Category Archives: Aktifitas Organisasi

Lokakarya Pengenalan dan Tatacara Pengisian Aplikasi ACPE dan AER, 11 September 2021

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Jember bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jatim dan Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) menggelar Lokakarya Pengenalan dan Tatacara Pengisian Formulir Aplikasi ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) dan ASEAN Engineer Register (AER) yang sukses diselenggarakan Sabtu sore tadi, 11 September 2021.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan yang terdiri dari sambutan Dekan Fakultas Teknik Universitas Jember Dr. Ir. Triwahju Hardianto, ST., MT yang kemudian dilanjutkan sambutan kedua oleh Ketua PII Wilayah Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS., IPU. Opening Remarks atau pengantar ketiga oleh Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU sekaligus membuka acara lokakarya ini.

Dalam sambutannya Ir. Bambang Goeritno Ketua BKS PII dan juga sekaligus Ketua Majelis Standar Keinsinyuran Persatuan Insinyur Indonesia (MSK PII) mengharapkan para Insinyur yang berada di Jawa Timur ini bukan hanya pada level mendapatkan Insinyur Profesional dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) tapi juga diharapkan mendapatkan pengakuan internasional dengan mengikuti program sertifikasi di tingkat Asia Tenggara, yakni ACPE dan AER.

Sesi lokakarya yang dimoderasi oleh Ir. Sonya Sulistyono, MT., IPM menghadirkan dua narasumber yakni Ir. Catur Hernanto, MM., IPU Sekretaris MSK PII dan Ir. Habibie Razak, IPU., APEC Eng. Indonesia Monitoring Committee untuk APEC Engineer Registration. Ir. Catur memaparkan bahwa di era Masyarakat Ekonomi ASEAN ada 8 jasa yang diliberalisasi di bawah Mutual Recognition Arrangement antarnegara ASEAN antara lain: Jasa Angkutan Udara dan Laut, Jasa Bisnis, Jasa Konstruksi, Jasa Telekomunikasi, Jasa Pariwisata, Jasa Keuangan, Jasa Kesehatan dan Jasa Logistik.

Jasa Keinsinyuran (Engineering Services) termasuk ke dalam cakupan Jasa KOnstruksi, dan sejak terbentuknya ASEAN MRA on Engineering Services pada 9 Desember 2005, Kementerian PUPR telah turut terlibat dan berkontribusi di dalam implementasi MRA tersebut karena berkaitan dengan profesional yang bergerak di sektor jasa konstruksi dan bidang pembangunan infrastruktur.

Sedangkan Ir. Habibie Razak memaparkan philosophies of Professional Engineering practice antara lain bahwa PE adalah License to Practice in many countries termasuk di Indonesia, Singapore, Malaysia, US, Canada. Someone needs to take responsibilties for the engineering deliverables (technical documents) prior to release for implementation such as for construction (Released For Construction), For the sake of quality assurance of the the works done by Engineer (non-PE), All those deliverables should be approved or endorsed, stamped by Professional Engineer(s).

Habibie menjelaskan “Di Indonesia, kita mengenal terminologi STRI & SKA/SKK yang merupakan dua hal yang berbeda. STRI adalah Ijin Praktik Keinsinyuran/License to Practice sesuai UU 11/2014 dan SKK (sebelumnya SKA) adalah Sertifikat atau Surat Kompetensi Kerja/Work Competency Certificate sesuai UU No. 2/2017. Di luar negeri, yang familiar adalah istilah Professional Engineer yang biasa disingkat PE (di Amerika) dan P.Eng (di Canada). Untuk mendapatkan kesetaraan internasional maka Insinyur Indonesia harus mendapatkan gelar Insinyur Profesional di tingkat Madya sebelum mendapatkan sertifikasi ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) yang diatur oleh MRA tadi”

Ir. Habibie memberikan panduan tatacara mengisi formulir ACPE dan AER dengan memberikan contoh formulir salah satu pemegang ACPE, Dr. Ir. Ayuddin Baso Paramata, IPU., ASEAN Eng. salah seorang Ahli Struktur Indonesia sebagai referensi buat para peserta lokakarya sedangkan formulir AER mengambil contoh isian Ir. Ibnu Munzir salah satu pemegang AER yang saat ini bekerja di Kuwait.

Di sela-sela lokakarya, Ir. Kristianta, ST., M.Eng mendapatkan kesempatan mempromosikan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Jember yang sudah meluluskan ribuan Insinyur melalui program ini. Acara ditutup oleh Wakil Ketua PII Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono SP., SH., MT., MH., IPU.

Kuliah Umum Keinsinyuran, PSPPI FTI UMI Mengangkat Tema Engineering for Sustainability Development, 4 September 2021

Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (PSPPI FTI UMI) kembali menggelar kuliah umum keinsinyuran di Semester Awal 2021/2022 yang dihadiri oleh mahasiswa PSPPI dan juga masyarakat keinsinyuran di Indonesia. Kuliah umum yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini menghadirkan keynote speaker, Ir. Faizal Safa, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. Ketua Komite Pengembangan SDM Industri 4.0 & P3DN KADIN Pusat dan Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng., M.Sc., IPU Wakil Ketua Umum PII Pusat.

PSPPI FTI UMI kembali menugaskan Ir. Habibie Razak, IPU., APEC Eng. – Projects Director Transport and Energy SMEC Indonesia sebagai Panelist dan Ir. Taufik Nur, MT., IPM., ASEAN Eng Sekretaris PSPPI FTI UMI sebagai moderator. Acara ini dibuka langsung oleh Dr. Ir. Zakir Sabara H. Wata, MT., IPM., ASEAN Eng Dekan FTI UMI.

Tema yang diangkat adalah engineering for sustainability development dan kedua keynote speaker memaparkan konsep sustainability yang berisikan 3 pilar utama, lingkungan, ekonomi dan sosial. Oleh Ir. Faizal, Sustainabilty adalah fokus untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Upaya-upaya yang dilakukan oleh dunia saat ini melalui Agenda Sustainable Development Goals (SDG) 2030 menjadi bahan diskusi yang menarik di sesi kuliah umum kali ini.

Sementara itu Dr. Danis memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berkontribusi pada aksi perubahan iklim yang terkait dengan sektor energi tata guna lahan, transportasi dan bangunan serta memiliki peranan penting untuk mencapai Tujuan 11 (sustainable cities and communities) dan 13 (climate action) dalam SDGs. Untuk mencapai tujuan ini, Kementerian PUPR mencanangkan program sektor pemukiman dengan fokus pada penyiapan akses air minum layak, sanitas, penanganan kawasan kumuh, penanganan hunian dengan akses sampah baik, akses air minum perpipaan dan pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, olahraga dan pasar.

Konsep Bangunan Gedung Hijau pun diperkenalkan dengan mendesain sistem pencahayaan yang memadai untuk menurunkan konsumsi energi, sistem pengkondisian udara yang lebih efisien, manajemen limbah (air kotor dan sampah), manajemen air bersih dan manajemen grey water.

Ir. Habibie Razak sebagai panelist menambahkan bahwa konsep sustainablity dan resiliensi adalah saling mendukung satu sama lain, di mana sustainability lebih fokus pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan, fokus pada transisi energi sedangkan konsep resiliensi adalah upaya untuk mendesain dan membangun infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim dan bencana alam yang diakibatkan oleh climate change.

Ir. Taufik Nur memimpin jalannya sesi tanya jawab dan menghadirkan banyak pertanyaan dari peserta kuliah umum untuk dijawab oleh panelist. Oleh Ir. Habibie “pengembangan sektor energi di Indonesia harus terus dikembangkan mengingat potensi EBT yang kita miliki sebagai bangsa termasuk upaya untuk menurunkan greenhouse gas emission dengan memperkenalkan konsep Carbon Capture Utilization and Storage”.

Acara ditutup oleh Ketua Prodi PPI FT UMI Andi Pawennari setelah sesi kuliah tamu berlangsung dari Pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Bertemakan Insinyur sebagai Sales & Business Development, Duta Besar untuk Singapura Hadir Menjadi Keynote Speaker, 11 Agustus 2021

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kepulauan Riau dan PII Cabang Batam kembali menggelar webinar bertemakan “Tantangan dan Peluang Insinyur Sales & Business Development Sektor Engineering & Construction di Era Pandemi (Indonesia & Singapura) pada hari Rabu, 11 Agustus 2021 yang dihadiri oleh 100 peserta dari Indonesia, Singapura dan negara lainnya.

Bapak Suryo Pratomo – Duta Besar Indonesia untuk Singapura dan dan Dr. Ir. Mulia Pamadi Ketua PII Kepulauan Riau hadir sebagai keynote speaker pada webinar kali ini. Dalam sambutannya, Suryo Pratomo yang akrab dipanggil Pak Tommy mengungkapkan bahwa kapabilitas para Insinyur Indonesia dan perusahaan konstruksi nasional kita sudah tidak diragukan tinggal bagaimana strategi kita untuk memasarkan kemampuan mereka untuk bisa berkompetisi di kancah global. Nah, ini adalah tugas dari para sales and business development sesuai dengan tema webinar kali ini.

Pak Tommy menyampaikan bahwa Sales & BD adalah bagian tak terpisahkan dari ilmu marketing bagi perusahaan konstruksi nasional tujuan akhirnya adalah memenangkan proyek-proyek di dalam negeri maupun di luar negeri. Sementara itu, Dr. Ir. Mulia Pamadi menyampaikan bahwa bagi Insinyur, bekerja sebagai sales and business development di sektor konstruksi adalah suatu tantangan tersendiri dan membutuhkan kompetensi atau skill komunikasi yang mumpuni. Insinyur di bidang ini tentunya harus memiliki pengetahuan teknis terhadap produk atau jasa yang ditawarkan ke calon customer atau pun client.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber, Ir. Habibie Razak, APEC Eng., Head of Energy & Transport SMEC Indonesia salah satu engineering consultancy services company yang berkiprah di lebih 40 negara dan memiliki lebih dari 120 kantor di seluruh dunia dan Ir. Andi Sanjaya Tjong – Country Lead untuk Indonesia bekerja di BG&E Consulting Engineers yang berpusat di Australia dan memiliki kantor di Singapura bertanggung jawab terhadap business operation di Asia Tenggara.

Kedua narasumber memaparkan fundamental dari sales and business development termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di sektor ini di jaman pandemi baik di Indonesia maupun Singapura. Ir. Habibie Razak memaparkan bahwa profil seorang salesperson and business development professional yang dibutuhkan adalah setidaknya memiliki knowledge dan attitudes antara lain: Technical/Product Knowledge, Active Listening, Service Orientation, Strong Oral and Written Communication Skills, Problem Solving, Logical, Strategic, Dependable, Motivated, Integrity, Initiative, dan Adaptable.

Sementara Andi Tjong memaparkan bahwa Adaptasi New Normal untuk Sektor Konstruksi di Singapura antara lain: Mempercepat adaptasi “labour-efficient” teknologi, mengurangi import tenaga kerja buruh, mengadaptasi teknologi baru, i.e. prefabrication, robot, membuat design standard baru untuk gedung, safe distancing measures di tempat kerja dan Digitalisation.

Ir. Prastiwo Anggoro, ACPE Ketua PII Cabang Batam sebagai moderator memimpin sesi paparan dan tanya jawab ini memanggil beberapa panelist yang hadir pada event ini antara lain: Dorojatun Prakoso – Direktur PT Kwarsa Hexagon, Irwansyah Ghuznadi – Sales Manager PT WIKA Beton, Abdul Gafur Amin – Sales Engineer PEB Steel Building Company, Gilang Asmara – General Manager PT Prima Energi Consult, dan Ir. Vito Al Vandy Prabowo, MM – Business Development Manager PT Bureau Veritas Indonesia. Kelimanya memberikan komentar maupun pengalaman pribadinya sebagai sales and business development di perusahaannya masing-masing.

Sesi tanya jawab dibuka menghadirkan beberapa penanya yang kemudian dilanjutkan dengan babakan kuis, bagi siapa yang bisa menjawab pertanyaan dari narasumber akan mendapatkan souvenir dari PII Cabang Batam.

Hadir juga Ir. Taufik Nur, ASEAN Eng. mengomentari webinar kali ini. Harapannya, para Insinyur Indonesia yang berlaga di kancah internasional secara konsisten membagi pengetahuan dan pengalamannya buat para Insinyur-insinyur Indonesia.

Urban Railway Development Webinar bersama BKS PII & BKT Perkeretaapian PII, 21 July 2021

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar sesi technical webinar kali ini dengan topik Railway Infrastructure and Technology yang berlangsung hari ini dimulai dari Pukul 13.00 hingga 16.30. BKS PII di bawah kepemimpinan Ir. Bambang Goeritno menggandeng BK Teknik Perkeretaapian yang diketuai oleh Ir. Hermawan Dwiatmoko.

Sebagaimana biasanya, PII Cabang Batam dan PII Wilayah Kepri kembali ditugaskan untuk mengorganize prestigious event yang dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai perusahaan, instansi dan lembaga. Koordinator Steering Committee Ir. Habibie Razak, APEC Eng. memandu sesi pembukaan yang dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan Opening Remarks oleh Ketua BKS PII Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU.

Moderator Ir. Wendy Aritenang, M.Sc., DIC., PhD., IPU yang juga adalah Dewan Pakar PII dan Dewan Penasehat Masyarakat Perkeretaapian (MASKA) memimpin jalannya sesi webinar yang berlangsung sangat interaktif menghadirkan 5 pembicara dari berbagai perusahaan dan instansi yang saat ini sementara menyelenggarakan proyek urban railway development di Indonesia.

Pembicara berturut turut menghadirkan Ferdian Suryo Adhi Pramono – PPK Prasarana LRT Jabodebek dengan judul “LRT Jabodebek, New Transportation Backbone”, Silvia Halim – Construction Director PT MRT Jakarta dengan judul “MRT Jakarta: Transformative Urban Transportation”, Ir. Allan Tandiono, B.Eng., M.Sc., IPM – Director PT KCIC dengan judul “Project Management Practices at JBHSR Project”, ADI PRASETYO MEng(PM)., PMP®., PRINCE2®., CPPD® – PMO Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dengan judul “The Role of Project Management Office (PMO) in Managing Railway Projects” dan Christopher Anthony dari Novade Solutions berbicara tentang “Smart Site Management with Digitalization: Use Case Colas Rail at LRT Jabodebek Project”.

Hal yang sama disampaikan oleh Ir. Bambang Goeritno dan Ir. Ferdian bahwa DKI Jakarta menduduki posisi ke – 10 kota termacet di dunia menurut the Tomtom Traffic Index, 2019. Berdasarkan survey oleh BPJT pada tahun 2015 terkait jumlah kendaraan yang masuk dari luar DKI Jakarta 996,000/Hari, High Road Occupancy Rate: 69% JAGORAWI & CIKAMPEK. Tentu saja dengan kondisi ini banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan antara lain: produktifitas menurun, bahan bakar terbakar sia-sia, biaya kesehatan meningkat untuk mengobati aneka penyakit dan stress, polusi udara meningkat &  boros waktu tempuh.

Beberapa poin penting yang dibahas di webinar ini antara lain: pengenalan tentang kompleksitas pekerjaan proyek konstruksi underground railway project yang melibatkan teknologi terkini earthwork moving, precast concrete technology, signalling, telecommunication, station facility (C/M/E), railway electrification and ticketing system. Webinar ini memberi gambaran tentang aspek-aspek teknis terkait perencanaan dan perancangan teknologi railway system sesuai dengan kaidah Keinsinyuran, serta knowhow tentang strategi pengelolaan proyeknya.

Webinar ini memberikan banyak pencerahan tentang specific knowledge dan expertise yang harus dimiliki oleh engineers yang bergelut di sektor ini serta terdapatnya kebutuhan akan expertise tersebut yang terus meningkat dan yang paling penting adalah webinar hari ini memperkenalkan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan konsep Integrasi AntarModa yang yang menjadi dua point penting suksesnya investasi urban railway transport projects di Indonesia.

Sesi terakhir adalah Closing Remarks oleh Ir. Hermanto Dwiatmoko, MT., IPU. ASEAN Eng. selaku Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian dengan memberikan poin poin penting terkait perkembangan teknologi perkeretapian di Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Seusai kegiatan pihak Makassar Terkini secara terpisah menghubungi Ir. Habibie Razak sebagai Steering Committee. Dalam keterangannya Ir. Habibie sangat optimis bahwa dengan diperkenalkannya konsep integrated urban railway development melalui sesi ini bisa menjadi lessons learnt untuk diimplementasikan di kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Makassar, dan Bali. Sebutlah di Sulsel, konsep Urban Railway Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar) sudah harus diinisiasi segera dan mulai sekarang kita sudah bisa banyak belajar dari konsep pengintegrasian LRT Jabodebek, MRT Jakarta, Kereta Cepat Indonesia China dan moda lainnya.

Sementara Ir. Prastiwo Prastiwo, ACPE sebagai Koordinator Organizing Committee dan juga Ketua PII Cabang Batam menjanjikan sesi webinar selanjutnya tidak akan kalah menariknya dari acara hari ini. Hadir juga pada acara ini Dr. Ir. Hermawanto Dardak, IPU Mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia dan Wakil menteri Pekerjaan Umum dan beberapa pengurus Pusat PII lainnya.

Sesi Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Madya, BKS PII, 16 Juli 2021

Badan Kejuruan Sipil kembali menggelar sesi wawancara teknis calon Insinyur Profesional Madya (IPM) Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia hari ini melalui aplikasi Zoom meeting. Di sesi sidang ini BKS PII mengutus tiga Majelis Uji Kompetensi (MUK) BKS PII antara lain: Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU., APEC Eng.

Ir. Habibie Razak menyampaikan bahwa setidaknya sidang wawancara teknis BKS PII diselenggarakan 4 kali seminggu untuk melayani aspirasi para Insinyur nasional kita dan juga Insinyur Asing yang bekerja di Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional dari Persatuan Insinyur Indonesia. “Ini adalah amanah UU No.11/2014 bahwa Insinyur yang berpraktik keinsinyuran di Indonesia haruslah mendapatkan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan untuk mendapatkan STRI sebelumnya, Insinyurnya haruslah lulus Uji Kompetensi melalui proses sertifikasi Insinyur Profesional (SIP)” Ir. Habibie menjelaskan.

Di sesi hari ini, setidaknya 12 calon Insinyur Profesional Madya yang mendapatkan giliran wawancara dari berbagai sektor, instansi dan perusahaan. Satu calon dari salah satu kementerian teknis memaparkan pengalamannya terlibat sebagai staff Quantity Surveyor pada proyek Jembatan bentang panjang di Surabaya. Ir. Habibie menanyakan alasan filosofis mengapa tipe struktur jembatan yang dipilih adalah cable stayed bukan suspension type misalnya. Nah, pertanyaan-pertanyaan fundamental seperti ini tentunya didapatkan pada saat Feasibility Study dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis, aspek sosial-lingkungan dan aspek keekonomiannya (CAPEX dan OPEX).

Menurut Ir. Andi Taufan pada saat wawancara teknis dengan salah satu kandidat, fase pra-desain biasanya dibutuhkan untuk proyek-proyek kompleks seperti di sektor migas sedangkan untuk proyek-proyek infrastruktur yang skalanya sederhana bisa langsung melalui proses detailed design setelah studi kelayakan dilakukan. Pra-desain di sektor oil and gas diistilahkan sebagai Front End Engineering Design (FEED) yang biasanya dilakukan setelah FS dan sebelum Detailed Engineering Design (DED) dilakukan.

Sesi Study Abroad: what to prepare to pursue Oversea Scholarship, PII Batam, 26 Juni 2021

PII Cabang Batam kembali menggelar sesi knowledge sharing selama 2.5 jam yang kali ini dengan topik: “Study Abroad, what to prepare to pursue overseas scholarship” hari Sabtu pagi, 26 Juni 2021 menghadirkan Teuku Rengga Felamona penerima beasiswa Fulbright dari negeri Paman Sam. Sesi webinar ini adalah hasil kerjasama antara PII Wilayah Kepulauan Riau, PII Cabang Batam dan PII Pusat.

Pembukaan acara dipandu oleh Imel La Melati sebagai MC yaang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia yang kemudian dilanjutkan opening remarks oleh Ketua PII Wilayah Kepri Dr. Ir. Mulia Pamadi, IPU., ASEAN Eng.

Sharing session dimoderasi oleh Ir. Prastiwo Anggoro Ketua PII Cabang Batam mengatur jalannya acara paparan oleh Teuku Rengga yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi sharing pengalaman menghadirkan beberapa profesional penerima beasiswa luar negeri antara lain Dr. Riza Suwondo penerima beasiswa dari kerajaan Saudi dan LPDP, Ahmad Amiruddin penerima beasiswa dari Kemenkominfo dan LPDP dan Dr. Fakhruddin penerima beasiswa dari JICA, Jepang.

Dalam paparannya, Teuku Rengga Felamona yang akrab disapa dengan nama Rengga yang berkarir sebagai Head of Projects and EPC Management di salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia memaparkan tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa luar negeri. Setidaknya ada 4 hal yang harus dipersiapkan antara lain: english, networking (peer review to our application), spot on writes-up topics and be familiar with forms and practice.

Rengga juga menceritakan pengalamannya di dalam melamar beasiswa LN ini, pernah beberapa kali gagal dan akhirnya sukses mendapatkan beberapa beasiswa S2 LN namun dia memilih fulbright scholarship yang membawanya berkuliah di Texas A&M University.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup interaktif antara pembicara, para panelis dan peserta webinar sharing session terkait oversea scholarship ini. Webinar ini ditutup dengan pemutaran video terkait rencana penyelenggaraan Rapimnas PII di Batam dan closing remarks dari Ir. Habibie Razak yang saat ini adalah salah satu Indonesia Monitoring Committee for APEC Engineer REGISTER, PII Pusat.

Habibie dalam closing speechnya menyampaikan bahwa sesi ini sungguh bermanfaat buat kawan kawan yang masih ingin sekolah ke LN begitu pun peserta yang punya anak, ponakan atau sepupu info seperti ini sangat mereka butuhkan untuk memotivasi dengan mencoba apply for oversea scholarship.

“Event sejenis akan terus diselenggarakan setiap bulan di bawah koordinasi Ir. Prastiwo Ketua PII Batam, apabila ada dari professional yang akan men-sharing knowledge and experience silahkan langsung menghubungi Beliau” pungkas Ir. Habibie di akhir acara.

Sesi Wawancara Teknis Kandidat Insinyur Profesional Madya BKS PII, 3 Juni 2021

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar sesi wawancara teknis untuk para kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) Sipil secara daring via zoom application. Majelis Uji Kompetensi (MUK) yang ditugaskan pada sesi kali ini menghadirkan Ir. Andi Taufan Marimba, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU untuk mewawancarai 11 kandidat IPM.

Menarik melihat para Insinyur di dalam memaparkan pengalaman keinsinyurannya yang bisa berupa pengalaman terkait perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan proyek. Salah satu kandidat juga yang bekerja di perusahaan konsultan menyampaikan pengalamannya di dalam penyusunan billing rates tenaga ahli melalui asosiasi badan usaha untuk bisa dijadikan dasar oleh para pelaku jasa konstruksi dan juga pemberi proyek di dalam membayarkan para tenaga ahlinya.

Ir. Habibie Razak menanggapi bahwa acuan remunerasi atau billing rates yang ada saat ini belumlah memberikan apresiasi yang baik bagi para Insinyur Indonesia yang berkecimpung di dunia konstruksi karena ratenya masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Ir. Habibie menjelaskan bahwa memang struktur billing rate terdiri dari komponen direct cost atau biaya langsung tenaga ahli/insinyur, komponen overhead dan margin dari perusahaan konsultan.

Ir. Habibie manambahkan “Apabila rate yang disetujui oleh Client/Project Owner ke konsultan nilainya sudah kecil kemudian bagaimana dengan remunerasi/benefit yang akan diberikan oleh konsultan kepada para tenaga ahlinya/insinyurnya. Sebenarnya Client di sektor swasta mampu membayar tenaga ahli dengan nilai yang lebih bagus bagus dan alangkah baiknya asosiasi yang membuat acuan remunerasi tadi melakukan studi atau kajian yang lebih komprehensif sebelum menerbitkan acuan billing rates yang terbaru. Billing rates setiap tahun idealnya harus berubah karena ada faktor inflasi yang setiap tahunnya bisa berbeda”.

Sesi wawancara teknis Badan Kejuruan Sipil PII saat ini dilakukan setiap minggu menelurkan setidaknya 70 – 100 Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU) setiap bulannya yang tidak lain sebagai upaya memberikan ijin praktik keinsinyuran kepada Insinyur Indonesia sesuai dengan amanah UU No.11/2014.

Insinyur sebagai Sales & Business Development di Proyek Keinsinyuran, Bisa Sejahtera Nggak?

Kerap kali kita mendengar istilah sales and business development pada proyek-proyek keinsinyuran di mana istilah ini tidak lain adalah fungsi dan tanggung jawab atau bahkan posisi yang diisi oleh profesional keinsinyuran. Dalam bahasa Inggris Sales oleh Clement adalah contingent upon the attitude of the salesperson – not the attitude of the prospect (W. Clement Stone, American Author and Business Person). 

Business Development adalah encompasses all business activities that relate to the strategic planning of services which will ensure the long term economic viability of the company which includes direct energy towards clients and markets, Harness resources of people, money, facilities and generate new clients and maintain current clients.

Dalam bahasa Indonesia, kita bisa jelaskan bahwa sales adalah bergantung pada sikap penjual – bukan sikap prospek sedangkan business development meliputi semua aktivitas bisnis yang berkaitan dengan perencanaan strategis layanan yang akan memastikan kelangsungan ekonomi jangka panjang perusahaan termasuk mengerahkan energi langsung ke klien dan pasar, memanfaatkan sumber daya orang, uang, fasilitas dan menghasilkan klien baru dan mempertahankan klien saat ini (existing clients).

Pada perusahaan konsultan, kontraktor termasuk kontraktor EPC, sales and business development professionals memegang peranan penting di dalam memberikan masukan terkait strategi perusahaan untuk bisa memenangkan proyek-proyek yang mereka sasar ke depannya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada pada perusahaan itu. Mereka yang memegang posisi ini mayoritas adalah Insinyur juga yang memiliki bakat untuk “jualan”. Memang unik, kompetensi Insinyur yang bergelut di bidang ini agak jauh berbeda dibanding insinyur yang bergelut di bidang perancangan, pengawasan atau pelaksanaan proyek.  

Profil salesperson and business development professional yang dibutuhkan setidaknya memiliki knowledge dan attitudes sebagai berikut: Technical/Product Knowledge, Active Listening. Service Orientation, Strong Oral and Written Communication Skills, Problem Solving, Logical, Strategic, Dependable, Motivated, Integrity, Initiative, Adaptable.

Penulis pernah melakukan survei kecil-kecilan, bahwa tidak banyak Insinyur Indonesia yang memiliki passion di bidang ini, mereka insinyur kita mayoritas senang dengan sesuatu yang detail, bergelut dengan sofware and tools, less interfacing dengan Client dan various stakeholders. Sedangkan di sisi lain, seorang sales and business development dituntut untuk banyak interfacing atau berinteraksi dengan hampir semua layer within Client’s organization.

Sales and BD profesional pada tahap pre-selling akan membangun dan menjaga hubungan dengan Client untuk mendapatkan informasi terkait peluang proyek yang termasuk data-data teknis dan financial dari proyek yang akan dilaunch atau ditenderkan. Kerap kali kita mendapatkan Sales & BD ini bertemu Client untuk mempresentasekan technical capabilities yang dimiliki oleh perusahaannya. Seorang sales maupun BD harus mampu mengidentifikasi dan memaparkan “value proposition” di mana perusahaannya memiliki unique value yang mungkin berupa specific competency atau capabilities yang dibutuhkan oleh Client untuk mensukseskan investasinya di mana value ini tidak dimiliki oleh kompetitor. Seorang sales maupun BD harus bisa menunjukkan “sweet spot” yaitu kelebihan-kelebihan yang dimiliki perusahaannya yang tidak dimiliki oleh kompetitor.   

Penulis pernah ngopi darat dengan kawan Insinyur Profesional yang bekerja di Singapura. Dia lebih sebagai sales dan business development type of person. Menurut dia, di Singapura itu, ada tiga posisi keinsinyuran yang paling sejahtera in term of income pada perusahaan konsultan maupun kontraktor. Yang pertama adalah insinyur di posisi manajemen perusahaan (direksi) termasuk pemilik perusahaan, yang kedua adalah Insinyur yang memiliki Professional Engineer (PE) Stamp dan yang ketiga adalah Insinyur berperan sebagai Sales and Business Development.

Insinyur Pemasaran yang akrab kita sebut sebagai sales engineer atau bahkan business development apapun yang dia berusaha pasarkan secara garis besarnya memiliki kompetensi kunci antara lain:

  • Memahami sepenuhnya secara teknis dan komersil tentang produk dan/atau jasa yang dia pasarkan. Dia memahami dan mengimplementasikan konsep Value PropositionValue Proposition adalah perusahaannya memiliki produk yang membedakannya dengan competitor lainnya dan secara signifikan mempengaruhi investasi pemilik proyek ke arah yang tepat.
  • Akses langsung ke organisasi customer atau client. Insinyur Pemasaran yang handal dan berpengalaman menemukan siapa yang dia bisa dekati yang bakalan bisa mengambil keputusan final untuk memenangkan produk atau jasa yang dia jual.
  • Subject Matter Expert (SME) pada satu atau beberapa organisasi profesi keinsinyuran dan komunitas professional seperti: Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Komunitas Migas Indonesia (KMI), Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI). Dengan berpartisipasi aktif pada organisasi atau komunitas di atas dia akan mampu berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan para professional dari berbagai level seperti President Direktur, Direktur Operasi, General Manager, Manager sampai pada level Engineer yang tidak menutup kemungkinan di antara mereka adalah potential clients.
  • Bagaimana pun juga, sehebat apapun seorang Insinyur Pemasaran dia tetap tidak akan mampu menjual sendiri tanpa dukungan dari anggota tim lainnya. Menjual proyek atau produk bukanlah pencapaian individual tapi melainkan kerjasama tim. Kuncinya adalah zippering the relationship di setiap lapis struktur organisasi Client.

Penulis berani menyimpulkan bahwa hampir semua Insinyur Indonesia apabila diberi amanah menjalankan atau mengeksekusi proyek untuk berbagai posisi dimulai dari design engineer, project engineer, project manager, construction engineer dan seterusnya, mereka bisa deliver dengan cukup baik namun ketika diminta untuk menjadi sales dan business development, tidak banyak dari mereka yang sukses di peran atau posisi ini. Dengan kata lain, sepertinya lebih challenging mengcreate proyek dibanding mengeksekusi proyek yang sudah ada.

Penulis: Ir. Habibie Razak pemilik blog www.habibierazak.com seorang Insinyur Profesional Indonesia yang pernah bekerja di beberapa perusahaan konsultan dan kontraktor EPC global.  

Sukses Webinar Seri Ketiga BKS PII Mengangkat Topik Desain dan Teknologi Jembatan Terkini di Dunia

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar seri webinar yang kali ini adalah seri ketiga setelah webinar seri pertama dan kedua sukses diselenggarakan. Seri ketiga mengangkat BRIDGE ENGINEERING DAY “NON-CONVENTIONAL TECHNOLOGY OF BRIDGES WEBINAR” yang menghadirkan tiga pembicara internasional dan satu pembicara nasional dihadiri setidaknya 100 peserta dari berbagai perusahaan konstruksi di Indonesia maupun luar negeri.

Acara pembukaan acara dipimpin oleh Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE perwakilan dari BKS PII memimpin lagu Indonesia Raya dan Hymne Persatuan Insinyur Indonesia dilanjutkan dengan opening remarks oleh Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU. Ir.Bambang pada sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN 2020-2024) memasukkan konstruksi 2.500 Km jalan tol dan 60 Km Jembatan di sluruh Indonesia dengan total investasi Rp. 2,058 Trilyun atau sekitar USD140 Milyar.

Lanjut Ir. Bambang menyampaikan bahwa dengan program akselerasi infrastruktur ini khususnya di subsektor Jembatan, Insinyur Indonesia dituntut sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait desain, teknologi dan konstruksi jembatan modern yang sudah diaplikasikan di dunia. Tujuan dari webinar ini adalah memberikan wawasan tambahan bagi para Insinyur Indonesia praktisi jembatan untuk terlibat di berbagai posisi di proyek jembatan baik sebagai design engineer maupun construction engineer bahkan sebagai project manager dan construction manager.

Webinar dimoderasi oleh Ir. Wendy Aritonang, M.Sc., DIC., PhD., IPU selama kurang lebih 3 jam dengan paparan dari 4 pembicara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pembicaranya antara lain: John Anderson – General Manager of SMEC International Africa Division mengangkat judul “Sydney Metro Cable Stayed Bridge: A Meeting of Precast Segmental Concrete and Cable Stayed Construction Technology”, Dr. Andrea Mordini, M.Sc., MBA., Ph,D., PE – Principal Bridge Engineer of BG&E Consulting Engineers Pte Ltd dengan judul “World’s Modern Bridges”, Guo Binli – Chief Expert for China Communications Construction Technology (CCCC) Infrastructure Technology Group Co., Ltd dengan judul “Technical Innovation and Performance Improvement of Long-span Bridges” dan Ir. Akhmadi Tri Cahyono – Head of Engineering Division for PT Wijaya Karya dengan judul “Construction of New Bridges in Indonesia”.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup interaktif dan mengundang beberapa profesional untuk bertanya di antaranya Dr. Ir. Ayuddin, ASEAN Eng dan Ir. Prastiwo Anggoro, ACPE., ASEAN Eng dan beberapa Insinyur Sipil lainnya.

“Terima kasih kepada Organizer dari webinar ini PII Cabang Batam Ir. Prastiwo dan PII Wilayah Kepri Ir. Mulia atas bantuannya di dalam menyelenggarakan kegiatan ini sehingga bisa terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama” kata Ir. Habibie Razak yang juga merupakan Coordinator Steering Committee Webinar Series yang dituanrumahi oleh Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII).

Webinar ini juga dihadiri oleh Dewan Pakar BKS PII, Dr. Ir. Hermanto Dardak yang juga merupakan mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia periode 2015 – 2018. Acara ditutup langsung oleh Ketua BKS PII dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Sesi EPC Proposal Development bersama PJB, April 2021

DEVELOP power, oil & gas training provider menyelenggarakan sesi EPC Proposal Development bekerjasama dengan Divisi Training PT Pembangkit Jawa Bali (PTPJB) selama 3 hari, 19 – 21 April 2021 melalui Zoom Meeting Application. Training ini dihadiri setidaknya oleh 30 staff PJB.

DEVELOP menunjuk Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE sebagai instruktur di sesi tiga hari ini. Sesi training ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas tim proposal PJB di dalam menyiapkan dan mereview EPC Proposal dalam kapasitas PJB dan anak perusahaan sebagai owner maupun sebagai EPC Contractor.

Training selama 3 hari ini memiliki beberapa tujuan antara lain: melakukan perencanaan teknis dan biaya untuk EPC power plant, memahami struktur organisasi proyek EPC, menyusun perencanaan project resources (manpower, peralatan, material dan pendanaan), menyusun rencana kerja proyek untuk pelaksanaan engineering, procurement, construction and commissioning sampai hand-over dan mengetahui problem solving dalam proyek EPC pembangkit.

Sesi training ini juga mengangkat beberapa studi kasus untuk lebih memahami cara membuat schedule Level 1 & 2 pada sesi proposal, penyiapan cost estimate WBS level 1 & 2 termasuk tata cara pengadaan barang dan jasa untuk proyek EPC.

Risma Aji sebagai Direktur DEVELOP training dan Aditya Koordinator training PTPJB di akhir acara menutup kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih banyak kepada instruktur dan juga peserta yang aktif di dalam berinteraksi satu sama lain selama 3 hari ini.