Diundang PLN Unit Manajemen Konstruksi V Indonesia Timur Memberikan Kuliah LNG Project Management (8 Mei 2014)

Untuk kesekian kalinya, memenuhi undangan dari berbagai instansi negara maupun swasta dalam rangka knowledge sharing session tentang Teknologi LNG dan Manajemen Proyek EPC Minyak dan Gas. Peserta yang dihadiri oleh kurang lebih 40 professional dari unit 5 Manajemen Konstruksi yang bertanggung jawab terhadap wilayah Indonesia Timur meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua.

Undangan ini diinisiasi oleh teman kuliah di Unhas, Bapak Ir. Sunandar Usman yang sekarang menjabat sebagai Asisten Manager Manajemen Konstruksi Unit 5 (UMK5) memberikan kesempatan selama 2 jam buat saya memperkenalkan teknologi paten LNG milik Black & Veatch, PRICO Single Mixed Refrigerant (SMR) Technology dan sekaligus memberikan pemaparan tentang strategi eksekusi model kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) untuk proyek-proyek Oil & Gas di Indonesia maupun di dunia.

PLN1 PLN

 

 

Presentase saya ini sangat relevan dengan PLN di dalam usahanya mengurangi subsidi BBM pada pembangkit listrik mereka melalui program Mini LNG Projects Business Schemes di mana mereka menawarkan 2 skenario yaitu: Skenario pertama; PLN membeli gas di sisi sumur (hulu) dan kemudian bersama-sama dengan mitra bisnisnya membangun LNG plant, LNG transportation, LNG regasification facility dan infrastruktur pendukung lainnya memastikan gas terkirim ke pembangkit-pembangkit listrik mereka. Skenario kedua; PLN membeli dan menerima gas dari plant gate (sisi pembangkit listrik) yang artinya gas developer dan mitranya yang akan membangun LNG plant, LNG transportation, LNG regasification facility dan infrastruktur pendukung lainnya.

PLN2

 

Studi kasus yang saya angkat pada sesi kali ini adalah proyek EXMAR FLSRU – Floating, Liquefaction, Storaging, and Regasification Unit yang sementara ini dikonstruksi di Nantong Cina, Wison fabrication yard. Proyek ini melalui beberapa tahapan pengembangan dimulai dari Pre-FEED, FEED dan EPC stage. EXMAR project saat ini onschedule dan akan mulai beroperasi pada kuarter pertama Tahun 2015 dan sekaligus menjadi the World First Floating LNG Production Unit di dunia.

Saya memberikan sedikit banyak penjelasan mengapa proyek-proyek Oil & Gas mengharuskan melakukan FEED stage sebelum lanjut ke EPC. Menurut AACE INT. RP #18R-97 tentang estimate classification, fase Class 3 yang biasa disebut FEL-3 Phase atau FEED, output dari fase ini akan menghasilkan estimasi -10% to 20% (typical B&V estimate: +/- 10-15%). Mengapa bisa demikian akuratnya? Karena pada fase FEED project definition sudah lebih jelas sampai pada level 40% clarity, deliverables FEED itu sendiri antara lain: Block Flow Diagram (BFD), Plot Plans, Process Flow Diagram (PFD), Utility Flow Diagram (UFDs), Piping & Instrument Diagrams (P&IDs), Heat & Material Balances, Process Equipment List, Utility Equipment List, Electrical One-Line Drwawings, Specifications & Datasheets dan termasuk Equipment Arrangement Drawings. Output atau deliverables ini memberikan informasi yang mumpuni untuk mendevelop estimasi akurasi +/- 10 to 15% dan memberikan kenyamanan yang lebih luas bagi client untuk melakukan Final Investment Decision (FID) dan moving to EPC stage.

PLN3Diskusi mengenai manajemen proyek yang dijalankan teman-teman PLN UMK. Mereka bertanggung jawab melakukan supervisi di lapangan selama fase konstruksi dan melakukan program quality control sampai pada commissioning dan startup. Ada beberapa proyek yang dikerjakan EPC contractor dari China dan permasalahan yang dihadapi kerap kali adalah kontraktor China ini tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan standar dan spesifikasi internasional seperti ASME, ANSI, NEMA, IEC dan lainnya. Kebanyakan material dan equipment yang disupply juga di bawah standard internasional. Lessons learnt yang bisa dipetik adalah memastikan kontrak antara PLN dan kontraktornya memasukkan code, spesifikasi dan standard termasuk material dan equipment yang disupply dan juga bagaimana mereka melakukan pekerjaan konstruksi. Sebaiknya pada saat melakukan evaluasi penentuan pemenang, tidak hanya melihat harga termurah tetapi lebih fokus pada penilaian teknis sehingga kontraktor yang terpilih bisa menghasilkan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang ditargetkan oleh PLN.

PLN4

 

Bahan pembelajaran buat semuanya adalah  proyek adalah suatu investasi jangka panjang, jangan hanya terfokus pada sisi capital expenditure saja tapi juga harus melihat berapa lama ekspektasi ROI, payback period dan IRRnya. Mungkin CAPEXnya agak tinggi tetapi Operational  Expenditurenya (OPEX) jauh lebih murah karena kehandalan equipment dan material yang terpasang sehingga memungkinkan sistem pembangkit listrik bisa beroperasi sepanjang tahun tanpa mengalami down time yang signifikan. Gas turbine dari GE atau Siemens mungkin bisa lebih mahal dari gas turbine merek lain karena merek seperti ini bisa beroperasi sampai 345 hari per tahun dibandingkan gas turbine yang sering sesak nafas dan batuk-batuk dan beroperasi kurang dari 250 hari per tahun. Sekarang mana yang lebih cepat periode pengembaliannya? Proforma economic analysis akan menjadi referensi untuk memilih system yang lebih robust dan reliable.

Dua jam berlalu dan tibalah saatnya mengakhiri tanya jawab dan presentase ini, Pak Rachman Tinri sebagai host dari knowledge sharing session kali ini menutup sesi ini diikuti oleh tepuk tangan dari para peserta.

 

 

8 thoughts on “Diundang PLN Unit Manajemen Konstruksi V Indonesia Timur Memberikan Kuliah LNG Project Management (8 Mei 2014)

    1. habibierazak Post author

      Makasih kanda Amril…saya akan mengikuti jejak kanda menjadi blogger sejati minimal bikin 1 tulisan per bln

      Reply
  1. AudryMSelz

    You can certainly see your expertise from the work you write.
    The sector hopes for more passionate writers
    just like you who aren’t afraid to note how
    they believe. All the time follow your heart.

    Reply
  2. http://helmyhashim.com/

    I leave a comment whenever I appreciate a article on a website or
    if I have something to valuable to contribute to the discussion. It is a
    result of the fire displayed in the article I looked at.
    And after this article Diundang PLN Unit Manajemen Konstruksi V Indonesia Timur Memberikan Kuliah LNG Project Management (8 Mei 2014) |
    Catatan Habibie Razak. I was moved enough to post a leave a responsea response :
    -) I actually do have 2 questions for you if it’s allright.
    Could it be simply me or does it give the impression like some of the remarks appear as
    if they are coming from brain dead individuals? :
    -P And, if you are posting on additional sites, I’d like to
    follow anything new you have to post. Could you make a list every one of all your public sites like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

    Reply
    1. habibierazak Post author

      Hi Helmy, it is a very simple blog platform and the idea is to share my insights, knowledge and experiences more on engineer profession and infrastructure and energy related initiatives.

      Regards,
      Habibie

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *