Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

Pelatihan Manajemen Rancang-Bangun Persatuan Insinyur Indonesia, 11 Februari 2017

Badan Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (BAPEL DIKLAT) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat di bawah koordinasi Ir. Tjipto Kusumo, IPM kembali mengadakan pelatihan Rancang-Bangun yang diiikuti lebih dari 20 peserta dari berbagai perusahaan ternama seperti Technip FMC, Rekayasa Engineering, AJB, Truba, Waskita dan beberapa perusahaan lainnya. Pelatihan ini menghadirkan Ir. Habibie Razak yang kedua kalinya diamanahkan menjadi instruktur dalam sesi berdurasi 8 jam ini.

Materi yang dicover dalam pelatihan kali ini tidak jauh berbeda dengan materi pelatihan di gelombang pertama yakni fundamental manajemen proyek, manajemen proposal pada penyiapan tender EPC, perpajakan dan asuransi pada proyek EPC, pengenalan sistem pengadaan barang dan jasa dan manajemen konstruksi pada proyek EPC. Peserta yang mayoritas berasal dari perusahaan engineering terkemuka ini banyak memberikan tanggapan dan setidaknya berbagi pengalaman pada proyek-proyek EPC atau rancang-bangun yang pernah mereka lakukan di Indonesia maupun di luar negeri.

Bapak Suratno, salah satu peserta menstress bagaimana lessons learnt sangat penting dilakukan di setiap fase project close out di mana project manager dituntut membuat semacam laporan tentang tantangan atau kendala-kendala signifikan yang dia hadapi selama proyek yang akan dijadikan sebagai bahan pembelajaran apabila perusahaan itu mendapatkan proyek serupa di masa depan nantinya.

Peserta yang hadir kali ini adalah beberapa sahabat professional seperti Ir. Imam Saleh PT Waskita Precast, Ir. Irwansyah Rosneng, IPP PT Truba Jaya, Bapak Ir. Rizal Kasli, IPM Direktur PT AJB Coal Mining dan beberapa sobat seperjuangan lainnya. Acara kali ditutup oleh Bapak Ruli, staff Sertifikasi PII dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan foto bersama antara peserta, panitia dan instruktur.

Reportase: Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Distribusi Gas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat


 

 

Trip to Bangkok for Business Development Meeting, 7 – 9 February 2017

Penerbangan menuju Bangkok via Garuda Indonesia sore itu dalam rangka menghadiri business development and sales meeting. Bangkok adalah kota ketiga di Indonesia di luar Jakarta yang menjadi destinasiku beberapa tahun terakhir selain Kuala Lumpur dan Singapura. Terakhir kali menginjakkan kota ini di akhir tahun 2014 lalu.

Saya tiba di Bandara Suvarnabhumi International Airport setelah hampir tiga jam di dalam pesawat dan langsung menuju Landmark Hotel yang tidak jauh dari Stasiun BRT Nana. Bersama kawan-kawan professional seperusahaan, kami menyempatkan menikmati suasana malam di salah satu restoran di Area Nana. Pub & resto ini adalah salah satu brand yang populer di dunia dan sebelumnya saya pernah mengunjungi resto ini tiga tahun yang lalu ketika saya ditugaskan di Kansas, US.

 

 

Rapat yang berlangsung pada Hari Rabu berlangsung dari pagi sampai sore hari membicarakan tentang potensi bisnis energi, air dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara dan strategi marketing dan sales termasuk eksekusi proyek menggunakan production office kami di Asia Tenggara dan negara-negara Asia lainnya. Ini kali pertama saya mengunjungi kantorku ini yang berlokasi di depan Stasiun BRT Nana, tepatnya di Two Pacific Place Place Tower.

Malam kedua di Bangkok, saya diajak menikmati suguhan makan malam kawan-kawan yang ada di sana dan keesokan harinya, Hari Kamis, saya check out dari kamar hotel dan sebelum berangkat ke Bandara Suvarnabhumi saya seperti biasa singgah ke Hard Rock Café Restaurant tidak jauh dari Stasiun BRT Siam.

Overall, 3 days trip cukup menyenangkan dan menambah portfolio kunjungan dinas ke luar negeri beberapa tahun terakhir.

 

 

Workshop Pengisian ASEAN Engineer Application di FTI UMI, 4 Februari 2017

Hari Sabtu dinihari saya berangkat menuju Makassar memenuhi undangan Fakultas Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia untuk menjadi Instruktur pada Workshop Pengisian ASEAN Engineer Application. Adalah Bapak Ir. Zakir Zabara, IPM., ASEAN Eng. Dekan Fakultas Teknik Industri UMI yang menargetkan staff pengajar yang sudah bersertifikasi IPM untuk melanjutkan ke jenjang sertifikasi setara Asia Tenggara yakni ASEAN Engineer certification.

Peserta workshop berjumlah 6 orang dosen berasal dari beberapa program studi seperti teknik kimia dan teknik industri. Workshop kali ini saya dibantu oleh Bapak Ir. Taufik Nur, IPM., ASEAN Eng., semenjak Beliau mendapatkan sertifikasinya tahun lalu Beliau memaparkan pengalaman di dalam mengisi formulir dan membuat CV berbahasa Inggris. Adapun syarat untuk registrasi ASEAN Engineer adalah bersertifikasi minimum level IPM, mengisi formulir aplikasi dan melampirkan CV in English.

Seusai workshop yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam, pada kesempatan kali ini saya juga melihat progress pembangunan kantin FTI UMI menggunakan konsep modern dengan menggunakan kontainer yang didesain sedemikian rupa. Desain ini dipersembahkan oleh salah satu senior kita, Ir. Muchlis Yusuf yang sebelumnya sudah mengimplementasikan konsep ini di beberapa titik di Kota Makassar.

Workshop sejenis akan terus dilakukan oleh FTI UMI untuk mengejar target mensertifikasi para dosennya baik untuk sertifikasi IPM/IPU dan ASEAN Engineer Registration. Seperti diketahui bersama, UMI melalui kerja cerdas dari Dekan FTI UMI, Bapak Ir. Zakir Sabara berhasil membawa UMI mendapatkan mandat sebagai penyelenggara Program Profesi Insinyur (PS-PPI) dari hanya 40 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Bravo FTI UMI, Bravo Insinyur Indonesia.

 

 

Diundang menjadi Instruktur pada Kursus Kelistrikan, 1 – 2 Februari 2017

EMLI training kesekian kalinya mengadakan event serupa buat para professional yang ingin memahami lebih dalam tentang bisnis ketenagalistrikan di Indonesia baik itu dari sisi hukum, regulasi, kontrak dan aspek teknis maupun komersil. Kursus kali ini lebih memfokuskan pada manajemen resiko proyek dan kontrak EPC pada proyek konstruksi secara umum dan proyek-proyek kelistrikan secara khusus.

Hari pertama saya diundang membawakan materi manajemen resiko proyek pada proyek konstruksi. Manajemen resiko proyek adalah salah satu dari 10 Knowledge Area dari Manajemen Proyek menurut Buku Project Management Body of Knowledge (PMBOK). Berbicara tentang manajemen resiko proyek, alangkah baiknya, sebelumnya kita harus sepakat dulu dengan definisi resiko (risk) dan bahaya (hazard). Banyak yang kurang bisa memahami kedua istilah ini. Penjelasan tentang risk vs hazard, risk management and project risk management sebagai berikut:

  • A “hazard” means a situation or thing that has the potential to harm a person. Hazards in your business may include: noisy machinery, a moving forklift, chemicals, electricity, working at heights or a repetitive job at your workplace.
  • A “risk” is the possibility that harm (death, injury or illness) might occur when exposed to a hazard in your workplace.
  • Another important safety risk management term to your business:
  • “Risk control” means your business taking action to eliminate health and safety risks so far as is reasonably practicable, and if that is not possible, minimizing the risks so far as is reasonably practicable. Eliminating a hazard will also eliminate any risks associated with that hazard in your workplace.
  • Risk is not only harm to environmental, health and safety but also financing and investment can be at RISK
  • How to assure the risk investment can be reduced to acceptable level?
  • Risk management is required to manage all risks which may create problems on your investment, safety, health and environment
  • Project Risk management is used as specific approach for project based.

Project risk management dibagi dalam beberapa tahapan (menurut PMBOK) antara lain: risk management planning, risk identification, risk analysis, risk response dan risk monitoring and controlling. Saya memberikan contoh kasus beberapa proyek yang pernah saya lakukan tentang bagaimana cara mengelola resiko proyek baik pada fase EPC maupun fase studi kelayakan. Pemaparan contoh kasus akan memberikan pemahaman lebih nyata lagi tentang bagaimana betul-betul mengimplementasikan teori manaemen resiko menjadi sesuatu yang implementatif pada proyek-proyek konstruksi.

Hari kedua, saya seperti biasa diminta kembali membawakan kuliah tentang EPC. Materi EPC kali ini fokus pada perencanaan pajak, asuransi pada fase proposal proyek EPC yang mesti diperhatikan oleh Kontraktor EPC, manajemen pengadaan dan manajemen konstruksi. Sistem pengadaan barang dan jasa memberikan 9 Prosedur sebagai bagian dari proses pengadaan antara lain:

  • Prequalification Process and Vendor Performance
  • Proposal Support
  • Procurement Setup
  • Buying Equipment, Materials, Subcontracts
  • Expediting
  • QC (Shop Inspections)
  • Logistics
  • Site Materials Management
  • Procurement Closeout

Materi manajemen konstruksi pada proyek EPC pun menjadi subyek yang menarik didiskusikan bersama membuat suasana kursus menjadi lebih hidup.

Peserta kali ini terdiri dari professional yang bekerja sebagai project manager, engineer dan legal pada beberapa perusahan reputable seperti PT Panca Karsa Bangun Reksa, PT CIMB Niaga, PT BNI, dan PT Pupuk Srwidjaja. Mereka banyak memperoleh pengetahuan baru dari beberapa Instruktur selama dua hari kursus.

 

Makasih atas undangannya teman teman dari EMLI, much appreciated.

 

Sinergi IA-ITB & PII Wilayah NTB Menghadirkan Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP), Mataram, 14 Januari 2017

Hari Minggu, Tim Instruktur PII Pusat diketuai oleh Bapak Rudianto Handojo dengan anggota tim terdiri Ngadiyanto, Habibie Razak dan Indra Yusmar berangkat Menuju Mataram Nusa Tenggara Barat. Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP) ini adalah kerjasama apik antara Pengurus Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) dan PII Wilayah Nusa Tenggara Barat. Tim kepanitiaan di bawah Ir. Lalu Sukarja menjemput kami di Lombok International Airport Praya dan menuju Restoran Dua Jempol sebelum kami melakukan check-in ke Hotel Aston.

Lokakarya kali ini dihadiri oleh 37 peserta dari berbagai disiplin dan sektor keinsinyuran walaupun didominasi oleh peserta dari PT Amman, perusahaan tambang multinasional yang beroperasi di Sumbawa dan Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Animo lulusan ITB yang bekerja di propinsi ini sangat meningkat beberapa bulan tahun terakhir yang akan menjadikan ini sebagai program yang setidaknya frekuensi pelaksanannya bisa dilakukan lebih sering lagi di Tahun 2017 ini.

Pembukaan acara LSIP oleh Bapak Rudianto dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin penting bahwa di era keinsinyuran memasuki babak baru di mana Indonesia dituntut untuk berbenah diri di dalam menghadapai persaingan di tingkat regional ASEAN dan Internasional yang ditandai dengan keikutsertaan kita di dalam Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Engineering Services di ASEAN. PII juga dalam perannya sebagai organisasi profesi Insinyur di Indonesia mendapat rekognisi dari Federasi organisasi Insinyur se-dunia (WFEO). Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 yang mengatur tentang profesi Keinsinyuran adalah modal Utama membangun Insinyur Indonesia berikut Peraturan Pemerintah (PP) dan peraturan terkait lainnya akan segera difinalisasi awal tahun 2017 ini.

Materi pertama sesi pagi dibawakan oleh Bapak Dr. Ir. Yusron Saadi pengurus PII Wilayah NTB yang juga saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram. Salah satu poin penting yang disampaikan Beliau adalah keseriusan para lulusan Sarjana Teknik mengikuti prosesi pembinaan keinsinyuran di PII dimulai dari mengikuti lokakarya ini, menjadi anggota aktif dan menyelesaikan syarat syarat untuk menjadi Insinyur Profesional Indonesia di mana PII adalah organisasi Insinyur yang diberi tugas untuk meregsistrasi para Insinyur profesional untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Bapak Ir. Rudianto pada materi Sosialisasi UU Keinsinyuran diikuti oleh materi Etika Profesi Insinyur Indonesia kembali menitikberatkan perlunya sertifikasi Insinyur Profesional Karena amanah UU ini dan bagaimana para Insinyur tadi menjunjung tinggi nilai profesionalisme di dalam berpraktek keinsinyuran. Sesungguhnya Etika Profesi Insinyur bersifat universal di mana pun Insinyur itu bekerja dan berpraktek akan tetap memegang teguh dan melaksanakan secara konsekuen kode etik Insinyur ini. PII dan anggotanya diharapkan tetap pada kode etik Insinyur Indonesia, Sapta Dharma Catur Karsa.

Materi keempat sebelum waktu makan siang dan istirahat, Pengenalan Sertifikasi Insinyur Profesional dan Sertifikasi Internasional oleh Ir. Habibie Razak. Habibie memaparkan masa berlaku sertifikat Insinyur Profesional Indonesia adalah lima (5) tahun dan akan diperpanjang apabila kewajiban memasukkan pelaporan PKB atau CPD terpenuhi setiap tahunnya. CPD yang dilaporkan setiap tahun ini berisikan aktifitas profesi yang dilakukan para pemegang sertifikat IP memastikan mereka memutakhirkan pengetahuan dan pengalamannya pada profesi yang mereka geluti. Pengenalan sertifikasi Insinyur Internasional seperti ASEAN Engineer, ASEAN Chartered Professional Engineer (ACPE) dan APEC Engineer-Register juga dipaparkan termasuk syarat-syarat untuk memperoleh ketiga jenis sertifikasi ini.

Sesi after lunch kembali diisi oleh Habibie dengan materi Pengenalan Bakuan Kompetensi Insinyur Profesional yang merupakan materi kelima pada lokakarya ini. Sesi ini lebih interaktif memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta untuk lebih proaktif menyampaikan pertanyaan seputar bakuan kompetensi ini. Habibie menjelaskan perbedaan antara unit kompetensi yang terdiri dari 11 unit dan turunannya yang terdiri dari elemen kompetensi dan uraian kegiatan keinsinyuran serta kode kompetensi yang harus diisi sendiri oleh peserta dalam Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP). Peserta pada uraian kegiatan di form aplikasi ini menuliskan tugas, tanggung jawab dan aktifitas profesionalnya dan mematch-kannya dengan elemen kompetensi yang sesuai dengan uraian tadi. Pengalaman sebelumnya, banyak calon IP yang kurang mampu menguraikan aktifitas keinsinyurannya pada proyek-proyek yang dikerjakannya, salah satu alasan mengapa setiap Insinyur wajib memilik log book untuk memastikan mereka melakukan pencatatan aktifitas-aktifitas tadi. Satu lagi yang sering didapatkan pada FAIP yang terkirim ke PII adalah calon IPM belum mengisi sepenuhnya isian yang ada terutama isian berkode W yang wajib untuk diisi atau tidak boleh dikosongkan. Pada W4 karya tulis pemaparan teknis pada pertemuan profesi tidak diisi padahal ini wajib diisi. Para calon IP diharapkan untuk mengingat-ingat lagi tulisan-tulisan teknis keinsinyuran yang pernah dipublikasikan baik di internal perusahaan tempat mereka bekerja, pertemuan profesi tingkat nasional maupun internasional.

Materi keenam sekaligus materi penutup, Tata Cara Pengisian FAIP oleh Bapak Ir. Ngadiyanto memaparkan secara rinci tata acara pengisiannya kepada para peserta. Sering kali para calon IP sudah bekerja lebih dari 8 tahun yang seharusnya meraih score untuk IP Madya namun tidak terpenuhi karena adanya ketidakpahaman tentang cara pengisian yang lengkap dan terperinci. Sesi terakhir berlangsung kurang lebih dua jam interaktif antara instruktur dan peserta lokakarya.

Di luar ruangan tampak Bapak Indra Yusmar melakukan pencatatan terhadap peserta LSIP untuk pencetakan sertifikat kepesertaan yang hari itu juga langsung ditandatangani oleh Direktur Eksekutif PII. LSIP ini ditutup dengan pembacaan kode etik Insinyur Indonesia oleh Ir. Ngadiyanto dan foto bersama para Panitia hasil kerjasama IA-ITB dan PII Wilayah NTB.

Akhir kata, terima kasih atas pelayanan dan keramahan Bapak Ir. Lalu Sukarja selama tim Instruktur PII berada di Mataram dan Lombok termasuk suguhan makan malam khas Lombok bersama pemilik restoran Yessy Bapak Haji Sumardi.  Tim Instruktur kembali ke Jakarta keesokan harinya dan menyiapkan stamina untuk next workshop.  

 Salam Insinyur Indonesia, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia

Reportase oleh Ir. Habibie Razak – Sekretaris Bidang Gas PII Pusat

   

 

 

 

 

 

Sesi Santai Knowledge Sharing Bersama Penghuni Rumah Singgah Alumni, La Vai Café & Resto, 25 Desember 2016

Penghujung tahun tidak mengurangi hasrat untuk bertemu dan berbagi pengalaman bagi para alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Libur tiga hari dimaksimalkan oleh alumni-alumni muda (fresh graduates) untuk menimba pengetahuan dan pengalaman dari seniornya. Semenjak hadirnya rumah singgah alumni yang dihibahkan oleh salah seorang alumni terbaik Fakultas 09 Unhas, Bapak Kolonel Laut Dr. Ir. Rivai Ras, membuka peluang bagi Adik-Adik lulusan baru Teknik untuk mencoba peruntungan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Rumah Singgah Alumni berlokasi di Jalan Raya Bogor No. 26 bersebelahan dengan Mesjid Raya Baitul Muttaqin Ciracas, sekitar 1 kilometer dari Mall Cijantung. Kini, rumah itu diisi beberapa alumni Teknik dari Universitas yang terkenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur yang saat ini dalam proses mencari pekerjaan untuk masa depan yang lebih baik. Saya, sebagai Koordinator Badan Otonomi Pengembangan Profesi Insinyur, Pimpinan Pusat Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UH) diberi mandat untuk melakukan pembinaan profesi kepada para alumni Teknik termasuk pada fresh graduates yang saat ini dalam proses menunggu (waiting for job).

Sesi Knowledge Sharing yang diadakan di La Vai Futsal dan Resto adalah juga properti dari Bapak Ir. Rivai Ras terdiri dari pusat olahraga dan musik seperti fitness, futsal dan restoran yang menyediakan musik band kepada pelanggannya. Di lantai dua fasilitas ini terdiri dari ruang kantor, ruang perpustakaan dan ruang meeting yang bisa diutilisasi oleh para alumni Teknik manakala dibutuhkan. Momen liburan ini kami manfaatkan untuk sesi tukar pengalaman dan pengetahuan bersama para junior-junior alumni dalam rangka memberikan pembekalan kepada mereka tentang perencanaan karir efektif dunia kerja.

Sesi Knowledge Sharing berjudul “Effective Career Planning and Path to Professional Engineer Licensing for Students & Fresh Graduates” berlangsung selama beberapa jam dari Pukul 10.00 pagi sampai dengan Pukul 15.00 sore termasuk sesi lunch and coffee break. Agenda sesi sehari terdiri dari:

—Problem Statement, Objectives, Definitions, Key Steps in Career Planning, Effective Employment Search Strategies, —Engineer’s Required Competencies, Good Habits on Career Planning, —Menjadi Insinyur Profesional dan Sertifikasi Internasional, —References, Kesimpulan dan Saran, dan ses—i Questions & Answers. Latar belakang saya mengangkat judul ini antara lain:

  • —The lack of fresh graduates’ knowledge on career planning and recruitment process in the industry
  • The lack of knowledge on industry needs and their expectations to fresh graduates/candidate of employees
  • —Lack of understanding of employment search strategies

Ketiga hal ini adalah gap yang harus diisi memberikan pemahaman kepada para alumni muda tentang dunia kerja dan lebih spesifik lagi tentang dunia industri yang mereka akan geluti kelak. Salah satu aktifitas dalam sesi ini antara lain juga mengajarkan para fresh graduates teknik membuat lamaran kerja dan CV yang menarik dan berbobot supaya mereka bisa melulusi sesi administration screening dan bisa mendapatkan kesempatan untuk panggilan tes dan interview. Banyak para pencari kerja yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan kompetensi yang mungkin mereka miliki di depan para penyedia kerja karena mereka tidak pernah lulus seleksi berkas yang penilaiannya adalah application letter dan CV/resume.

Peserta knowledge sharing kali ini berjumlah empat(4) alumni yang keluar dari bangku kampus awal tahun ini dan di antara mereka sudah ada juga yang sempat bekerja di industri dan memberanikan diri ke Jakarta untuk mencoba peruntungan yang lebih besar. Mereka memiliki dasar kompetensi yang cukup mumpuni (knowledge, skills and attitudes), mereka hanya butuh untuk diarahkan saja supaya mereka bisa lebih fokus dan lebih tajam di dalam perencanaan karir dan strategi mencari pekerjaan.

Buat para lulusan dari Fakultas Teknik Unhas jangan pernah surut semangat kalian untuk mencoba menapaki dunia industri mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia dan bersaing dengan para lulusan dari institusi lainnya di Indonesia dan negara lain. Kita diajarkan untuk pantang menyerah sesuai dengan motto “Keep on Fighting till the End”, masihkah kalian memiliki semangat itu sama seperti kami dulu?

Bravo Teknik 09 UH, maju terus Insinyur Indonesia.

 

Kunjungan Kedua ke Lampung untuk Renewable Energy Project Initiatives, 19 Desember 2016

Kunjungan kedua kalinya ke Lampung memberikan wawasan lebih mendalam tentang propinsi ini baik dari segi kekayaaan alam maupun kondisi sosio kultural masyarakat di Propinsi ini. Hari Senin, 19 Desember, Pesawat yang semestinya take-off Pukul 07.00 pagi mengalami keterlambatan hingga Pukul 09.00 sehingga anggota tim proyek yang sudah lebih duluan tiba menggunakan pesawat berbeda harus menunggu selama 1 jam.

Perjalanan menuju lokasi proyek dari Bandar Udara Raden Inten II memakan waktu kurang lebih dua setengah jam menggunakan kendaraan darat. Inisiasi proyek ini terkait potensi proyek Energi Terbaharukan di propinsi ini. sebagaimana diketahui bersama bahwa renewable energy project seperti wind, minihydro, hydro, solar PV, biomass, biogas dan lainnya menjadi opsi yang menarik baik dari sisi komersil maupun dalam rangka usaha mengurangi CO2 emission.


Setelah kurang lebih dua jam di lapangan, tim proyek kembali menuju Bandar Lampung untuk mengejar jadwal pesawat balik ke Jakarta. Di bandara, saya bertemu salah seorang senior saya yang bekerja sebagai Direktur di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di Angkutan Sungai dan Pesisir. Senang rasanya punya banyak kawan, di mana pun saya berada di akan selalu ketemu kawan.

 

Kursus EPC Contract and Project Management, Persatuan Insinyur Indonesia, 17 Desember 2016

Kali pertama Persatuan Insinyur Indonesia, Badan Pelaksana Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) mengadakan kursus Kontrak dan Manajemen Proyek Engineering, Procurement & Construction pada Hari Sabtu, 17 Desember 2016. Kursus ini dihadiri lebih dari 20 peserta dari beberapa perusahaan ternama seperti PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Lautan Luas Tbk dan PT Mitra Daya Kencana.

Ir. Tjipto Kusumo, IPM selaku Ketua Badan Pelaksana PKB ini menargetkan kegiatan sejenis dilakukan setidaknya sekali dalam sebulan mencakup beberapa topik di antaranya EPC, Value Engineering dan lainnya. Ke depan Insinyur Profesional diwajibkan mengikuti PKB atau Continuing Professional Development (CPD) sebagai syarat untuk memperpanjang sertifikasi Insinyur Profesional yang juga memang sudah disebutkan dengan sangat jelas pada UU No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Materi EPC yang menghadirkan Ir. Habibie Razak, ACPE., ASEAN Eng. sebagai Instruktur membagi presentasenya ke dalam beberapa modul antara lain:

 

 

  • Project Management Responsibilities
  • EPC Contract
  • EPC Proposal
  • Insurance & Tax
  • Procurement & Subcontracting
  • Construction Project Delivery System

Peserta diharapkan memahami perbedaan mendasar antara kontrak EPC dan kontrak lainnya. Karakteristik kontrak dan proyek EPC antara lain:

 

 

 

 

  • Single Entity Responsible For Both Design & Construction
  • Design Builder Can Be General Contractor, Specialty Contractor, Designer, Developer, Or Other
  • Specialty Contractors Are Selected By Price, Qualifications, Or A Combination Of The Two
  • Specialty Contractors Contract Directly With Design Builder
  • Contract Can Be Fixed Price, Unit Price, Cost Plus A Fee, Or Combination.

Kursus sehari ini cukup interaktif menghadirkan banyak pertanyaan dari peserta tentang kontrak dan manajemen proyek EPC. Salah satu pertanyaan yang terekam pada kursus kali ini adalah change order yang diakibatkan oleh lack of planning oleh client pada saat mendevelop proyek. Fase pre-project planning oleh Client sangatlah penting untuk berusaha meminimalisir sekecil mungkin change order pada saat EPC execution. Zero change order means Clients have done project staging properly and in a good manner.

Bravo Persatuan Insinyur Indonesia, sukses buat para EPC Practitioner Indonesia.

 

 

 

Renewable Energy Conference (RE4I), Hotel Pulman, 7-8 Desember 2016

Renewable energy menjadi alternative energy buat dunia saat ini tak terkecuali Indonesia semenjak investasi di sektor energi ini bukan hanya karena clean energy buat masyarakat bumi tapi investasinya menjadi lebih atraktif dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin mutakhir. Konferensi yang diadakan pada Tanggal 7-8 Desember 2016 di Hotel Pulman memberikan wawasan dan pemahaman yang sangat luas dan mendalam tentang energi terbaharukan baik dari sisi teknis maupun komersil.

Konferensi yang diorganize oleh salah satu conference provider dari Malaysia mendapat dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Konferensi dibuka secara resmi oleh Bapak Ignasius Jonan – Menteri ESDM yang juga sebelumnya memberikan pidato pembukaan di acara ini. Perwakilan dari KADIN Bapak Ahmad Kalla juga memaparkan program KADIN terkait renewable energy campaign di Indonesia. Bapak Rida Mulyani, Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM juga tidak ketinggalan tampil memberikan kata sambutan.

Konferensi yang didesain selama dua hari menghadirkan lebih dari 100 peserta terdiri dari para pelaku Renewable Energy seperti konsultan, EPC Contractor, IPP Developer, Researcher, Financing Institution and Advisors dari seluruh penjuru dunia. Indonesia menjadi fokus sentral mereka di Asia saat ini di mana hampir semua potensi energi terbaharukan secara teknis dan komersil memungkinkan dilakukan di Indonesia. Potensi itu antara lain Hydro and Minihydro, Solar, Wind, Biomass dan Geothermal. Peserta konferensi disuguhkan various sub-events seperti networking luncheon atau sekedar diskusi selama coffee time memberikan peluang buat para pelaku bisnis setidaknya saling bertukar kartu nama.

Saya diminta mewakili perusahaan saya untuk menjadi delegasi di acara ini dan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih dalam tentang renewable energy projects yang lagi dalam tahap pengembangan dan ekesekusi di Indonesia dan seluruh dunia. Tentunya event seperti ini memberikan kesempatan besar buat saya memperkenalkan perusahaan dan profil saya sebagai practitioner di sektor energi. Skema investasi bisnis juga diperkenalkan di konferensi ini dan juga tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pihak developer terkait perijinan dan pembebasan lahan.

Salah satu perwakilan dari group kami juga diberi kesempatan memberikan presentase tentang Utility-Scale Solar PV Development in Indonesia. Indeed, konferensi atau event sejenis memberikan wider-exposure kepada para pelaku bisnis untuk memperkenalkan bisnis mereka dalam rangka mendapatkan dukungan dari pihak regulator dalam hal ini pemerintah, pemberi pinjaman (financer), equity partner, konsultan dan EPC Contractor di sektor renewable energy ini.

Renewable Energy for Indonesia (RE4I), semoga sukses sesuai cita-cita bersama.


 

Instruktur pada Kursus Kontrak EPC dan PPA, 24 November 2016

Indonesia saat ini lagi gesit-gesitnya membangun infrastruktur nasional baik itu infrastruktur energi maupun infrastruktur logistik. Pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa pihak pelaksana konstruksi infrastruktur diharapkan bisa lebih perform di dalam mendeliver produk yang diharapkan sesuai dengan target biaya, kualitas dan waktu. Adalah model kontrak EPC yang kebanyakan digunakan pada proyek-proyek besar dan high risk saat ini termasuk pembangunan pembangkit listrik 35 Ribu MW.

presentase

Skema kontrak yang dijalankan oleh PLN adalah model Engineering, Procurement and Construction di mana pihak kontraktor bertanggung jawab membangun infrastruktur pembangkit dimulai dari tahap desain, pengadaan, instalasi dan konstruksi sampai pada jaminan pengoperasiannya (performance guarantee). Pada kursus ini peserta diharapkan bisa memahami esensi dari kontrak EPC, karakteristiknya dan benefit yang diberikan baik untuk client maupun pihak kontraktornya. Instruktur memberikan pemaparan detail tentang tanggung jawab manajemen proyek, cara pembuatan proposal EPC dan aspek legal, insurance, finance, and tax suatu kontrak EPC.

saat-tertawa

Sesi siang hari dilanjutkan dengan Power Purchase Agreement (PPA) contract pada proyek pembangkit listrik di mana yang melakukan kesepakatan adalah antara pihak PLN sebagai pembeli listrik dan pihak Independent Power Producer (IPP) sebagai penyedia listrik. Pada sesi PPA, peserta diberikan pemahaman tentang gambaran PPA secara umum seperti skema PPA, PPA timeline termasuk isi dari PPA ini. Perhitungan struktur tariff pada saat tender IPP juga dijelaskan pada kursus ini termasuk daftar permitting dan licensing yang harus dipenuhi oleh IPP developer untuk membangun dan mengoperasikan suatu pembangkit.

foto-bersama

Sampai juga di sesi selanjutnya.