Author Archives: habibierazak

About habibierazak

Oil & Energy Professional, Project Manager, Vice Chairman of Professional Organization & Activists

Effective Career Planning Short Course & Sosialisasi UU Keinsinyuran HMS FT-UH, 19 September 2015

Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (HMS FT-UH) kesekian kalinya mengundang Habibie Razak ke kampus Unhas Tamalanrea sebagai Pembicara dan sekaligus trainer untuk materi “Perencanaan Karir Efektif buat Mahasiswa dan Sarjana Teknik Lulusan baru”. Pada kesempatan ini trainer juga diberi slot beberapa menit untuk mensosialisasikan UU No. 11 Tahun 2014 tentang profesi Keinsinyuran.

Photo2Sesi yang bertepatan hari Sabtu Tanggal 19 September ini dihadiri lebih dari 60 mahasiswa dari setiap Jurusan yang ada di Fakultas Teknik Unhas termasuk di antaranya pengurus lembaga mahasiswa tingkat Jurusan se-Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unhas (OKFT-UH). Animo mahasiswa(i) untuk mengetahui lebih dalam tentang profesi keinsinyuran dan perencanaan karir masa depan akhir-akhir ini semakin kuat mengingat adanya insentif dari pemerintah kepada lulusan baru yang bergelut di dunia keinsinyuran. Tentunya, mahasiswa dituntut untuk lebih proaktif dan kreatif di dalam mencari lowongan kerja keinsinyuran yang jumlahnya akan semakin besar dari tahun ke tahun sehubungan dengan adanya program percepatan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi – JK dan dalam kerangka master-plan percepatan ekonomi hinggat tahun 2040 yang menargetkan Indonesia menjadi Negara dari middle income menjadi high income country.

Photo6Kursus Effective Career Planning kali ini tidak jauh berbeda dari sesi-sesi yang pernah dilakukan sebelumnya. Materinya antara lain: Key Steps in Career Planning, Effective Employment Search Strategies & Application Preparation, Engineer’s Required Competencies & Good Habits on Career Planning. Habibie di sela-sela presentasenya memberikan contoh CV/resume dan surat lamaran kerja yang padat dan menarik berdasarkan pengalamannya berpindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Kedua elemen ini sangat perlu diperkenalkan kepada mahasiswa(i) sebagai acuan buat mereka membuat surat lamaran dan CV/resume yang berbobot. Bagaimana pun juga, CV/resume yang berisi tentunya karena adanya pengalaman kerja, pengalaman organisasi, pengalaman training/kursus/seminar/konferensi yang dilakukan oleh mahasiswa dan alumni selama beraktifitas dan bekerja di organisasi profit maupun non-profit. Kompetensi yang dikedepankan atau yang dievaluasi di CV kita bukan hanya technical competency tapi behavioral competency jauh lebih dikedepankan.

Photo5Habibie adalah mantan Ketua I Pengurus Himpunan Mahasiswa Sipil FT-UH Periode 2001/2002 pernah menjabat sebagai Ketua Umum IMM Komisariat Fakultas Teknik/MIPA Periode 2002/2003 dan Ketua Bidang IPTEK IMM Cabang Kota Makassar Periode 2003/2004 sebelum akhirnya menyelesaikan studinya di Jurusan Sipil FT-UH di Tahun 2004. Habibie saat ini adalah Wakil Ketua Bidang Energi dan Kelistrikan Persatuan Insinyur Indonesia Periode 2012-2015 yang sebelumnya adalah deklarator berdirinya Pengurus PII Cabang Sorowako/Luwu Timur.

 

 

 

Saran penulis, adalah mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan harus lebih sering mengundang alumni-alumni yang selama ini bisa menjadi behavioral model agar knowledge sharing bisa lebih sering terjadi yang pada akhirnya bisa lebih memberikan insights sekaligus memotivasi mahasiswa jaman sekarang untuk lebih maju di masa depan.

Photo8

Salam organisasi mahasiswa, salam Insinyur.

 

 

 

 

 

 

 

 

Photo9

 

 

 

 

 

 

Pembicara pada Kursus Hukum Kelistrikan, 26 Agustus 2015

EMLI Training salah satu training provider di Indonesia yang fokus pada hukum Energi dan Pertambangan melaksanakan 3 hari training mulai dari Tanggal 25 – 27 Agustus 2015 dengan topik Hukum Kelistrikan. Saya diundang untuk membawakan 2 materi di hari kedua yakni IPP Road Map in Indonesia dan Aspek Legal dan Komersial pada  Proyekk-proyek Engineering, Procurement & Construction.

IMG_20150826_155059

Pihak training provider sekiranya hanya mengamanahkan materi EPC yang dikonfirmasi seminggu sebelumnya entah kenapa beberapa jam sebelum jadwal materi saya ini, mereka juga meminta saya memberikan sedikit waktu untuk mempresentasekan IPP road-map. Saya sangat berterima kasih pada karib saya, Ir. Denny Saputra yang setahun sebelumnya mempresentasekan materi ini kepada kami sehingga slides yang berasal dari dia bisa pula saya presentasekan di depan peserta Hukum Kelistrikan ini.

Aspek legal dan komersial pada suatu proyek EPC selain aspek teknis menjadi bahan kajian yang cukup mendalam pada training kali ini. Beberapa materi yang cukup menarik adalah 10 contract roadblocks yang harus diperhatikan di fase proposal development pada suatu proyek EPC yaitu: Consequential Damage, Limits of Liability, Exclusive Remedies, Warranty, Dispute Resolution, Indemnity Provision, Change Provision, Insurance Requirement, Force Majeure Provision dan Price & Payment Terms. Salah satu istilah penting dalam bisnis asuransi adalah waiver of subrogation, yakni memastikan EPC contractor terlepas dari “sue” yang dilakukan oleh pihak asuransi apabila terjadi kerusakan/damage pada suatu properti client pada saat fase konstruksi yang mungkin diakibatkan oleh EPC contractor tadi di mana pihak Client adalah pihak yang terasuransi meminta claim penggantian kepada perusahaan asuransi.

IMG_20150826_175612

Tax juga merupakan bahan diskusi yang menarik di mana seorang tax officer di perusahaan korporasi bertugas memastikan tidak terjadi double taxation akibat pengaturan yang tidak tepat untuk suatu kontrak offshore dan onshore pada suatu proyek. Kuesioner pajak dikeluarkan oleh tax officer tadi memastikan entity yang mana yang akan menandatangani kontrak dengan client sehingga tax exposure bisa diminimalisir.

IMG20150826161046

 

 

 

 

Oil & Gas Subsea System Training BK Mesin PII, 11 – 14 Agustus 2015

Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM-PII) kembali mengadakan professional oil & gas training yang kali ini dilaksanakan Pada Tanggal 11-14 Agustus 2015 di Hotel Puri Denpasar, Kuningan Jakarta Selatan. Topik training ini adalah The Engineering & Technology of Subsea System pada sektor Migas dan dibawakan oleh Bapak Prof. Ir. Jaswar Koto – Staff Pengajar dan Peneliti Institut Teknologi Malaysia yang juga Beliau saat ini adalah Presiden International Society of Ocean, Mechanical and Aerospace for Scientist and Engineers.

Foto-4

Laporan Training oleh Ketua Bidang Engineering BKM-PII Bapak Ir. Ade Irfan dan Pembukaan sekaligus pengantar training oleh Ketua BKM PII Bapak Prof. Ir. Tresna Priyana Soemardi. Prof. Tresna dalam sambutannya menyampaikan biaya penelitian sampai menghasilkan inovasi teknologi sangatlah mahal dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai produk dari hasil penelitian tersebut bisa dikomersialisasikan. Indonesia saat ini membutuhkan para peneliti-peneliti handal dan semestinya ditopang oleh sumber pendanaan yang lebih besar lagi oleh Pemerintah. Acara pembukaan training ini juga dihadiri oleh Bapak Ir. Bambang Purwohadi dan Bapak Ir. Rudi Purwondho, Wakil Ketua dan Sekjen BKM PII.

Foto-5

Prof. Jaswar pada hari pertama training memberikan gambaran umum tentang klasifikasi proyek subsea sektor Migas berdasarkan kedalaman bawah laut yaitu: shallow water subsea di mana kedalaman laut sampai pada 300 meter, 300 meter sampai pada kedalaman  1500 meter dikategorikan sebagai deep-water dan kedalaman 1500 ke atas sudah ditageorikan sebagai ultra deep-water subsea project. Perencanaan dan instalasi subsea untuk ketiga kategori di atas pun berbeda-beda.

Konsep six degree freedom yang merupakan motion yang terjadi pada offshore dan marine structure yang terdiri dari surge, sway, dan heave yang merupakan three translations of the ship’s center of gravity in the direction of the x,y, and z axes dan tiga rotasi yaitu roll aboutt the x-azis, pitch about the y-axis dan yaw about z-axis juga dijelaskan secara filosofis oleh Beliau.

Foto-1

Hari kedua training ini kami mengerjakan case study salah satu proyek subsea pipeline terpanjang di Eropa di masanya menggunakan beberapa jenis software. Salah satu yang menarik adalah efek buckling  pada pipeline akibat adanya tekanan fluida atau gas dari dalam pipa sehingga pipa menjadi buckle pada panjang dan tinggi amplitudo tertentu. Seorang subsea pipeline engineer harus bisa menghitung berapa panjang pipa dan tinggi amplitudo yang mengalami buckling dan mendesain pipe sleeper yang ideal di dasar laut. Tentunya spesifikasi dan grade material untuk subsea haruslah lebih tinggi dari onshore pipeline work.

Foto6

Jenis-jenis mooring dan riser dipresentasekan di hari ketiga training di antaranya yang cukup menarik adalah perbedaan antara catenary system and taut leg system pada mooring system. Distribusi pada mooring system pun dibagi menjadi dua yaitu turret mooring lines and spread mooring lines. Sedangkan spread mooring by technology licensor dibagi menjadi 4 besar yaitu omni-directional mooring for a spar platform, asymetric spead mooring for a fixed platform, symetric spread mooring for a semi sub, dan grouped mooring management for a spar platform.

Foto-10

Konsep riser sebagai production flow-line maupun sebagai drilling flow-line juga dibahas pada training ini. Riser dengan dan tanpa penggunaan buoys atau floating devices lainnya dibagi dua yaitu catenary riser di mana riser ini free hanging tanpa intermediate buoys or floating devices dan flexible riser adalah free-hanging riser dengan menggunakan intermediate buoys atau floating devices lainnya. Tipe riser juga bisa dibagi menjadi dua berdasarkan seleksi materialnya yaitu rigid riser dan flexible riser. Konfigurasi flexible risers bisa berupa free hanging, lazy S, lazy wave, step S, step wave, Chinese lantern dan beberapa lainnya.

Foto-11

Prof. Jaswar Koto juga memaparkan loading mechanism on floater adalah steady and fluctuating wind, wave and wave drift dan current. Sedangkan untuk loading pada mooring lines harus memperhatikan top end surge motions, wave, current dan seabed friction.

Hari keempat training banyak mendiskusikan tentang instrument dan control system pada subsea system. Pemaparan konfigurasi dan jenis equipment subsea seperti X-Tree, Manifold, Pipe-line, Flow-line, Subsea separator, dan lainnya mengundang banyak pertanyaan dari peserta training.

IMG20150811144143Training ini dihadiri oleh 16 orang. Beberapa rekan profesional seperti Benhard Hutajulu (I&C Engineer), Budy Wening (Rotting Engineer), Baso Rizal (Pipeline Engineer) dan Irwansyah Rosneng (Electrical Engineer) juga menghadiri training bergengsi ini. Perusahaan seperti Tripatra, Pertamina Gas, Pertamina Hulu Energi, Wijaya Karya tidak ketinggalan mengirimkan engineer-engineer terbaik mereka untuk mengikuti professional training ini.

 

 

Habibie Razak, seorang project manager yang bergelut di bidang Oil & Gas juga menjadi bagian dari training dan bahkan di akhir sesi hari ketiga Habibie memberikan sedikit sharing knowledge tentang Floating LNG Production Unit Concept. Konsep LNG production plant di atas air ini menjadi sangat booming saat ini menggantikan konsep onshore traditional LNG plant. Fasilitas FLNG plant atau LNG FPSO pertama di dunia yang selesai dibangun dan mulai beroperasi adalah EXMAR Floating LNG Production Unit menggunakan teknologi LNG yang diberi nama PRICO merupakan milik Black & Veatch www.bv.com.

fffOverall, this was an exciting training bagi siapa pun yang berminat mengikuti sesi training berikutnya bisa menghubungi Bapak Arfi Yesso, Staff BKM PII, Email Address: arfi.yesso@gmail.com

 

 

 

 

IMG_20150814_114135

Bravo BKM PII, Bravo Insinyur Indonesia.

foto bersama - Copy

 

Safety Forum BKK PII di Gedung BPPT, 6 Agustus 2015

Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia untuk kesekian kalinya melaksanakan Focus Group Discussion di bawah kepemimpinan Bapak Ir. Nanang Untung, IPU. FGD ini adalah hasil kerjasama antara BKK PII dan BPPT. Diskusi ilmiah kali ini diberi nama “BKK PII Safety Forum” yang menghadirkan Pembicara-pembicara dari Industri, Akademisi dan perwakilan Pemerintah. Bapak Dr.Ir. Unggul Priyanto Kepala BPPT hadir dan turut membawakan kata sambutan sebelum sesi FGD dimulai.

Moderator FGD adalah Bapak Ir. Lukmanul Hakim, IPM yang juga adalah Direktur Eksekutif BKK PII sangat sukses mendeliver diskusi safety ini. Bapak Ir. Alvin Alfiyansyah adalah panelis pertama yang bekerja sebagai Senior Loss Prevention Engineer di Qatargas OPCO dan panelis kedua dari sisi Industri adalah Bapak Ronald Timbuleng perwakilan dari PT Newmont Nusa Tenggara. Sedangkan dari sisi akademisi diwakili oleh Bapak Ir. Agustinus Hariadi yang juga auditor untuk KLHK. Ibu Ir. Sulistyowati, MM Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mewakili Pemerintah pada FGD kali ini.

1-OverallMateri yang dibawakan oleh Alvin berjudul “Aplikasi Aturan HSE Masa Kini dan Dahulu” sangat  menarik kita simak di mana sejarah Keselamatan Proses dan Aturan HSE di Amerika, dunia secara umum dan terkhusus Indonesia diulas secara garis besar. Berdasarkan kajian statistik yang dilakukan oleh Dupont di Tahun 2004-2005 bahwa Unsafe Act/At-risk Behavior berkontribusi 96% dan penyebab lainnya 4% pada Injuries yang terjadi di Industri secara umum. Untuk menurunkan rate injuries bahkan incidents harus melalui tiga cara yaitu: improved engineering, improved HSEMS dan Incorporation of Human factors.

3-Alvin show

Alvin menelurkan beberapa rekomendasi dan saran kepada peserta FGD untuk disampaikan kepada pihak Pemerintah untuk memperbaiki tata kelola K3 dan HSE sebagai berikut:

1.Perlunya revisi pasal 15 UU No. 1 tentang K3 yang mencakup hal penalti dan pelanggaran K3.

2.Perlunya perbaikan kompetensi Ahli K3/HSE yang mencakup keahlian Process Safety dan penyidik kecelakaan industri.

3.Perlunya membuat standar kompetensi nasional untuk Ahli K3/HSE.

4.Perlu penyidik Kecelakaan Industri di berbagai lembaga dan departemen negara agar tidak terpaku pada institusi Kepolisian.

5.Perlunya pemetaan hak dan kewajiban antar departemen negara untuk implementasi dan perbaikan budaya K3/HSE.

6.Perlunya pemetaan dan penyederhanaan UU dan PP yang berkaitan dengan K3 dan HSEQ secara umum agar tidak terjadi tumpang tindih wewenang dan pengawasan.

7.Perlu diterbitkan aturan mengenai “sharing data base” kecelakaan industri dan “lesson learn” mengenai kecelakaan industri asli Indonesia di seluruh sektor industri agar praktisi, regulator, dan manajemen perusahaan bisa belajar.

Panelis kedua Bapak Ronald memaparkan tentang “Pengelolaan K3 di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)” di mana diketahui bersama PTNNT ini adalah salah satu anak perusahaan dari Newmont yang berdiri sejak Tahun 1921 dan berkantor pusat di Denver Colorado sedangkan PTNNT sendiri mulai masuk ke Indonesia di Tahun 1986, mulai beroperasi di tahun 2000 sampai sekarang.

4-Pak Roland show

Key Performance Indicator (KPI) untuk keselamatan kerja di PTNNT dinilai dari semakin menurunnya Serious Injury, Total Reportable Injury dan Total Reportable Injury Frequency Rate. Ketiga parameter ini haruslah lebih kecil dibandingkan target yang dicanangkan Perusahaan baru kemudian kinerja safetynya dikatakan berhasil. Ronald juga mempresentasekan beberapa program unggulan pencegahan kecelakaan berat dan kematian dan 6 perilaku utama untuk tetap selamat di wilayah Kontrak Pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara.

Panelis ketiga Bapak Ir. Agustinus Hariadi DP membawakan materi tentang Strategi Pengembangan Keunggulan Kompetitif Berbasis Implementasi Manajemen Lingkungan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia. Beliau memaparkan hasil penelitian tentang kinerja LK3 perusahaan dihubungkan dengan komitmen manajemen perusahaan, manajemen proses dan manajemen sumber daya manusia. Kinerja LK3 pada perusahaan ternyata berpengaruh positif terhadap keunggulan kompetitif dan kinerja finansial perusahaan.

Rekomendasi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Bapak Agustinus antara lain:

PERUSAHAAN

-Memasukkan aspek LK3 dalam penetapan strategi perusahaan

-Menerapkan strategi proaktif

-Menjadikan isu LK3 sebagai sasaran semua fungsi

-Menyeimbangkan bobot Manajemen proses dan Manajemen SDM

-Mewujudkan komitmen manajemen

PEMERINTAH

-Merubah fokus BINWASDAL

-Keterkaitan antarprogram-program pemerintah

Panelis terakhir adalah Ibu Ir. Sulistyowati memaparkan “Keselamatan Sosial dan Lingkungan dalam Kegiatan Pertambangan”. Permasalahan pertambangan secara umum termasuk tambang rakyat di Indonesia saat ini terdiri dari permasalahan ekonomi, sosial dan lingkungan merupakan 3 isu utama yang menjadi tugas besar dari Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka.

7-Sesi Q&A Pak nanang

Jumlah Penambang Rakyat saat ini adalah 2 juta orang (1 juta penambang emas dan 1 juta penambang mineral). Banyaknya masyarakat yang terlibat secara tidak langsung (misalnya sebagai pemasok bahan kimia berkisar 8 juta orang) dan penerimaan negara dari pertambangan umum tahun 2005-2012 rata-rata Rp 60,42 triliun, sedangkan potensi omset tambang rakyat mencapai Rp. 400 trilyun per tahun (sumber APRI). Di sisi lain kerusakan lahan akibat penambangan rakyat berdasarkan data APRI ada sekitar 4000 lokasi bekas tambang (lebih 40% di kawasan hutan) yang membutuhkan pemulihan fisik (reklamasi), pemulihan lahan dari kontaminan (13.000 ton Hg/tahun) dan juga memerlukan penyuburan lahan karena tanah humus sudah hilang.

2-Sambutan Ketum BKK PII

Rencana strategis untuk melahirkan Pertambangan Ramah Lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan antara lain: pengembangan kebijakan pengelolaan tambang yang ramah lingkungan, pembinaan dan pendampingan, pemantauan dan bimbingan teknis, peningkatan kapasitas serta insentif dan dis-insentif untuk pelaku bisnis pertambangan.

6-HR in action

Sesi pemaparan keempat panelis ini dimulai Pukul 16.30 dan berakhir Pukul 18.15 dilanjutkan dengan Istirahat dan Shalat Maghrib. Sesi tanya jawab dimulai Pukul 18.45 sampai pada Pukul 20.00 di mana pada sesi tanya jawab ini berlangsung sangat interaktif dan Habibie Razak juga mendapatkan kesempatan bertanya yang lebih ditujukan kepada Bapak Alvin Alfisyansyah dan Bapak Ronald Timbuleng. Acara kemudian dilanjutkan dengan Foto bersama Pengurus BKK PII dan Peserta Focus Group Discussion.

5-HR in action-1

Diskusi ini ditutup oleh Bapak Ir. Nanang Untung dengan kesimpulan utama bahwa dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara Akademisi, Bisnis dan Government (ABG) untuk bisa lebih meningkatkan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan di Indonesia termasuk memasukkan materi K3L pada kurikulum perkuliahan sehingga mahasiswa sebagai calon professional dibekali oleh pengetahuan tentang K3L lebih awal sebelum masuk ke dunia industri.

9-Pose bersama Nanang Untung & Alvin

Bravo Insinyur Kimia, bravo Insinyur Indonesia.

8-Foto bersama

 

 

 

 

 

 

 

MSW to Jet Fuel Product; Solution to Utilize Municipal Solid Waste into High Value Product in Indonesia

by Habibie Razak – Energy Practitioner and Project Manager.

The high urban community growth and also the increase of infrastructure development in every sector causes several problems such as urbanizations, poverty, poor real estates and housing, municipal wastes, etc. The major concern in bigger cities such as Jakarta, Surabaya, Makassar city and other developed cities right now in Indonesia is municipal wastes.

The rapid development of metropolis cities in Indonesia, followed by the increase of urbanization with the ideas the villagers can get better life in big cities. This will affect the increase of populations and also the increase of wastes both from industry and housing. Unfortunately, this situation is not followed up by the improvement of facility and infrastructures provided by the government and slightly reducing the quality of the environment, especially the increase of municipal wastes and how to handle it to be more environmental friendly.

Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar, Kusayyeng said http://makassar.tribunnews.com/2014/02/28/volume-sampah-di-makassar-bertambah-menjadi-800-ton-per-hari, the volume of wastes in Makassar increased to become 800 tons per day as of February 2014. Estimated waste volume will keep increasing to become 1000 tons per day at early of 2015.

One of the solutions to manage the municipal wastes is to convert it to synthetic gas (syngas) through gasification process. Gasification is thermochemical conversion process of solid organic to gas. This gasification involves to the partial oxidations and combustion process at 900 – 1100 Degree Celsius or more. Like pyrolysis, gasification process producing gas the calorific value about 4000 kJ/Nm3.

Benefits of Biomass Gasification such as: Converting what would otherwise be a waste product into high value products, reduced need for landfill space for disposal of solid wastes, Decreased methane emissions from landfills, Reduced risk of groundwater contamination from landfills, Production of ethanol from non-food sources. For gasification of biomass can be read further at this link http://www.gasification.org/gasification-applications/biomass/

The government of Indonesia through the Ministry of Industry, Energy & Mineral Resources and related ministries should put more emphasis in inviting investors and technology licensors and facilitate the communications with the city mayors. The symposium or seminars on biomass/MSW gasification related technology should be done frequently to enrich the knowledge and insights of the business players (industry) and government for both technical and economical aspects of the investment.

One of the projects finished their demonstration plant construction and currently in operation is for converting municipal solid waste (MSW) to jet fuel using TRI gasification and EFT Fischer Tropsch process technologies. The TRI pilot plant has operated over 1,200 hours gasifying 4 tons per day of sorted and sized MSW (aka RDF) producing FT liquids suitable for upgrading to jet fuel which is considered renewable. This process is not yet commercially proved.

Fulcrum Bioenergy is licensing the TRI and EFT process technologies and is developing a project in the US which will use TRI’s gasification process and EFT’s Fischer Tropsch process. The EPC work has started for this project.

As being said before, there are several big cities such as Jakarta, Makassar (South Sulawesi), Surabaya (East Java), Bogor (West Java), Bandung (West Java) that can collect over 500ton/day of MSW. The potential off-takers for jet fuel would be PT Angkasa Pura, a State-owned Air Business Company which is coordinating all airlines logistic in Indonesia.

Gasifying and converting over 200 ton/day waste can produce 700 barrel/day of jet fuel considered to become feasible and will need to conduct some economic study and see how the investment works-out in term of CAPEX, OPEX, IRR, NPV and payback period.

 

 

 

 

Knowledge Sharing di Telekonferensi PPI EHIME Jepang, 28 Juni 2015

Hari Minggu 28 Juni 2015 PPI Jepang Komisariat EHIME menyelenggarakan sesi Knowledge Sharing sebagai bagian dari program “Scientific Interaction and Academic Studies”. Topik sesi kali ini menurut Ketua PPI EHIME, Ir. Andi Erwin Syarif, MT adalah menitikberatkan pada pengembangan teknologi dengan melakukan konversi energi melalui implementasi desain yang efisien. Tujuan utamanya adalah mengajak para stakeholders baik akademisi maupun praktisi memainkan peranan signifikan di dalam menyelesaikan tantangan energi hubungannya dengan pengurangan emisi karbon, biaya energi yang lebih kompetitif dan ketahanan energi.

Invitation Letter - for BlogSaya pada sesi ini diminta sebagai Guest Speaker dengan membawakan materi tentang Aplikasi Bahan Bakar LNG sebagai bahan bakar murah dan ramah lingkungan. LNG di Indonesia selain berasal dari gas alam juga bisa dibuat dari batubara yang keduanya merupakan kekayaan alam Nusantara. Batubara melalui proses gasifikasi dapat menghasilkan synthetic gas (syngas) yang kemudian bisa diturunkan lagi menjadi berbagai macam produk seperti pupuk, methanol, DME, olefin, synfuel, sampai menjadi Synthesis Natural Gas (SNG). SNG dari batubara kemudian bisa diliquefy menjadi LNG.

Pembicara menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia mengimplementasikan program Greenhouse Gas Emission Reduction di mana targetnya adalah pengurangan emisi sampai 26% di Tahun 2020 dengan kondisi tanpa dukungan dari negara lain dan sampai 41% pengurangan dengan bantuan dari negara lain. Sebagaimana Tabel di bawah adalah Target Reduksi GHG pada tiap sektor.

Indicator Emission Reduction Plan (Giga ton of CO2) The Responsible Ministry
  26% 41%
Forestry and Turf area (Gambut) 0.672 1.039 Forestry, Environment, Public Work
Agriculture 0.008 0.011 Agriculture, Environment, Public Work
Energy and Transportation 0.038 0.056 Transportation, Energy and Mineral resources, Public Work, Environment
Industry 0.001 0.005 Industry, Environment
Waste 0.048 0.078 Public Work, Environment
Total 0.767 1.189

Regulasi yang mengatur tentang upaya pengurangan efek rumah kaca ini setidaknya diatur sebagaimana di bawah ini antara lain:

◦Law No 17 Year 2004 on The Ratification Kyoto Protocol To The United Nations Framework Convention on Climate Change Protocol.

◦Presidential Regulation No. 61 Year 2011 on the National Action Plan for Greenhouse Gas Emissions Reduction.

◦Local Regulation. In East Java for instance Governor Regulation No. 67 Year 2012 on East Java Action Plan for Greenhouse Gas Emission Reduction.

Teleconference PhotoPembicara juga memaparkan tentang perbandingan kadar emisi truck menggunakan bahan bakar LNG dan truck berbahan bakar diesel di mana ada pengurangan emisi CO2 sebanyak 30% sehingga bisa disimpulkan bahwa LNG adalah bahan bakar kendaraan yang lebih bersih (environmental friendly).

Sesi knowledge sharing ini ditutup dengan pengenalan tentang organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2014 tentang Profesi Keinsinyuran di mana Pembicara Tamu juga adalah Pengurus PII Pusat. Turunan dari UU ini adalah Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden yang akan segera diberlakukan tahun ini.

 

Kongres Luar Biasa, Rapat Pimpinan Nasional dan HUT ke-63 Persatuan Insinyur Indonesia, 22 & 23 Mei 2015

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB), Rapat Pimpinan Nasional VIII dan HUT ke-63 yang diadakan di Hotel Shangri-La, Jl. Jenderal Sudirman dengan tema “Kesiapan Insinyur dan Industri Nasional Menyambut Pembangunan Infrastruktur 2015-2019”. KLB ini diadakan dalam rangka pengesahan AD ART PII yang baru sesuai amanat Undang-undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran Pasal 53, bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) PII harus disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang Keinsinyuran dan mendapatkan persetujuan dari Menteri paling lambat 2 tahun terhitung sejak Undang-undang Keinsinyuran dikeluarkan.

suasana KLB 1Kongres dan Rapimnas kali ini dihadiri lebih dari 200 Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan Cabang, Badan Kejuruan dan Anggota Persatuan Insinyur Indonesia. Hari Jumat, Tanggal 22 Mei acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Umum PII Bapak Ir. Bobby Gafur Umar, MBA., IPM dan dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai Undang-undang Keinsinyuran menghadirkan Bapak Ir. Rully Chairul Azwar dan Bapak Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso sebagai narasumber. Diskusi ini juga mencakup sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) yang baru sebagai turunan dari UU No. 11 Tahun 2014 dan Keputusan Presiden tentang Susunan Dewan Insinyur Indonesia. Tidak lama lagi Insinyur Indonesia akan lebih dihargai profesinya dan juga akan lebih meningkat lagi tingkat kesejahterannya sebagaimana disampaikan oleh Para Narasumber.

Foto BarengBapak Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso juga menyampaikan kabar gembira bagi para lulusan perguruan tinggi yang bergelar Sarjana Teknik. Pemerintah dikabarkan telah menyiapkan aturan baru yang memungkinkan para insinyur muda (fresh graduate) menerima “insentif tunai” sebesar Rp.100 juta selama setahun, sebagai renumerasi tambahan yang diharapkan mampu meningkatkan minat dan ketertarikan mereka untuk serius bekerja dan meniti karier di bidang keteknikan.

“Aturan rincinya sudah mulai digodok. Tapi yang jelas, ini bukan lagi sekadar wacana. Sudah dimatangkan. Mudah-mudahan bisa diterapkan mulai tahun 2016. Kami di Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sangat mengapresiasi hal ini, karena dapat menjadi perangsang bagi para insinyur muda untuk sungguh-sungguh menekuni dan berkarier di bidang keinsinyuran” kata Prof. Dr.Djoko Santoso.

WP_000155_edit_edit

Hari kedua Tanggal 23 Mei 2015, Bapak Dr. Ir. Indroyono Soesilo, Menteri Koordinator Kemaritiman menjadi keynote speaker pada hari kedua KLB, Rapimnas dan HUT PII ini. Dalam kata sambutannya, Bapak Indroyono mengatakan, para insinyur ‎Indonesia harus mencontoh keberhasilan yang dicapai Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi disebut Indroyono, sebagai insinyur yang sukses terutama di bidang permebelan. “Insinyur kita harus menjadi engineer creates well. Contohlah Pak Presiden selalu saya tunjukkan, Pak Presiden beliau bisa mengolah dari kayu lalu diukir harganya menjadi 10 kali lipat‎,” katanya.

Tidak hanya Presiden Jokowi, salah satu contoh sukses lainnya adalah mantan Presiden Habibie. Habibie mampu merangkai aluminium menjadi kerangka pesawat bahkan hingga diterbangkan. “Presiden Habibie juga insinyur sukses yang bisa membuat aluminium mempunyai nilai tambah cukup besar menjadi ‎pesawat terbang,” tutur Beliau.

Beliau menambahkan lagi “Jadi insinyur adalah untuk meng-create. Untuk komoditas yang mau kita garap seperti infrastruktur listrik yang 35.000 MW dengan investasi sebesar Rp 1.200 triliun. Pemerintah akan melakukan Feasibility Study dan setelah masuk ke fase pelaksanaan konstruksi diharapkan yang lebih banyak berperan adalah insinyur dalam negeri”.

Inauguration-2HUT kali ini juga dirayakan dengan pengukuhan para Insinyur yang meraih gelar Insinyur Profesional dari berbagai bidang kejuruan. Panitia mencatat lebih dari 50 Insinyur mengikuti acara ini yang dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum PII. Salah seorang penerima Sertifikat Insinyur Profesional Madya dari Black & Veatch International, Bapak Ir. Eddy Karmana, IPM juga terlihat mengikuti pengukuhan ini.

Jayalah Insinyur Indonesia, majulah profesi keinsinyuran Indonesia.

 

 

 

 

Menjadi Ketua Penyelenggara Rapat Kerja Wilayah IKA Unhas Jabodetabek

Hari Sabtu, Tanggal 6 Juni 2015 Pengurus IKA Universitas Hasanuddin Jabodetabek yang baru dilantik oleh Ketua Umum IKA Unhas Bapak Dr. Muhammad Jusuf Kalla akhirnya berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah Pertama I yang dilaksanakan di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Rapat Kerja ini dihadiri lebih dari 100 Pengurus yang merupakan alumni Unhas yang bekerja di seputaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Tema  Rapat Kerja (Raker) ini adalah “Akselerasi Terwujudnya Nawacita untuk Kemajuan Bangsa”.

Foto1Rapat kerja ini dimulai dengan sesi narasumber menghadirkan Bapak Dr. Mat Syukur, staff ahli Kementerian Pertanian membawakan topik “Food Estate Development di Indonesia” dan juga Bapak Ir. Andi Razak Wawo, Ketua IKA UH Jabodetabek dengan topik “Pengantar Rapat Kerja – Garis-garis besar arah program kerja IKA UH Jabodetabek”. Sesi narasumber ini berlangsung cukup lama sebelum akhirnya rehat makan siang dan dilanjutkan dengan pembahasan masukan program kerja setiap departemen.

Susunan Pengurus IKA-UH Jabodetabek ini mengikuti formasi kabinet Jokowi-JK di mana setiap departemen dibentuk untuk bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait. Wakil Ketua and Wakil Sekretaris Koordinator Bidang Kemaritiman Dr. Badaruddin Picunang dan Ir. Awaluddin mendapatkan giliran pertama memaparkan program kerja yang berhubungan dengan bidang kemaritiman. Bidang Kemaritiman ini terdiri dari 4 Departemen antara lain: Energi dan Sumber Daya Mineral, Kelautan dan Perikanan, Perhubungan dan Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Ir. Habibie Razak mewakili departemen ESDM memaparkan program kerjanya diikuti Ir. Zulfikar Muchtar, M.Sc untuk Departemen Kelautan dan Perikanan.

Foto2Bidang Politik, Hukum dan HAM dipresentasekan oleh Kol. Laut Dr. Rivai Ras dan tim yang terdiri dari beberapa Departemen antara lain: Dalam Negeri dan Otoda, Luar Negeri, Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi dan Informatikan dan Divisi Advokasi & Bantuan Hukum. Divisi Advokasi dikoordinir oleh Darmadi Samad, SH pengacara senior menyampaikan bahwa divisi yang dibentuk ini siap memberikan fungsi advokasi terhadap Alumni Unhas yang mengalami persoalan hukum atau setidaknya bisa menjadi wadah untuk konseling atau konsultasi untuk mendapatkan solusi terbaik buat Alumni.

Koordinator bidang Perekonomian diwakili oleh Bapak Dr. Hilmi Ibrahim dan tim memaparkan program kerja bidang perekonomian yang terdiri dari 14 departemen dan divisi. Dr. Ir. Arifin Tasrif Koordinator Departemen Pertanian, Ir. Darwis Daraba, MSi koordinator Departemen PU dan Perumahan Rakyat, Ir. Marwan Massinai, MSc., IAI Koordinator Departemen Agraria dan Tata Ruang memaparkan program kerja mereka diikuti oleh beberapa departemen dan divisi lainnya.

Foto3Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menghadirkan Wakil Sekretaris Andi Ilham Paulangi, S,Sos memimpin jalannya pemaparan diikuti presentase program kerja oleh Ibu Dr. Ir. Rosmariani Arifuddin untuk Ristek dan Pendidikan Tinggi, Ir. Amril Taufik Gobel untuk divisi Komunikasi Publik dan beberapa departemen lainnya. Ir. Sapri Pamulu, PhD Koordinator Departemen Ristek dan Pendidikan Tinggi (PT) menyampaian bahwa perlu ada koordinasi antardepartemen untuk membuat suatu program kerja yang mengintegrasikan semua departemen terkait yang melibatkan fungsi Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Rapat Kerja ini dirangkaikan dengan Happy Hours yang dilakukan di Anjungan Sulawesi Selatan Taman Mini Indonesia Indah setelah sesi pembukaan dan narasumber di Hotel Santika. Happy Hours event ini terdiri dari perkenalan alumni Unhas yang hadir dan dilanjutkan dengan Turnamen Domino Raker Cup I yang dimenangkan oleh 4 pasangan yakni Ir. Trigunawan Wardana dan Ir. Awaluddin Sarmidi sebagai Juara I diikuti oleh Juara II pasangan Ir. Habibie Razak dan Aie Asri, ST, Juara III pasangan Ir. Fadli Nurdin dan Andi Ilham Paulangi, S.Sos dan juara Harapan I pasangan Andi Sadli dan Ishak.

Juara Domi

 

Ir. Habibie Razak, ketua penyelenggara kegiatan Rapat Kerja ini cukup puas dengan penyelenggaran event ini dan diharapkan hasil dari Raker ini bisa diimplementasikan di periode kepengurusan 2015 – 2019 IKA Unhas Jabodetabek dengan penuh tanggung jawab sesuai nawacita bersama. Liputan Rapat Kerja ini juga bisa dilihat di link ini http://makassar.tribunnews.com/2015/06/06/ika-unhas-jabodetabek-gelar-rapat-kerja-di-jakarta

Salam IKA Unhas.

 

Mengajar Cost Planning dan EPC Project Overview di Pembinaan Profesi Insinyur, Makassar, 9 Mei 2015

Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Makassar kembali mengadakan Pembinaan Profesi Insinyur, 9 – 10 Mei 2015 di Hotel Clarion Makassar dan dihadiri oleh lebih dari 40 peserta. Staff instruktur selain menghadirkan profesional dari Makassar dan sekitarnya beberapa dari mereka adalah Instruktur dari PII Pusat Jakarta. Materi-materi yang dibahas kurang lebih sama dengan PPI-PII sebelumnya kecuali materi tambahan yakni ASEAN Chartered Professional Engineer yang dibawakan oleh Bapak Ir. Bachtiar Sirajuddin, MM., IPU yang juga saat ini adalah Sekretaris Jenderal BK Sipil Persatuan Insinyur Indonesia. Materi tambahan yang tidak kalah menarik adalah Bisnis Konstruksi yang dibawakan oleh Ir. Sapri Pamulu, Ph.D, Strategic Business Development and PMO Specialist PT Wiratman & Associates.

Aksi Panggung

 

 

 

 

Materi yang diamanahkan kepada Habibie Razak tidak jauh dari judul materi sebelumnya yakni, Cost Planning and EPC Project Overview. Sesi kali ini Habibie memaparkan perbedaan antara sistem manajemen proyek EPC (atas) dan sistem tradisional (bawah) sebagaimana bagan sederhana di bawah.

EPC StructureTraditional Structure

 

 

 

 

 

 

Di akhir sesi, Habibie menyampaikan apabila ingin menjadi the Real ‘Cost Engineer’ versi AACE haruslah mengikuti program sertifikasi cost engineering dan meraih gelar profesi Certified Cost Engineer (CCE) dan/atau Certified Cost Consultant (CCC).

Bravo Insinyur Indonesia.

 

 

 

 

Mengajar Sampai Propinsi Maluku Utara, 17 – 18 April 2015

Pertama kali menginjakkan bumi Maluku Utara membawa citarasa kenikmatan tiada tara setelah sekian lama hidup menikmati indahnya Bumi Pertiwi. Kunjungan ke salah satu propinsi di Indonesia Timur diawali oleh Undangan dari PII Cabang Halmahera Utara yang kepengurusannya baru saja terbentuk satu bulan ini. PII Halut diwakili oleh Ketua Cabang, Bapak Ir. Darius Arkwright, MT ini mengirimkan undangan ke saya untuk menjadi salah satu Instruktur pada program Pembinaan Profesi Insinyur (PPI) pertama yang dilakukan di Tobelo, Halmahera Utara.

Ternate View - CopyPesawat Garuda pada pagi hari Tanggal 16 April 2015 membawa saya dan 3 orang Pengurus PII cabang Makassar bertolak dari Makassar menuju Ternate. Rombongan Makassar terdiri dari Bapak Dr. Ir. Muhammad Rusman, MT., IPM, Bapak Ir. Taufik Nur, MT., IPM dan Bapak Ir. Andi Subhan Mustari, MT., IPM selaku Ketua, Sekretaris dan Koordinator Bidang Sertifikasi PII Cabang Makassar. Tim PII Pusat dihadiri Bapak Ir. Faisal Safaa, IPM dan Bapak Ir. Ngadiyanto, SE., IPM selaku Direktur Eksekutif dan Wakil Direktur Eksekutif PII Pusat. Setibanya di Ternate kami disambut oleh Tuan rumah Bapak Ir. Harsani Harisi, Staff Ahli Gubernur Maluku Utara dengan hidangan makan siang di salah satu restoran favorit di sana.

Perjalanan tidak berhenti di Ternate, setelah itu Pukul 02.00 siang kami menyeberang pulau menuju Kota Sofifi sekitar 45 menit perjalanan menggunakan speed boat. Saat-saat menegangkan terjadi selama 45 menit ketika speed boat menantang lautan dalam nan luas di Maluku Utara. Sofifi adalah ibukota Propinsi Maluku Utara setelah Ternate yang dulunya adalah Kerajaan Kesultanan Ternate. Setibanya di Sofifi kami melanjutkan perjalanan menuju Tobelo dengan kendaraan roda empat selama 3 jam. Kami menginap di Hotel Bryken salah satu Hotel Melati di kota Tobelo.

Presentation Session-2Hari pertama Pembinaan Profesi Insinyur saya mendapatkan giliran membawakan dua materi sekaligus yaitu Cost Planning and Control dan dilanjutkan dengan materi Project Management selama hampir 3 jam. Peserta yang dihadiri lebih dari 20 peserta ini cukup intens mengajukan pertanyaan maupun sekedar berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka mengelola proyek-proyek di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya.

 

Presentation SessionSalah satu bahan kuliah tentang mengapa manajemen proyek diperlukan? Tentunya tujuan utama adalah mencapai target proyek dari sisi kualitas, biaya, schedule dan juga zero accident. Untuk mencapai target ini semua stakeholders should be at the same page. Produk atau deliverables yang dihasilkan oleh suatu proyek harus bisa didefinisikan di awal dan memastikan tidak ada “surprise” at the end of the project. Ilustrasi di bawah ini memperlihatkan bahwa mengapa project management sungguh dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau deliverables yang disepakati bersama oleh para stakeholder proyek.

Why Needs Project Management

 

 

 

 

 

 

Manajemen proyek yang tidak diterapkan secara profesional atau bahkan tidak diterapkan sama sekali akan mempengaruhi kinerja proyek antara lain:

ØTarget waktu/deadline tidak tercapai,

ØPekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi,

ØBudget/anggaran yang dilampaui,

ØKemajuan proyek yang tidak jelas,

ØKonflik di antara staf selama penugasan di proyek,

ØKompetensi yang kurang dari anggota tim proyek,

ØPerubahan lingkup proyek yang terus menerus,

ØStaf proyek menerapkan metode pengelolaan proyek sesuai pengalaman dan selera sendiri sendiri dan tidak ada standarisasi.

Sedangkan seorang project manager dituntut untuk memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang manajemen proyek yang dibagi ke dalam tiga elemen yakni: knowledge, skill dan attitude.

penyerahan plakatPembinaan Profesi Insinyur (PPI) kali ini menghadirkan materi Pengenalan Etika Profesi dan Organisasi PII dibawakan oleh Dr. Ir. Rusman Muhammad, K3 oleh Ir. Taufik Nur, Pengisian FAIP oleh Ir. Subhan Mustari dan beberapa materi lainnya yang dibawakan oleh Pembicara dari PII Pusat.

Pengalaman tak kalah menarik dari PPI di Tobelo ini adalah kami sempat menikmati alunan live music di salah satu pub and restaurant di kota ini ditemani oleh Pengurus PII Cabang Tobelo, Bapak Ir. Darius, Ir. Willy Jesajas, Ir. Nicko R. Bomara dan teman lainnya. Band dan DJ performance dari Bandung sepertinya membawa kami pada keceriaan dan keriuhan di malam itu.

Sertifikat PembicaraHari Sabtu Tanggal 18 April 2015 saya meninggalkan Kota Tobelo menuju Bandar Udara Kao sekitaran sejam perjalanan dan bertolak menuju Manado dengan menggunakan pesawat Wings Air tipe ATR. Pengalaman selanjutnya terjadi di Manado bersama teman-teman Alumni Unhas yang bekerja di sana.

Salam Insinyur, Bravo Persatuan Insinyur Indonesia.