoperasian konsep Internet of Things (IOT-Crane). Satu lagi calon Insinyur Profesional Madya yang memaparkan beberapa proyeknya terkait desain dan audit struktur, Qodri Sihotang yang juga juga memiliki pengalaman keinsinyuran yang cukup menarik dan menantang menurut Ir. Habibie Razak, salah satu MUK yang bertugas hari ini.

Persatuan Insinyur Indonesia sebagai otoritas keinsinyuran terus menggiatkan uji Kompetensi Insinyur Profesional melalui Badan-badan Kejuruan untuk terus melahirkan Insinyur yang memiliki Ijin Praktik yang oleh UU 11/2014 bernama Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Sesi How to Make LNG bersama PII Cabang Batam, 1 Oktober 2020

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam kembali menggelar sesi knowledge sharing yang merupakan LNG session berseri yang dibawakan oleh Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng. ACPE- Praktisi Energy & Resources yang juga merupakan Sekretaris Learning Center PII Pusat. Setelah sukses di sesi LNG seri pertama dengan topik “LNG Fundamental and Its Technology” kembali Ir. Habibie memaparkan LNG sharing session seri kedua dengan topik “How to Make LNG, a Project Case Study on Mini LNG Plant”.

Online Knowledge Sharing session ini dibuka oleh Ir. Sudomo, IPM Sekretaris PII Cabang Batam dan dimoderasi sekaligus ditutup oleh Ir. Prastiwo Anggoro, IPM., ASEAN Eng., ACPE. PII Cabang Batam berhasil menghadirkan setidaknya 45 peserta pada sesi kali ini yang mayoritas mereka merupakan profesional sektor energi yang bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia maupun luar negeri.

Agenda sesi ini berisikan materi tentang karakteristik small scale liquefaction technology SMR vs N2 expander dan DMR/cascade process, LNG Liquefaction blockflow diagram dan beberapa slides yang menjelaskan tentang block flow diagram pada LNG Liquefaction Plant. Ir Habibie menyatakan “seorang Insinyur Sipil seperti saya atau pun kawan-kawan non-process engineers tidak perlu memahami proses LNG secara detail persis sama seperti process engineer yang notabene adalah insinyur teknik kimia karena kita tidak pernah mengenyam ilmu process ini di bangku perkuliahan namun sangat perlu untuk memahami prosesnya supaya kita sebagai discipline engineers bisa menjalankan tugas kita masing-masing pada proyek-proyek LNG masa depan yang tentunya membutuhkan berbagai disiplin seperti civil engineer, rotating engineer, static engineer, piping engineer, electrical dan I&C engineer”. “Apalagi untuk bisa menjadi Project Manager dituntut untuk multidisiplin keinsinyuran termasuk paham tentang LNG process tadi” lanjut Ir. Habibie.

Ir. Habibie dalam paparannya dibantu oleh kawan-kawan profesional yang sudah lama berkecimpung di dunia LNG & gas processing menjawab pertanyaan kawan-kawan profesional. Ir. Alvin Alfiyansyah, IPM seorang praktisi LNG Process Safety yang berkarir di salah satu perusahaan terkemuka di middle-east dan Paulus Ginting seorang profesional yang berkarir di perusahaan oil & gas EPC terkemuka di Indonesia.

Adapun untuk LNG sesi ketiga oleh Ir. Habibie akan berbicara tentang LNG Project Management; a Project Case Study on Mini LNG Plant kembali akan diorganize oleh PII Cabang Batam dalam beberapa minggu ke depan.

Bravo Insinyur Indonesia.