Sesi Webinar Data Center pagi ini dibuka langsung oleh Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) Ir. Habibie Razak, FIEAust., EngExec., IntPE(Aus) dengan tema “Standarisasi Data Center ANSI/TIA-942-C:2024 & SNI 8799:2023”.

Proyek data center di Indonesia berkembang pesat karena lonjakan ekonomi digital, adopsi cloud dan Artificial Intelligence (AI) yang membutuhkan kapasitas daya besar, aturan kedaulatan data (data sovereignty) yang ketat, serta status Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan populasi yang sangat aktif menggunakan internet.


Berikut adalah pendorong utama mengapa pembangunan Data Center ini menjadi primadona investasi:
· Ledakan Ekonomi Digital dan Pengguna Internet: Pertumbuhan jumlah pengguna internet yang mencapai ratusan juta serta masifnya transaksi e-commerce dan fintech membuat kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data lokal melonjak tajam.
· Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) & Cloud Computing: Perusahaan berskala global hingga lokal beralih menggunakan layanan cloud dan teknologi AI. Teknologi ini membutuhkan server dengan kepadatan daya (power density) sangat tinggi, yang mendorong pembangunan infrastruktur baru berskala besar.
· Aturan Kedaulatan Data (Data Sovereignty): Regulasi pemerintah mewajibkan data dari sektor krusial (seperti perbankan, publik, dan layanan penting negara) harus disimpan di dalam negeri.
· Pertumbuhan Kapasitas Menuju Skala Gigawatt: Nilai pasar Data Center di Indonesia diproyeksikan bernilai hingga belasan miliar Dolar AS. Dengan potensi pertumbuhan majemuk (CAGR) dua digit, kapasitas nasional ditargetkan melesat mencapai skala gigawatt.
· Last but not least, Kawasan seperti Jakarta, Jawa Barat (terutama area penyangga), dan Batam menjadi pusat utama pembangunan infrastruktur strategis ini. Dukungan penuh dari pemerintah dan penyedia infrastruktur digital mempercepat transformasi agar Indonesia dapat menjadi hub pusat data terkemuka di kawasan Asia Pasifik.

Tentunya, kita menginginkan reliable and resilient infrastructure sehingga standarisasi infrastruktur data center sangat penting untuk memastikan keandalan operasional, keamanan data tingkat tinggi, dan kelangsungan bisnis. Pedoman seperti standar ANSI/TIA-942 menciptakan fondasi yang menjamin stabilitas dan efisiensi melalui faktor-faktor krusial seperti pencegahan downtime, keamanan & kepatuhan: Memenuhi regulasi perlindungan data yang berlaku, mengamankan informasi sensitif dari ancaman fisik maupun siber, efisiensi biaya & energi, skalabilitas mudah, kepatuhan terhadap standar global memungkinkan bisnis beroperasi tanpa gangguan dan menjaga kepercayaan pelanggan di ekosistem digital yang dinamis.

Terima kasih sharing ilmunya, Bapak Moses Huwae dan juga moderator kita Giri Teguh Ardiansyah

Ijin juga mengucapkan Dirgahayu ke-74 Persatuan Insinyur Indonesia di Tanggal 23 Mei 2026 ini, PII, Tangguh Organisasinya, Sejahtera Insinyurnya.

