Category Archives: Aktifitas Organisasi

PII Cabang Batam Sukses Menggelar Online Workshop “Implementasi Professional Engineer Stamp untuk Praktik Keinsinyuran di Luar Negeri dan Indonesia”, 19 Mei 2020

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam menggelar online workshop via zoom meeting pagi tadi dengan tema “Implementasi Professional Engineer Stamp Menuju Era Baru Praktik Keinsinyuran di Indonesia”. Sesi workshop menghadirkan Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE Sekretaris PII Learning Center yang juga adalah komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi PII Pusat.

Sesi yang berlangsung selama 2 jam dihadiri setidaknya 200 peserta yang terdiri dari Insinyur Profesional, Insinyur, Anggota PII dan non-Anggota PII. Selain peserta dari dalam negeri, beberapa Insinyur Profesional Indonesia yang berkiprah di luar negeri seperti Ir. Alvin Alfiyansyah, ASEAN Eng. di Qatar, Ir. Ibnu Munzir, IPM di Kuwait, Ir. Andi Sanjaya, ASEAN Eng, Singapura dan Ir. Muhammad Gunawan, IPM yang lagi berkiprah di Malaysia.

Ir. Prastiwo Anggoro, ASEAN Eng., ACPE bertindak sebagai host pada sesi ini dibantu oleh Ir. Sudomo, IPM selama acara berlangsung. Ir. Habibie Razak memaparkan agenda workshop PE Stamp ini ke dalam beberapa point antara lain: Definition and Objectives of PE Stamp, Examples of PE Stamp – References from Various Countries , Example of PE Endorsement Request, How Do We Perform the Review and Stamp?, Who Will Make the Approval/Endorsement? How to Retain our Professional Engineer License? How to Select the Right PE for Endorsement, Stamps Classification, Benefits having PE License, Consequence of Non-PE Practicing Engineering, Consequence of PE Malpractice, Steps to Get Licensed, PE Practice Letter of Statement and Facts regarding PE Profession.

Ir. Habibie Razak menjelaskan bahwa Professional Engineer Stamp adalah distinctive mark (cap/penanda khusus) bagi seorang PE di dalam melakukan praktik keinsinyuran terkait pengesahan dan endorsement engineering/technical documents. Habibie memaparkan beberapa contoh PE stamp dari luar negeri yang implementasi praktik keinsinyurannya sudah jauh lebih maju antara lain: Amerika Serikat, Canada, Malaysia dan Singapura. “Saya pernah menerima permintaan PE endorsement dari konsultan engineering asal Malaysia untuk proyek mereka di Indonesia dan juga satu permintaan PE stamp dari perusahaan EPC asal India yang mengerjakan salah satu proyek di Indonesia dan tentunya ada nilai dari setiap lembar demi lembar yang saya endorse” ujar Ir. Habibie sambil tersenyum.

Habibie melanjutkan, memang semestinya yang melakukan pengesahan atau approval terkait technical documents dilakukan oleh Professional Engineer apabila merujuk pada UU 11/2014 dan PP 25/2019. Engineering design dan specification sebelum di-released for construction supaya itu sah secara hukum membutuhkan stempel atau cap dari Insinyur yang memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Sesi presentase berlangsung selama 40 menit dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta online workshop. Diskusi yang menarik adalah bagaimana PE di luar negeri seperti di Singapura di dalam melakukan endorsement untuk lifting plan dibayar dengan nilai SGD 1000, di Malaysia, PE meng-endorse drawing selembarnya dibayar di kisaran RM 500 “Tidaklah heran Insinyur di negara tetangga jauh lebih makmur dari Insinyur di tanah air” ujar Habibie Razak yang juga adalah salah seorang project director sektor resource and energy di salah satu perusahaan engineering terkemuka.

Idealnya, apabila UU dan PP dilaksanakan secara konsekuen, setiap perusahaan engineering, construction maupun EPC pasti akan meng-hire Insinyur yang ber-STRI atau di LN dikenal dengan istilah Professional Engineer agar setiap dokumen-dokumen teknis pengesahannya bisa dilakukan secara inhouse karena kalau melibatkan individual freelancer pasti biayanya akan lebih mahal. Namun tentunya, Insinyur yang berlisensi atau memiliki ijin praktik tadi akan dihargai dengan remunerasi lebih besar dibandingkan Insinyur atau Sarjana Teknik yang belum memiliki ijin praktik atau STRI tadi.

Di samping benefit yang diberikan untuk pemegang STRI ini, ada tanggung jawab dan konsekuensi yang harus dihadapi apabila Professional Engineer tadi melakukan malpraktik keinsinyuran yakni bisa diancam dengan denda bahkan pidana. Merujuk pada kasus runtuhnya viaduct structure di Singapore mengakibatkan salah satu PE Singapura harus membayar denda dan dipenjara.

Hal lain yang menarik di luar negeri yang sudah mapan implementasi UU keinsinyurannya, bahwa setiap proyek-proyek di tahap budget initiation sudah menganggarkan PE stamp fees sekitar 1-3%. Contoh-contoh inilah yang membuat para Insinyur Profesional di luar negeri hidup lebih sejahtera dan lebih makmur. Kemudian siapa yang wajib untuk melakukan engineering deliverables approval atau endorsement dalam suatu proyek? Untuk proyek APBD/APBN/Loan yang dimanage oleh kementerian Pejabat Pembuat Komitmen sudah wajib untuk memiliki STRI untuk bisa melakukan fungsi pengesahan tadi.

Berikut daftar siapa-siapa yang wajib memiliki ijin praktik keinsinyuran dalam suatu proyek antara lain: Pejabat Pembuat Komitmen – APBD/APBN/Loan – Government Project, Client’s Project Manager/Director, Contractor/Consultant’s Project Director (in some extent), Project Manager, Project Engineer, Construction Manager, Senior Design Engineers, Inspectors, Construction Engineers, Quality Control Engineers, Safety Engineers, Mining Engineer, Environment Engineer dan lainnya.

Habibie di akhir sesi menyatakan bahwa adalah domain PII sebagai engineering authority yang akan melakukan finalisasi Professional Engineer Practice Guidelines termasuk desain baku PE stamp dan reproduksinya.

Sesi workshop ditutup oleh Ir. Prastiwo Anggoro Ketua PII cabang Batam yang kemudian akan melaporkan kegiatan workshop ini berupa saran dan rekomendasi ke Pengurus PII Pusat. Hadir pada kegiatan ini Ir. Taufik Nur, IPM., ASEAN Engineer Sekretaris Forum Penyelenggara Program PS PPI FTI-UMI, Ir. Asrul Aatuwo Sekretaris PII Wilayah Sulawesi Tengah dan beberapa pengurus cabang dan wilayah di seluruh tanah air.

BKM PII Sukses Menggelar Online Session “Innovation of Product & Services, Approach to Design Thinking”, 14 Mei 2020

Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII) kembali menggelar sesi online training kesekian kalinya di masa Pandemi dua bulan terakhir. Sesi kali ini adalah Innovation of Product & Services, Approach to Design Thinking yang dibawakan oleh Prof. Ir. Tresna Sumardi, IPM yang juga adalah Ketua Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia.

Prof. Tresna mengemukakan bahwa suatu design harus memenuhi tiga objective antara lain: people desirable, technical feasible and business viable. Studi kasus pertama suksesnya design thinking implementation adalah AirBnB Services di mana layanan digital yang disediakan untuk konsumen yang ingin merasakan sensasi menginap di rumah mewah yang disediakan oleh host atau pemilik rumah. Mereka dipertemukan dalam suatu online services. Services ini banyak terjadi di Beverly Hills di mana pemilik rumah mewah memasarkan rumah mereka kepada customer yang ingin merasakan sensasi “it feels like own home”.

Studi kasus kedua adalah Nest Learning Thermostat. Nest hadir dengan tiga tantangan inovasi antara lain came up with solution that people loved (people desirable), technical feasible (come-up with a way to solve it technically) dan came-up with a business model to give rebates to encourage people to be more energy efficient. Aplikasi Nest thermostat ini oleh Prof Tresna adalah aplikasi artificial intelligence yang mempelajari behavior dari manusia dalam hal penggunaan air conditioning sebagai contoh dengan cara merecord data suhu secara berkala dalam dua minggu, mempelajari trend pemakaian AC dan akhirnya mencreate program penggunaan AC sesuai kebutuhan manusia secara otomatis. Program bisa diubah dengan web atau mobile devices.

Sesi online training ini dihadiri oleh setidaknya 30 peserta dari berbagai disiplin dan instansi/perusahaan termasuk dari pengurus BKM dan pengurus pusat PII. Hadir menjadi peserta online session ini antara lain Sekjen BKM PII Ir. Ade Irfan dan Ir Habibie Razak Sekretaris PII Learning Center.

IoT & Digitalization for Engineers, AFEO Webinar, 7 May 2020

ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) kembali menggelar sesi webinar yang kali ini mengangkat topik “IoT & Digitalization for Engineers”. Webinar ini sukses terselenggara berkat kerjasama AFEO dan Mechanical Engineering Technical Division, the Institution of Engineers, Malaysia (METD – IEM) yang juga menugaskan dua pembicara; Ir. Dr. Alvin Yap dan Ir. Dr. Harris A R Sabri.

Kedua pembicara menjabarkan beberapa contoh implementasi IoT dan Digitalisasi di bidang keinsinyuran di mana aplikasi ini akan mampu mereduce down time atau loss time yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja para engineers. Ekspektasi trend terkait IoT & Digitalisasi di tahun 2025 oleh pembicara antara lain: 10 persen dari populasi mengenakan pakaian yang tersambung dengan internet, robot farmasi pertama di Amerika Serikat, Mobil 3-D printed pertama yang akan diproduksi, 5% produk consumer goods printed in 3D, 90% populasi dengan regular access ke internet, Mobil tanpa pengemudi (driverless cars) akan bertambah menjadi 10% di AS, kota pertama lebih dari 50.000 penduduk tanpa menggunakan traffic lights, lebih dari 50% lalulintas internet ke rumah-rumah untuk appliances and devices.

Era IoT dan digitalisasi oleh Dr. Harris juga akan memberikan risiko untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Profesi seperti dokter, guru, insinyur, dan polisi dalam kategori low risk, sedangkan teknisi, sekretaris, mekanik, repairmen, cleaners masuk dalam kategori medium risk dan clerk, telemarketers, sales, factory workers dam receptionist masuk dalam kategori high risk yang bisa tergantikan oleh robot.

Moderator pada event kali ini, Alex Looi – salah satu pengurus IEM. Webinar dihadiri oleh setidaknya 30 peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara. Ir. Habibie Razak Sekretaris PII Learning Center juga turut hadir pada webinar ini.

Rapat Koordinasi Update Progress Program Kerja PII via Zoom Meeting Application, 24 April 2020

Rapat koordinasi Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat dan Badan Kejuruan se-PII berlangsung melalui Zoom Meeting Application hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PII Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU. Ir. Heru menyampaikan beberapa agenda yang didiskusikan dalam rapat koordinasi kali ini antara lain: progress program penyetaraan SKA dan SIP yang merupakan hasil MOU antara PII dan LPJK, update status kegiatan Indonesian Accreditation Board of Engineering Education terkait usaha akreditasi internasional, update status pengembangan Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) online melalui platform SIMPONI – Sistem Manajemen Informasi Persatuan Insinyur Indonesia dan beberapa points of discussion yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Ir. Heru dalam paparannya memberikan update terkait usaha PII di dalam mengupayakan Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP) menjadi syarat utama bagi para tenaga ahli keinsinyuran untuk proyek-proyek konstruksi di bawah naungan kementerian teknis seperti kementerian PUPR, ESDM, Perhubungan dan kementerian terkait lainnya. Sertifikasi Insinyur Profesional oleh UU 11/2014 dikenal sebagai sertifikat kompetensi insinyur sebagai prasyarat untuk mendapatkan ijin praktek profesi keinsinyuran yang oleh UU 11/2014 dan PP 25/2019 dikenal sebagai Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Dalam kesempatan ini, Ir. Eka Suharto memberikan update progress pengembangan pengisian FAIP online. Online FAIP ini lebih user friendly di dalam membantu kandidat Insinyur Profesional di dalam melakukan pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional lebih cepat dan lebih akurat. Penyelesaian isian FAIP saat ini masih berbasis manual dan membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu termasuk proses assessment dan verifikasi oleh Majelis Penilai Badan Kejuruan. meskipun sudah ada beberapa badan kejuruan yang sudah mulai memperkenalkan sistem pengisian FAIP secara online diantaranya BK Kimia.

Hadir pada zoom meeting ini Ir. Teguh Haryono – Sekjen PII Pusat, Ir. Habibie Razak – Sekretaris PII Learning Center, Ir. Rama Boedi – Ketua BK Lingkungan, Ir. Faizal Safa – Direktur Eksekutif dan pengurus PII lainnya.

AFEO Webinar Session – COVID 19; Impact to ASEAN Engineering Profession, 17 April 2020

Hari Jumat sore 17 April 2020, ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) yang diorganize oleh Electrical Engineering Technical Division (EETD), Institution of Engineers, Malaysia (IEM). Sesi webinar ini dihadiri lebih dari 50 Insinyur di kawasan Asia Tenggara termasuk Insinyur ASEAN yang bekerja di Qatar dan negara lainnya.

Sesi ini menghadirkan tiga (3) pembicara antara lain Dr. Florigo Varona perwakilan PTC, Philippine, Ir. Simon Leong perwakilan PUJA Brunei dan Ir. Ng Win Siau dari IEM, Malaysia. Masing-masing pembicara memberikan update terkait program Pemerintah mereka di dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 yang melanda seluruh dunia saat ini.

Bagaimana dengan profesi keinsinyuran dan insinyur di kawasan Asia Tenggara dan bagaimana strategi mereka di dalam menjalankan aktifitas proyek engineering and construction adalah hal yang cukup menarik didiskusikan selama sesi webinar ini. Dr. Florigo memaparkan bahwa Philippine saat ini menerapkan virtual project management, virtual inspection and virtual engineering and construction meeting untuk proyek-proyek yang lagi berjalan di negaranya saat ini.

Bagaimana mereka melakukan virtual activities yang dimaksud, kita berharap sesi webinar selanjutnya bisa mengelaborasi lebih detail.

Silaturahim Pengurus Baru BKS PII Periode 2019 – 2022, 13 Maret 2020

Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia Periode 2019 – 2022 terpilih, Ir. Bambang Goeritno mengundang para pengurus baru untuk rapat pertama sekaligus silaturahim di kantor PII Pusat Jl Sekretariat Negara Tanggal 13 Maret 2020. Rapat ini dihadiri oleh setidaknya 20 pengurus baru yang bekerja di berbagai bidang dan sektor.

Ir. Bambang Goeritno didampingi oleh Sekretaris BKS PII, Ir. Kayan Sutrisna memaparkan agenda rapat pertama antara lain: Program STRI yang dipaketkan dengan Sertifikasi ACPE, sosialisasi online FAIP dan PKB, dan fokus program kerja BKS PII 3 tahun ke depan. Ir. Bambang dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam waktu dekat PII akan segera melakukan proses sinkronisasi sesuai MOU dengan LPJK bahwa lebih dari 80 ribu pemilik SKA akan dikonversi ke sertifikasi Insinyur Profesional Persatuan Insinyur Indonesia. Pengurus PII Pusat dan Badan Kejuruan yang diberikan mandat ini harus segera menyiapkan diri untuk melakukan proses assessment.

Hadir pada rapat pertama ini antara lain: Ir. Bambang Goeritno – Ketua, Ir. Lucia karina – Wakil Bendahara I, Ir. Habibie Razak, ACPE – Wakil Bendahara II, Ir. Riod Hardane – Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Ir. Samuel Sibarani – Bidang Hukum dan Advokasi, Ir. Farman Ali – Bidang SDA, Ir. Brawijaya, PhD – Bidang Hubungan AntarLembaga, Ir. Tulus Sukaryanto & Ir. Wahyono Bintarto – Bidang Code and Standards, Ir. Ali Sutra & Ir. Resi Aseanto – Bidang Pengembangan dan Pembinaan Kompetensi, Ir. Andi Taufan – Komite Manajemen Proyek, Prof. Ir. Wimpy Santosa – Komite Transportasi, Dr. Ir. Purnomo Soekirno – Sistem Manajemen dan beberapa rekan pengurus lainnya.

Sesi Wawancara Teknis BKS PII di Banjarmasin, Kalsel, 22 Feb 2020

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menyelenggarakan sesi wawancara teknis untuk calon Insinyur Profesional Madya (IPM) di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 22 Februari 2020. BKS PII mengirimkan 6 tim majelis penilai antara lain: Ir. Wahyono Bintarto, Ir. Purnomo Sukirno, Ir. Tulus Sukaryanto, Ir. Andi Taufan Marimba, Ir, Wahyu Hendrastomo dan Ir. Habibie Razak.

Sesi wawancara teknis ini syarat yang wajib diikuti oleh kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) setelah hasil penilaian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dinyatakan memenuhi score untuk lanjut ke sesi wawancara teknis tadi. Ir. Darmansjah Tjitradi pengurus PII Wilayah Kalsel menyampaikan bahwa ada 36 calon kandidat IPM yang mengikuti sesi wawancara ini. Kegiatan wawancara berlangsung mulai dari Pukul 08.00 hingga pukul 05.00 sore dimana setiap kandidat diberi waktu untuk 45 menit untuk memaparkan pengalaman proyek ketekniksipilan yang dituliskan di FAIP mereka.

Pengalaman menarik dari mewawancarai beberapa kandidat di antara total 36 kandidat yang diwawancarai adalah aplikasi kayu galam cerucuk sebagai pondasi tiang pancang pada bangunan yang didirikan di atas tanah lunak yang seringkali mengalami penurunan karena pengaruh dari beban berat beban bangunan itu sendiri.

Pondasi Cerucuk oleh beberapa referensi adalah pondasi yang didesain untuk membangun diatas kondisi tanah yang kurang mendukung dengan kondisi tanah yang kurang stabil dimana elevasi muka air tanah yang cukup tinggi. Pondasi Cerucuk menancapkan kayu sebagai daya dukung tanah dengan diameter 8 -15 sentimeter.

Rapat Pleno Awal Tahun PII Pusat Bertempat di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Persatuan Insinyur Indonesia – PII Pusat menggelar Rapat Pleno di awal tahun 2020 hari Kamis, 16 Januari lalu, dihadiri pengurus pusat PII dan badan-badan kejuruan di Gedung Baru milik PII di Jl Halimun No. 39 Jakarta Selatan. Gedung yang baru dibangun ini oleh Mantan Ketua Umum PII, Ir. Qayum Tjandranegara diberi nama Griya Rekayasa Indonesia.

Rapat pleno yang bertempat di Lantai 6 gedung baru ini dihadiri setidaknya 70 pengurus PII yang terdiri dari unsur bidang, komite, badan kejuruan dan pengurus wilayah dan cabang. Beberapa dari mereka adalah pengurus cabang dan wilayah dari luar Jawa seperti Padang dan Makassar. Rapat pleno di awal tahun ini memberikan paparan apa yang telah, sementara dan akan dikerjakan oleh pengurus PII Pusat periode ini yang diketuai oleh Dr. Ir. Heru Dewanto.

Dr. Heru didampingi oleh Sekjen PII Pusat, Ir. Teguh Haryono memaparkan beberapa poin penting antara lain transformasi keinsinyuran Indonesia sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 25/2019 yang merupakan turunan dari UU 11/2014 tentang profesi keinsinyuran. Dengan adanya PP ini, PII sebagai execution body memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain melakukan sinkronisasi PP, ADART dan PO, menyelesaikan secara tuntas platform digital – SIMPoNi, penyiapan database insinyur – roadmap pengembangan keinsinyuran, pengembangan organisasi secara nasional, kantor baru – gedung baru, PLC – PII Learning Center, MoU PSPPI, pengelolaan STRI, akreditasi HKK, bakuan standard keinsinyuran, akreditasi LAM dan IABEE dan PR-ing (Media).

PII oleh Ketum PII, Dr. Heru juga semakin memperkuat hubungan PII dan pemerintah sebagai mitra strategis menuju Indonesia Maju. Usulan program untuk bidang-bidang strategis seperti infrastruktur, poros maritim, industri, pemindahan ibukota negara (IKN) dan industri pertahanan.

Untuk target jangka pendek, Persatuan Insinyur Indonesia juga menjadi bagian dari ACPE-Coordinating Committee di dalam upaya mensikronisasikan sertifikasi ACPE dan ASEAN Engineer-Register yang diakui di tingkat regional Asia Tenggara. Penerbitan Kartu Anggota PII bekerjasama dengan Bank Mandiri, pembuatan virtual account anggota PII untuk kemudahan pembayaran iuran tahunan, sertifikasi dan registrasi, sinkronisasi STRI dan SKA, dan beberapa program lainnya yang seharusnya bisa direalisasikan di tahun 2020 ini.

Pengurus dan anggota PII sekarang bisa berbangga hati karena Insinyur Indonesia juga sudah memiliki gedung baru yang cukup mewah dan elegan. Gedung Griya Rekayasa Indonesia bisa terbangun adalah berkat partisipasi para insinyur Indonesia di dalam memberikan kontribusi secara materil dan moril selama beberapa tahun terakhir.

Hadir pada Rapat pleno antara lain: Ketua Bidang Pertambangan Prof. Dr. Irwandy Arif, Ir. Bambang Goeritno – Ketua Badan Kejuruan Sipil PII, Ir. Tonny Hari Widianto – Ketua Badan Kejuruan Kehutanan, Dr. Ir. Zakir Sabara – Dekan dan pendiri Program Profesi Insinyur FTI UMI, Ir. Andy Rahmadi Herlambang – Wakil Ketua Wilayah PII Sulawesi Tengah, Ir. Habibie Razak – Sekretaris Learning Center, Ir. Eka Suharto – Ketua Komite Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), Ir. Handoko – Ketua LSKI dan banyak lagi rekan pengurus PII Pusat dan badan kejuruan lainnya.

FTI UMI Memberikan Penghargaan Pin Emas di Acara Penyumpahan Insinyur PSPPI, Makassar, 13 Desember 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia kembali memberikan penghargaan pin emas kepada beberapa pihak yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa pada proses perjalanan and pengembangan Program Profesi Insinyur di FTI UMI, Makassar di acara Penyumpahan Insinyur PSPPI FTI UMI yang diselenggarakan 13 Desember lalu.

Dekan FTI UMI dalam sambutannya menyampaikan “Kali ini dengan mengucap syukur kepada Allah, SWT, terima kasih atas perkenaan hadir untuk menerima penghargaan pin emas kepada: 1) Ibu Prof Dr Ir Hj Niartiningsih (Mantan Ketua Kopertis Wilayah IX), atas jasa-jasa Beliau sejak Mei 2017 lalu, kami menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia melahirkan Insinyur sesuai amanat UU No. 11/2014. 2)Prof. Dr. H. Jasruddin M.Si Kepala LLDIKTI Wilayah IX atas jasa-jasa Beliau dalam memberi ruang dan keleluasaan berinovasi kepada kami Perguruan Tinggi Swasta untuk terus mengembangkan PSPPI sehingga bisa terus berkembang dan berkelanjutan. 3) Ir. Nanang Untung, IPU (Ketua Majelis Kehormatan Etik PII Pusat) sejak saat Beliau menjadi Ketua Badan Kejuruan Kimia PII memberikan dukungan dan support yang luar biasa dalam penyediaan SDM PSPPI FTI UMI yang berkualifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) 4) Ir. Catur Hernanto, MM., IPU., ASEAN Eng. (Sekretaris Majelis Standar Keinsinyuran) yang sejak saat menjabat Sekjen Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) PII memberikan dukungan luar biasa dalam percepatan penyediaan SDM PSPPI FTI UMI yang berkualifikasi IPM 5) Ir. Habibie Razak, MM., IPM., ASEAN Eng., ACPE Pengurus PII Pusat dan Direktur Proyek & Pengembangan Bisnis PT SMEC Denka Indonesia yang sejak persiapan pendirian PSPPI tanpa lelah secara terus-menerus mendorong sivitas akademika and alumni PSPPI FTI UMI tidak hanya berkualifikasi IPM sehingga sampai saat ini, alumni PSPPI FTI UMI melahirkan lulusan yang berkualifikasi ASEAN Engineer dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO)”.

Pin Emas diserahkan langsung oleh Rektor II Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Salim Basalamah SE, MSi dan didampingi oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Dr. Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng.

Pengurus Pusat PII Menjadi Pembicara di Workshop SKPI FTI UMI, Hotel Claro, 13 Desember 2019

Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) kembali menggelar Workshop Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI) bagi para lulusan baru FTI UMI yang diselenggarakan di Ballroom Sandeq Hotel Claro Makassar, hari Jumat, 13 Desember 2019. Acara dibuka langsung oleh Dekan FTI UMI Dr. Ir. Zakir Sabara, MT., IPM., ASEAN Eng di hadapan para undangan dan peserta workshop SKPI.

Workshop kali ini menghadirkan beberapa pemateri antara lain: Ir. Catur Hernanto pengurus Badan Kejuruan Industri mengangkat topik tentang lean project management, Ir. Sulistyowati  mengangkat topik tentang aspek lingkungan pada aktifitas pertambangan, Ir. Habibie Razak – Sekretaris PII Learning Center mengangkat topik pengembangan gas dan renewable energy di Indonesia, Ir. Aprilia Sovientina Chaidir mengangkat topik industry 4.0 dan Dr. Ir. Qiqi Asmara memberikan pemaparan tentang kompetensi keinsinyuran Indonesia setelah diterbitkannya UU No. 11/2014.

Ir. Habibie Razak sebagai salah satu pemateri memberikan pemahaman kepada peserta workshop tentang industri gas & LNG juga renewable energy di Indonesia menjadi sangat potential untuk dikembangkan mengingat Indonesia punya potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Contohnya, cadangan Gas alam Indonesia adalah 73. 4 miliar meter kubik merupakan nomor #10 terbesar di dunia, sedangkan potensi panas bumi kita adalah sekitar 30 GW adalah nomor #1 terbesar di dunia.

Potensi energi terbarukan lainnya seperti energi solar, energi angin, air, biogas juga biomass cukup melimpah. “Indonesia hingga tahun ini baru bisa memenuhi sekitar 10% energi terbarukan dari total konsumsi energi listrik di Indonesia dan sesuai dengan komitmen Indonesia melalui COP 21 di Paris tahun 2015, konsumsi energi listrik dari energi terbarukan atau renewable energi setidaknya 23% di tahun 2025, kita masih butuh kerja-kerja cerdas untuk bisa mewujudkan target ini. Untuk bisa mencapai ini tentunya juga dibutuhkan regulasi yang lebih memihak pada investasi pengembangan renewable energy projects di Indonesia” papar Habibie Razak yang juga adalah salah satu pengurus pusat PII.

Habibie Razak melanjutkan, lulusan baru dari Fakultas Teknologi Industri dituntut untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang sangat massive 5 tahun terakhir. Program proyek strategis nasional terdiri dari 225 proyek mega-infrastruktur memberikan kesempatan untuk alumni baru terlibat dan berkarya. Sebutlah proyek-proyek infrastruktur gas & LNG serta renewable energy memberikan kesempatan kepada alumni baru untuk belajar di proyek-proyek prestigious contohnya proyek PLTB 75 MW di Kabupaten Sidrap dan PLTB 72 MW di Kabupaten Jeneponto.

Kembali Habibie menyampaikan bahwa para lulusan baru perlu belajar lagi fundamental gas & LNG, bedanya dengan LPG dan NGL. karena ke depan yang akan dibangun adalah infrastruktur gas untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pengurangan efek rumah kaca. Penggunaan bahan bakar fosil seperti batu-bara dan oil based ke depan akan dikurangi dan substitusi dengan gas dan energi terbarukan tadi.

World #10