Program Pembinaan Profesi Insinyur di Balikpapan Kerjasama Alumni Teknik Unhas, 19 Maret 2016

Program Pembinaan Profesi Insinyur Persatuan Insinyur Indonesia (PPPI) terlaksana hasil kerjasama apik antara Persatuan Insinyur Indonesia dan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin pada Minggu, 20 Maret 2016 di Hotel le Grandeur, Balikpapan. Bagi IKATEK-UH, PPPI ini adalah gelombang kedua setelah gelombang pertama dilaksanakan Tanggal 9 Maret lalu di Jakarta. Bapak Ir. Isradi Zainal dalam sambutannya selaku Ketua IKATEK-UH Chapter Kalimantan menegaskan bahwa IKATEK-UH akan terus melakukan kegiatan ini sampai pada minimum 3000 alumni Unhas tersertifikasi sebagai Insinyur dan Insinyur Profesional di seluruh Indonesia. Isradi juga yang sebelumnya mengikuti PPPI di Makassar bulan Februari lalu juga menyatakan akan menuntaskan pengisian FAIPnya untuk segera mendapatkan sertifikasi Insinyur Professional melalui Badan Kejuruan Mesin PII.

Atoel Aco - Laporan Ketupat

PPPI ini dihadiri lebih dari 40 professional berasal dari berbagai sektor industri termasuk Aparatur Sipil Negara yang bekerja di Balikpapan dan sekitarnya. Terlihat 4 professional dari Chevron Oil Company, beberapa lainnya dari sektor pertambangan seperti Berau Coal, KPC dan perusahaan tambang lainnya, 5 orang lainnya berasal dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Workshop sehari ini juga dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Habir, salah satu unsur pengurus inti INKINDO Kalimantan Timur yang jauh-jauh datang dari Samarinda ke Balikpapan bersama rekan-rekan pengurus lainnya. Beliau menyampaikan keinginannya untuk mengadakan workshop ini di Samarinda dalam waktu dekat.

Pembukaan PPPI oleh Ir. Rudianto Handojo selaku perwakilan PII Pusat kemudian dilanjutkan dengan materi Sosialisasi UU Keinsinyuran dan Pengenalan tentang Organisasi PII. Bapak Rudianto dalam paparannya menyatakan urgensi dari Sertifikasi Insinyur ini mengikuti amanah UU No. 11 Tahun 2014 yang disahkan bulan Maret 2014 lalu.

Isradi Zainal - Sambutan

Materi Etika dan Advokasi adalah materi ketiga dibawakan oleh Wakil Ketua Komite Advokasi PII, Ir. Sapri Pamulu, Phd. Bapak Sapri dalam pemaparannya menyampaikan bahwa PII mempunyai tugas menetapkan, menerapkan dan menegakkan kode etik Insinyur dan juga memberikan advokasi bagi Insinyur Indonesia. Beliau juga dalam presentase singkatnya memaparkan jenis  malpraktek, sanksi dan cara penanganannya.

Sesi siang hari setelah makan siang dimulai oleh Ir. Habibie Razak dengan topik Sertifikasi ASEAN Engineer yang terdiri dari ASEAN Engineer dan ASEAN Chartered Professional Engineer. Habibie memberikan penjelasan perbedaan keduanya, salah satunya bahwa ASEAN Engineer adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO) yang merupakan Federasi Organisasi Keinsinyuran se-ASEAN dan ACPE adalah merupakan sertifikasi yang lahir dari hasil kerjasama Negara-negara ASEAN melalui formal Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Engineering Services. APEC Coordinating Committee yang melayani aplikasi sertifikasi ACPE untuk Insinyur Indonesia di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Rudianto Handojo - Opening Speech

Materi-materi selanjutnya adalah Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3) dibawakan Ir. Isradi Zainal dan workshop pengisian FAIP dikoordinir oleh Ir. Ngadiyanto dan dibantu oleh Dr. Ir. Muhammad Rusman, MT dan Ir. Taufik Nur, MT. Kegiatan PPPI ini ditutup dengan foto bersama peserta, panitia dan Instruktur dari PII.

Isradi sebelum menutup acara PPPI menyampaikan bahwa Ikatan Alumni Teknik Unhas Chapter Kalimantan akan kembali melakukan kegiatan sejenis Tanggal 30 April 2016 nanti.

Sukses Insinyur Indonesia, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia.

 

 

Showtime

 

 

Foto Bersama

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat

 

with Rusman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *