International Symposium on Urban Railway, Pembicara Bahas LRT MAMMINASATA, 27 September 2021

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menggelar Urban Railway Technology and Development; an International Symposium yang merupakan rangkaian acara dari Dies Natalis FT-UH yang ke-61. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai perusahaan, lembaga dan instansi menghadirkan pembicara dari berbagai pemangku kepentingan untuk pengembangan proyek perkeretaapian di Indonesia umumnya dan di Sulawesi selatan dan Makassar khususnya.

Acara ini sukses terselenggara berkat kerjasama Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dengan Oriental Consulting Global (OCG), SMEC International dan PT Wijaya Karya Beton yang juga merupakan sponsorship speakers pada simposium ini. Simposium yang dilaksanakan dengan kombinasi daring dan luring dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang.

Sesi pagi menghadirkan pembicara dari Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Ir. Ferdian Suryo, PT MRT Jakarta, Ketua Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTR, IPU., ASEAN Eng, OCG Makassar Representative Ir. Umar A. Sulaiman, MT. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas Bapak Prof. Dr. Ir. Arsyad Thaha. Sesi pagi dimoderasi oleh Prof. Dr. Ir. isran Ramli, MT. sesi pagi fokus membahas proyek MRT yang dikembangkan di Indonesia termasuk yang sementara dikerjakan di Jakarta saat ini.

Sedangkan sesi siang menghadirkan beberapa pembicara antara lain: Mitsukage Yamada dengan topik digitalisasi pada proyek energi terbarukan, Ir. Dani Pomanto dengan topik konsep Urban Railway kota Makassar pada Rencana Tata Ruang kota Makassar, sedangkan Ir. Yomil Ravianda, M.Sc membahas topik terkait precast technology yang digunakan pada proyek MRT/LRT di Indonesia, Ir. Jumardi, MT membahas tentang Lessons Learnt Proyek LRT di kawasan Jabodebek dan proyek Kereta Api Makassar – Parepare.

Sesi siang hari juga menghadirkan dua pembicara dari SMEC International, Karen Atkinson mengangkat topik Transit Oriented Development; International Best Practice dan Sav Dell’ Aquila dengan topik North West Sydney Metro Project. Karen dalam paparannya menyebtukan bahwa Best practice in TOD requires: •Long-term and forward-thinking planning in precinct design for population, infrastructure and connectivity of public amenities  •Consider the 5 factors:  Availability, Affordability, Efficiency, Convenience, Sustainability •Design for:  Whole-Of-Site Approach, Augmented Wayfinding, Enhance Convenience, Building Communities, Enhancing Value •Consider stakeholders by: Balancing Expectations, Optimise Transportation Space, delivering a coherent identity.

Karen juga menyebutkan pengalaman SMEC International pada proyek MRT. LRT, dan TOD di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia, Singapura dan Australia. Konsep yang dipaparkan oleh Karen oleh moderator sesi siang ini, Ir. Habibie Razak, ACPE., APEC Eng. bisa menjadi referensi yang sangat bagus untuk pengembangan LRT MAMMINASATA beserta TOD=TOD yang dikembangkan memastikan bahwa ada LRT yang baru mesti integrasi dengan moda transportasi lainnya termasuk penciptaan ruang-ruang terbuka publik untuk peningkatan aktifitas masyarakat termasuk penciptaan pusat perekonomian baru di kawasan TOD yang akan dibangun.

Ir. Ilham Alimuddin sebagai Coordinator Steering Committee di akhir sesi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para Sponsor, Pembicara, Moderator, Peserta dan panitia yang semuanya berkonstribusi mensukseskan simposium internasional ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.