Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

Kunjungan Kedua ke Lampung untuk Renewable Energy Project Initiatives, 19 Desember 2016

Kunjungan kedua kalinya ke Lampung memberikan wawasan lebih mendalam tentang propinsi ini baik dari segi kekayaaan alam maupun kondisi sosio kultural masyarakat di Propinsi ini. Hari Senin, 19 Desember, Pesawat yang semestinya take-off Pukul 07.00 pagi mengalami keterlambatan hingga Pukul 09.00 sehingga anggota tim proyek yang sudah lebih duluan tiba menggunakan pesawat berbeda harus menunggu selama 1 jam.

Perjalanan menuju lokasi proyek dari Bandar Udara Raden Inten II memakan waktu kurang lebih dua setengah jam menggunakan kendaraan darat. Inisiasi proyek ini terkait potensi proyek Energi Terbaharukan di propinsi ini. sebagaimana diketahui bersama bahwa renewable energy project seperti wind, minihydro, hydro, solar PV, biomass, biogas dan lainnya menjadi opsi yang menarik baik dari sisi komersil maupun dalam rangka usaha mengurangi CO2 emission.


Setelah kurang lebih dua jam di lapangan, tim proyek kembali menuju Bandar Lampung untuk mengejar jadwal pesawat balik ke Jakarta. Di bandara, saya bertemu salah seorang senior saya yang bekerja sebagai Direktur di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di Angkutan Sungai dan Pesisir. Senang rasanya punya banyak kawan, di mana pun saya berada di akan selalu ketemu kawan.

 

Kursus EPC Contract and Project Management, Persatuan Insinyur Indonesia, 17 Desember 2016

Kali pertama Persatuan Insinyur Indonesia, Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) mengadakan kursus Kontrak dan Manajemen Proyek Engineering, Procurement & Construction pada Hari Sabtu, 17 Desember 2016. Kursus ini dihadiri lebih dari 20 peserta dari beberapa perusahaan ternama seperti PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Lautan Luas Tbk dan PT Mitra Daya Kencana.

Ir. Tjipto Kusumo, IPM selaku Ketua Badan Pelaksana PKB ini menargetkan kegiatan sejenis dilakukan setidaknya sekali dalam sebulan mencakup beberapa topik di antaranya EPC, Value Engineering dan lainnya. Ke depan Insinyur Profesional diwajibkan mengikuti PKB atau Continuing Professional Development (CPD) sebagai syarat untuk memperpanjang sertifikasi Insinyur Profesional yang juga memang sudah disebutkan dengan sangat jelas pada UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Materi EPC yang menghadirkan Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Eng. sebagai Instruktur membagi presentasenya ke dalam beberapa modul antara lain:

 

 

  • Project Management Responsibilities
  • EPC Contract
  • EPC Proposal
  • Insurance & Tax
  • Procurement & Subcontracting
  • Construction Project Delivery System

Peserta diharapkan memahami perbedaan mendasar antara kontrak EPC dan kontrak lainnya. Karakteristik kontrak dan proyek EPC antara lain:

 

 

 

 

  • Single Entity Responsible For Both Design & Construction
  • Design Builder Can Be General Contractor, Specialty Contractor, Designer, Developer, Or Other
  • Specialty Contractors Are Selected By Price, Qualifications, Or A Combination Of The Two
  • Specialty Contractors Contract Directly With Design Builder
  • Contract Can Be Fixed Price, Unit Price, Cost Plus A Fee, Or Combination.

Kursus sehari ini cukup interaktif menghadirkan banyak pertanyaan dari peserta tentang kontrak dan manajemen proyek EPC. Salah satu pertanyaan yang terekam pada kursus kali ini adalah change order yang diakibatkan oleh lack of planning oleh client pada saat mendevelop proyek. Fase pre-project planning oleh Client sangatlah penting untuk berusaha meminimalisir sekecil mungkin change order pada saat EPC execution. Zero change order means Clients have done project staging properly and in a good manner.

Bravo Persatuan Insinyur Indonesia, sukses buat para EPC Practitioner Indonesia.

 

 

 

Renewable Energy Conference (RE4I), Hotel Pulman, 7-8 Desember 2016

Renewable energy menjadi alternative energy buat dunia saat ini tak terkecuali Indonesia semenjak investasi di sektor energi ini bukan hanya karena clean energy buat masyarakat bumi tapi investasinya menjadi lebih atraktif dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin mutakhir. Konferensi yang diadakan pada Tanggal 7-8 Desember 2016 di Hotel Pulman memberikan wawasan dan pemahaman yang sangat luas dan mendalam tentang energi terbaharukan baik dari sisi teknis maupun komersil.

Konferensi yang diorganize oleh salah satu conference provider dari Malaysia mendapat dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Konferensi dibuka secara resmi oleh Bapak Ignasius Jonan – Menteri ESDM yang juga sebelumnya memberikan pidato pembukaan di acara ini. Perwakilan dari KADIN Bapak Ahmad Kalla juga memaparkan program KADIN terkait renewable energy campaign di Indonesia. Bapak Rida Mulyani, Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM juga tidak ketinggalan tampil memberikan kata sambutan.

Konferensi yang didesain selama dua hari menghadirkan lebih dari 100 peserta terdiri dari para pelaku Renewable Energy seperti konsultan, EPC Contractor, IPP Developer, Researcher, Financing Institution and Advisors dari seluruh penjuru dunia. Indonesia menjadi fokus sentral mereka di Asia saat ini di mana hampir semua potensi energi terbaharukan secara teknis dan komersil memungkinkan dilakukan di Indonesia. Potensi itu antara lain Hydro and Minihydro, Solar, Wind, Biomass dan Geothermal. Peserta konferensi disuguhkan various sub-events seperti networking luncheon atau sekedar diskusi selama coffee time memberikan peluang buat para pelaku bisnis setidaknya saling bertukar kartu nama.

Saya diminta mewakili perusahaan saya untuk menjadi delegasi di acara ini dan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih dalam tentang renewable energy projects yang lagi dalam tahap pengembangan dan ekesekusi di Indonesia dan seluruh dunia. Tentunya event seperti ini memberikan kesempatan besar buat saya memperkenalkan perusahaan dan profil saya sebagai practitioner di sektor energi. Skema investasi bisnis juga diperkenalkan di konferensi ini dan juga tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pihak developer terkait perijinan dan pembebasan lahan.

Salah satu perwakilan dari group kami juga diberi kesempatan memberikan presentase tentang Utility-Scale Solar PV Development in Indonesia. Indeed, konferensi atau event sejenis memberikan wider-exposure kepada para pelaku bisnis untuk memperkenalkan bisnis mereka dalam rangka mendapatkan dukungan dari pihak regulator dalam hal ini pemerintah, pemberi pinjaman (financer), equity partner, konsultan dan EPC Contractor di sektor renewable energy ini.

Renewable Energy for Indonesia (RE4I), semoga sukses sesuai cita-cita bersama.


 

Instruktur pada Kursus Kontrak EPC dan PPA, 24 November 2016

Indonesia saat ini lagi gesit-gesitnya membangun infrastruktur nasional baik itu infrastruktur energi maupun infrastruktur logistik. Pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa pihak pelaksana konstruksi infrastruktur diharapkan bisa lebih perform di dalam mendeliver produk yang diharapkan sesuai dengan target biaya, kualitas dan waktu. Adalah model kontrak EPC yang kebanyakan digunakan pada proyek-proyek besar dan high risk saat ini termasuk pembangunan pembangkit listrik 35 Ribu MW.

presentase

Skema kontrak yang dijalankan oleh PLN adalah model Engineering, Procurement and Construction di mana pihak kontraktor bertanggung jawab membangun infrastruktur pembangkit dimulai dari tahap desain, pengadaan, instalasi dan konstruksi sampai pada jaminan pengoperasiannya (performance guarantee). Pada kursus ini peserta diharapkan bisa memahami esensi dari kontrak EPC, karakteristiknya dan benefit yang diberikan baik untuk client maupun pihak kontraktornya. Instruktur memberikan pemaparan detail tentang tanggung jawab manajemen proyek, cara pembuatan proposal EPC dan aspek legal, insurance, finance, and tax suatu kontrak EPC.

saat-tertawa

Sesi siang hari dilanjutkan dengan Power Purchase Agreement (PPA) contract pada proyek pembangkit listrik di mana yang melakukan kesepakatan adalah antara pihak PLN sebagai pembeli listrik dan pihak Independent Power Producer (IPP) sebagai penyedia listrik. Pada sesi PPA, peserta diberikan pemahaman tentang gambaran PPA secara umum seperti skema PPA, PPA timeline termasuk isi dari PPA ini. Perhitungan struktur tariff pada saat tender IPP juga dijelaskan pada kursus ini termasuk daftar permitting dan licensing yang harus dipenuhi oleh IPP developer untuk membangun dan mengoperasikan suatu pembangkit.

foto-bersama

Sampai juga di sesi selanjutnya.

 

Konferensi Federasi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara (CAFEO34), Palawan Pilipina, 21 – 24 November 2016

Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara kembali dilaksanakan di penghujung Tahun 2016 dan kali ini giliran Philippine Technological Council (PTC) sebagai tuan rumah kegiatan yang diselenggarakan di Palawan, Pilipina. Konferensi berlangsung mulai Tanggal 21 – 24 November 2016 menghadirkan lebih dari 1000 peserta dari 10 Negara di Asia Tenggara termasuk Jepang, Hong Kong dan Taiwan.

cafeo-openingCAFEO ke-34 yang berlokasi tepatnya di Hotel Citystate Asturias terdiri dari beberapa rangkaian acara pada hari pertama antara lain: Energy Networking Group session, Environmental Working Group with FEIAP, Sustainable Cities Working Group, sesi Disaster Preparadness Working Group dan beberapa sesi group lainnya. Kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan AFEO Welcoming Dinner pada malam harinya.

hermantos-speechHari kedua sesi pagi hari di mana official opening CAFEO ke-34 kali ini menghadirkan beberapa open speech dari Organizing Committee dan pengurus PTC. Sesi dilanjutkan dengan Country Report menghadirkan masing-masing Presiden dari Organisasi Keinsinyuran setiap Negara ASEAN termasuk Indonesia yang dipresentasekan langsung oleh Dr. Ir. Hermanto Dardak, Msc, IPU. Beliau dalam laporannya mempresentasekan kondisi terkini negara Indonesia saat ini dari sisi pertumbuhan ekonomi termasuk pendapatan per kapita masyarakat Indonesia dan juga pemaparan tentang program infrastruktur energi dan logistik di Indonesia yang akan menyerap biaya lebih dari 5000 Trilyun sampai dengan Tahun 2040.

foto-bersamaSesi siang hari kedua terdiri dari technical paper sessions, YEAFEO Country Report, WE-AFEO Country Report dan AER meeting. Sesi technical paper menghadirkan para presenter dari Indonesia pada CAFEO kali ini berhasil meluluskan setidaknya enam (6) paper. Paper presenter itu antara lain: Chani Pradasara dengan topik berjudul “Utilization of Waste Green Mussels (Perna Viridis) as Adsorbents in Acid Mine Water to Reduce Negative Impact of the Environment”, Ir. Eri Yulius Elvys dengan judul “Production Capability Enhancement of Conventional Machine by Retrofit to CNC System Method”, Ir. Asep Suharto dan Ir. Zainuddin, MM., IPM dengan judul “Cast Iron Welding by Cold Welding Method on Full-Vane Compressor Housing at CM Utilities Department PT Vale Indonesia, Ir. Asrul Gani Gaffar dengan judul “Energy Billing System as a Solution to Energy Management at Utilities Department PT Vale Indonesia Tbk”

image_20161128_131010

with-pii-mks

luwu-timur-technical-presenterHari ketiga sesi pagi melanjutkan sesi technical paper, business networking session dan beberapa group meeting session lainnya. Malam harinya, dilanjutkan dengan malam penutupan CAFEO34 sekaligus penganugerahan Honorary and ASEAN Engineering Achievement Awards 2016. Terlihat beberapa Insinyur dari Indonesia yang hadir yang berhasil meraih award di tingkat ASEAN ini antara lain: Ir. Djoko Winarno – CEO PT Cipta Energy Lestari, Ir. Unggul Cariawan – Chairman Supervisory Board of Jasa Marga Pension Fund dan Ir. Siti Wahyuna Bintari, CEO PT Citra Buana Selaras ketiganya meraih ASEAN Honorary Fellow Awards. Sedangkan Ir. Abdus Somad Arief, Director of Telecommunication Unit, PT Telkom Indonesia, Prof. Dr. Ir. H. M. Saleh Pallu, M. Eng, Rector of Universitas Bosowa juga Mantan Ketua PII Sulawesi Selatan dan Prof. Dr. Ir. Rizal Z. Tamin – Wakil Ketua Badan Pelaksana Program Insinyur Profesional ketiganya meraih AFEO Honorary Membership Awards.

prof-salehTahun ini, Ir. Zakir Sabara dan Ir. Taufik Nur juga berhasil meraih dua medali ASEAN Engineer Register adalah sertifikasi Insinyur tingkat ASEAN yang dikeluarkan oleh AFEO.

Malam penutupan CAFEO kali ini kontingen Indonesia mengenakan kostum tradisional adat daerah masing-masing membuktikan bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai jenis suku dan budaya yang berbeda-beda tetapi tetap satu yakni Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Reportase: Ir. Habibie Razak, ASEAN Engineer, ACPE – Sekretaris Distribusi Gas juga menghadiri CAFEO 34 sebagai Indonesian AFEO Delegate.

taufik-zakir

Menghadiri Undangan Panitia Pembinaan Mahasiswa Sipil (PMS) HMS FTUH, 13 Nopember 2016

Hari Ahad, 13 November 2016, saya diminta menghadiri Pembinaan Mahasiswa Sipil oleh Ketua Panitia, Ashar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Pembinaan Mahasiswa Sipil (PMS) ini adalah rangkaian prosesi pengkaderan mahasiswa(i) baru yang merupakan syarat menjadi Anggota Baru Himpunan Mahasiswa Sipil FT-UH. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Kampus Gowa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

img20161113130745

Saya diberikan kesempatan membawakan materi tentang “Innovative and Environmental Friendly Technology Applications in these last Two Decades“. Sesi dua jam ini memaparkan beberapa aplikasi teknologi inovatif yang lebih efisien secara biaya dan lebih ramah lingkungan. Ada beberapa dasar pemikiran mengapa kita harus beralih ke teknologi yang lebih efektif, efisien dan ramah lingkungan antara lain:

  • Moving to new era, more environmental focus; greenhouse gas reduction
  • More efficient and effective technology
  • Creative and innovative approach required to deliver the projects on time, on schedule, on budget and safely.

img_20161113_163806

Aplikasi teknologi yang dipaparkan antara lain:  Bus Rapid Transit (BRT), MRT Subway Construction, Onshore and Offshore Wind Power, Onshore and Floating Solar PV dan LNG Infrastructures. Saya memberikan salah satu contoh proyek BRT di Sunway Kuala Lumpur, Malaysia di mana Bus yang digunakan bertenaga listrik terdiri dari beberapa unit dan dibuatkan dedicated elevated track line sepanjang 5 Km atau lebih yang terdiri dari beberapa stasiun persinggahan. Hal yang menarik di sini jalur busway dibuatkan jalan khusus di atas jalan publik sehingga mereka memiliki ruang sendiri untuk melayani penumpang yang akan berpindah ke stasiun selanjutnya seperti MRT station. Kuala Lumpur dan kota-kota penopang di sekitarnya sudah terkoneksi dan terintegrasi oleh public transportation yang nyaman dan terjangkau.

img20161113130714

Aplikasi teknologi kedua adalah MRT Subway Construction, di mana untuk konstruksi terowongan atau bawah tanah saat ini sudah menggunakan teknologi Tunnel Boring Machine (TBM) yang dulunya menggunakan teknologi drill and blast.  The earth pressure Balanced (EPB) dan slurry tunneling machine (STM) adalah dua tipe TBM yang digunakan di dunia saat ini.

Aplikasi teknologi ketiga yakni offshore and onshore wind power. Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ini sudah banyak dibangun di Eropa seperti di Belgia, Perancis dan Belanda. Kelebihan dari teknologi ini adalah memanfaatkan potensi angin lepas pantai untuk menghasilkan tenaga listrik berkapasitas besar. Pertimbangan PLTB dibangun di lepas pantai juga dikarenakan ketidaktersediaan lahan di daratan di negara-negara Eropa saat ini.

img_20161113_163745

Aplikasi teknologi keempat yakni Solar PV. Teknologi ini diaplikasikan untuk menghasilkan listrik dari radiasi sinar matahari di mana panel PV ini memiliki kemampuan menyerap panas secara optimal. Model pembangkit seperti ini juga sudah banyak diimplementasikan di luar negeri saat ini. Bahkan di Malaysia, konsep  melokasikan solar PV panel mengapung di atas storage atau reservoir besar seperti danau yang merupakan fasilitas milik perusahaan air bersih yang mendistribusikan air ke bandara KLIA Malaysia. Mereka menjelaskan bahwa investasi Floating Solar PV jauh lebih besar dari Onshore Solar PV karena adanya biaya mooring system, floating device and submersible cable yang cukup mahal. Proyek ini didesain untuk kapasitas 108 KWp namun so far belum memenuhi target kapasitas yang direncanakan. Bagaimana pun juga, konsep ini ke depan akan memberikan investasi yang lebih murah seiring dengan penemuan-penemuan teknologi yang lebih murah secara investasi.

img20161113143042

Aplikasi teknologi kelima adalah infrastruktur LNG mulai dari sisi upstream di mana gas diambil dari sumur gas, dicairkan sampai pada sisi downstream di mana gas didistribusikan untuk bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar kendaraan, industri dan city gas (rumah tangga).

 

Benefits of LNG and Its floating Application antara lain:

  • Reduction on fuel cost
  • Environmental friendly
  • Utilize offshore and moving away from onshore traditional approach (land acquisition issues, long permitting and licensing process).

Kesimpulan dan rekomendasi dari pemaparan ini antara lain:

  • More efforts to develop the advanced technology to be more economic for investment, safely and environmental friendly; research intensive.
  • Establish renewable, chemical and petroleum program study in Hasanuddin University to cope the need of KTI development
  • Engineers are part of Indonesian infrastructure development; make sure they are in the right path.

Sesi tanya jawab berlangsung  sangat dinamis dan interaktif antara pembicara dan peserta. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah bagaimana memelihara gairah untuk bekerja pada bidang keinsinyuran dan menjadi Insinyur sukses di dunianya. Saya menyampaikan bahwa mahasiswa selama di kampus diharapkan mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat baik dalam hal pengembangan kompetensi teknis dan kompetensi perilaku.

img20161113151152

Jurnalis Majalah Reaksi, Suarna Gani dan timnya meminta waktu untuk sesi interview perihal kondisi pembangunan infrastruktur di Kampus Gowa dan rencana pengembangan kampus Gowa termasuk penambahan beberapa program studi seperti perminyakan, renewable energy dan teknik kimia.

img20161113151143

Bravo Himpunan Mahasiswa Sipil, sukses buat kita semua.

 

 

 

Short Trip to Kuala Lumpur, 13-14 October 2016

Malaysia kini menjadi fokus regional trip semenjak negara tetangga ini tidak hanya menjadi salah satu pusat pertumbuhan di Asia Tenggara tapi buatku, Malaysia adalah tempat bermain dan berinteraksi dengan Insinyur-insinyur di sana. Adalah the Institution of Engineers, Malaysia merupakan organisasi profesi Insinyur yang sangat reputable di kawasan Asia Tenggara dan saya sebagai pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) banyak mendapatkan informasi tentang program-program pembinaan yang dilakukan IEM selama ini.

grand-dorsett-hotel

Hari kamis malam Tanggal 13 Oktober 2016, saya dan direktur perusahaanku saat ini berangkat ke KL untuk menghadiri beberapa business meeting termasuk bertemu business partner di sana untuk beberapa prospek proyek sektor energi. Kami menginap di Dorsett Grand Subang, area Subang Jaya sekitar sejam dari downtown of Kuala Lumpur.

Keesokan paginya kami berangkat menuju Bandar Sunway, Pusat Dagang Setia Jaya, Petaling Jaya untuk mengunjungi salah satu business partner kami di sana dan setelah itu balik lagi ke Hotel Dorsett Grand bertemu dengan salah seorang teman setia dari IEM Mechanical Engineering Technical Division. One full day on Friday dan akhirnya sore Pukul 18.00 kami bergegas kembali ke KLIA-1 untuk berangkat balik ke Jakarta menggunakan maskapai penerbangan yang sama, Malaysia Airlines.

pura-indah-lounge

Selama di airport kami menghabiskan waktu di MAS Lounge menunggu penerbangan MH0727 menuju Jakarta. Trip kali ini saya mendapatkan business class seat bersama direktur saya. Lumayanlah menikmati dua jam perjalanan pulang pergi Jakarta Malaysia. It was a very short trip but it was still decent one.

 

 

 

return-ticket

 

 

Trainer EPC Contract Workshop, 13 Oktober 2016

Kesekian kalinya undangan menjadi trainer maupun instruktur di tahun 2016 ini. Kali ini, EMLI Training kembali mengadakan 2 Days Training on EPC Workshop. Training ini mengcover tentang semua aspek legal dan komersil kontrak Engineering, Procurement and Construction.

photo-menjelaskan-gaya-silat

Sesi siang hari kedua saya membawakan materi lebih kepada profesi saya sebagai pelaku EPC di sisi kontraktornya. Materi berlangsung selama tiga jam mulai dari Pukul 11.00 hingga 12.15 kemudian dilanjutkan lagi pada Pukul 13.15 hingga Pukul 15.00. Beberapa fokus pembahasan training kali ini antara lain apa saja yang mesti diperhatikan oleh Kontraktor EPC pada saat mendapatkan Invitation to Bid (ITB) dari Project Owner/Client. Keputusan untuk GO or NO GO dan BID or NO BID for the project ditentukan oleh beberapa faktor antara lain:

 

  • Who is the Client? Strategic or Core Clients?
  • Focus Countries?
  • Highly Profitable Projects or low profit?
  • The scope of the project?
  • Client Budget
  • Schedule
  • Resources Available
  • Commercial Terms
  • Who are the Competitors?
  • What is the Pursuit Cost?

kotik-kantong

Pertimbangan-pertimbangan di atas akan dievaluasi di tingkat high level management berdasarkan informasi yang diberikan oleh proposal team yang terdiri dari sales & business development, project manager, proposal manager dan anggota tim. Aspek komersial dan legal selain technical issues juga menjadi concerns yang signifikan mempengaruhi keputusan untuk berpartisipasi pada tender EPC. Aspek komersial ini antara lain aspek legal, insurance, financing, tax dan lainnya. Inilah mengapa project manager dan proposal manager di dalam membuat  proposal harus disupport oleh berbagai profesi memastikan ITB document dipelajari dengan seksama. Tim proposal bisa terdiri dari:

  • Project Design Engineers
  • Engineering
  • Procurement & Logistics
  • Project Controls
  • Project Management
  • Technical Management termasuk Chief Engineers berbagai disiplin
  • Legal
  • Insurance
  • Proposal Team yang terdiri dari Estimator, Proposal Manager dan Admin Staff.

foto-bersama

Training kali dihadiri oleh 7 peserta dari berbagai perusahaan antara lain Wijaya Karya, Reka Patria dan lainnya.

 

 

Narasumber pada Workshop PKB Bina Konstruksi Kementerian PU, 4 Oktober 2016

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum kembali mengadakan workshop Program Pengembangan Keprofesionalan (PKB) untuk dua kelas yaitu Geoteknik dan Teknik Lingkungan Tanggal 3 dan 4 Oktober 2016. Workshop ini dihadiri lebih dari 60 Insinyur seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini saya diundang mewakili Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membawakan materi “Permasalahan dan Solusi Lingkungan pada Proyek LNG Plant”.

title-of-the-presentation

Materi yang saya sampaikan terdiri dari beberapa pokok bahasan antara lain: faktor-faktor yang harus diperhatikan dari sisi aspek lingkungan pada saat akan menginisiasi proyek pembangunan LNG Plant. Faktor-faktor itu antara lain:

 

  • The project site location (topography, hydrology, geotechnical, site ambient condition, area required, social condition, biological condition, etc.)
  • Air emissions associated with process equipment
  • Handling and storage of chemicals and liquids at the site to prevent adverse impacts to ground water
  • LNG management from LNG liquefaction plant, transportation down to customer side.

img_20161004_112208

Sedangkan limit atau ambang batas emisi diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk NOx, SO2, H2S dan partikulat harus dipenuhi oleh LNG Plant Developer pada saat mengurus UKL/UPL maupun AMDAL. Untuk proyek LNG Plant minimal kapasitas 550 MMSCFD membutuhkan AMDAL dan apabila di bawah kapasitas itu biasanya hanya membutuhkan UKL/UPL. Bagaimana pun juga ada faktor lain yang mengatur tentang kedua ijin lingkungan ini yaitu Permen No. 13 Tahun 2010 tentang UKL/UPL dan Permen LH No.5 Tahun 2012 tentang AMDAL.

img-20161004-wa0024

Pada suatu studi lingkungan, konsultan lingkungan yang bekerja untuk project developer harus bisa mengidentifikasi issues and potential impacts yang bisa terjadi pada setiap aktifitas proyek, penentuan cara pengendalian atau mitigasinya, dan stakeholders mana yang bertanggung jawab (project developer, kontraktor EPC atau lainnya). Studi awal lingkungan atau biasa disebut preliminary environmental impact assessment juga wajib dilakukan apabila proyek ini meminta bantuan kepada the International Financing Institution seperti World Bank, ADB dan juga dari sindikasi Bank Lokal. Standard lingkungan yang dikeluarkan oleh IFC tadi lebih tinggi dibandingkan standard Indonesia yang mengatur project design and operations – including air quality standards, emission guidelines, effluent limits, noise standards, and hazardous and toxic waste management guidelines.

hr-menjawab

Berikut di bawah ini beberapa regulasi yang mengatur tentang water supply, water treatment dan waste water treatment di Indonnesia antara lain:

 

 

 

  • PERMENKES No. 416 Year 1990 regarding the Requirements and Monitoring of Quality of Water.
  • Regulation of Ministry of Environment No. 4 Year 2007 regarding Waste Water Standard on Oil & Gas and Geothermal.
  • Kep-112/MENLH/2003 regarding Standard for Domestic Waste-Water.
  • Kep-42/MENLH/10/1996 Decree of the State Minister for Environment; Waste Water Standard in Geothermal/Oil and Gas Activities.
  • Kep-51/MENLH/10/1995 Decree of the State Minister for Environment; Liquid Waste Standards for Industrial Activities.
  • BAPEDAL No. 1Year 1995 regarding B3 Waste Handling Requirement.
  • KEPMEN No. 115 Year 2003 regarding the Standard of Water Quality.

narasumber-slg-bicara

Bagaimana dengan pembangunan dan pengoperasian LNG Plant di atas air (terapung)? Diperlukan studi lingkungan secara komprehensif untuk mengidentifikasi potensi kerusakan lingkungan dan pengendaliannya sama halnya dengan di darat.

Salam Insinyur Indonesia.

certificate

 

 

 

 

 

 

Inspirative Talkshow Welcome 09 FTUH, 1 Oktober 2016

Hari Sabtu, 1 Oktober 2016, saya kembali diundang sebagai narasumber pada acara Talk Show yang diselenggarakan oleh Welcome 09 FTUH, salah satu unit khusus dari Lembaga Kemahasiswaan tingkat Fakultas SMFTUH yang berperan di dalam pengembangan kemampuan berbahasa Inggris dan kepemimpinan secara umum. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Gowa Fakultas Teknik Unhas. Kesempatan kali ini, Welcome 09 FTUH menghadirkan 3 narasumber antara lain: Bama Andika Putra, Rahmat Muallim dan Habibie Razak.

img-20161002-wa0068

President Welcome 09, Mirah Thamrin dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari talk show ini antara lain memberikan informasi kepada para mahasiswa oleh narasumber ke depan mereka akan menjadi apa dan rencana mempersiapkan karir mereka setelah Sarjana kelak. Para narasumber diminta untuk berbagi pengalaman mul-ai semenjak mahasiswa sampai saat sekarang dan cita-cita masa depan mereka kelak. Pada kesempatan yang sama, Bapak Ilham Alimuddin, advisor dari Welcome 09 menegaskan bahwa sesi talk show ini baiknya dimaksimalkan sebesar-besarnya untuk diskusi seputar pengembangan kompetensi mahasiswa calon penerus masa depan bangsa.

certificate-resized

Saya menyampaikan beberapa point penting pada Talk Show ini antara lain: Karir adalah suatu proses dan proses itu dimulai sejak kita berpredikat sebagai mahasiswa. Sangatlah penting menjadi mahasiswa yang bukan hanya mengikuti kelas belajar mengajar saja tapi lebih dari itu mereka diharapkan berpartisipasi di dalam pengembangan kompetensi perilaku (behavioral competency) yang bisa diasah melalui keterlibatan mereka pada aktifitas lembaga kemahasiswaan termasuk Welcome 09 ini. Saya menceritakan pengalaman saya selama menjadi mahasiswa terlibat di berbagai macam kegiatan lembaga kemahasiswaan antara lain: Pengurus HMS FT-UH, edaPenulis dan anggota redaksi di Surat Kabar Mahasiswa Channel 09 FTUH sampai menjadi pengurus di lembaga ekstra-kampus di kurun waktu 2000 – 2004.

podium-view

Kamus kompetensi Insinyur membagi kompetensi ke dalam dua jenis, technical competencies dan behavioral competencies. Technical competencies terdiri dari beberapa unit kompetensi antara lain: project management, time management, presentation skills, technical specialization, report writing and English.

peserta-view

Dengan berperan aktif menjadi ketua panitia kegiatan, ketua himpunan, koordinator divisi atau bahkan anggota divisi dalam suatu kepanitiaan saja kita sudah bisa belajar bagaimana mengelola suatu kegiatan yang tidak lain adalah implementasi dari manajemen proyek. Bagi kawan-kawan pengurus Welcome 09, mereka secara langsung mengasah kemampuan berbahasa Inggris mereka agar menjadi lebih baik lagi melalui English forum yang diadakan setiap bulan.

 

 

penyerahan-plakat

Jenis kompetensi kedua adalah behavioral competencies antara lain: achievement motivation, impact and influence, team work and cooperation, problem solving dan lainnya. Proses yang terjadi selama berorganisasi di kampus pun akan mampu mengasah kompetensi perilaku ini yang kelak akan menjadi modal utama untuk menjadi professional pada suatu perusahaan bahkan untuk mendirikan perusahaan sendiri kelak.

foto-bersama

Kesimpulan dan rekomendasi saya untuk para peserta antara lain:

 

 

 

 

  • Mahasiswa bukan hanya kuliah tapi juga networking (organisasi, get to know you seniors, dan aktif di social media event)
  • Kompetensi yang dibutuhkan (technical and behaviors)
  • Start to develop your career plan when you are still in the university
  • Bekerja pada bidang keahlian sebagai engineers dan follow career path till you are becoming professional engineer
  • Puncak karir seorang engineer adalah menjadi seorang Presiden, jadi silahkan bercita-cita lebih tinggi lagi dan rencanakan karirmu, eksekusi dengan benar dan tepat dan lihat Anda akan menjadi seperti apa di masa depan.Bravo Welcome 09 FTUH, sukses buat kita semua.

foto-dengan-plakat

Bagaimana menjadi professional engineer yang bekerja sebagai project manager? Saya secara konsisten di dunia saya sebagai Insinyur di mulai dari Tahun 2003 sampai saat ini. Career path saya mulai dari assistant/junior civil engineer kemudian dipromosikan ke posisi civil engineer. Setelah 7 tahun saya berpindah ke beberapa perusahaan untuk bisa naik ke posisi senior engineer dan project manager dan terakhir saya adalah sebagai senior project manager dan business developer. Bekerja di perusahaan Canada, Brazil, Australia, Amerika, Belgia-Perancis memberikan proses pembelajaran yang sangat berarti untuk bisa menapaki jenjang karir yang lebih tinggi lagi.