Brussels Trip for Business Development Seminar, 2 – 7 October 2017

“We are looking forward to meeting you in Brussels” sapa OC Seminar via email dua minggu sebelum keberangkatan ke Brussels dalam rangka Seminar Business Development yang menghadirkan seluruh BD manager di tiap entity Tractebel yang ada di seluruh dunia. Seminar yang diselenggarakan dari Tanggal 5 – 6 Oktober 2017 ini dihadiri tidak kurang dari 60 BD managers dari setidaknya 50 negara. Seminar ini dibuka secara langsung oleh Daniel Develay, CEO Tractebel ENGIE. Saya satu-satunya delegasi dari Tractebel Indonesia menghadiri event ini sesuai tugas saya sebagai Sales & Business Development Manager for Indonesia & Malaysia operation.

Saya berangkat dari Jakarta Senin malam dengan Turkish Airline maskapai penerbangan Turki -TK 0057 menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam menuju Istanbul Attaturk International Airport dan kemudian transit selama kurang lebih 2.5 jam di bandara ini kemudian lanjut lagi dengan penerbangan menuju Brussels menempuh sekitar 3.5 Jam. Perbedaan waktu Istanbul maupun Brussels dari Jakarta adalah 5 jam lebih lambat. Satu pesawat dengan saya, kawan dari Jakarta, Haikal, profesional graphic design yang saat ini terlibat mengawasi proyek ASIAN Games di Senayan. Haikal berkunjung ke Brussels dalam rangka liburan menemui kakaknya yang sudah lebih dari 10 tahun bekerja dan menetap di Belgia. Kami tiba di Brussels international airport hari Selasa Pagi Pukul 10.30 waktu setempat.

 

Saya pun beranjak menuju stasiun Bawah Tanah Brussels airport untuk membeli tiket menuju Brussels Central yang ditempuh kurang dari 30 menit. Dari Brussels Central station kemudian berpindah moda transportasi dengan Brussels Metro menuju Roodebeek selama kurang lebih 20 menit. Dari stasiun Roodebeek ini saya beranjak naik tangga menuju stasiun Bis dan berangkat menuju Ariane Avenue street tempat di mana Headquarter Tractebel ENGIE berada. Tractebel adalah perusahaan konsultan dan EPC di bidang energy dan infrastructure beroperasi lebih dari 150 tahun dan merupakan salah satu subsidiary dari ENGIE perusahaan IPP terbesar di dunia dan Energy Developer asal Perancis.

Hari Selasa dan Rabu saya bertemu beberapa kolega yang saat ini aktif membantu proyek kami di Indonesia dan Malaysia. Mereka bekerja kebanyakan di domain power & gas dan energy transition business line. Adalah tak kenal maka tak sayang, awalnya kami hanya berkomunikasi lewat email dan skype call dan sekarang kesempatan buat saya bertemu mereka secara langsung, saling mengenal lebih dekat. Teringat 4-5 tahun yang lalu sebelum bekerja di tempat sekarang saya juga menyempatkan mengunjungi headquarter perusahaan sebelumnya sampe harus traveling selama 36 Jam dari Jakarta. Untuk trip ini lebih ringan hanya 18 Jam saja, jadi sudah biasa aja kaliiii…Hari Selasa sore saya ditemani kawan baru Jeremy yang bekerja untuk energy storage and transmission department menuju Diamant Suites, salah satu hotel kecil yang tidak jauh dari kantor.

Hari Rabu sore, 4 Oktober 2017 setelah jam kerja saya pun dengan pesanan taksi dari kantor beranjak menuju Hilton Hotel Grand Place untuk check-in tempat di mana seminar diselenggarakan. Check-in sore hari memberikan kesempatan untuk beristirahat selama  kurang lebih 3 Jam. Malam hari pun semakin dingin dengan suhu di bawah 10 derajat C tidak menurunkan semangatku untuk keluar berjalan kaki menapaki trotoar dan lorong-lorong pusat kota Brussels ini. Setelah berjalan kurang lebih setengah jam di tengah dinginnya suhu kota ini of course, seperti biasa di setiap oversea trip saya pun mengunjungi Hard Rock Cafe untuk sekedar berfoto dan membeli T-Shirt. Di Kafe ini diisi oleh American Community yang sengaja datang ke tempat ini untuk minum menghangatkan badan dan bercanda gurau.

Hari Kamis pagi, acara seminar pun dimulai Pukul 09.30 dimulai dari pembukaan dan kemudian presentase oleh Manager setiap Business Line dimulai dari Business Line Infrastructure & Environment, Nuclear, Power & Gas, Hydro, ENGIE Laborelec & Energy Transition. Sesi sore hari diisi dengan beberapa permainan yang salah satu diantaranya adalah setiap group terdiri dari 4 profesional. Pada setiap group ini profesional diminta untuk mempresentasekan business line (BL) yang bukan merupakan business line di tempat  mereka bekerja. Saya kebagian mempresentasekan BL energy transition kemudian meminta ketiga lainnya untuk menilai teknik presentase saya di depan mereka yang saya simulasikan sebagai client saya, it was an awesome game.

 

 

 

Di hari pertama ini kami juga kebagian buku kecil di sampulnya bertuliskan Business Development Passport di mana di dalam buku kecil ini terdapat isian hampir seluruh entities Tractebel yang berada di dunia. Kami sebagai peserta diminta untuk mengisi informasi tentang country manager di setiap negara di mana Tractebel eksis termasuk isian referensi proyek dan main strength yang dimiliki oleh setiap entity yang ada. Untuk mendapatkan informasi setiap entity dan mengisinya ke dalam buku kecil tadi mau tidak mau para peserta wajib untuk berinteraksi dengan para peserta dari business entity lainnya. Dengan simulasi seperti ini mereka akan saling mengenal setidaknya nama, asal negara dan di entity mana mereka ditempatkan.

 

 

 

Hari Kamis malam, organizing committee mengundang para peserta untuk dinner time dan berkeliling di radius 3 km pusat kota Brussels ini. Malam itu kami ditemani guide yang selama perjalanan menjelaskan tentang sejarah Kota Brussels dimulai Abad XVI sampai pada perang dunia kedua. Salah satu fakta adalah di mana Belgia dan juga Kota Brussels adalah tempat bertemunya tentara aliansi Amerika Inggris dan pasukan Jerman untuk berperang. Di pusat kota ini terdapat patung “Manneken Pis” patung anak kecil yang sedang buang air kecil. Setelah menikmati dinner kami pun berangkat lagi ke salah satu cafe tidak jauh dari pusat stock exchange untuk menikmati beberapa teguk Belgian Beers.

Hari Jum’at pagi di sesi BD seminar ini menghadirkan beberapa materi menarik di antaranya adalah sesi tentang ownership and business performance menghadirkan motivator yang mengupas habis pentingnya peran ownership dalam suatu perusahaan. Setidaknya ada tiga level ownership yang didiskusikan antara lain: first degree ownership dalam hal ini profesional tidak memiliki kepemilikan sama sekali terhadap perusahaan, dia tidak memiliki semangat memiliki perusahaan tempat dia bekerja dan kelihatan dari cara kerja dan hasil yang akan dicapainya. Second degree adalah dia hanya care pada tugas dia dan selalu membatasi diri untuk melakukan inisiasi yang lebih besar di luar tugas dia, “this is my job and you do yours, the rest is I am not involved”. Third degree adalah profesional memiliki sense of ownership terhadap semua yang terkait dengan bisnis perusahaan dan memiliki ownership untuk bersama-sama yang lain melakukan yang lebih untuk membesarkan perusahaan. Third degree ownership ini diharapkan dimiliki oleh profesional dengan bukan hanya membesarkan entity di tempat dia bekerja tapi juga mendorong entity lainnya yang masih dalam tahap development untuk juga bisa menjadi sukses dan meraih target sales dan project executions.

Hari Jum’at sore akhirnya harus beranjak menuju Brussels airport untuk mengejar pesawat yang berangkat Pukul 06.45 sore. Adalah kolega dari Gas Competence Center, Cedric and Lorena mengunjungi saya di acara seminar karena beberapa hari sebelumnya mereka di luar kota untuk business trip sehingga tidak menyempatkan bertemu mereka di kantor. Cedric menyempatkan mengantar ke bandara dan di jalan kami alot berdiskusi tentang present and future gas & LNG projects di Indonesia saat ini. An awesome moment adalah, di sore itu, sebelum berangkat ke Brussels airport saya menyempatkan berdiskusi sejenak dan berfoto dengan Daniel Develay, President & CEO Tractebel ENGIE. Beliau sungguh low profile dan menikmati bercanda gurau dengan Beliau.

Check in di Bandara ini, saya pun beruntung kedua kalinya bertemu dengan Habib dari Jawa Timur yang habis mengantar istrinya yang lulus beasiswa LPDP dan mulai aktifitas kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Belgia. Kami menyempatkan mengambil foto di perjalanan ini hanya sebagai bukti bahwa kami pernah di sini. Perjalanan menuju dari Brussels ke Istanbul menempuh waktu yang sama, transit di Istanbul beberapa jam kemudian melanjutkan perjalanan dengan maskapai Turkish airline lainnya menuju Jakarta.

Bravo Tractebel, Sukses Insinyur Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *