IA-CEPA Katalis Phase 1 Closing Event Menghadirkan Panelis dari PII, 3 Dec 2025

Program Kerja Sama Ekonomi (Katalis) sebagai dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) telah menjadi landasan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia sejak tahun 2020. Selama lima tahun pelaksanaan Katalis Fase 1, program ini telah bekerja sama erat dengan banyak kementerian dan lembaga Pemerintah Indonesia untuk membuka manfaat IA-CEPA, mendorong reformasi, dan memfasilitasi investasi di sektor-sektor utama. Menjelang berakhirnya Katalis Fase 1, acara ini berfungsi sebagai upacara penutupan formal dan strategis bagi para pemangku kepentingan utama Pemerintah Indonesia yang telah menjadi bagian integral dari keberhasilannya. 

Acara ini melanjutkan Program Showcase yang lebih luas pada bulan Agustus 2025 dengan menyediakan platform refleksi yang lebih terfokus dan berorientasi kebijakan.

Acara closing phase 1 (2020 - 2025) yang berlangsung Tanggal 3 Desember di Hotel Borobudur Jakarta  dibuka oleh sambutan-sambutan dan juga laporan dari kementerian BAPPENAS diwakili oleh Bapak Eka Chandra Buana (Deputy Minister for Macro Development Planning, Ministry of National Development Planning/BAPPENAS) dan Perwakilan Kedubes Australia, Bapak Jonathan Gilbert Minister Counsellor/Head of Economic, Investment and Infrastructure, Australian Embassy di Jakarta dilanjutkan laporan program Katalis yang diselenggarakan 5 tahun terakhir oleh Bapak Paul Bartlett, Director, Katalis. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi panel discussion menghadirkan beberapa panelist dari Katalis, BAPPENAS dan perwakilan dari beberapa Beneficiary di antaranya adalah Persatuan Insinyur Indonesia (PII). PII yang diwakili oleh Ir. Habibie Razak yang saat ini adalah anggota dari APEC Engineers Indonesia Monitoring Committee dan Ketua Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menceritakan bagaimana Katalis menjembatani PII dan Engineers Australia (EA) untuk bisa menyepakati MRA on Professional Engineers.

"Pada Q3-2022, IA-CEPA ECP Katalis memulai dan menjembatani diskusi antara PII & EA mengenai penyusunan MRA tentang Insinyur Profesional. Melalui beberapa pertemuan daring, draft MRA tersebut dikembangkan lebih lanjut dan dilanjutkan dengan pertemuan luring pada Maret 2023 di Kantor EA di Canberra untuk penyempurnaan. Akhirnya, pada tanggal 30 Juni 2023 di Kedutaan Besar Indonesia untuk Australia di Canberra, Presiden PII dan perwakilan EA menandatangani MRA untuk Insinyur disaksikan oleh perwakilan kedua negara, Y.M. Dr. Siswo, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Bapak Arjuna, perwakilan DFAT, Australia. Saat ini, kami memiliki lebih dari 25 Insinyur Indonesia yang terdaftar sebagai CPEng dan sebagian besar dari mereka bekerja di luar negeri seperti Australia, PNG, dan negara-negara lain di mana terdapat investasi Australia" lanjut Ir. Habibie yang juga berkarir sebagai Direktur Regional (Energi) di salah satu perusahaan Australia terkemuka, SMEC International Pty Ltd.

Beneficiary lainnya adalah terkait profesi Nurse yang diwakili oleh Prof. Achir Yani Hamid dari Universitas Indonesia, perwakilan dari Onuka Chocolate, CEO Charged, dan beberapa lainnya. 

Sesi diskusi market access dimoderasi oleh Ibu Laksmi Kusumawati, Director, Downstream Planning and International Economic Cooperation, BAPPENAS menghadirkan 3 panelis, Moekti P. Soejahmoen, Ir. Habibie Razak dan Prof. Achir. 
    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.