Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

Kunjungan Kerja dan Diskusi Interaktif Pimpinan Pusat PII ke Kementerian ESDM

Kunjungan kerja Pimpinan Pusat Persatuan Insinyur Indonesia ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral disambut hangat Menteri ESDM, Sudirman Said didampingi oleh Staff khusus M. Said Didu. PII Pusat di bawah kepemimpinan Dr. Hermanto Dardak Ketua Umum PII mengawali diskusi interaktif ini dengan memberikan update implementasi UU No. 11 tentang Keinsinyuran. Beliau menyampaikan tujuan UU ini adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat hubungannya dengan produk-produk keinsinyuran yang dikeluarkan oleh Insinyur Indonesia. Insinyur yang dimaksud adalah Insinyur yang teregistrasi yang bertanggung jawab terhadap produk keinsinyuran tadi. Beliau menambahkan, dengan adanya UU No. 11/2014 ini para Insinyur Indonesia juga akan mendapatkan perlindungan sekaligus dorongan untuk lebih maju dan berkembang dengan menciptakan iklim inovasi dan berdaya saing.

Foto bersama ada SD - CopySudirman Said menambahkan bahwa Persatuan Insinyur Indonesia (PII) adalah salah satu organisasi profesi sama halnya dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang saat ini Beliau adalah Penasehat IAI diharapkan bisa lebih proaktif di dalam memberikan input kepada Pemerintah guna membantu percepatan Pembangunan Nasional Indonesia dan lebih khusus kepada sektor energi yang Beliau bawahi saat ini. Menteri ESDM mengingatkan lagi bahwa ada tiga (3) pilar penentu kesuksesan suatu bangsa antara lain: (1) Pemerintahan yang bersih dan profesional (2) Dunia usaha yang sehat dan (3) Civil society yang sehat, di mana organisasi profesi seperti PII bermain sebagai bagian dari civil society ini pemberikan pemikiran-pemikiran mutakhir kepada pemerintah dan iklim usaha sekaligus memberikan contoh yang baik bagaimana semestinya bersikap dan bertindak professional di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. PII sebagaimana organisasi profesi lainnya memilih wakil ketua umum adalah praktek berorganisasi yang sehat dan edukatif dan begitu pun dengan mekanisme pemilihan secara demokratis. PII layaknya organisasi profesi lainnya menggalakkan program training dan sertifikasi dalam rangka mencerdaskan para anggotanya.

Foto ada HRStudi McKenzie Tahun 2012 menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju di Tahun 2030 dan menurut Sudirman Said itu bisa terjadi apabila Indonesia sebagai bangsa memiliki syarat-syarat utama antara lain: (1) National leadership di semua layer harus kuat dan skills set yang dibangun haruslah benar dan tepat (2) Porsi real developer harus lebih banyak karena merekalah yang menjadi pelaku utama pada proyek-proyek fisik insfrastruktur dan (3) Reformasi birokrasi.

Kesempatan diskusi kali ini, Heru Dewanto, Waketum PII, memberikan gambaran tentang perkembangan program 35 Ribu Megawatt saat ini. Untuk bisa mencapai target, proyek-proyek yang terkait program ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara, struktur dan resources yang sama. Pemerintah diharapkan mampu keluar dengan maneuver yang jauh lebih agresif lagi, apabila memang target kesuksesan bahwa pembangkit listrik tadi harus beroperasi di kurun pemerintahaan Jokowi saat ini. Sebutlah, Coal Fired Power Plant dengan kapasitas 1000 MW fase EPC bisa dikerjakan selama kurang lebih 4 tahun, apabila konstruksinya tidak dimulai secepatnya tahun ini sepertinya hampir dipastikan tidak akan selesai sesuai rencana. Heru menambahkan, momen program 35 Ribu MW ini bukan hanya sekedar menyelesaikan proyek-proyek yang terkait program ini tapi juga merupakan momen penting untuk membangun kapasitas nasional seperti peningkatan industri manufaktur, sumber daya manusia, kapabilitas IPP dan juga membangun kapasitas perusahaan EPC Indonesia.

Foto bersamaPakar Gas Indonesia, Qoyum Tjandranegara, menyampaikan pandangannya tentang hilirisasi gas untuk peningkatan kapasitas industri dan dipergunakan semaksimalnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Gas alam yang diambil dari perut bumi diharapkan lebih banyak digunakan di dalam negeri ketimbang diekspor ke luar negeri. Banyak perusahaan multinasional di luar negeri seperti Gas de France (saat ini ENGIE) tidak banyak memiliki bisnis di hulu tapi mereka sangat kuat di industri hilir. Ini menandakan bahwa industri hilir bisa memberikan nilai tambah buat perusahaan dan juga perekonomian nasional.

Bambang Praptono, pakar ketenagalistrikan, menyatakan bahwa tingkat keberhasilan proyek IPP di Indonesia saat ini hanya mencapai 25 persen, dalam artian bahwa dari semua perusahaan IPP yang mendapatkan PPA hanya sekitar 25 persen saja yang berhasil menyelesaikan hingga pembangkitnya beroperasi. Beliau menambahkan bahwa PLN sebagai  pemilik proyek tidak hanya fokus pada penyelesaian pembangkit tapi juga proyek-proyek transmisi harus terselesaikan untuk menghindari penalty oleh perusahaan IPP.

Hal serupa disampaikan Djoko Winarno, pakar ketenagalistrikan EBTKE bahwa penentuan feed-in tariff untuk renewable project harus melibatkan para stakeholders seperti Pemerintah, Swasta dan PLN sehingga apa pun keputusannya harus dilaksanakan secara konsekuen. Proyek energi terbarukan ini sudah 15 tahun berjalan sejak dicanangkannya oleh pemerintah dan diharapkan bisa lebih dimaksimalkan lagi ke depannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Manajemen Proyek, Infrastruktur Minyak dan Gas, Ditjen Migas, Pudjo Suwarno melaporkan bahwa Direktorat Minyak dan Gas saat ini dalam tahap finalisasi Rencana Strategi Distribusi Gas seluruh Indonesia. Seluruh perusahaan BUMN terkait seperti PERTAMINA, PGN dan PLN memberikan input kebutuhan gas untuk bisnis mereka sehingga LNG supply, LNG Receiving Terminal dan pipanisasi gas bisa diproyeksikan lebih dini. Beliau mengusulkan agar ke depan proyek terkait infrastruktur gas ditenderkan langsung oleh Pemerintah sehingga semua stakeholder yang berkepentingan bisa terwadahi dan terakomodasi.

Di akhir diskusi yang berlangsung lebih dari 60 menit oleh Dr. Said Didu, staff khusus Menteri ESDM bahwa saat ini Pemerintah sementara dihadapkan pada pembahasan revisi UU Migas, UU Minerba dan upaya restrukturisasi perusahaan BUMN. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) oleh Beliau diusulkan untuk melakukan diskusi rutin dengan pihak kementerian ESDM dan keluar dengan feedback atau pun rekomendasi terkait energi yang disampaikan minimal sekali dalam tiga bulan.

Diskusi interaktif ini juga dihadiri oleh Rudianto Handojo, Direktur Eksekutif PII, Tri Wahyu Widodo, Ketua Komite Hubungan Masyarakat dan Habibie Razak, Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII. Sesi diskusi ditutup dengan foto bersama Menteri ESDM, Sudirman Said.

 

 

 

 

Short Trip to Kuala Lumpur, 22-23 July 2016

Hari Jumat, Tanggal 22 Juli 2016 saya bertolak menuju Malaysia untuk menghadiri meeting dengan salah satu perusahaan Nasional Malaysia yang berlokasi di area Petaling Jaya (PJ) yang tidak jauh dari Downtown Kuala Lumpur. Business trip ini saya manfaatkan sekaligus bertemu dengan teman-teman Profesional Engineer dari the Institution of Engineers, Malaysia di antaranya adalah Ir. Yau Chau Fong yang juga adalah managing director di salah satu perusahaan electrical & mechanical yang lagi berkembang pesat melayani power sector di Malaysia saat ini. Selain Chau Fong, saya juga menyempatkan bertemu dengan karib saya, Ir. Fam Yew Hing, yang juga adalah professional engineer yang banyak bergelut di sektor Energy. Fam saat ini bergelut dengan perusahaan pribadinya sebagai advisor untuk proyek-proyek Renewable Energy melayani beberapa Client di Malaysia dan Asia Tenggara.

With Chau Fong

Meeting berjalan sangat produktif dengan Client perusahaan saya, ini ditandai meeting berlangsung selama satu setengah jam dimulai dari Pukul 15.00 sampai dengan 16.30. Saya meninggalkan kantor Client dijemput oleh Chau Fong dan kemudian kami menyempatkan diskusi seputar energy business di salah satu café di Daerah Petaling Jaya tidak jauh di Hotel Eastin tempat saya menginap. Chau Fong menemani sampai sore Pukul 18.00 kemudian dia mengantar saya balik ke Hotel Eastin untuk bersih bersih badan setelah itu turun lagi ke lobby karena Fam sudah siap mengajak saya ke beberapa tempat di Petaling Jaya dan Bangsar, Kuala Lumpur.

Malam itu kami  menikmati Durian Malay di Warung Durian SS2 merupakan salah satu tempat favorit di KL. Setelah itu menyempatkan makan malam di sebuah bar di Daerah Bangsar, tempat di mana kami juga bisa menikmati live music dan pemandangan menarik lainnya ha ha, asyik lah pokoknya. Fam dan saya tidak bisa berlama-lama di tempat ini karena harus balik lagi ke Hotel untuk beristirahat persiapan bangun pagi menuju Bandara Kuala Lumpur International. Meskipun ini adalah short trip, namun saya tetap bisa menikmati the hospitality of Kuala Lumpur, Ibukota Malaysia ditemani sahabat-sahabat Engineer Malaysia.

@TNB office

Saya dengan Pesawat Malaysia Airlines berangkat menuju Jakarta Pukul 9 pagi dan tiba di Jakarta sekitar Jam 10.15 pagi. Dari bandara Soetta saya kemudian menuju Cawang tempat di mana Lokakarya IKATEK UH mendiskusikan tentang strategi kemitraan antara Perguruan Tinggi Unhas dan alumninya sedang berlangsung.

Sukses Insinyur ASEAN, Bravo Organisasi Insinyur se-ASEAN.

With fam @Durian SS2

 

Menggapai Impian Melalui Focus Group Discussion Kerjasama IKATEK UH & IKA UH Jabodetabek, 11 Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Taqabballallahu Minna Waminkum, saling bersalam-salaman sesama alumni Teknik Unhas pada event Halal bi Halal (HBH) Nasional yang diadakan mulai dari Tanggal 9 sampai Tanggal 11 Juli 2016 ini. HBH nasional yang diadakan tahun ini bukan hanya sukses karena menghadirkan lebih dari 2000-an alumni Teknik Unhas yang mayoritas bekerja dan berkarya di luar Sulawesi Selatan tapi juga istimewa karena rangkaian acara HBH kali ini berlangsung selama tiga hari dan terdiri dari berbagai ragam kegiatan seperti Turnamen Futsal, Penanaman secara simbolis bibit pohon di Kampus Gowa (Green Campus initiatives), Losari Kinclong (Bersih Losari), Rindu Kampus Tamalanrea, Gala Dinner sampai pada Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber dari alumni Teknik Unhas yang bergelut di dunia minyak dan gas.

Photo-4

Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada Hari Senin, 11 Juli 2016 di Kantor Perwakilan PT Semen Tonasa Makassar, di mana menurut Mulyawan Samad, Upstream Oil & Gas Practitioner yang juga membawakan materi tentang project management di sektor Migas ini, “FGD ini harus menjadi tradisi bagi kita alumni Teknik untuk saling bertemu sapa dan bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman di saat para alumni terkonsolidasi di Makassar yakni di momen lebaran ini”. Senada dengan apa yang disampaikan Idham Chalid yang juga adalah ahli Subsea Engineering Technology yang hadir sebagai narasumber kedua di FGD sehari ini “FGD sejenis akan terus digalakkan bukan hanya untuk sharing pengalaman antar sesama alumni tapi juga menghadirkan para mahasiswa Teknik yang diharapkan akan mampu mengikuti jejak para senior-seniornya yang sudah lebih dulu mengenyam kenikmatan bekerja di sektor minyak dan gas”.

Photo-2

Mulyawan Samad selanjutnya dalam paparannya menjelaskan bahwa manajemen proyek sektor minyak dan gas harus lebih berfokus pada “risk and safety” karena proyek-proyek yang dilakukan melibatkan pekerjaan yang kompleks dan beresiko tinggi. Nilai proyeknya pun bisa mencapai milyaran dollar. Brown field project bahkan bisa lebih complex in term of interfacing coordination dengan fasilitas eksisting yang berpotensial mengganggu operasi yang berlangsung. SKK Migas sebagai satuan pengawas proyek hulu migas seringkali meminta garansi atau jaminan kepada perusahaan seperti misalnya Chevron dan BP untuk melakukan smooth tie-in tanpa adanya interupsi pada sisi operasi dimana kegiatan oil and gas lifting sedang berlangsung. Pemberhentian operasi sehari bahkan beberapa jam saja bisa mengakibatkan kerugian negara sampai jutaan US dollar.

Photo-6

Idham Chalid sebagai narasumber sesi kedua memberikan gambaran tentang subsea technology untuk shallow water sampai pada ultra-deep water application. Komponen subsea antara lain bisa berupa subsea well head, manifold, sampai pada flowlines yang diletakkan di dasar laut. Habibie Razak salah satu penanya juga meminta penjelasan tentang perbedaan aplikasi spread mooring dan turret mooring kepada narasumber karena aplikasi ini sudah banyak dijumpai dan dipasang di banyak proyek offshore oil and gas baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Firmansyah Arifin, Project Manager PERTAMINA Drilling memandu jalannya sesi kedua ini setelah sesi pertama dimoderasi oleh Habibie Razak, Senior Project Manager Tractebel Engineering Indonesia. FGD ini dihadiri oleh lebih dari 20 professional yang bekerja di sektor energi termasuk beberapa dari mereka bekerja di luar negeri. Mereka sengaja datang ke acara ini untuk bertemu sapa dengan alumni lainnya sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ada juga terlihat beberapa akademisi, professor dari beberapa jurusan di Teknik UH.

Photo 7

Salah satu professional yang juga sekaligus memberikan rekomendasi dan kesimpulan akhir pada acara ini adalah Andi Razak Wawo, Direktur di salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang exploration drilling. Dalam paparannya, Beliau mengharapkan ada sinergi antara para alumni Unhas yang bergelut di dunia minyak dan gas untuk saling memberikan informasi tentang aplikasi teknologi baru melalui mutual synergy antara pihak alumni praktisi, mahasiswa dan staff pengajar. Andi Razak Wawo yang biasa dipanggil Puang Aca Wawo juga adalah Ketua IKA Unhas Jabodetabek didampingi oleh Sapri Pamulu, Koordinator Ristek dan Dikti IKA Unhas pada acara HBH Nasional kali ini memaparkan konsep “Maritim, Energi dan Pangan yang terintegrasi” menuju Indonesia lebih maju secara keseluruhan dan Sulawesi Selatan pada khususnya.

Terima kasih kepada Asbar Amri dan kawan-kawan panitia lainnya atas terselenggaranya professional event ini. Asbar adalah electrical engineer yang bekerja di salah satu perusahaan IPP yang bergerak di bidang Renewable Energy.

Bravo Insinyur Migas Indonesia.

 

 

Kolaborasi Apik PII Wilayah Sulut dan IKATEK Unhas pada Lokakarya Sertifikasi Insinyur, 24 Juni 2016

Hari Sabtu, 24 Juni 2016, Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesi Profesional dilaksanakan di Hotel Arya Duta, Jl. Pierre Tendean Manado. Acara ini terwujud berkat kerjasama apik antara PII Wilayah Sulawesi Utara dan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin. Setelah acara lokakarya sertifikasi yang dilakukan di Gorontalo dua minggu sebelumnya yang dimotori oleh Ir. Suriadi, Alumni Teknik Unhas yang bekerja di salah satu proyek Pembangkit Listrik di Gorontalo, Lokakarya di Manado ini juga merupakan inisitif dari salah seorang alumni Teknik Unhas, Andi Awaluddin Kadir yang bekerja di Pertamina Lubricant Manado 5 tahun terakhir. Awal kemudian menghubungi pihak PII Sulut yang dimotori oleh Ir. Audie Rumayar – Sekretaris Wilayah dan Ir. Chris Hombakau yang juga adalah aktifis PII Kota Manado.

Audie Organisasi PIIPeserta yang dihadiri oleh 51 peserta ini terdiri dari unsur dosen yang didominasi oleh Dosen Poltek Manado di bawah komando Ketua Jurusan Teknik Mesin yang juga adalah Alumni Unhas, Ir. Jedithjah Papia. Beberapa perwakilan dari Universitas Sam Ratulangi juga tidak ketinggalan mengikuti acara ini. Ir. Jeary Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Manado terlihat duduk paling depan dan membawa beberapa bawahannya dan kontraktor di wilayah Manado dan sekitarnya.

SP in actionPembukaan lokakarya ini sekaligus dilanjutkan materi Sosialisasi UU Keinsinyuran dan materi Advokasi Insinyur oleh Ir. Sapri Pamulu, PhD dan dilanjutkan materi Profil Organisasi PII oleh Ir. Audie Rumayar. Tidak seperti workshop atau lokakarya yang pernah ada sebelumnya, peserta kali ini cukup didominasi oleh calon Insinyur wanita yang bekerja di Kota Manado dan sekitarnya bahkan mereka cukup aktif mengutarakan pendapat dan melempar pertanyaan kepada para Instruktur. Ir. Ngadiyanto memaparkan materi pengenalan Sertifikasi Insinyur Profesional Indonesia yang juga merupakan materi terakhir di sesi pagi yang kemudian dilanjutkan istirahat dan makan siang. Lokakarya ini dimoderasi oleh Ir. Chris mulai dari sesi pagi sampai sore hari.

NgadiyantoSesi siang diawali dengan pengenalan sertifikasi Internasional Keinsinyuran oleh Ir. Habibie Razak, sertifikasi Insinyur yang diakui di tingkat Internasional adalah ASEAN Engineer, ASEAN Chartered Professional Engineer dan APEC Engineer-Registered. PII adalah satu-satunya organisasi keinsinyuran di Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari ketiga badan atau lembaga yang mengeluarkan sertifikasi internasional ini. Sesi kedua siang dilanjutkan oleh Ir. Taufik Nur dengan memimpin lokakarya pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) sebagai syarat Utama untuk mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional (IPP, IPM dan IPU).

FB_IMG_1466842051359

Sesi terakhir di lokakarya kali ini adalah pembacaan Kode Etik Insinyur Indonesia  dan kemudian lokarya kali ini ditutup dengan foto bersama. Kebersamaan pengurus Alumni Teknik Unhas dan pengurus PII Sulawesi Utara tidak hanya berhenti di situ saja, salah seorang peserta, Ir. Peter Samuel mengajak kami ke restoran di pinggir pantai milik Beliau dan menyuguhkan hidangan sari laut dan bumbu Manado yang terkenal sangat pedas itu.

IMG_20160629_202839

Bravo Insinyur Indonesia, Salam PII.

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat

 

 

 

 

FB_IMG_1466842060957

Mengibarkan Bendera PII sampai ke Gorontalo, 12 Juni 2016

Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Makassar bekerjasama dengan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UH) dan Universitas Gorontalo menggelar Workshop Pengenalan Sertifikasi Insinyur Profesional dan Program Pembinaan Profesi Insinyur yang diselenggarakan di Hotel Amaris, Gorontalo, 12 Juni 2016. Workshop ini dihadiri 36 peserta dari berbagai instansi antara lain Pengusaha Konstruksi asal Gorontalo dan sekitarnya, Pegawai Dinas Pekerjaan Umum, dan beberapa professional yang bekerja di beberapa proyek Pembangkit Tenaga Listrik di Propinsi Gorontalo.

Sapri Kata Sambutan

Acara ini dibuka oleh Bapak dr. Budi Doku, Wakil Walikota Gorontalo dalam hal ini mewakili pemerintah kota. Beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa UU Keinsinyuran telah hadir dan para alumni Sarjana Teknik untuk bisa berpraktek wajib mengikuti program sertifikasi yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Sama halnya dengan profesi dokter yang memang dari dulu memiliki UU menyatakan bahwa untuk bisa berprofesi kedokteran lulusan kedokteran harus memiliki Surat Tanda Registrasi Dokter (STRD). Beliau juga menyambut baik eksistensi dari PII Gorontalo agar bias berpartisipasi dan berkontribusi lebih baik lagi di dalam pembangunan infrastruktur dan pembinaan keinsinyuran di daerah yang merupakan hasil pemekaran dari Propinsi Sulawesi Utara ini.

HR in action

Wakil dari PII Pusat Bapak Ir. M. Sapri Pamulu, Ph.D dalam sambutannya di hadapan para peserta Program Pembinaan Profesi Insinyur (PPPI) dan Workshop Sertifikasi Insinyur Professional ini berterima kasih banyak atas sambutan hangat dari pihak Pemerintah Kota Gorontalo yang sangat antusias mendukung dan memastikan acara ini berjalan lancar sesuai direncanakan. Pada kesempatan ini Ibu Ir. Moli, Wakil Ketua Wilayah PII Gorontalo berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh PII Pusat kepada para Insinyur yang bekerja di Propinsi ini. Beliau berharap kegiatan serupa bias dilaksanakan lebih sering lagi sehingga bisa menambah jumlah Anggota PII di propinsi ini.

Sapri foto bersama

Acara PPPI dan workshop kali ini menghadirkan empat instruktur antara lain: Ir. Sapri Pamulu, Ph.D membawakan materi Sosialisasi UU Keinsinyuran dan Etika Profesi dan Hukum Profesi Insinyur, Ir. Habibie Razak membawakan materi Profil Organisasi PII dan Sertifikasi Internasional Keinsinyuran sedangkan sesi workshop tatacara pengisian FAIP yang dimulai Pukul 01.30 siang menghadirkan tandem Dr. Eng. Ir. Muhammad Rusman dan Ir. Taufik Nur.

Kelas selanjutnya untuk wilayah Indonesia Timur akan diadakan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tingginya animo dari Alumni Teknik Unhas di Wilayah Propinsi Sulawesi Utara mentrigger para alumni lain untuk mengikuti PPPI dan workshop sertifikasi ini. Sampai ketemu Jo Ngana di Manado.

Photo Bersama Pak Wawali

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat

 

 

Project Management of 21 LNG Receiving Terminal; a Preliminary Execution Plan (Abstract)

The increase of the need of electricity throughout Indonesia, gas is one of the viable energy sources to meet the demand. The gas is not only cleaner than fuel oil but it is also competitively cheaper up to 40 percent. The PLN – State Owned Electricity Company is also trying to reduce the subsidy of electricity cost in Indonesia by shifting the fuel oil power plants to gas. In many parts of Indonesia, many power plants located in marginal locations and are still consuming diesel fuel as the base load power generation system. This situation considers to substituting the diesel to gas fuel and also trying to resolving the constraints of gas transportation from the island or location has plenty gas reserves to the island or location where the fuel oil power generations located. As the small to mid-scale LNG emerged, the option to build the LNG receiving terminal facilities becoming considered. PLN opened the public tender some time on January 2016 to invite the international players in LNG sectors for LNG supply for distributed gas power plants in central region of Indonesia. There are 21 locations considered as marginal and scattered requiring LNG to feed their existing and new power plants which will typically use dual fuel system (gas and diesel).

The scope of the projects tendered by PLN, a State-Owned Electricity Company consisted of (1) To provide LNG supply and distribution management master plan for power generation supply at central region of Indonesia (2) To supply and distribute gas to distributed gas power generation demand at central region of Indonesia continuously for 10 years and (3) To build LNG receiving terminals consisting of jetty, storage, and regasification facility for each power generation at central region of Indonesia. Those LNG receiving terminals will be operated by the consortium companies that win the bidding under the scheme of Build, Operate and Transfer (BOT) for 10-year operation. The capacity of new and existing power generations ranged from 5 to 450 MW and will require different LNG Receiving facility for each of those. The consortium that was bidding for this project requiring the EPC contractor who can undertake the portion of LNG Receiving Terminal facilities starting from Pre-FEED, FEED and EPC phases. If the EPC Contractor was part of consortium, then they will submit the price based on project phases mentioned earlier. But, if none of the leader or consortium members have those EPC capabilities then It would be subcontracted to the EPC contractor who can do these works. The project duration of these 21 LNG Receiving facilities is less than 24 months.

Perekrutan Anggota PII dan Workshop Aplikasi Sertifikasi Insinyur Profesional Kerjasama PII dan IKATEKUH, 4 Juni 2016

Kali keempat kegiatan Program Pembinaan Profesi Insinyur diselenggarakan hasil kerjasama antara Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK-UH) Wilayah Jaban-Jabar, Ikatan Sarjana Perkapalan (ISP) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Gedung BPPT, Jl. MH. Thamrin. Acara sehari ini dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai alumni dan seperti biasa 90 persen didominasi oleh alumni dari Universitas Hasanuddin.

(1) HAMAS Pembukaan acara oleh Ketua I Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Teknik Unhas, Ir. Andi Muhammad Akbar Sahibuddin yang juga adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang telekomunikasi. Beliau dalam sambutannya menyampaikan Insinyur Indonesia saat ini masih dibayar sangat murah dibanding dengan profesi lainnya di Indonesia dan seyogyanya Pemerintah melalui UU No. 11 Tahun 2014 memberikan kompensasi dan benefit kepada para Insinyurnya supaya Sarjana Teknik yang baru lulus dari kampus tertarik untuk menggeluti profesi Insinyur tidak malah beralih ke profesi lainnya seperti sektor perbankan. Ir. Andi Akbar juga mengatakan insentif juga bisa diberikan kepada mahasiswa Teknik yang berprestasi di kampus berupa beasiswa atau semacamnya untuk mengawal mahasiswa setelah lulus nanti betul-betul dikunci untuk bekerja sebagai Insinyur.

(2) HRPengenalan sertifikasi Insinyur Profesional, Continuous Professional Development dan sertifikasi keinsinyuran internasional diperkenalkan oleh Ir. Habibie Razak. Sertifikasi Insinyur Profesional PII dalam sejarahnya telah mendapatkan pengakuan sejak Tahun 2003 oleh APEC dan Tahun 2004 di tingkat ASEAN di mana para Insinyur yang tersertifikasi IPM melakukan registrasi menjadi ASEAN dan APEC Engineer-Registered. Sertifikasi ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) sebagai tambahan dari dua sertifikasi ini merupakan produk dari ASEAN Mutual Recognition Agreement (MRA) on Engineering Services.

(3) RHIr. Rudianto Handojo bertandem dengan Ir. Aries Prima membawakan materi Sosialisasi UU Keinsinyuran dan Profil Organisasi PII. Mengapa PII yang ditunjuk sebagai penyelenggara Keinsinyuran sesuai UU No. 11 Tahun 2014 karena PII dalam sejarahnya adalah organisasi tertua kedua di Indonesia setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang betul-betul memegang peranan strategis di dalam pembangunan nasional Indonesia termasuk pengembangan keprofesionalan para Insinyur Indonesia. PII satu-satunya organisasi profesi yang diakui di tingkat Internasional baik di tingkat ASEAN melalui ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan organisasi Insinyur tingkat Internasional lainnya sejak awal tahun 2000-an.

(5) APMateri Bakuan Kompetensi dan Tata Cara Pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional dibawakan oleh Ir. Ngadiyanto yang diselenggarakan dalam bentuk workshop berlangsung sekitar 3 jam yang kemudian dilanjutkan materi Etika Profesi dan Advokasi Insinyur oleh Ir. Sapri Pamulu, Ph.D yang juga adalah Wakil Ketua Komite Advokasi PII Pusat Periode 2015-2018. Kegiatan PPPI kali ini dihadiri Bapak Ir. Sanapsir seorang profesional yang bekerja di area mekanikal dan elektrikal banyak menyumbangkan pertanyaan kepada para Instruktur. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang keinsinyuran dan merupakan alumni Perkapalan Universitas Hasanuddin. Salah satu pertanyaan Beliau adalah bisakah seorang alumni perkapalan mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional dari BK Elektro atau BK Mesin mengingat Beliau lebih banyak bergelut di kedua area disiplin itu. Berdasarkan diskusi interaktif dengan Ir. Ngadiyanto disarankan Ir. Sanap mengambil sertifikasi di BK Elektro saja.

(4) NGPembacaan Kode Etik Insinyur Indonesia oleh Ir. Sanapsir dilanjutkan penutupan kegiatan sehari PPPI ini ditutup oleh Ir. Sapri yang juga merupakan salah satu Dewan Pembina IKATEK Unhas dan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama para peserta, panitia dan pengurus PII. Pada kesempatan ini, para Insinyur Perkapalan melakukan rapat terpisah tentang rencana usulan pembentukan BK Perkapalan PII. BK Perkapalan menurut Ir. Muhammad Fitri salah satu anggota PII yang merupakan Alumni Perkapalan dan juga Direktur Operasional ASDP mengatakan bahwa saat ini jumlah alumni perkapalan yang terdaftar sebagai anggota PII berjumlah lebih dari 300 orang dan seyogyanya dengan sumber daya sebanyak itu alumni Perkapalan diharapkan bisa membentuk Badan Kejuruan sendiri untuk bisa mengembangkan disiplin ilmu perkapalan ini menjadi lebih berkembang ke depan sebagaimana di luar negeri terlihat Naval Engineering sudah menjadi badan kejuruan tersendiri di luar Teknik Kelautan.

(7) SANAPNaval Engineeering adalah disiplin yang berbeda dari Ocean Engineering dan diharapkan sertifikasi Insinyur Profesional dinilai dan diassess oleh Majelis Penilai dari ahli perkapalan. Selain itu, menurut Ir. Fitri, Program Profesi Insinyur (PPI) yang akan dilaksanakan Agustus ini menuntut PII bekerjasama dengan Perguruan Tinggi menelurkan kurikulum spesifik terkait program studi perkapalan yang semestinya memimpin effort ini adalah pengurus Badan Kejuruan Perkapalan.

 

Tanggal 12 Juni 2016 ini Ikatan Alumni Teknik Unhas akan menyelenggarakan kegiatan yang sama di Gorontalo bekerjasama dengan PII Cabang setempat dalam rangka merekrut Anggota PII dan menambah jumlah Insinyur Profesional Indonesia.

 

(8) Foto Bersama

Salam Insinyur, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat

 

Pengukuhan dan Rapat Kerja BK Sipil Periode 2016-2019

Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) menyelenggarakan Pengukuhan dan Rapat Kerja untuk kepengurusan Periode 2016-2019 yang diadakan di Gedung G Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum Jalan Pattimura Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh lebih dari dua puluh pengurus di mana mereka adalah para professional yang bekerja di berbagai bidang dan sektor seperti pekerjaan umum, infrastruktur maritim, dan industri.

BS ledSekretaris Jenderal PII Pusat, Ir. Bachtiar Sirajuddin menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka acara ini. Beliau menyampaikan BK Sipil adalah Badan Kejuruan yang memiliki anggota terbanyak adalah lebih dari 50 persen dari anggota BK lain sekaligus diharapkan memberikan kontribusi siginifikan bagi kemajuan anggota BK Sipil khususnya dan PII pada umumnya. BK Sipil PII saat ini bekerjasama dengan Perguruan Tinggi diharapkan mampu menelurkan kurikulum baru terkait Program Profesi Insinyur (PPI) prodi ketekniksipilan yang akan segera digelar tahun ini oleh Perguruan Tinggi yang ditunjuk oleh kementerian Ristek dan Dikti.

HD ledRapat Kerja kali ini juga membahas tentang UU No. 11 Tahun 2014 yang fokusnya adalah mendorong Pemerintah untuk segera mengeluarkan turunan peraturan dari UU ini seperti Perpres tentang Dewan Insinyur dan Peraturan Pemerintah terkait penjabaran petunjuk pelaksanaan dari UU ini. Bagaimana mengharmonisasikan antara UU No. 18 Tahun 1999 yang sementara dalam tahap revisi oleh DPR dan UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran ini.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Ketua Umum PII, Dr. Ir. Hermanto Dardak yang pada Rapat Kerja ini menyampaikan bahwa era keinsinyuran sudah datang dan diharapkan para Insinyur sesuai amanah UU untuk bisa berpraktek dan bertanggung jawab penuh pada setiap produk atau hasil kerja keinsinyuran agar memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Untuk mendapatkan STRI para Insinyur harus lulus Uji Kompetensi Insinyur dan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Insinyur (SKI). SKI yang oleh luar negeri dikenal dengan istilah Professional Engineer certificate. Sertifikasi Insinyur Profesional PII pun sebelumnya sudah mendapatkan pengakuan internasional setara ASEAN dan ASIA Pasifik.

Foto bersaaIr. Bambang Goeritno Ketua BK Sipil terpilih menyampaikan bahwa untuk bisa bekerja dalam satu tim para pengurus yang baru diharapkan saling mengenal satu sama lain agar nantinya tercipta iklim kerja yang kondusif untuk bisa menjalankan program kerja BK Sipil PII. Salah satu program kerja utama yaitu program sertifikasi bagi Insinyur Sipil harus terus digiatkan, memperbanyak sidang majelis penilai untuk mencetak Insinyur-Insinyur Profesional dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya Insinyur untuk proyek-proyek Infrastruktur yang dicanangkan oleh Pemerintah.

 

Pengukuhan dan Rapat Kerja ini ditutup dengan foto bersama para Pengurus BK Sipil PII bersama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PII Pusat.

Bravo Insinyur Sipil Indonesia.

Reportase oleh: Ir. Habibie Razak – Wakil Ketua Bid. Hukum dan Advokasi BKS PII

PII Cabang Makassar dan Bone Menambah Jumlah Anggota PII melalui P3I, 27 – 29 Mei 2016

Kegiatan Program Pembinaan Profesi Insinyur berturut-turut diadakan secara massif dan sporadis di wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Adalah PII Cabang Makassar berhasil merekrut lebih dari 100 Anggota PII di dua kelas yakni kelas Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan kelas Umum Hotel Clarion yang dilaksanakan mulai Tanggal 27 sampai dengan 29 Mei 2016. Sekretaris PII Cabang Makassar melaporkan bahwa kelas UMI menghadirkan lebih dari 40 peserta yang didominasi oleh staff tenaga pengajar dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik. Tanggal 29 Mei 2016 bertepatan Hari Minggu, PII Cabang Bone tidak ketinggalan menyumbangkan anggota baru PII lebih dari 40 nama yang didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha konstruksi yang bekerja di Kabupaten ini.

Ngadiyanto Program Pembinaan Profesi Insinyur selain tujuannya untuk merekrut anggota PII tapi juga mengawal para anggota baru ini untuk segera menyelesaikan sertifikasi Insinyur Profesional paling lambat 3 tahun setelah UU No. 11 Tahun 2014 dikeluarkan. Ketentuan peralihan butir B menyatakan bahwa: “Setiap Insinyur, sarjana teknik, sarjana teknik terapan yang telah tersertifikasi dinyatakan sebagai Insinyur teregistrasi dan harus menyesuaikannya dengan Undang-Undang ini paling lambat 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan”.

MSP background TNPPPI kelas UMI, kelas umum bertempat di Hotel Clarion dan juga kelas Bone menghadirkan beberapa Instruktur antara lain: Ir. Sapri Pamulu, PhD tentang Hukum dan Advokasi Insinyur, Prof. Ir. Saleh Pallu membawakan Etika Profesi, Ir. Habibie Razak membawakan materi sertifikasi keinsinyuran Internasional, Ir. Ngadiyanto membawakan materi sosialisasi UU Keinsinyuran dan profil Organisasi Profesi, materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dibawakan oleh Ir. Isradi Zainal. Workshop tata cara pengisian FAIP menghadirkan kolaborasi apik Dr. Ir. Rusman, Ir. Taufik Nur dan Ir. Oesman Reza. Peserta pada sesi workshop ini diharapkan melakukan pengisian FAIP langsung dari laptop masing-masing.

TN vs SubhanSertifikasi Keinsinyuran Internasional yang dipaparkan oleh Habibie terdiri dari ASEAN Engineer, ASEAN Chartered Professional Engineer dan APEC Engineer. Habibie menjelaskan latar belakang lahirnya ketiga sertifikasi ini dan syarat-syarat mendapatkannya. Ketiga sertifikasi ini mensyaratkan professional engineer Indonesia minimum tersertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan memiliki pengalaman minimum 7 tahun di dunia keinsinyuran dan 2 tahun in-charge significant position. Materi ini banyak mengundang pertanyaan dari peserta dan memperlihatkan betapa kuatnya animo mereka mengikuti program sertifikasi tingkat internasional ini.

OR okPenutupan acara PPPI kelas Umum di Hotel Clarion kali ini mengundang decak kagum dari pesertanya karena salah satu peserta teridentifikasi berulang tahun hari itu dan Pengurus PII Cabang Makassar segera berinisiasi merayakan ulang tahun Saudara Ir. Nur Taufik atau biasa dikenal dengan panggilan Labank, alumni Fakultas Teknik perkapalan Universitas Hasanuddin.

Acara ditutup dengan foto bersama antara pengurus, panitia dan peserta PPPI ini.

 

Ultah dan Foto Bersama

Untuk kelas PPPI Bone, Ir. Ngadiyanto bersama Ir. Sapri dan Ir. Subhan harus menempuh perjalanan selama 5 Jam dari Makassar ke Watampone di mana kegiatannya dilaksanakan di Hotel Novena, salah satu hotel berbintang dua di kota Watampone.

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas PII Pusat

 

 

 

Wujud Sinergi PII Kalimantan Timur dan IKATEK Unhas melalui PPPI Balikpapan, 21 Mei 2016

PII Wilayah Kalimantan Timur di bawah arahan Ir. Isradi Zainal, IPM untuk ketiga kalinya mengadakan Program Pembinaan Profesi Insinyur yang kali ini melahirkan 40 Anggota baru PII dari berbagai instansi dan perusahaan yang beroperasi di Propinsi Kaltim ini. Terlihat beberapa dari mereka adalah para tenaga pengajar dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman termasuk Dekannya Ir. Dahlan Balfas.

(1) Rudianto HandojoSekretaris PII Wilayah Kaltim Ir. Mustamin juga mengajak beberapa teman seprofesi Beliau yang bekerja di salah satu perusahaan minyak terkemuka yang beroperasi di pesisir pantai tidak jauh dari kota Balikpapan. Beliau menyampaikan bahwa sertifikasi Insinyur adalah suatu keharusan yang harus dilaksanakan sesuai amanah UU No. 11 Tahun 2014.

 

 

 

(2) HR1Bapak Ir. Rudianto Handojo Direktur Eksekutif PII memimpin tim instruktur dari PII Pusat terdiri dari Ir. Sapri Pamulu, Ph.D dan Ir. Habibie Razak. Mereka bertiga untuk kesekian kalinya diberi mandat mengawal pelaksanaan kegiatan PPPI ini yang merupakan kerjasama antara Persatuan Insinyur Indonesia dan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UH). Ir. Rudianto dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta bahwa Indonesia saat ini krisis Insinyur dan diharapkan para Anggota PII segera menyelesaikan sertifikasi Insinyur Profesional agar mereka bisa mengisi posisi-posisi strategis pada proyek-proyek infrastruktur terkait logistik dan energi di Indonesia.

(3) SP1 (1)Materi Etika dan Hukum Insinyur seperti biasa dibawakan oleh Ir. Sapri Pamulu, Ph.D yang juga adalah Dewan Pembina Ikatan Alumni Teknik Unhas menyampaikan bahwa Insinyur Profesional atau yang dalam UU No. 11 Tahun 2014 ini adalah Insinyur yang memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) akan dilindungi oleh Professional Indemnity Insurance setara sistem asuransi Internasional. Upaya ini sementara digodok oleh Komite Advokasi Insinyur di bawah koordinasi Ir. Sarwono HardjoMuljadi yang juga adalah Direktur Himpunan Ahli Kontrak Konstruksi Indonesia (HAKKI).

(4) IZ K3Habibie Razak dalam paparannya memasukkan beberapa slides tentang program Jokowi-JK di dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5-7 persen per Tahun dengan menargetkan pembangunan infrastruktur prioritas di bawah koordinasi Komite Percepatan Penyediaan Insfrastruktur Prioritas (KPPIP). Ir. Triharyo Soesilo adalah Project Director di bawah KPPIP memberikan daftar Proyek Insfrastruktur Prioritas yang harus segera diselesaikan tahun ini. Proyek-proyek yang masuk di daftar ini antara lain: proyek PLTU 2×1000 MW Batang Jawa Tengah, Makassar – Parepare Railway, Sumatera 500 KV Transmission Line, Tuban Refinery, Mine-Mouth Power Plant Sumsel 8, 9, 10, Trans-Sumatera Toll Road dan banyak lagi. Pertanyaan: “Insinyur Indonesia apakah hanya akan menjadi penonton saja atau menjadi bagian dari suksesnya proyek-proyek ini?”

(5) SubhanWorksop pengisian Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dipresentasekan oleh duet Ir. Subhan Mustari dan Ir. Taufik Nur yang keduanya adalah Pengurus PII Cabang Makassar. Penutupan acara PPPI oleh Ir. Isradi Zainal yang juga membawakan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

 

 

(6) TN

Pihak PII Pusat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak pelaksana kegiatan ini. Ir. Abdul Rahman yang biasa dipanggil Atoel bersama timnya berhasil melaksanakan acara ini sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan ini. Acara ditutup dengan foto bersama para peserta, instruktur, panitia, pengurus IKATEK UH dan PII.

 

 

Atoel(7) Foto Bersama

 

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Persatuan Insinyur Indonesia Pusat