Category Archives: Aktifitas Organisasi

Kolokium VII Program Profesi Insinyur FTI UMI, 21 Oktober 2020

Program Studi Program Profesi Insinyur (PS-PPI) FTI-UMI kembali menggelar Kolokium untuk para calon alumni Insinyur yang akan diwisuda secara virtual minggu ini. Pembukaan Kolokium VII PSPPI FTI UMI juga dirangkaikan dengan kegiatan Workshop SKPI untuk lulusan S1 Fakultas Teknologi Industri UMI. Ir. Hj. Setyawati, MT, Ph.D, IPM, ASEAN Eng, Wakil Dekan 1 FTI UMI mewakili Dekan yang tidak sempat hadir pada kesempatan kali ini memberikan sambutan mewakili institusi di acara Kolokium dan Workshop SKPI ini.

Ir. Faizal Safa, IPU., M.Sc sebagai keynote speaker membawakan topik “Adaptasi Dunia Usaha terhadap Era New Normal” yang pada paparannya menyebutkan beberapa hal antara lain perlunya perusahaan untuk melakukan restrukturisasi biaya dan perampingan organisasi di jaman ini untuk bisa survive termasuk pemanfaatan digitalisasi dan virtual meeting yang menjadi trend saat ini harus bisa dimaksimalkan untuk mendukung aktifitas atau bisnis perusahaan. Aktifitas face to face akan menjadi sangat terbatas kecuali untuk hal-hal tertentu seperti pekerjaan supervisi atau inspeksi keinsinyuran yang mengharapkan para Insinyur untuk melihat langsung secara seksama di lokasi konstruksi untuk bisa mengambil keputusan-keputusan teknis keinsinyuran.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan Kolokium VII calon alumni insinyur dengan membuka 7 meeting room melalui Zoom Application. Di Room 1 menghadirkan 22 presenter kolokium yang akan ditanggapi oleh 2 penanggap yaitu Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., ASEAN Eng., ACPE dan Ir. Andi Alifuddin, M.T., IPM., ASEAN Eng sedangkan di room lain beberapa penanggap seperti Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., MBA., MPM dan Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU juga di waktu yang sama mendengar dan menanggapi pemaparan calon Insinyur FTI-UMI ini.

Di room lain, Ir. Zulfikar Manggau salah satu Executive Vice President PLN Pusat juga mengikuti PPI RPL ini dengan menghadirkan paparan terkait “De-Risking Eksplorasi dan Kebijakan Fiskal untuk Akselerasi Pengembangan Panas Bumi di Indonesia” dan Ir. Andi Tjong Sanjaya, IPM., ASEAN Eng. yang saat ini berkiprah di Singapore membawakan paparan tentang Design of Allium Care Suites di Singapore.

Penanggap lain seperti Ir. Naim Hamid, IPM., ASEAN Eng dan Ir. Muammar Muhayang, IPM., ASEAN Eng juga sangat intens di dalam memberikan tanggapan dan komentar terkait paparan para calon Insinyur PS-PPI FTIUMI di Kolokium VII ini. Ir. Taufik Nur, M.T. IPM., ASEAN Eng. juga hadir memberikan pengarahan di awal pembukaan acara Kolokium VII dan Workshop SKPI kali ini.

Badan Kejuruan Sipil (BKS) Kembali Menggelar Uji Kompetensi Calon Insinyur Profesional Madya (IPM), 09 Oktober 2020

Majelis Uji Kompetensi Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (MUK BKS PII) kembali menggelar wawancara calon Insinyur Profesional Madya (IPM) hari ini melalui aplikasi Zoom meeting menghadirkan tiga majelis penilai Ir. Andi Taufan Marimba, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU., ACPE.

Total 12 calon IPM yang diwawancarai dan kebanyakan dari para Insinyur ini bekerja di sektor infrastruktur PUPR baik sebagai pemilik proyek, konsultan maupun kontraktor. Di luar sektor PUPR, tidak kalah Ir. Ery Purnomo Raharjo salah satu di antara 12 calon ini bekerja di salah satu perusahaan tambang dan nickel processing company yang berlokasi di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Ir. Ery mempresentasekan salah satu proyeknya yang melibatkan desain dan konstruksi penggantian overhead crane di lokasi pabrik peleburan nickel yang sedang beroperasi. Overhead crane yang lama digantikan dengan overhead crane yang sudah memasukkan sistem pengoperasian konsep Internet of Things (IOT-Crane). Satu lagi calon Insinyur Profesional Madya yang memaparkan beberapa proyeknya terkait desain dan audit struktur, Qodri Sihotang yang juga juga memiliki pengalaman keinsinyuran yang cukup menarik dan menantang menurut Ir. Habibie Razak, salah satu MUK yang bertugas hari ini.

Persatuan Insinyur Indonesia sebagai otoritas keinsinyuran terus menggiatkan uji Kompetensi Insinyur Profesional melalui Badan-badan Kejuruan untuk terus melahirkan Insinyur yang memiliki Ijin Praktik yang oleh UU 11/2014 bernama Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Sesi How to Make LNG bersama PII Cabang Batam, 1 Oktober 2020

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam kembali menggelar sesi knowledge sharing yang merupakan LNG session berseri yang dibawakan oleh Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng. ACPE- Praktisi Energy & Resources yang juga merupakan Sekretaris Learning Center PII Pusat. Setelah sukses di sesi LNG seri pertama dengan topik “LNG Fundamental and Its Technology” kembali Ir. Habibie memaparkan LNG sharing session seri kedua dengan topik “How to Make LNG, a Project Case Study on Mini LNG Plant”.

Online Knowledge Sharing session ini dibuka oleh Ir. Sudomo, IPM Sekretaris PII Cabang Batam dan dimoderasi sekaligus ditutup oleh Ir. Prastiwo Anggoro, IPM., ASEAN Eng., ACPE. PII Cabang Batam berhasil menghadirkan setidaknya 45 peserta pada sesi kali ini yang mayoritas mereka merupakan profesional sektor energi yang bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia maupun luar negeri.

Agenda sesi ini berisikan materi tentang karakteristik small scale liquefaction technology SMR vs N2 expander dan DMR/cascade process, LNG Liquefaction blockflow diagram dan beberapa slides yang menjelaskan tentang block flow diagram pada LNG Liquefaction Plant. Ir Habibie menyatakan “seorang Insinyur Sipil seperti saya atau pun kawan-kawan non-process engineers tidak perlu memahami proses LNG secara detail persis sama seperti process engineer yang notabene adalah insinyur teknik kimia karena kita tidak pernah mengenyam ilmu process ini di bangku perkuliahan namun sangat perlu untuk memahami prosesnya supaya kita sebagai discipline engineers bisa menjalankan tugas kita masing-masing pada proyek-proyek LNG masa depan yang tentunya membutuhkan berbagai disiplin seperti civil engineer, rotating engineer, static engineer, piping engineer, electrical dan I&C engineer”. “Apalagi untuk bisa menjadi Project Manager dituntut untuk multidisiplin keinsinyuran termasuk paham tentang LNG process tadi” lanjut Ir. Habibie.

Ir. Habibie dalam paparannya dibantu oleh kawan-kawan profesional yang sudah lama berkecimpung di dunia LNG & gas processing menjawab pertanyaan kawan-kawan profesional. Ir. Alvin Alfiyansyah, IPM seorang praktisi LNG Process Safety yang berkarir di salah satu perusahaan terkemuka di middle-east dan Paulus Ginting seorang profesional yang berkarir di perusahaan oil & gas EPC terkemuka di Indonesia.

Adapun untuk LNG sesi ketiga oleh Ir. Habibie akan berbicara tentang LNG Project Management; a Project Case Study on Mini LNG Plant kembali akan diorganize oleh PII Cabang Batam dalam beberapa minggu ke depan.

Bravo Insinyur Indonesia.

PII Cabang Batam Sukses Menggelar Knowledge Sharing Session dengan Topik LNG Fundamentals & Technology, 09 September 2020

Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Batam kembali menggelar sesi Knowledge Sharing Rabu malam, 9 September memang merupakan program PII Batam untuk diadakan setiap bulannya yang pada sesi kali ini menghadirkan Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng. ACPE – Sekretaris Learning Center PII dengan topik LNG fundamentals and its technology. Sesi online session via Zoom application dihadiri oleh setidaknya 80 professionals yang berkecimpung di berbagai perusahaan terkemuka baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Memang saat ini, LNG business kembali menjadi isu yang cukup hangat diperbincangkan semenjak Pemerintah memberikan mandat kepada salah satu perusahaan BUMN terkemuka untuk membangun infrastruktur LNG di pulau-pulau besar maupun kecil di Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan gas alam untuk pembangkit listrik dan juga industri. Indonesia terkenal sebagai penghasil gas terbesar di dunia namun kebanyakan gasnya dieskpor ke luar negeri.

Materi yang dibahas di sesi kurang lebih 3 jam ini antara lain: basic LNG industry, LNG standards and rules, overview of liquefaction process, overview of LNG shipping, overview of LNG receiving terminal, overview of LNG main equipment and system, overview of LNG and small scale & retail LNG business di dunia saat ini. Animo peserta akan keingintahuan LNG business dan teknologinya membuat suasana diskusi menjadi sangat interaktif yang acaranya dimulai dari Pukul 19.00 dan berakhir agak telat hingga Pukul 22.30 malam.

Di chat room, Ir. Habibie dibantu oleh Ir. Alvin Alfiyansyah, IPM., ASEAN Eng. seorang LNG practitioner yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan produsen LNG terbesar di Timur Tengah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para peserta. Di akhir sesi, Ir. Prastiwo Anggoro, IPM Ketua PII Cabang Batam didampingi oleh Sekretarisnya Ir. Sudomo berterima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi aktif para peserta dan juga kepada pembicara untuk sesi LNG fundamentals ini.

Habibie Razak di akhir presentasenya tidak lupa memotivasi kawan-kawan profesional untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman kepada kawan-kawan yang lebih muda sebagai bekal masa depan mereka kelak. “Jadilah seperti guru Shaolin Kungfu, di mana gurunya bisa dikatakan sukses apabila muridnya sudah bisa turun gunung setelah mengalahkannya dalam adu kungfu, kita bisa bangga menjadi guru apabila murid kita sudah lebih baik dari kita sendiri” pesan Habibie Razak.

Sesi ASEAN Engineering Register (AER) Networking Event di AFEO Midterm 2020, 18 Agustus 2020.

Para pimpinan Persatuan Insinyur se-Asia Tenggara kembali menyelenggarakan AFEO Midterm Meeting yang berlangsung dari Tanggal 17 Agustus hingga setidaknya seminggu ke depan. Salah satu working group yang diselenggarakan via Zoom application adalah ASEAN Engineering Register (AER) meeting yang dihadiri oleh perwakilan setiap anggota AFEO se-Asia Tenggara.

ASEAN Federation of Engineering Organizations yang juga disingkat AFEO adalah wadah berkumpulnya organisasi persatuan insinyur se-Asia Tenggara di mana untuk Indonesia, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) adalah salah satu anggota AFEO yang bergabung sejak tahun 1980. Informasi terkait AFEO bisa dilihat di www.afeo.org

AER meeting membahas tentang program keinsinyuran yang dilakukan oleh negara-negara di lingkup Asia Tenggara di berbagai sektor antara lain education and capacity building, energy, sustainable cities, environmental, natural disaster prepararedness, transportation & logistics. Setiap perwakilan Persatuan Insinyur memberikan update dan progress di berbagai sektor.

Seperti biasa, setiap perwakilan Persatuan Insinyur di setiap negara melaporkan jumlah Insinyur yang sudah teregistrasi sebagai ASEAN Engineer. Hadir mewakili Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Habimono Koesoebjono sebagai Indonesia AER Country Registrar dan mendampingi Ir. Habimono, Ir. Habibie Razak sebagai Alternate Country Registrar di sesi AER kali ini.

Badan Kejuruan Sipil (BKS) PII Kembali Menggelar Wawancara Teknis Kandidat Insinyur Profesional Madya, 14 Agustus 2020

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar wawancara teknis kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) hari Jumat ini, 14 Agustus 2020. Majelis uji Kompetensi (MUK) yang diberikan mandat untuk sesi wawancara kali ini antara lain: Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU., dan Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE.

Sepuluh kandidat yang diwawancara bekerja di berbagai sektor baik sebagai konsultan, kontraktor maupun Insinyur yang bekerja di sisi pemilik proyek. Dari 10 kandidat tadi, tiga kandidat bekerja di salah satu perusahaan BUMN terkemuka dan mempresentasekan proyek-proyek konstruksi yang mereka kerjakan seperti konstruksi jalan, bendungan dan high rise buildings.

Persatuan Insinyur Indonesia sebagai otoritas keinsinyuran diberikan mandat untuk mensertifikasi para Insinyur Indonesia dan juga Insinyur asing yang berpraktik keinsinyuran di Indonesia. Saat ini, PII sudah memiliki lebih dari 30 ribu anggota dan sekitar 15 ribu di antaranya sudah mendapatkan gelar Insinyur Profesional. Badan Kejuruan Sipil PII adalah BK yang memiliki anggota paling banyak hingga saat ini yakni sekitar 7000 anggota.

Renewable Energy Webinar Session Bersama ReformaZi98, 04 July 2020

Alumnus Fakultas Teknik Angkatan 98 Universitas Hasanuddin atau dikenal ReformaZi98 menggelar sesi webinar dengan tema Tantangan dan Peluang Pengembangan Renewable Energy di Sulawesi Selatan dan Indonesia menghadirkan dua narasumber dari Angkatan 98 FTUH, Ir. Nurdin Pabi Senior Manager Operasi Sistem PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi dan Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE Direktur Energi dan Infrastruktur PT BlueVisions Management, Sekretaris PII Learning Center.

Dalam paparannya Nurdin Pabi memaparkan tantangan PLN Regional Sulawesi di dalam mengatur tegangan dan frekuensi pada sistem ketenagalistrikan yang melibatkan Variable Renewable Energy (VRE) seperti PLTS dan PLTB yang beroperasi di Sulawesi. Diketahui Bersama bahwa di Regional Sulawesi ada beberapa VRE yang beroperasi dengan kapasitas cukup besar antara lain PLTB Sidrap 70 MW, PLTB Tolo Jeneponto 60 MW dan PLTS Likupang 21 MW.

Sementara Ir. Habibie Razak memaparkan bahwa dibutuhkan kerjasama apik antara Pemerintah, Industri, Perguruan Tinggi dan PII di dalam menyiapkan tenaga Insinyur muda untuk bisa berkontribusi di proyek-proyek pengembangan Renewable Energy sebagai Insinyur Proyek maupun untuk fasilitas RE yang sudah beroperasi di Indonesia sebagai Insinyur pengoperasian dan pemeliharaan. Program Engineer-in-Training adalah program pengembangan kapasitas Insinyur yang sementara mengikuti program studi program profesi Insinyur (PSPPI) di saat bersamaan bisa mengikuti EiT program ini di Industri atau perusahaan perusahaan yang bergerak di sektor energi terbaharukan ini.

Kedua narasumber saling menguatkan bahwa Renewable Energy adalah masa depan dunia termasuk Indonesia di dalamnya. Target Pemerintah Indonesia adalah 23% RE di tahun 2025 merupakan mandat dari global leadership committee melalui COP21 atau dikenal sebagai Paris Agreement yang harus disukseskan oleh para penggiat RE apakah dia berada di sisi regulator, developer, konsultan dan kontraktor EPC, perguruan tinggi dan masyarakat umum.

Nurdin Pabe juga menyebutkan bahwa “Sulawesi Selatan telah menjadi kontributor utama di dalam pemenuhan RE di Indonesia karena saat ini sistem kami mengabsorb lebih dari 30% Renewable Energy dari keseluruhan total penggunaan energi listrik di propinsi ini” Sementara Habibie memaprkan bahwa “Teknologi RE terus mengalami perkembangan dan di masa depan akan jauh lebih economically viable yang akan mampu bersaing dengan conventional power plant, di sinilah peran para Insinyur di dalam melahirkan inovasi di dalam penciptaan teknologi yang bisa meningkatkan rate of returns untuk investasi RE ini”.

Sesi webinar ini diinisiasi oleh Ketua Angkatan Reformazi98, Ir. Jamaluddin, IPM, Ketua Panitia Danto Joro dan kawan-kawan ReformaZi98 lainnya sehingga bisa terlaksana dengan baik selama kurang lebih 3 jam ini. Sesi dimoderasi oleh Imran Jamaluddin Head of GA Department PT Semen Bosowa Maros. Sebanyak 100 peserta hadir di sesi ini yang terdiri dari Insinyur yang beraktifitas di sektor ketenagalistrikan dan beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Sesi Technical Interview Calon Insinyur Profesional Madya Badan Kejuruan Sipil PII, 18 June 2020

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) hari ini, 18 Juni 2020 kembali menggelar sesi wawancara teknis untuk para calon Insinyur Profesional Madya (IPM) sebagai salah wujud BKS PII di dalam menjalankan amanah UU No.11/2014 tentang Profesi Keinsinyuran. Sesi wawancara dihadiri oleh 11 calon IPM yang berkarir di berbagai sektor keinsinyuran.

BKS PII memberikan mandat kepada 3 majelis penilai, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU, Ir. Andi Taufan Marimba, IPU dan Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE. Dari 11 Insinyur yang diwawancara hari ini salah satunya adalah Insinyur Asing yang bekerja di Indonesia. Memang benar bahwa salah satu persyaratan buat Insinyur Asing untuk bisa berpraktik keinsinyuran di Indonesia mereka harus memiliki Sertifikat Insinyur Profesional yang diakui oleh hukum negaranya untuk dilaporkan ke Persatuan Insinyur Indonesia. Apabila Insinyur Asing ini belum tersertifikasi di negaranya maka wajib mengikuti program sertifikasi PII hingga memperoleh Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Pengaturan tentang Insinyur Asing diatur di Pasal 18 -22 UU No.11/2014.

BKS PII di dalam upayanya mensertifikasi Insinyur Indonesia melakukan pelayanan wawancara teknis setidaknya 3 kali dalam sebulan untuk menambah jumlah Insinyur Profesional Sipil yang siap diterjunkan pada proyek-proyek konstruksi di seluruh Indonesia.

Kolokium Angkatan VI Program Profesi Insinyur Insinyur FTI-UMI bersama bersama Para Calon Insinyur Freeport Indonesia dan Pupuk Kaltim, 5 Juni 2020

Program Profesi Insinyur FTI UMI kembali menggelar Kolokium Calon Insinyur yang bekerja di PT Freeport dan PT Pupuk Kaltim yang berlangsung dari pagi hingga sore tadi. Kolokium dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Hasanuddin Dr. Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng. Kolokium ini memberikan kesempatan kepada 21 peserta dari PT Freeport Indonesia dan 33 peserta dari Pupuk Kaltim. Disiplin keteknikan yang berbeda-beda dimulai dari disiplin geologi, tambang, sipil, mekanikal, elektrikal, lingkungan, teknik kimia dan lainnya.

Kolokium ini dimoderasi oleh Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng dan Ir. Hasbi Bakri, MT., IPM untuk sesi Freeport dimulai Pukul 07.00 pagi hingga Pukul 12.30 siang. Kemudian untuk sesi Pupuk Kaltim kembali dimoderasi oleh Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng dan Ir. Hj. Setyawati Yani, ST.,MT.,IPM.,Ph.D.,ASEAN Eng. Penanggap eksternal menghadirkan Ir. Ricky Hikmawan Wargakusumah Ketua BKK PII, Ir. Habibie Razak Sekretaris Learning Centre dan Ir. Luqmanul Hakim, IPM Pengurus BKK PII.

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan pengalaman proyeknya selama 10 menit. Salah satu paparan yang paling menarik adalah paparan tentang optimasi lereng tambang Freeport di mana per 1 derajat optimasi bisa menambah keuntungan USD 200 Juta dan memperpanjang umur tambang hingga 4 bulan. Tentunya ketika slope atau lereng makin tegak safety factor (SF) dari slope tadi akan turun. Berapa minimum SF yang bisa diterima?

Sesi siang bersama calon Insinyur Pupuk Kaltim juga berlangsung sangat interaktif, salah satu paparan yang cukup menarik adalah aplikasi Pre-Engineering Building Structure untuk konstruksi Gudang Urea dan Bagging Machine di mana dengan konsep PEB ini bisa memberikan pengurangan biaya 20-30% dibanding conventional steel structure.

FTI UMI telah menelurkan lebih dari 491 Insinyur melalui Program Profesi Insinyur – Rekognisi Pembelajaran Lampau. PPI Angkatan VI ini terlaksana berkat kerjasama apik antara FTI-UMI, PT Freeport Indonesia dan PT Pupuk Kaltim.

PII Cabang Batam Sukses Menggelar Online Workshop “Implementasi Professional Engineer Stamp untuk Praktik Keinsinyuran di Luar Negeri dan Indonesia”, 19 Mei 2020

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam menggelar online workshop via zoom meeting pagi tadi dengan tema “Implementasi Professional Engineer Stamp Menuju Era Baru Praktik Keinsinyuran di Indonesia”. Sesi workshop menghadirkan Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE Sekretaris PII Learning Center yang juga adalah komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi PII Pusat.

Sesi yang berlangsung selama 2 jam dihadiri setidaknya 200 peserta yang terdiri dari Insinyur Profesional, Insinyur, Anggota PII dan non-Anggota PII. Selain peserta dari dalam negeri, beberapa Insinyur Profesional Indonesia yang berkiprah di luar negeri seperti Ir. Alvin Alfiyansyah, ASEAN Eng. di Qatar, Ir. Ibnu Munzir, IPM di Kuwait, Ir. Andi Sanjaya, ASEAN Eng, Singapura dan Ir. Muhammad Gunawan, IPM yang lagi berkiprah di Malaysia.

Ir. Prastiwo Anggoro, ASEAN Eng., ACPE bertindak sebagai host pada sesi ini dibantu oleh Ir. Sudomo, IPM selama acara berlangsung. Ir. Habibie Razak memaparkan agenda workshop PE Stamp ini ke dalam beberapa point antara lain: Definition and Objectives of PE Stamp, Examples of PE Stamp – References from Various Countries , Example of PE Endorsement Request, How Do We Perform the Review and Stamp?, Who Will Make the Approval/Endorsement? How to Retain our Professional Engineer License? How to Select the Right PE for Endorsement, Stamps Classification, Benefits having PE License, Consequence of Non-PE Practicing Engineering, Consequence of PE Malpractice, Steps to Get Licensed, PE Practice Letter of Statement and Facts regarding PE Profession.

Ir. Habibie Razak menjelaskan bahwa Professional Engineer Stamp adalah distinctive mark (cap/penanda khusus) bagi seorang PE di dalam melakukan praktik keinsinyuran terkait pengesahan dan endorsement engineering/technical documents. Habibie memaparkan beberapa contoh PE stamp dari luar negeri yang implementasi praktik keinsinyurannya sudah jauh lebih maju antara lain: Amerika Serikat, Canada, Malaysia dan Singapura. “Saya pernah menerima permintaan PE endorsement dari konsultan engineering asal Malaysia untuk proyek mereka di Indonesia dan juga satu permintaan PE stamp dari perusahaan EPC asal India yang mengerjakan salah satu proyek di Indonesia dan tentunya ada nilai dari setiap lembar demi lembar yang saya endorse” ujar Ir. Habibie sambil tersenyum.

Habibie melanjutkan, memang semestinya yang melakukan pengesahan atau approval terkait technical documents dilakukan oleh Professional Engineer apabila merujuk pada UU 11/2014 dan PP 25/2019. Engineering design dan specification sebelum di-released for construction supaya itu sah secara hukum membutuhkan stempel atau cap dari Insinyur yang memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Sesi presentase berlangsung selama 40 menit dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta online workshop. Diskusi yang menarik adalah bagaimana PE di luar negeri seperti di Singapura di dalam melakukan endorsement untuk lifting plan dibayar dengan nilai SGD 1000, di Malaysia, PE meng-endorse drawing selembarnya dibayar di kisaran RM 500 “Tidaklah heran Insinyur di negara tetangga jauh lebih makmur dari Insinyur di tanah air” ujar Habibie Razak yang juga adalah salah seorang project director sektor resource and energy di salah satu perusahaan engineering terkemuka.

Idealnya, apabila UU dan PP dilaksanakan secara konsekuen, setiap perusahaan engineering, construction maupun EPC pasti akan meng-hire Insinyur yang ber-STRI atau di LN dikenal dengan istilah Professional Engineer agar setiap dokumen-dokumen teknis pengesahannya bisa dilakukan secara inhouse karena kalau melibatkan individual freelancer pasti biayanya akan lebih mahal. Namun tentunya, Insinyur yang berlisensi atau memiliki ijin praktik tadi akan dihargai dengan remunerasi lebih besar dibandingkan Insinyur atau Sarjana Teknik yang belum memiliki ijin praktik atau STRI tadi.

Di samping benefit yang diberikan untuk pemegang STRI ini, ada tanggung jawab dan konsekuensi yang harus dihadapi apabila Professional Engineer tadi melakukan malpraktik keinsinyuran yakni bisa diancam dengan denda bahkan pidana. Merujuk pada kasus runtuhnya viaduct structure di Singapore mengakibatkan salah satu PE Singapura harus membayar denda dan dipenjara.

Hal lain yang menarik di luar negeri yang sudah mapan implementasi UU keinsinyurannya, bahwa setiap proyek-proyek di tahap budget initiation sudah menganggarkan PE stamp fees sekitar 1-3%. Contoh-contoh inilah yang membuat para Insinyur Profesional di luar negeri hidup lebih sejahtera dan lebih makmur. Kemudian siapa yang wajib untuk melakukan engineering deliverables approval atau endorsement dalam suatu proyek? Untuk proyek APBD/APBN/Loan yang dimanage oleh kementerian Pejabat Pembuat Komitmen sudah wajib untuk memiliki STRI untuk bisa melakukan fungsi pengesahan tadi.

Berikut daftar siapa-siapa yang wajib memiliki ijin praktik keinsinyuran dalam suatu proyek antara lain: Pejabat Pembuat Komitmen – APBD/APBN/Loan – Government Project, Client’s Project Manager/Director, Contractor/Consultant’s Project Director (in some extent), Project Manager, Project Engineer, Construction Manager, Senior Design Engineers, Inspectors, Construction Engineers, Quality Control Engineers, Safety Engineers, Mining Engineer, Environment Engineer dan lainnya.

Habibie di akhir sesi menyatakan bahwa adalah domain PII sebagai engineering authority yang akan melakukan finalisasi Professional Engineer Practice Guidelines termasuk desain baku PE stamp dan reproduksinya.

Sesi workshop ditutup oleh Ir. Prastiwo Anggoro Ketua PII cabang Batam yang kemudian akan melaporkan kegiatan workshop ini berupa saran dan rekomendasi ke Pengurus PII Pusat. Hadir pada kegiatan ini Ir. Taufik Nur, IPM., ASEAN Engineer Sekretaris Forum Penyelenggara Program PS PPI FTI-UMI, Ir. Asrul Aatuwo Sekretaris PII Wilayah Sulawesi Tengah dan beberapa pengurus cabang dan wilayah di seluruh tanah air.